Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 8 persiapan


__ADS_3

"Sudah sudah, ayo kita siapkan makanannya " ucap Fu Kai


"baiklah kak" ucap Shi Mei.


mereka akhirnya memasak bersama sebelum akhirnya Cao Ya dan Yan Sha datang untuk membantu.


Mereka semua akhirnya makan bersama.


"Kakak kau sungguh akan mengirim kami pergi" tqnya We Fui disela makannya.


"Fui'er habiskan makananmu dulu nanti kita bahas lagi mengerti" ucap Fu Kai.


"Baik" jawab We Fui dia lalu melanjutkan makannya.


Fu Kai memperhatikan semua adikknya.


"aku hanya berharap kalian semua akan hidup lebih baik kelak" Batin Fu Kai.


Dia benar benar merasa gagal saat melihat adik adiknya harus bekerja sebelum makan.


Selesai makan seperti biasa Shi Mei dan Cao Ya membereskan semuanya sedangkan Ji Huo dia memutuskan untuk mencari beberapa tanaman herbal untuk dia membuat pil untuk perbekalan saudara saudaranya.


"kakak aku akan ikut bersama kak huo " ucap Sao Feng.


"Apa lukamu sudah tidak sakit" tanya We Fui.


"Tidak kak aku baik baik saja, jadi apakah boleh" tanya Sao Feng.


"Baiklah tapi berjanjilah untuk hati hati , jika tidak kau akan tau nasip kakakmu yang tampan ini ditangan kakak Fu Kai." ucap We Fui.


"Aku mengerti lagi pula ada kakak Ji Huo juga kan" ucap Sao Feng sambil tersenyum.


"Emm ji Huo aku serahkan Sao Feng padamu, dia sudah banyak terluka akhir akhir ini" ucap We Fui.


"Aku mengerti " ucap Singkat Ji Huo.


ji Huo dan Sao Feng pergi hutan dibelakang bukit karena disana biasanya terdapat banyak tanaman herbal.


Dirumah iti We Fui sibuk mencari Fu Kai yang menghilang setelah makan.


"kakak pergi kemana, selalu saja begini jika aku ingin bicara" kesal We Fui.


"Kakak kenapa kau bicara sendiri" tanya Yan Sha dengan polosnya.


"apa eh tidak, yan Sha apa kau melihat kakak Kai" tanya We Fu pada Yan Sha.


"Kakak, emm kurasa tadi aku melihatnya kearah desa, mungkin dia mengunjungi rumah atau mengunjungi makam ayah dan ibu" ucap Yan Sha.


"Kesana ya, baiklah yan Sha apa yang akan kau lakukan setelah ini" tanya We Fui dengan lembut.

__ADS_1


"Emm kakak sebenarnya aku terlalu takut untuk menemui guru, aku tidak tau apa yang harus persiapkan" ucap.Yan Sha.


"Hanya itu saja, yan Sha kau tidak perlu takut kau harus lebih berani jika kau ingin menjadi pendekar hebat" ucap We Fui sambil mengelus pipi Yan Sha.


"Yan Sha mengerti tapi..."


"Emm bagaimana jika saat Yan sha selesai latihan danbisa menguasai elemen Air dengan baik maka kakak akan menurutisatu permintaan dari Yan Sha apapun itu" ucap We Fuimemberikan semangat.


"Emm sungguh apapunn..?" tanya Yan Sha dengan wajah imutnya


"Tentu saja, sekarang pergilah bermain besama saudarimu kakak akan menyusul kak Kai terlebih dahulu" ucap We Fui dengan tersenyum.


"Baiklah terimakasih kakak, aku pasti akan berlatih dengan baik" ucap Yan sha kemudian memeluk we Fui sebentar lalu berlari kearah para saudari saudarinya.


sementara disisi Ji Huo dan sao Feng mereka kini sudah berada dipinggir hutan mereka sudah memetik beberapa tanaman herbal.


"Woah kakak lihat bukankah ini Rumput salju" ucap Sao feng saat melihat tumbuhan dengan seluruh daun berwarna putih.


"Kau benar ini pasti akan sangat berguna untuk membuat pil pemulih luka, kau sungguh pandai sao feng" puji Ji Huo dan Sao Feng tersenyum mendengarnya.


