Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 51. Pilihan Sulit


__ADS_3

" Tuan Muda Klan Lu" ucap Kaisar chen.


"tuan muda... tapi ayah aku.."


"aku tidak menerima bantahan Pangeran Kai jika kau tidak setuju maka tetaplah didalam istana dan lakukan dengan baik tugasmu sebagai pangeran kekaisaran Chen.


Fu Kai berfikir jika ia menerima mungkin ia bisa berjumpa dengan adik adiknya tapi dengan begitu ia juga tidak bisa leluasa karena membawa nama besar klan Lu tapi jika ia menolak maka ia hanya akan berada diistana untuk waktu yang lama.


"Apa kau sudah memikirkannya dengan Baik adik.. dunia luar tak sedamai didalam istana.. disini kau dilindungi dan disayangi tapi kita tidak tau apa yang akan terhadi diluar sana" tanya Pangeran Sio.


"Aku telah memikirkannya kak kau tidak perlu khawatir benar kan ayah "ucap fu kai dengan senyum tipis.


"Apapun untuk kebahagiaanmu" ucap Kaisar chen yang ikut tersenyum.


"Pangeran Kai aku punya satu permintaan"Ucap putri Sia.


" Hmm.. Katakan" jawab Fu Kai


" Bisakah kau pergi setelah sayembara kami dilakukan.. aku ingin kau ikut memutuskan siapa yang akan menjadi calon suamiku" Ucap putri Sia.


Fu Kai tersenyum


" apapun untuk putri sia"ucap Fu Kai.


" Baiklah kalian lnjutkanlah ayah harus pergi karena masih ada banyak urusan " Ucap Kaisar Chen.


" Baik Ayahanda " Ucap mereka berempat.


" Baiklah anak anak ibunda juga harus pergi bersama selir agung kalian nikmatilh" Ucap permaisuri Wen Lai..


" Tentu ibu" Ucap meereka kecuali Fu Kai yang masih terdiam.


diruangan itu masih tersisa dua orang pangeran dan dua orang putri dan beberapa pelayan istana.


" Jadi kau masih mengingat kata katamu kan Pangeran kai" Tanya Putri mia.


" Tentu saja aku mengingatnya aku dan pangeran sio telah membuat sebuah rencana untuk itu" Ucap Fu Kai dengan senyum khasnya.


"Itu benar kalian tenang saja aku bisa memastikan adik adikku ini mendapat pangeran terbaik" Ucap Pangeran Sio dengan Bangga.


Selesai berbincang mereka mulai dengan aktifitas mereka Fu kai kini berada di arena latihan bersana Jendral Bai Long.


"Latihan mereka semakin membaik.. kekaisaran akan menjadi lebih kuat bukan begitu Jendral" Fu Kai tersenyum sambil memandang para prajurit berlatih.

__ADS_1


" Memang apa yang tidak bisa kekaisaran ini lakukan selama ada kau... aku sungguh sangat beruntung pernah menjadi gurumu" Ucap Bai Long.


" Aku lebih beruntung lagi jendral karena bisa memiliki guru sehebat dirimu.. ah ya baagaimana keadaan bibi kudengar beberapa hari ini dia sakit" Tanya Fu Kai.


" Ya mungkin karena kehamilannya tapi kau tenang saja dia sudah jauh lebih baik... dan Aku sunguh sangat berterimakasih setelah sekian lama akhirnya aku bisa memiliki anak" Ucap Bai Long.


"Paman layak mendapatkannya dia akan menjadi pendekar hebat sepertimu , Lagipun anda jangan berterimaksih padaku adikku yang membantumu aku tak melakukan apapun" Ucap fu Kai dengan Senyum.


" Salam Pangeran Kai... pangeran sio meminta anda ketempatnya" Ucap seorang pengawal yang baru saja datang dan berlutut.


Fu Kai memandang pengawal itu lali beralih memandang Jendral Bai Long.


" Pergilah aku juga masih ada urusan disini" ucap Bai Long dengan senyum.


"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu guru" Ucap fu kai lalu melangkah pergi dengan cepat.


" Haih anak itu... aku sedikit kasihan padanya pasti sulit menerima ini semua" Guman Bai Long sambil mengelengkan pelan kepalanya.


Di sisi lain Pangeran Sio sedang nampak gelisah diruangannya dia berjalan mondar mandir diruangan itu sambil sesekali berdecak kesal.


" Kak ada ap.... Apa yang terjadi padamu kenapa kau gelisah" Tanya Fu kai yang baru saja masuk ruangan itu.


