
Fu kai lalu bergegas kembali kekerajaan Chen dengan sangat tergesa gesa, Fu kai juga baru saja menerima pesan dari kerajaan Chen bahwa persiapan perang sudah dilakukan dan hanya tinggal sekitar empat hari sebelum perang benar bener dimulai.
Dalam waktu empat hari Fu Kai dituntut agar sampai di kerajaan Chen, Fu kai berlari siang malam dia hanya akan berhenti makan dan minum bahkan jika ada serangan dari para bandit Fu kai tidak menunda waktu dan langsung melumpuhkan mereka tanpa membunuhnya.
Sementara Dikerajaan Chen, Raja Chen Huo dan Pangeran Chen Sio nampak begitu khawatir, mereka telah berada dimedan perang, namun panglima perang mereka belum juga sampai, jendral bai long mengatakan untuk segera melakukan serangan, mereka tidak mungkin menunggu satu orang saja.
"Yang mulia aku yakin Panglima Fu Kai akan segera datang , jika kita tidak segera melakukan serangan, mereka akan semakin brutal menyerang" teriak Bai Long.
"Baiklah perintahkan untuk menyerang" jawab Chen Huo.
"Semuanya Serangggg...." teriakan bai long mengelegar semua pasukan mulai menyerang balas musuh.
kerajaan Chen Kalah jumplah, para prajurit mulai kehilangan semangatnya saat melihat saudara saudaranya mati terbunuh.
Disaat itu pula Seorang pemuds tampan berambut merah Berdiri tepat didepan kereta kuda Pangeran Chen Sio.
"Fu kai, akhirnya kau datang" ucap Chen Sio.
"Maaf atas keterlambatan hamba yang mulia" ucap Fu Kai dia lalu melesat ketengah lautan musuh mengeluarkan tombaknya dsn memporak porandakan musuh, Bai Long Yang melihat muridnya telah datang tersenyum puas dia lalu kembali membunuh puluhan musuh disekitarnya.
Para prajurit yang melihat panglima perang mereka telah datang menjadi kembali bersemangat, semangat juang mereka kembai berkobar setelah pendekar tombak api mengeluarkan Tombaknya.
musuh Mulai kewalahan Fu Kai menyerang tanpa keraguan, Raja Chen dan Pangeran Sio juga ikut tersenyum senang dan semakin bersemangat menyerang musuh mereka.
Hari itu matahari telah terbenam seperti peraturan perang pada umumnya, matahari terbenam adalah tanda perang telah usai kubu mereka membunuh banyak musuh namun juga banyak musuh yang membunuh prajurit mereka.
Hari Itu mereka kembali Ketenda Militer diperbatasan, Raja Chen langsung kembali kekerajaan, karena panglima telah kembali dia juga harus kembali kekerajaan karena Tahta kerajaan tidak boleh kosong selama perang kecuali dalam keadaan terdesak.
Di Tenda pangeran Chen Sio.
"Fu Kai aku sangat lega melihatmu kembali, aku sempat berfikir kami akan kalah dihari pertama perang" ucap Pangeran Sio.
Fu Kai berdiri dipintu tenda Sambil melihat kedepan melihat begitu banyak prajurit yang gugur membuatnya merasa sedih.
__ADS_1
"Tidak ada yang menang hari ini tapi lihatlah para prajurit itu, ada ibu yang kehilang anak anaknya, ada istri yang kehilangan Suaminya dan ada anak anak yang kehilangan Sosok ayahnya apa itu sesuatu yang dapat kita banggakan pangeran" Tanya Fu Kai tanpa menatap Pangeran Sio.
"Kau memang benar Fu Kai tapi perang kali ini bukan hanya memperebutkan wilayah, Raja Sai Yung adalah raja yang serakah Rakyatnya sangat menderita, kau lihat para prajurit disana pangeran, Tidak ada yang memperdulikannya padahal mereka telah berkorban demi kerajaan" pangeran Sio menghampiri Fu Kai dan menunjuk kearah tempat perang dimana banyak prajurit bergelimpangan dengan berselimut darah tidak diperdulikan sedikitpun.
"lalu kenapa kita tidak mengurusnya dan menguburkannya dengan layak" ucap Fu Kai.
"Tidak, itu menyalahi aturah perang jika kita melakukan itu Raja Sai Yung akan merasa Terhina" ucap Pangeran Sio.
"Aku berharap kedepannya tidak akan ada perang lagi" ucap Fu Kai, dia lalu berbalik dan masuk ke tenda dia tidak sangup lagi melihat begitu banyak penderitaan.