"Tapi kakak bisakah kau membuat pil yang tidak pahit aku tidak suka dengan rasa pahitnya dan aromanya sungguh tidak enak" ucap Sao Feng.


"Baiklah apapun untuk pangeran kecil, oh ya sao Feng apa benar lukamu sudah tidak apa apa" tanya Ji Huo.


"Iya kak bahkan ini sudah tidak terasa apapun" ucap Sao feng.


"Emm kenapa kakak bertanya tentang itu, tenju saja boleh" ucap Sao Feng dengan tersenyum.


Ji Huo kemudian membuka kain yang membungkus luka dileher Sao Feng, saat dibuka Ji huo begitu terkejut.


"Ada apa kak kenapa wajah kakak begitu"Tanya sao feng saat menyadari Ji Huo nampak begitu terkejut.


"Eh tidak apa apa, ayo kita lanjutkan mencari tanaman herbalnya" ucap ji huo sambil membungkus kembali luka dileher Sao Feng.


mereka akhirnya melanjutkan perjalanan mencari tanaman herbal namun kali ini Ji Huo lebih banyak melamun seperti memikirkan banyak hal.


"Kakak awas kau akan menginjak jamur ini" ucap Sao Feng namun tidak didengarkan oleh ji Huo.


"kakakkk...." teriak Sao Feng.


"eh ada apa sao feng kenapa kau berteriak begitu" tanya Ji Huo.


"Hmph apa kakak tidak lihat kakak hampir menginjak bahan yang terakhir" kesal Sao feng.


"ah maaf sao feng kakak tidak melihatnya" ucap Ji Huo sambil mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Jamur dewa ini adalah bahan terakhir yang kakak perlukan benarkan" tanya Sao feng.


"kau benar, untung saja kau melihatnya" ucap Ji Huo sambil mengambil Jamur dengan sangat hati hati .

__ADS_1


" sebenarnya apa yang kakak fikirkan" tanya Sao Feng.


"Tidak ada, ayo kita pulang apa mau kakak gendong" tanya Ji huo sambil tersenyum.


"Tidak ,aku akan jalan saja tapi setelah ini kita pergi kesunagi menangkap ikan ya" pinta Sao feng dengan mode imutnya.


"ee tapi kan sao..." ji Huo tidK melanjutkan kata katanya dia melihat wajah memelas Sao feng yang membuatnya tidak tahan.


"Huft baiklah kalau begitu" ucap Ji Huo.


"Terimakasih kakak" ucap sao feng sambil memeluk hangat Ji Huo.


"Hahaha iya baiklah, kau sungguh ingin ikan ya" tanya Ji Huo.


"Emmm ikan disungai itu sangat enak dan aku ingin memakannya sebelum pergi untuk berguru" ucap Sao Feng.


"Kau memang benar lagi pula ayah dan ibu juga..." Ji Huo kembali menghentikan kata katanya.


"Ayo kita tangkap ikannya kak sebelum kita pulang terlambat dan kakak kai marah" ucap Sao Feng lalu menarik tangan Ji Huo.


"Iya iya baiklah" jawab Ji Huo.


mereka lalu pergi kesungai tempat itu tidak terlalu jauh dari tempat mereka saat ini.


"Woah lihat ikannya besar besar" ucap sao Feng dengan Girang.


"Lalu bagaimana kita menangkapnya kakak tidak membawa alat pancing" ucap Ji Huo.


"Emm bagaimana ya" ucap Sao feng dia memikirkan cara sambil melihat sekeliling.


"Aku tau kak" ucap Sao Feng.


"Tau apa" tanya Ji Huo sambil memperhatikan Sao feng.


"Kita gunakan saja bambu disana ,untuk dijadikan tombak" ucap Sao Feng.


"kau sungguh pandai Sao feng, tunggu disini sebentar kakak akan mengambil bambunya, ingat untuk tidak pergi kemanapun jika ada apa apa berteriaklah sekuat mungkin" ucap Ji Huo.


"Iya kakak aku mengerti lagi pun tidak akan terjadi apapun padaku kakak tenang saja" ucap Sao Feng.


" iya baiklah kakak akan pergi sebentar saja" ucap Ji Huo.


Ji Huo kemudian pergi ke arah pohon bambu dan mencari yang kecil namun kuat untuk dijadikan tombak .


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2