Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 41. Tampan..?


__ADS_3

Setelah perbincangan yang lumayan panjang Fu Kai kembali kekediamannya, tapi sebelum masuk seorang prajurit menghampirinya.


"Salam Tuan Muda" ucap Sang prajurit sambil berlutut dibelakang Fu Kai.


"Emm ada apa..?" tanya Fu Kai dengan nada dinginnya.


"Ampun Tuan muda, Pangeran Mahkota Sio memanggil anda keruangannya" ucap prajurit itu sambil menunduk.


"Pangeran..? ya baiklah katakan padanya aku akan kesana sebentar lagi" ucap Fu Kai.


"Baik Tuan Muda" ucap Prajurit itu lalu pergi.


"Ada apa pangeran memanggilku dimalam malam seperti ini" batin Jhin Tian.


Fu kai masuk kekediamannya dia menganti pakaiannya lalu bergegas ke kediaman Pangeran Sio.


Fu kai sampai didepan kediaman pangeran Sio malam itu suasana sudah sangat sepi.


"Tuan .. pangeran telah menunggu anda diruangannya" ucap Prajurit sambil membukakan pintu.


"Hmm" jawab Singkat Fu Kai dan langsung masuk.


"Tidak biasanya tuan muda bersikap seperti itu" ucap Prajurit yang membukakan pintu.


"Kau benar, mungkin tuan muda sedang dalam masalah" ucap teman prajurit tadi.


Yah semenjak Fu Kai menjadi teman Pangeran Sio semua orang diperintahkan untuk memanggilnya tuan muda dan itu atas perintah langsung dari Chen Ga.


"Salam Pangeran ada apa mencariku dimalam malam begini" tanya Fu kai.


"Ah Fu kai, maaf menganggumu malam malam begini, apa kau sudah tidur tadi" tanya Pangeran Sio.


"Belum.. apakah ada yang sangat penting" tanya Fu Kai.


"Duduklah dulu aku akan memberitaumu nanti" ucap Pangeran Sio.


Dia tersenyum sambil menyesap teh di cangkir.


"Aku merasa ada yang aneh" batin Fu Kai


"Ak.."


"Aku sudah tau semuanya" ucapan Singkat jelas dan padat dari pangeran Sio sungguh membuat Fu kai terkejut.


"Maksud anda pangeran..?" tanya Fu Kai.


"Aku tau kaubpasti paham akan maksudku, kau itu bukan orang yang bodoh" ucap Pangeran Sio.


"Hufft..lalu bagaimana" tanya Fu Kai.


"Aku akna menyerahkan posisiku padamu" ucap Pangeran Sio.


"Apaaaa....!!! Tidakk aku menolak" ucap Fu kai yang langsung berdiri.


" kenapa..? bukankah itu adalah hakmu Fu Kai" tanya Pangeran Sio dengan terkejut.

__ADS_1


"Tidak aku tidak berhak atas itu, kalian sudah membangunnya dengan susah payah, aku disini hanya untuk belajar bukan untuk merebut tahta, ingat itu pangeran" ucap Fu Kai agak kesal.


"Apa maksudmu dengan belajar" tanya Pangeran Sio.


"Kurasa ini saatnya anda tau pangeran" ucap Fu kai.


"Tau..? tentang apa" entah mengapa pangeran Sio menjadi bodoh.


"Aku adalah murid dari jendral Bai Long" ucap Fu Kai.


"Ka kau murid misterius itu, aku tidak menyangka itu adalah kau" ucap Pangeran sio dengan terkejut.


"Hmph aku sudah mengatakan segala rahasiaku, sekarang mohon jangan memaksaku untuk menaiki tahta itu" ucap Fu kai.


Pangeran Chen Sio menundukkan kepalanya.


"Kerajaan ini menjadi seperyi sekarang itu berkat kekuatanmu, semua kerajaan takluk pada kami itu semua juga karena mu, jadi bagaiman bisa kerajaan ini bisa maju tanpa adanya kau" ucap Pangeran Sio sambil menundukkan kepalanya.


"Angkat kepalamu pangeran, seorang putra mahkota tidak boleh menundukkan kepalanya kepada siapapun kecuali orang tua dan Tuhannya" ucap Tegas Fu Kai.


