Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 29. Shi Mei


__ADS_3

Fu Kai pergi keruangan Raja untuk meninta izin darinya.


"Fu kai, pas sekali aku baru saja akan menemuimu" ucap Raja Chen Huo.


"Ada apa yabg mulia ingin menemui hamba" tanya Fu Kai.


"Ayahku mengirimkan beberapa baju dan perhiasan lagi untukmu, sepertinya kau benar benar berhasil mengambil hatinya" ucap Raja Huo.


"Maaf yang mulia hamba tidak dapat menerima ini" ucap Fu Kai.


"Seperti biasa kau selalu menolaknya, aku mohon padamu sekali ini saja terima hadiah dari ayahku, di sudah tua aku tidak ingin dia kecewa" ucap Raja Chen.


" hamba merasa tidak pantas atas semua ini yang mulia" ucqp Fu Kai.


"Apanya yang tidak pantas, bahkan kau sudah kuanggap seperti putraku sendiri, kau juga memiliki pangkat yang setara dengan jendral Bai long, jadi kau sangat oantas nengenakan pakaian ini" kekeh raja Chen.


" meski begitu hamba tidak bisa menerimanya, dan ya hamba kemari untuk meminta izin pada yang mulia , saya akan libur selama satu bulan" ucap Fu Kai.


"Satu bulan kenapa begitu lama, bukankah satu bulan lagi akan ada perang" tanya Raja Chen


"Hamba akan menemui Adik adik hamba, dan untuk perang hamba akan datang dihari pertama " ucap Fu Kai.


Raja Chen Memikirkan sesuatu dia agak khawatir dengan putranya jika Fu kai tidak ada.


"Baiklah kau boleh pergi asalkan kau terima hadiah dari ayahku ini dan pakailah jangan dibuang" ucap Raja Chen.


"Tapi yang mulia..."


"Ini Adalah perintah" ucap Raja Chen


"Huft Baiklah kalau begitu" ucap Fu Kai dengan pasrah.


Raja Chen Tersenyum senang.


"Aku memberimu izin untuk pergi, berbahagialah" ucap Raja Chen.


"Terimakasih yang mulia" ucap Fu Kai.


Fu Kai lalu memberi hormat dan pergi dia kembali kekediamannya yang sekarang lebih luas dari yang dulu, Fu Kai mempersiapkan segala keperluannya dan bergegas keruang milik Chen Sio, sebelum itu Fu kai juga telah berpamitan dengan Bai long dan Ruo yi.

__ADS_1


"Kau sudah mau pergi" tanya Pangeran Sio.


"Ya aku tidak bisa menunda lagi" ucap Fu Kai.


"Baiklah ambil Ini sebagi bekal aku tidak bisa memberimu apapun selain uang dan beberapa Buah Buahan didalam cincin ini" Ucap pangeran Sio sambil menyerahkan sebuah Cincin.


"Pangeran tidak perlu melakukan hal ini untukku, aku sudah punya cukup bekal" ucap Fu Kai.


"Kali ini kumohon jangan menolak pemberianku lagi, Angap saja ini sebagai hadiah pertemananku meski tidak seberapa tapi ini pasti cukup untukmu" ucap Pangeran Sio.


"Baiklah aku akan menerimanya karna kau temanku" ucap Fu kai sambil tersenyum


Fu kai lalu bergi untuk menemui Adiknya, yang pertama dia menemui Shi Mei, Fu Kai sampai disebuah Rumah yang cukup besar dipuncak sebuah gunung, disekeliling tempat itu tercium bau Racun yang sangat menyengat.


"Huft kuharap Aku bisa bertemu denganmu sang pendekar Racun dari Gunung Li" ucap Fu Kai dia baru akan melangkah memasuki kawasan itu sebelun akhirnya Sebuah Jarum melesat kearah Fu Kai, beruntung Fu Kai dapat menghindarinya.


"Siaa disana" teriak Fu Kai sambil melihat sekeliling.


"Seharusnya aku yabg bertanya kau siapa, berani sekali memasuki kawasan Gunung Li" ucap Seorang Wanita cantik yang sedang berdiri diatas pohon, wanita itu memakai hiasan kepala berwarna Hijau pekat dan Fu kai segera mengetahui orang itu.


