Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 14. itu bukan masalah besar


__ADS_3

"Fu Kai kau yakin akan melakukan hal ini, kau masih terlalu kecil untuk ini semua" ucap Bai Long.


" Aku akan melakukan ini guru, aku sudah bertekad untuk ini" ucap Fu Kai


"Ingatlah saat diistana panggil aku jendral jangan guru, aku tidak ingin orang lain iri padamu" ucap bai Long.


"Aku mengerti" ucap Fu kai.


"diistana ini yang perlu kau waspadai adalah selir itu, apa kau mengerti" ucap Bai Long.


"Aku mengerti , sebisanya aku akan menjauhinya" ucap Fu Kai.


"Itu bagus, baiklah aku harus kembali bertugas, sampai bwrtemu nanti malam" ucap Bai Long dan diangguki oleh Fu kai.


mereka bertemu didekat tempat latihan para prajurit, setelah berbicara Dengan Bai Long, Fu Kai kembali kepekerjaannya.


"Hei pelayan, dari mana saja kau, aku sudah menunggu lama, dimana minumanku" ucap Chen Mia


"Akan hamba ambilkan" ucap Fu kai.


Fu Kai masih menahan amarahnya, baru sehari dia bekerja namun dia sudah dihukum berulang kali oleh putri Chen Mia, bahkan kali ini fu kai harus dicambuk hanya karena gelas putri Mia dan Putri Sia tertukar, putri sia mencoba menenangkan Putri Mia namun sekeras apapun ia mencoba putri Mia tetap bersikeras untuk memberikan cambukan pada Fu kai, Fu kai hanya diam saat dicambuk dia seperti tidak menahan sakit sama sekali.


kali ini Fu Kai duduk di ruang pengobatan tabib istana mengobatinya, namun karena ia hanya seorang pelayan dia hanya diberi obat yang biasa.


"Tuan putri Chen Sia akan memasuki ruangan" teriak seorang kasim.


"salam tuan putri" ucap semua yang ada disana termasuk Fu kai.


putri Chen Sia melihat Fu kai yang tidak memakai baju kerena luka cambukan, wajah Putri sia memerah sebelum akhirnya dia menenangkan Dirinya dan menghampiri Fu kai.


"Apa kau baik baik saja kai," tanya Putri Sia.


"Hamba baik yang mulia" ucap Fu Kai.


"Jangan terlalu hormat padaku biasa saja, oh ya maaf tentang kakakku dia memang seperti itu, ini adalah hari pertamamu dan kau sudah begini" ucap Putri Sia.


"Itu bukan masalah besar bagiku, "ucap Fu kai.


"Sekali lagi aku minta maaf, oh ya tabib tolong beri dia obat terbaik" ucap Putri sia.


"Tapi putri dia itu.."


"Lakukan yang kuminta" jelas putri Sia.


"Tuan putri tidak perlu melakukan ini, lagi pula aku sudahbaik baik saja" ucap Fu Kai.


"ini juga perintah, jika kau sakit siapa yang akan mengambilkan aku makanan" ucap Putri sia dengan tersenyum.


"terimakasih" ucap Fu kai sambil tersenyum, dia tidak bisa membungkuk karena punggungnya sakit terkena cambukan

__ADS_1


"Baikah untuk hari ini sebaiknya kau beristirahat saj" ucap Putri sia.


"Tidak ini adalah hari pertamaku, aku tidak ingin ada kesan buruk, aku sudah baik baik saja" ucap Fu Kai yang langsung berdiri .


"Tapi lukamu bisa terbuka kembali" ucap Putri Sia.


"Tabib sudah mengobatinya ini sudah tidak apa apa" ucap Fu Kai dengan tersenyum.


"Baiklah tapi jangan paksakan dirimu" ucap Putri Sia dan diangguki oleh Fu kai.


Putri Sia akhirnya keluar dari tempat pengobatan, dan diikuti oleh Fu kai.


Fu kai kembali kepekerjaannya .


"Fu kai apa kau baik baik saja" tanya Seorang pelayan wanita.


"Aku sudah tidak apa apa" ucap Fu Kai.


"kau harus bersabar dengan putri mia, dia memang selalu seperti itu" ucap Pelayan itu yang bernama Li hua.


"kak Hua aku mengerti , aku juga tau sifat putri mia sangat berbeda dengan putri Sia tapi tidak masalah ini aku anggap sebagai tantangan," ucap Fu kai.


"Baru kali ini ada orang yang bertahan dengan sifat Putri mia yang kejam, aku pasti akan membantumu jika kau butuh bantuan" ucap Li Hua.


