Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 9. Ruang Rahasia


__ADS_3

dan Didesa tempat dimana mereka tinggal sebelumnya, tidak ada seorang pun yang tinggal didesa itu mereka lebih memilih menempati desa baru yang lebih aman.


Kini Fu Kai sudah didepan rumahnya yang hangus diamenatap tempat itu dengan penuh kerinduan.


"Aku pastikan aku akan menghancurkan tempat kalian seperti yang kalian lakukan pada rumah serta orang tuaku" ucap fu Kai sambil mengepalkan tangannya.


Fu Kai menyingkirkan puing puing rumah untuk membuka jalan menuju ruang bawah tanah.


"Kain apa ini" tanya nya pada diri sendiri saat melihat kain berwarna merah dengan lambang gagak hitam .


"Tunggu jangan jangan ini milik para perampok itu, aku akan tanyakan pada Sao feng nanti" ucap Fu Kai lalu menyimpan kain itu.


"Kakak apa yang kau lakukan disana" teriak We Fui .


"We Fui bagaimana kau bisa sampai disini" tanya Fu Kai.


"Yan sha yang memberitau padaku jika kakak kearah desa jadi aku menyusulmu" ucap we Fui.


"Ah baiklah karna kau sudah disini bisakah kau menolongku" tanya Fu kai.


"Kenapa kakak bertanya soal itu tentu saja aku akan membantu kakak, memang apa yang kakak inginkan dariku" tanya we Fui.


"Bantu aku membersihkan puing puing ini" Ucap Fu Kai.


"Untuk apa " tanya We Fui


"kau akan tau nanti sekarang bantu aku" ucap Fu Kai.


"Emm baiklah " ucap We Fui.


Akhirnya mereka berdua memberishkan seluruh puing puing disana.


"Kakak sebenarnya ada apa disini, bukan kah sia sia bangunan ini sudah hancur sepenuhnya." tanya We Fui.


"aih kau ini banyak tanya, percepat pekerjaannya agar kau segera tau" ucap Fu Kai sambil terus menyingkirkan puing puing.


"Aku hanya bertanya sedikit saja" ucap We Fui pelan dan tidak didengarkan oleh Fu Kai.


mereka akhirnya terus menyingkirkan puing puing hingga Fu Kai melihat sesuatu seperti sebuah formasi tapi itu srbenarnya adalah sebuah lambang yaitu sebuah bintang dengan tujuh bola cahaya disekitarnya.


"Apa ini kak" tanya we Fui.


"Ini adalah ruangan yang dirahasiakan Oleh ayah dan ibu" ucap Fu Kai sambil mencoba membukanya dengan memutar bintang yang ada di tengah memutari seluruh bola cahaya.


pintu terbuka secara perlahan.

__ADS_1


"Woah aku baru tau ada ruangan seperti ini, tapi mengapa kakak tau"Tanya We Fui.


"yah sebelum kejadian itu ayah dan ibu memang berencana mengirim kalian pergi berguru, ayah mengatakannya padaku dan juga memperlihatkan ruangan ini padaku" jawab Fu Kai


"Ini tidak adil kenapa kakak diberitau dan aku tidak" kesal We Fui.


"hahaha kau ini, lihat kau menjadi orang kedua setelah aku kan" Ucap Fu Kai sambil menepuk pundak We Fui..


"hmm kakak ada benarnya juga hahaha"Ucap We fui sambil tertawa.


"Ayo masuk kedalam "Ucap Fu Kai dan diangguki oleh We Fui.


mereka menuruni tangga dengan perlahan , karena gelap Fu Kai menyalakan semua obor yang ada disana dengan menggunakan energi spiritualnya.


setelah terang barulah We Fui terperangah melihat apa yang ada didalam ruangan itu.


"Kakak apa ini sungguhan "Tanya We fui dia berkali kali mengosok matanya untuk memastikan yang dia lihat itu benar.


"Tentu saja" Ucap Fu kai dialalu mendekati meja bundar dimana ada tujuh cincin tersusun disana.


"Cincin apa ini, apa ini sama dengan milik kakak "Tanya we Fui.