"Gawat Kai gawat" Ucap Pangeran Sio sambil mendekat ke arah Fu Kai.


" Ini sungguh bencana astagaa bagaimana ini" Ucap pangeran Sio


" Tenanglah.. perlahan jelaskan padaku apa yang terjadi" ucap Fu Kai.


" plakat surga kita dicuri" Ucap Pangeran Sio dengan wajah khawatir.


" Apa itu plakat Surga" Tanya Fu kai.


"Itu adalah harta peninggalah leluhur keluarga kita itu disimpan di belakang Ruang singasana kemarin aku memeriksanya bersama ayah itu masih ada disana dan saat aku memeriksanya pagi ini setelah sarapan itu sudsh menghilang bahkan aku tidak menemukan jejak apapun" jelas pangeran Sio.


" bukankah pintu belakang singgasana itu di lapisi dengan formasi pelindung yang sulit ditembus" Tanya Fu Kai.


" Itu yang membuatku heran hanya keluarga istana yang tau segel pembukanya" pangeran Sio menjelaskan sambil memegang pelipisnya.


" Begini saja kak kau selidikilah kemungkinan yang ada diistana ini aku akan keluar untuk mencari plakat itu" ucap Fu Kai.


" Tapi sayembara telah disebar hanya tinggal menunggu hari dan kita masih harus mempersiapkan semuanya tidak ada waktu untuk itu" Ucap Frustrasi pangeran Sio.


" Kakak benar aku punya ide" Ucap Fu kai dengan menunjukkan wajah bahagia.

__ADS_1


"Apa itu" tanya Pangeran Sio dengan penasaran.


" Aku akan meminta bantuan adik adikku untuk menyelidiki "ucap Fu kai.


" Tapi apakah Ayah akan setuju" Tanya Pangeran Sio.


" mereka juga termasuk pangeran dan putri kekaisaran ini kan" ucap Fu Kai dengan senyumnya.


"Kau benar.. ayah saat ini sedang melakukan pertemuan dengan para mentri untuk membahas plakat yang hilang ini " ucap Pangeran sio.


" Sebaiknya aku mengirimkan surat untuk adikku... ah ya kak bisakah jangan biarkan berita ini terdengar luas karena bisa saja orang jahat yang tau kegunaan plakat Surga akan ikut mencarinya dan menyulitkan kita" Ucap fu Kai.


"Kau benar , aku akan mengatur agar mereka tidak menyebarkannya ,tapi sebagai sebuah kekaisaran berita seperti ini pasti akan menyebar dengan sangat cepat" Ucap Pangeran Sio.


" Setidaknya kita harus mengantisipasi sebelum semuanya menyebar lebih jauh lagi. "Ucap Fu Kai sambil duduk dikursinya dan bersiap dengan kuas ditangannya.


" Aku mengerti aku akan ikut Pertemuan itu" ucap pangeran sio sambil mengibaskan jubahnya lalu melangkah keluar .


disisi lain Fu kai telah selesai dengan suratnya dia lalu memanggil burung pengantar pesan miliknya dan mengikat surat yang sudah ia tulis dan diberikan stempel pangeran kekaisaran Chen ke kaki burung itu.


Fu Kai memberi makan burung itu sambil mengatakan kemana ia harus pergi, setelah selesai burung itu terbang melesat keangkasa.


Pagi kembali menyapa Semua orang sibuk dengan persiapan sayembara.


" Apa sudah kau sampaikan yang kemarin itu" tanya Fu kai sambil memandang para pelayan dan prajurit yang berlalu lalang membawa persiapan.


" Sepertinya kita sedikit terlambat ayah telah memerintahkan beberapa pendekar kita untuk mencari plakat itu... haish plakat itu adaalh harta beeharga kekaisaran ini" Ucap Pangeran Sio.


" Pantas saja Ayah terlihat sangat marah aku ingin membantunya mencari tapi aku tidak mungkin mengingkari janjiku sendiri untuk mempersiapkan sayembara ini" ucap Fu Kai.


" Aku tau ini benar benar pilihan sulit disisi lain ada plakat Surga yang sangat berharga bagi kekaisaran dan disini ada dua putri kekaisaran yang juga sangat berharga mereka juga adik adikku... lagipula jika kita membatalkan sayembara ini maka kekaisaran kita pasti akan mendapat nasib buruk" ucap pangeran Sio yang ikut memandang kearah para pelayan dan pengawalnya.


" Aku Tau itu" ucap Fu Kai sambil menghembuskan nafas kasar.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2