" terimakasih kak" ucap Fu Kai bagaimana pun Li Hua sudah berumur 20 tahun dan Fu kai baru berumur 13 tahun jadi dia memanggil Li Hua dengan panggilan kak.


Fu kai mulai menyiapkan makanan untuk dua putri kesayangan raja itu, Fu kai memasak semuanya hanya dengan sedikit bantuan dari Li Hua .


"Emm malam ini makannya sangat lezat, beda dari biasanya" ucap Chen sia.


"Kurasa biasa saja" ucap Chen Mia namun dia makan dengan sangat lahap.


melihat itu Chen Sia tersenyum dan mengelengkan kepala, kakaknya sebenarnya tak searogan itu dahulu tapi setelah dia sering direndahkan dibelakang oleh seorang pelayan dia menjadi sangat arogan dan kejam.


selesai makan merekakembali kekediamannya begitupun dengan Fu Kai yang saat ini berada di kediaman Jendral Bai Long.


"Apa kau tidak ingin istirahat dulu Fu kai" tanya Bai Long.


"Tidak, Guru aku sudah beristirahat tadi" jawab Fu Kai.


"Baiklah kita akan berlatih," ucap Bai Long.


Fu Kai berlatih bersama Bai Long, dimalam yang sunyi dan dingin itu Fu Kai masih terus mengayunkan tombaknya, mempelajari jurus yang diberikan Bai Long yang sangat sulit.


"Astaga aku sudah 15 kali gagal, huft aku harus lebih fokus" ucap Fu Kai.


"Fu kai, apa yang terjadi padamu, hingga kau tak Fokus begitu" tanya Bai Long dengan sedikit membentak, sebelum akhirnya dia melihat Darah merembes dari punggung Fu Kai, dan membasahi baju belakang Fu Kai.


"Apa yang terjadi dengan Punggungmu" tanya Bai Long.

__ADS_1


"Tidak apa apa hanya sedikit terluka saja" ucap Fu Kai yang masih meneruskan Jurusnya.


Jurus bertombak memang mengharuskan pengunanya bergerak banyak dan cepat dan karena itulah Luka akibat cambukan itu kembali terbuka.


Bai Long mendekati Fu Kai dan membuka baju bagian belakangnya.


"Luka cambukan, apa kau diserang seseorang" tanya Bai Long dengan menyipitkan matany.


"Tidak" jawab Fu Kai singkat.


Bai Long menatap Fu Kai dengan seksama sambil memikirkan sesuatu.


"Apa putri Mia yang melakukannya" tanya Bai Long yang membuat Fu kai sedikit Terkejut.


"Dia tidak bermaksud begitu, ini juga kesalahanku" ucap Fu Kai.


"Anak itu memang selalu saja begitu, aku akan carikan pekerjaan lain untukmu" ucap Bai Long.


"Tidak tidak, aku akan terbiasa disini guru tenang saja tidak akan terjadi hal apapun padaku" ucap Fu kai.


Dibalik pekerjaannya Fu kai sebenarnya mempunyai maksud lain, dia ingin mencari tau lebih lanjut tentang klan Chen, karena dibuku yang ia temukan ada yang bernama chen Ho dan itu sangat menganggu pikirannya, dia berharap menemukan jawaban atas teka teki yang selama ini selalu menghantui fikirannya.


"Baiklah jika itu mau mu, tapi kita tidak bisa berlatih hari ini, istriku akan mengobati lukamu terlebih dahulu, " ucap Bai Long.


"Guru tenang saja, tabib kerajaan memberiku obat ini" ucap Fu Kai sambil menunjukkan sebuah salep.


"Ini obat dari tabib kerajaan..? kenapa kualitasnya sangat buruk" tanya Bai Long.


"Tidak ini adalah salep pemberian tabib dan putri Sia meminta pada tabib untuk memberikan yang terbaik" ucap Fu kai.


"Ini saleb biasa luka mu akan lama pulih jika seperti in" ucap Bai Long.


"Tidak masalah aku sudah cukup dengan saleb ini, lagi pula aku tidak ingin merepotkan guru dan Istri Guru" ucap Fu Kai.


"Kau tidak merepotkan kami, bahkan kami sangat senang kau ada disini" ucap Ruo Yi istri dari Bai Long.


"Terimakasih bibi" ucap Fu kai sambil sedikit menundukkan kepalanya.


Bai Long dan Ruo Yimemang sudah lama menikah tapi hingga saat ini mereka belum dikaruniai anak, dan akrena kedatangan Fu Kai mereka merasa lengkap.


.


.


.


.


untuk saat ini yang akan dibahas hanya perjalanan Fu Kai , dan untuk yang lainya akan menjadi kejutan.

__ADS_1


maaf jika kurang suka, terimkasih telah membaca:)


__ADS_2