
"Hei pangeran Kai, kau tidak bersedih kan" tanya Pangeran sio sambil memegang pundak Fu kai.
"Tentu saja tidak" ucap Fu kai.
"sudah ayo kita masuk, kalian masih harus menyelesaikan pekerjaan kalian.
"Baik Yang mulia"jawab fu kai.
"Baik Ayahanda" ucap Pangeran Sio Lesu.
"Semangat kakak" ucap Putri Sia sambil menahan tawa bersama putri mia.
"dan kalian berdua guru tata krama kalian sudah menunggu" ucap Kaisar Chen dengan senyum.
"Tidakkkkk" teriak putri Sia dan putri mia.
"Semangat adik adikku" ucap pangeran Sio Dengan nada mengejek.
"Ka kak" Putri Sia dan putri mia menampakkan wajah marahnya.
"A ayahanda kami permisi dulu" ucap Pangeran Sio sambil menarik tangan Fu Kai.
"Jangan lari kak" teriak Putri Mia.
"Heh kalian berdua jangan coba untuk kabur ya" ucap Kaisar Chen.
"Ti tidak ayah kami tidak kabur, " ucap Putri Mia.
mereka berdua kemudian pergi ketempat guru tata krama mereka.
"Dengan hadirnya Fu Kai di kehidupan kita, suasana istanya jadi lebih hidup" ucap Permaisuri.
"Kau benar kak, putra putri kita seakan mendapat tujuan mereka kembali" jawab Selir agung.
"Sama seperti kalian aku pun sangat bersyukur atas hadirnya Fu Kai dikeluarga ini" ucap kaisar Chen.
Sementara Diruangan pangeran Kai dan Pangeran Sio.
yah ruangan mereka disatukan agar mereka bisa saling berkerja sama, Kaisar Chen sudah memberikan stample khusus untuk pangeran Kai, itu untuk memudahkan para sekutu mengenal Fu aki sebagai pangeran kekaisaran Chen.
"Semua tumpukan kertas ini membuat kepalaku pusing" ucap pangeran Sio lalu meletakkan kepalanya dimeja.
"Ini bukan saatnya mengeluh,aku sudah hampir selesai" ucap Fu Kai.
"Hah apa... Fu kai ayolah bantu aku" ucap Pangeran sio dengan wajah memelas.
"Tidak pangeran Sio aku masih harus berlatih bersama guru, nikmatilah tugasmu pangeran" ucapFu kai sambil berjalan keluar.
"Kau jahat sekali Fu kai" teriak Pangeran Sio.
"Ada apa dengan kakak" tanya Putri sia kepada Fu Kai yang sudah ada diluar.
"Yah seperti biasa, kau ini seperti tidak tau pangeran Sio saja." ucap Fu kai dengan tersenyum
"Hah benar saja, kakakku itu entah kenapa bisa berubah, tapi aku senang" ucap Putri Sia.
"Hmm.? kenapa" tanya Fu kai.
__ADS_1
"Dia dulu adalah orang yang tidak mau dan tidak boleh ada orang lain disisinya kecuali keluarganya, sepanjang waktunya hanya untuk belajar menjadi pangeran terbaik, dia bahkan sangat jarang bermain dengan kami, dan sekarang setelah kau ada dia berubah dia menjadi sangat ramah dan satu lagi meski aku malu mengakuinya dia menjadi bodoh" ucap Putri Sia dengan kesal.
"Hahaha aku tidak menyangka dia seperti itu, huh baiklah aku pergi" ucap Fu kai
"Eh kakak mau kemana" tanya putri Sia.
"Apa kakak?" tanya Fu kai.
"eh itu anu kan kau adalah pangeran kekaisaran Chen jadi sekarang kau adalah kakakku kan" ucap Putri Sia.
"Huh terserah saja, dahh adik" ucap Fu kai langsung melesat pergi meninggalkan Putri Sia.
"Adik ya, ehem"
"Eh astaga kakak mia sekali lagi kau mengejutkanku akan kupukul kau" kesal Putri Sia.
"Hahaha maafkan kakak, baiklah ayo pergi ayahanda sudah menunggu" ucap Putri sia.
"Baiklah" jawab Putri Sia.
Mereka berdua berjalan dengan anggunnya menuju Aula istana dimana Kaisar Chen sedang duduk diatas singgasana dengan gagah dan berwibawa.
"Salam Yang mulia kaisar" ucap Putri Mia dan Putri Sia bersamaan dengan melakukan hormat mengangkat sedikit gaunnya.