"Aku tidak tau apakah aku akan sangup melewati ini semua tanpamu, dua tahun terakhir ini telah mengajarkanku banyak hal, kekuatan, kepandaian dan juga harta serta tahta. aku juga belajar bahwa teman itu lebih dari apaun" ucap Pangeran Sio yang membuat Fu kai tersenyum.


"Aku mengerti pangeran, kau adalah temanku aku tentu tidak akan meninggalkanmu, berjuanglah, aku pasti akan selalu ada disisimu dalam keadaan apapun" ucap Fu Kai.


"Fu kai kauu.... aku sungguh sangat bersyukur karena memiliki teman seperti dirimu.. ah tidak bukan teman kau adalah saudaraku, mulai saat ini dan seterusnya seluaruh kekaisaran Chen akan menganggapmu sebagai saudaraku pangeran Kai" ucap Bangga Pangeran Sio.


"Pangeran ya.. emm tidak buruk selama kau menjaga rahasia ini" ucap Fu kai.


"A aku mengerti sekarang, besok aku akan mengumumkannya" ucap Pangeran Sio.


"Ha iya maaf telah menganggu waktumu" ucap Pangeran Sio.


"Bukan masalah" ucap Fu Kai langsung berjalan keluar dari kediaman Pangeran Sio.


"Kakak...!"


"Astaga... Feng'er sejak kapan kau menjadi jahil hah" ucap Fu kai sambil menarik telinga Sao feng.


"Aww aww kakak iya iya maafkan Feng'er aku tidak akan mengulanginya lagi maafkan aku kakak" ucap Sao feng.


"Dasar kau ini" ucap Fu kai sambil tersenyum.


"Hehhe.. oh ya kakak sedang memikirkan apa tak biasanya kakak melamun" tanya Soa Feng.


"tidak ada, dan Ya kenapa kau disini dan tidak tidur" ucap Fu kai dengan wajah marah.


"Astaga kakakku mengerikan" batin Sao Feng.


Glekk..


"Aku tadi mencari kakak" ucap Sao Feng.


" untuk apa mencari kakak?" tany Sao Feng.


"Tidak hanya rindu saja" ucap Sao Feng.

__ADS_1


"Sao Feng...."


" i iya ada ap aaa... kyaaa baiklah baiklah aku akan tidur" teriak Sao feng dan langsung lari menuju kediamannya.


"Anaak itu huh" Fu Kai mengela nafas lalu pergi kekediamannya untuk beristirahat.


pagi harinya seluruh istana dipenuhi dengan keributan, sang mentari juga ikut mengusik kenyamanan dari tujuh bersaudara itu.


mereka segera bersiap dan menggunakan pakaian yang indah.


"Hufttt kuharap hari ini menjadi hari yang baik" itulah doa pertama yang diucapkan Fu kai pagi ini.


Tok Tok Tok...


"Masuklah" ucap Fu kai dari dalam.


"Fu kai apakah kau suud..."


"Ada apa Putri Sia apa penampilanku buruk" tanya Fu Kai.


"Emm anu itu aku"


"Sepertinya tidak cocok ya, huh sudah kuduga. tolong tunggu sebentar lagi aku akan menganti pakaianku" ucap Fu kai.


"ehhh tunggu tunggu jangan diganti itu terlihat sangat cocok untukmu, dan emm kau ..kau terlihat tampan" ucap putri Sia langsung berbalik dengan wajah memerah.


"Astaga Sia apa yang kau katakan , aku maluu" batin Putri Sia


"Emm benarkah" ucap Fu kai dibelakang Putri Sia dan kepalanya disamping putri Sia.


"Astagaa..." langsung berlari keluar karena wajahnya kini sudah semerah tomat.


"umm apa wajahku mengerikan" tanya Fu kai pada dirinya sendiri.


"Kakak apa kau sudah Siap" teriak Yan Sha dari Luar dan ternyata semua adik adik Fu Kai juga ada disana.


"Kyaaa kakak sangat tampan, andai kau bukan kakakku sudah kupaksa kau menikahiku" ucap Cao Ya.


"Astaga Cao Ya kamu ini ngomong apa" ucap Fu kai dengan sedikit malu.


"Ups, hehhe maaf kak" ucap Cao Ya sambil menutup mulutnya.


"Tapi benar kata kakak Cao Ya, kakak Fu kai sangat tampan" ucap Sao Feng.


"Kalian Juga sangat tampan dan Cantik, baiklah Yok Kita segera keaula" ucap Fu kai.


"Baikkk kak" ucap Mereka serempak.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2