"Apa kau akan membunuh ku " ucap Fu Kai


Shi Mei merasa familiar dengan suara Fu Kai namun dia menepisnya.


Fu kai mengeluarkan sebuah gulungan dan membukanya tanpa menatap Shi Mei.


Shi Mei turun dan menatap gulungan itu yang berisi gambar yang Dibuat Sao Feng, yah itu adalah gambar mereka bertujuh beserta Ayah dan Ibu Mereka.


Shi Mei menatap Fu Kai, air matanya jatuh tak terbendung sementara Fu Kai Tersenyum.


"Kakak.... kau bodoh kenapa tak mengatakan dari awal kalau itu kau" ucap Shi mei yang langsung memeluk Fu kai dan menangis.


"Kau menyalahkan kakakmu ini, hmm siapa tadi yang menyambutku dengan jarum beracun" ucap Fu kai sambil menghapus airmata dipipi Shi Mei


" Sudah jangan menangis lagi, bagaimana bisa adikku yang cantik dan hebat ini bisa begitu cengeng" ucap Fu kai sambil tertawa kecil.


"Kakak Aku sangat merindukanmu, selama ini kakak dimana" tanya Shi Mei.


"Kakak juga sangat rindu padamu tak menyangka kau tumbuh dengan sangat cepat, kakak berada ditempat yang baik kau tenang saja, dan maaf kakak tidak bisa berlama lama kemarikan tanganmu" ucap Fu Kai.

__ADS_1


"Kenapa, kakak bisa berada disini beberapa hari dulu kan, aku ingin bercerita banyak pada kakak" ucap Shi Mei sambil mengulurkan tangannya.


"Kakak ingin tapi tidak bisa, maafkan aku ini uang untuk dua tahun kedepan aku sudah mengumpulkan uangnya untuk kalian, gunakan dengan baik" ucap Fu kai.


"Tidak kakak sudah bekerja keras aku tidak bisa menerima uang ini, aku hanya ingin kakak berada disini sedikit lebih lama" ucap Shi Mei.


"Mei'er dengarkan kakak, kita pasti akan bertemu kembali nanti, tapi untuk saat ini kakak tidak punya banyak waktu, aku hanya diberi waktu satu bulan untuk mengunjungi kalian berenam, maafkan kakak, bisa bertemu dengan kalian adalah suatu kebahagiaan untuk kakak" ucap Fu Kai.


"Aku tidak ingin kakak bekerja keras lagi, kakak berhentilah bekerja lagi" ucap Shi Mei.


"Mei'er kakak sudah merasa nyaman dengan pekerjaan ini, kakak janji setelah dua tahun ini berlalu kakak tidak akan bekerja lagi" ucap Fu kai sambil mengelus lembut rambut Shi Mei.


"Kau melakukan segalanya untuk kami tapi kami belum bisa melakukan apapun untuk kakak" ucap Shi Mei .


"Sudah kukatakan kalian tidak perlu melakukan apapun tapi buatlah ayah dan ibu bangga dengan pencapaian kalian, " ucap Fu Kai dengan senyum.


"Shi Mei siapa dia" tanya Seorang wanita cantik yang tak lain adalah Li Yue.


"Salam Guru, perkenalkan dia adalah kakakku Fu Kai" ucap Shi Mei sambil memberikan salam Hormat.


"Aku memberikan hormat padamu Nona" ucap Fu Kai.


"Jadi Kau yang bernama Fu Kai, Shi mei menceritakan banyak tentangmu, ku akui kau adalah anak yang hebat" ucap Li Yue dengan tersenyum ramah.


"Aku tentu tidak sehebat dirimu, Aku sungguh berterimakasih karena anda sudi menjaga dan mendidik adikku yabg keras kepala ini" ucap Fu Kai dengan tersenyum.


"aku Sudah menganggapnya sepeeti putriku sendiri, dia mewarisi semua kekuatanku dengan baik, dan kau tidak perlu khawatir tentang apapun" ucap Li Yue


"Terimakasih aku mempercayakan semuanya pada anda" ucap Fu Kai


.


.


.


.


__ADS_1


Shi Mei


__ADS_2