"emm kurasa tidak sama lagi pula ini adalah cincin penyimpanan" ucap Fu Kai.


"kakak serius cincin ini sangat langka dan sangat mahal tapi sekarang kita memiliki banyak" ucap We Fui dengan bersemangat.


"Kakak bisa memberikannya pada kami itu tidak akan berbeda seperti ayah yang memberikan." ucap we Fui dengan tersenyum.


Fu Kai tersenyum tipis dia memang berharap agar adik adiknya tidak merasa kekurangan kasih sayang karena ayah dan ibu mereka sudah tiada.


"Ayo bantu aku, bagilah koin itu menjadi tujuh sama rata " ucap Fu Kai sambil menunjuk tumpukan koin yang lumayan banyak.


"Baiklah kak" ucap We Fui dia lalu mengeluarkan eneegi angin miliknya untuk memisahkan semua koin dengan cepat.


"Emm kakak akan mencarikan buku yang sesuai untuk kaian, agar kalian memiliki jurus lain selain yang diajarkan guru kalian" ucap Fu Kai.


"Setelah dibagi tujuh koin ini menjadi terasa sedikit" ucap We Fui.


"We Fui kita harus mensyukuri apa yang kita miliki saat ini, koin ini mungkin hanya bisa bertahan tiga tahun saja jika kalian berhemat , dua tahun setelahnya kakak akan mengusahakannya kalian tenang saja" ucap Fu Kai.


"Jika dipikir sebenarnya uang ini cukup untuk lima tahun kan kak" tanya We Fui.


"Kakak tidak ingin kalian semua tertekan dengan pengeluaran jadi sisa uang bisa kalian gunakan untuk membeli keperluan lain sepeti senjata atau pun baju baru" ucap Fu Kai dengan tersenyum.


We Fui terdiam mendengar ucapan Fu kai yang seperti tanpa beban.

__ADS_1


"selalu saja memaksakan sesuatu untuk kami, kenapa tidak kau fikirkan dirimu sendiri saja" batin We Fui sambil memandang Fu Kai.


"kenapa memandangku seperti itu, cepat masukkan koin yang sudah kau pisahkan kedalam cincin ini , aku sudah memilih beberapa buku bagus" ucap Fu Kai sambil memasukan buku buku itu sesuai cincin milik siapa itu.


"Sudah selesai" tanya We Fui


"Kurasa sudah" ucap Fu Kai.


"Huh akhirnya" ucqp We Fui Sambil menyenderkan badannya kedinding.


Bruukkk....


"We Fui Kau baik baik saja, bagaimana kau bisa jatuh" tanya Fu Kai sambil melihat seluruh tubuh We Fui.


"Kakak aku baik baik saja tenanglah, aku merasa rak buku ini bergerak mundur " ucap We Fui.


"Kau ini ada ada saja, apa kau kelelahan" tanya Fu Kai.


"Tidak kakak kemarilah jika kau tidak percaya" ucap We Fui.


Fu Kai mendekat kearah rak buku itu dan mendorongnya.


"Emm kau benar kurasa ada sesuatu disana" ucap Fu kai lalu mendorong rak itu dengan lebih kuat.


saat tempat itu terbuka terlihat sebuah tombak dan sebuah buku usang disana.


"Tombak..? apa ayah seorang pendekar" tanya We fui.


"Kurasa tidak, jika ayah seorang pendekar bukankah mereka ayah tidak akan tiada secepat itu didepan mata Sao Feng kan" ucap Fu Kai.


Fu Kai mendekati buku usang itu dan membukanya terdapat tulisan *Klan Chen* diawal halaman dan halaman berikutnya adalah silsilah keluarga Chen kemudian sejarah klan Chen dari dulu hingga sekarang menjadi kekaisaran terbesar.


"Tidak ini tidak mungkin" batin Fu Kai dengan wajah terkejut.


"Kakak ada apa " tanya We Fui.


"Eee tidak ada , kakak akan menyimpan buku ini dan untuk tombak inii.."


"Sebaiknya kakak juga yang menyimpannya lagi pula hanya kakak yang bisa mengunakan tombak, yah aku bisa tapi aku lebih suka dengan panah" ucap We Fui.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2