"Kedua putriku ayah tau ini sangat mendadak tapi ayah harus mengatakannya pada kalian" ucap kaisar chen.
Kedua putri itu saling berpandangan.
"Apa itu yang mulia" tanya Putri Mia.
"Aku akan mengadakan sayembara untuk kalian, dan dua kesatria itu akan menjadi suami dari masing masing kalian" ucap Kaisar Chen.
"Mohon ampun yang mulia tapi kami bukankah masih terlalu muda untuk itu, kami masih 15 tahun ayah" ucap Putri Sia.
"Putriku itu adalah umur yang pas, sebagai seorang putri menikah diusia muda bukan suatu masalah bahkan itu akan dianggap baik" ucap Kaisar Chen.
"Tapi ayah kam.."
"maafkan Ayah tapi keputusan ayah sudah bulat, jadi ayah mohon mengertilah" ucap Kaisar Chen.
"Baik Yang mulia, kalau begitu kami mohon undur diri " mereka berdua memberikan hormat lalu pergi.
"Huft kuharap mereka tidak kecewa padaku" ucap Kaisar Chen.
"Tidak akan yang mulia, keputusan anda adalah yang terbaik" ucap Sang mentri.
"kuharap Seperti itu" jawab Raja Chen Sambil menatap pintu dimana putrinya keluar.
Disisi Pangeran Fu Kai.
"ayo pangeran gerakanmu melambat percepat lagi " teriak Bai Long sambil menangkis serangan Fu Kai.
"Baiklah" ucap Fu Kai.
mereka berlatih tanpa bantuan energi spiritual, ini benar benar murni kekuatan fisik dari mereka.
"Sudah sudah, cukup hah kurasa dari hari kehari kau makin mahir, setelah ini aku binghung ingin mengajarimu apa lagi" ucap Bai Long
__ADS_1
"Guru kau berlebihan" ucap Fu Kai yang baru saja duduk diba2ah pohon.
"Aku tidak berlebihan Fu Kai, kau sudah terlalu hebat untuk kuajari, " ucap Bai Long dengan senyum khasnya.
"Tapi aku akan tetap meminta bantuan dari guru" ucap Fu kai.
"Haish kau ini keras kepala sekali" keluh Bai Long.
Tiba tiba putri Sia dan putri mia datang dan langsung memeluk Fu Kai yang sedang duduk itu.
"E ehh putri Sia dan putri Mia ada apa dengan kakian kenapa kalian menangis" tanya Fu Kai dengan kebingungan.
"Pa pangeran Kai, hiks hiks ayah hiks "
"yang mulia kenapa Putri Sia" tanya Fu Kai dengan panik.
"Hiks ayah akan hiks hiks dia ingin hiks mengadakan saembara untuk kami" ucap Putri Sia disela sela tangisnya.
"Hah..? lalu apa salahnya" tanya Fu kai sambil menatap Gurunya, bai long tidak menjawab dia hanya mengangkat bahunya.
"haish jadi kalian keberatan dengan keputusan itu" tanya Fu kai.
"Emm" mereka berdua mengangguk membenarkan.
"lalu apa yang harus kulakukan" tanya Fu Kai sambil mengelus dua surai panjang putri kekaisaran chen itu.
"Tolong bujuk ayah untuk menghentikan sayembara itu hiks" ucap Putri Mia.
"Kurasa aku tidak bisa mengubah keputusan sebesar itu, tapii... emmm apa kalian mempercayaiku" tanya Fu Kai.
sekali lagi mereka mengangguk secara bersamaan.
"Aku mempunyai sebuah cara, agar sayembara itu tetap berjalan lancar dan kalian mendapat pasangan terbaik " ucap Fu kai.
"Tapi bagaimana caranya, Ayah pasti akan sulit menerimanya" ucap Putri sia.
"dengarkan dulu rencanaku " ucap Fu Kai.
Fu Kai lalu menjelaskan panjang lebar rencananya, meski begitu kedua putri itu terlihat ragu.
"Tenanglah percayalah padaku bahwa kalian akan mendapatkan yang terbaik" ucap Fu kai.
"Baiklah kuserahkan semua padamu, ayah mengatakan bahwa sayembara akan dimulai dalam satu bulan" ucap Putri mia sambil mengusap air matanya
"Waktu yang lebih dari cukup" ucap Fu kai sambil tersenyum.
krepppp......
"terimakasih Pangeran kai" ucap mereka berdua dan kembali memeluk Fu kai.
"E ehh. ya ya sama sama adik adikku" ucap Fu Kai dengan senyumnya.
.
.
.
__ADS_1
.