Disisi lain ditenda Raja Sai Yung dia terlihat begitu marah.
"Siapa pemuda tadi berani sekali membunuh begitu banyak pasukanku" teriak marah Sai Yung.
"Yang mulia.. dia adalah Fu Kai pendekar Tombak api" ucap panglima Gi Hung
"Aku tidak ingin tau besok pemuda itu harus mati" ucap Sai Yung.
"Tapi Yang mulia kita tidak akan menang jika satu lawan satu karena pemuda itu sangat kuat" ucap Jendral Fan Si.
"aku ada satu rencana" ucap Raja Sai Yung.
Dia lalu menceritakan rencananya pada para bawahannya.
"Tidak temanku, itusangat menyalahi aturan perang, aku tidak akan membiarkanmu melakukan dosa seperti itu" ucap Dai Ru sahabat Raja Sai Yung sejak kecil.
"Peduli apa aku tentang dosa, yang terpenting pemuda itu kalah dan kita pasti akan mendapat kerajaan Besar Chen, bukankah sekai lompat kita akan mendapat sebuah Kekaisaran" ucap Bai Yung lalu tertawa dengan keras.
Kembali kesisi Fu kai kini dia tertidur dikursi mungkin karena lelah, Pangeran Sio yang melihat Fu Kai tidur dengan nyenyak merasa tidak enak.
"Sepertinya aku terlalu memaksakanmu, setelah ini aku pastikan kau mendapat posisi tinggi dikerajaan Chen" ucap Pangeran Sio dengan tersenyu.
Keesokan harinya, terompet perang telah berbunyi tanda perang kembali dimulai.
__ADS_1
Hari itu Fu Kai mendapat tugas untuk membunuh panglima musuh yaitu Gi Hung, namun Entah mengapa Fu kai bertarung dengan Gi Hung hingga tak menyadari dia sudah sampai ditengah lautan musuh dan dihadapannya kini Raja Sai Yung, jendral Fan Di dan Dai Rui disana.
Fu kai baru menyadari dia telah termasuk jebakan.
"Cih ini jebakan" ucap Fu Kai.
"Hahahaha aku tidak melihat kehebatan dari panglima Fu Kai lagi sekarang" tawa Sai Yung.
"Kalian telah melewatkan kebenaran dengan melakukan ini" teriak Fu Kai.
"Kebenaran..? hahaha akulah kebenaran itu sendiri, aku akan memastikan kau mati hari ini juga" ucap Sai yung.
"Aku tidak pernah takut dengan kematian, kemari dan lawan aku" ucap Fu kai.
Sai Long yang melihat dari kejauhan mencoba mencapai Fu Kai namun para prajurit menahannya begitupun dengan pangeran Sio Yang juga ikut terkepung oleh prajurit Musuh mau tidak mau mereka harus menyelamatkan diri mereka terlebih dahulu.
Sementara Sai Yung yang sudah terprovokasi oleh perkataan Fu Kai mulai marah dia mengambil tombaknya dan menyerang Fu Kai dengan brutal, Fu Kai masih bisa mengimbangi Sai Yung bahkan dia terlihat unggul, melihat dirinya tak mampu melawan Fu kai, Sai Yung memerintahkan Dai Rui, dan panglima Gi Hung untuk menyerang Fu kai bersamaan, awalnya Dai Rui menolak namun dengan ancaman Sai Yung dia akhirnya menyetujuinya.
Fu Kai dikepung oleh tiga pendekar sekaligus, neski begitu senyumnya tak pernah luntur dari wajahnya.
"Apa kalian merasa tidak percaya dengan kemampuan kalian, sehingga untuk membunuhku memerlukan begitu banyak Pendekar" ucap Fu kai.
"Peduli apa yang terpenting kau mati hari ini hahahaha" tawa Sai yung.
Dai rui menyerang Fu Kai dengan busurnya, dia menciptakan banyak panah dan Fu Kai berhasil menangkis panah panah itu, namun satu panah berhasil mengenai Dada Kanan Fu Kai.
Disisi lain Keenam Saudara Fu Kai juga merasakan bahwa Fu kai sedang tidak dalam Baik baik Saja.
"Kakakkkk..." teriak mereka bersamaan meski berada ditempat yang berbeda, bahkan Sao Feng yang sedang dalam meditasinya pun juga langsung m3nghentikan meditasinya.
.
.
__ADS_1
.
.