Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 50 Syarat


__ADS_3

"Apa itu bagaimana mungkin putri Xuan Mengatakan Hal Itu,... jadi benar pangeran Kai tidak merebutnya sunguh memalukan putri Xuan" begitu banyak pembicaraan tak baik tentang pitri Xuan yang membuat Raja Zuhan Semakin panik dan binggung.


"Tidak ini salah.. ini pasti rencana dari pangeran sampah itu, yang mulia tolong anda jangan percaya " ucap Raja Zuhan sambil menakupkan tangannya.


"Ba bagaimana bisa... " Putri Xuan juga terlihat gugup


"Yang sampah itu kau Raja Zuhan, niat busuk anda benar benar sangat menjijikkan menggunakan putrimu sendiri sebagai alat sungguh memalukan" ucap Fu Kai.


"Raja Zuhan...!!! hari ini kau benar benar telah mengecewakanku" ucap Kaisar Chen.


"Yang mulia maafkan hamba.. hamba menyesal tolong beri hamba kesempatan kedua" ucap Raja Zuhan sambil menangkupkan tangannya


sementara putri Xuan sudah menangis Antara takut dan kecewa bercampur marah membuatnya hanya bisa menangis.


"Rencana penghianatan dan merusak nama baik Pangeran Dari kekaisaran Chen menurutmu apa yang pantas kuberikan padamu Raja Zuhan" Suara Kaisar Chen mengelegar membuat Raja Zuhan mengigil ketakutan.


"Yang mulia hamba benar benar minta maaf hamba sangat menyesal yang mulia, hamba bersumpah setia kepada kekaisaran Chen" teriak Raja Zuhan.


"Pengawall...." Kaisar Chen mengisyaratkan pada Pengawalnya untuk membawa Raja Zuhan Dan Putri Xuan ke penjara.


"Hukuman akan ditentukan besok oleh putraku Fu Kai" ucap Kaisar Chen sambil memanfdang Fu Kai.


Fu Kai tersenyum tipis sambil membungkukkan badannya sebagai tabda persetujuan.


"Ini tidak adil... yang mulia tolong lepaskan hamba.." Raja Zuhan berteriak saat para pengawal menyeretnya pergi, sementara Putri Xuan hanya pasrah dengan air mata terurai membasahi pipinya.


"Rakyat rakyatku yang ku cintai... maafkan aku atas kekacauan yang terjadi... dan aku mengucpkan banyak terimakasih atas kesabaran dan kehadiran kalian semua" ucap Kaisar Chen sebelum akhirya seua orang membubarkan diri.


"Pangeran kai.. umm anu aku minta maaf sempat berfikir tentang hal buruk " ucap Putri mia.


"hmm.. itu bukan masalah besar putri" ucap Fu Kai sambi menaikkan sebelah alisnya melihat kelakuan putri mei.


"Putraku.. aku"


"Ah maaf yang mulia oh tidak maksudku ayah... aku merasa lelah mohon ijinkan hamba kembali ke kediaman hamba" ucap Fu Kai memotong perkataan Kaisar chen.


Fu Kai pergi dari sana setelah mendapat persetujuan dari kaisar chen.


"Ada apa dengannya" tanya Pangeran Sio.


"hmm mungkin ia hanya kelelahan "jawab putri sia.


"sekali lagi fu kai menyelamatkan kekaisaranku" ucap Raja Chen.


"Dia... bukan hanya menyelamatkan kekaisaran tapi dia melindungi rumahnya" ucap pelan pangeran sio.


"Pangeran apa kau mengatakan sesuatu" tanya kaisar Chen.

__ADS_1


"ah tidak Ayah..aku akan pergi menyusul pangeran kai.. hamba mohon undur diri "pangeran sio membungkuk hormat sebelum akhirnya bergegas meninggalkan aula itu dan melangkah dengan cepat menuju kediaman Fu kai.


Sampai dikediaman Fu kai.


"apa Pangeran kai didalam..?"tanya pangeran Sio pada pengawal kediaman Fu Kai.


"Salam pangeran Sio... pangeran kai baru saja masuk.. hamba akan mengatakan kedatangan pangeran" ucap pengawal dengan hormat dan diangguki oleh pangern Sio.


Di dalam kediaman..


"mohon ampun pangeran kai... pangeran sio sedang berada didepan kediaman dan ingin bertemu dengan pangeran Kai" pengawal itu mengatakan kedatangan pangeran sio dengan berlutut.


"Hah sepertinya ku membuat mereka semua khawatir..... baiklah ijinkan pangeran Sio masuk "ucap Fu Kai.


"Baik pangeran" sang pengawal lalu melangkah pergi meninggalkan fu kai dan menghampiri Pangeran sio.


"Maaf membuat anda menunggu pangeran... pangeran Kai mengijinkan anda masuk... silahkan" ucap pengawal lalu membuka kan pintu untuk pangeran Sio.


"Adik ada apa denganmu itu, kenapa tiba tiba meninggalkan aula saat ayah sedang berbicara apa kau marah.. jika kau marah seharusnya kau mem..."


"Aku tidak bermaksud begitu aku hanya lelah" ucap fu kai sambil menyesap tehnya.


Pangeran sio ikut duduk didepan Fu kai dan Fu kai menuangkan secangkir teh untuk Pangeran Sio.


"Minumlah kenapa kau marah marah begitu bukankah masalahmu telah terselesaikan" ucap Fu kai sambil tersenyum.


"Baiklah baiklah aku minta maaf aku hanya lelah saja... dan aku tidak ingin menjelaskan apapun pada kaisar itu semua mrmbuatku pusing" .ucap Fu kai dengan senyum memelas khas dirinya.


"aih kau ini seorang pangeran oh ayolah jangan mencari masalah untukmu sendiri" ucap Pangeran sio .


"hmm bukankah aku punya kakak yang hebat untuk membantu semua masalahku" ucap Fu kai sambil melirik Pangeran Sio.


"Kau mau menghinaku kah..hmm sejauh ini kaulah yang membantu masalahku" ucap Pangeran Sio dengan senyum khasnya.


Mereka mengobrol cukup lama hingga malam tiba.


"Pangeran kai sebaiknya kau persiapan hukuman apa yang pantas untuk dua orang itu.. aku akna kembali ke kediamanku dan terimakasih atas jamuannya" ucap pangeran sio


Fu Kai hanya tersenyum dan mengangguk.


Malam itu terasa lebih lambat dari biasanya bagi Fu kai...


Pagi harinya.....


"Pangeran Kaisar telah menunggu anda diruang perjamuan" ucap seorang pelayan saat melihat Fu kai jeluar dari kediamannya.


Fu Kai hanya mengangguk lalu pergi keruang makan kekaisaran.

__ADS_1


Fu Kai masuk keruangan itu dan mendapati banyak mata menatapnya.


"Apa ada yang salah...?" tanya Fu Kai yang merasa aneh karena semua orang menatapnya.


"Tidak Kai putraku duduklah dan makan... kami hanya bersyukur kau baik baik saja. bodohnya aku sempat berfikir kau terpuruk karena perkataan buruk orang orang padamu" ucap Kaisar Chen.


"Aku tidak memperdulikan perkataan orang,biarkan saja mereka menilaiku apa" ucap Fu kai sambil berjalan menuju tempat duduknya.


Mereka semua mulai menikmati hidangan yang sudah tersedia.


Selesai makan


"Ayah apa aku bisa mendapat satu permintaan" tanya Fu kai.


"Katakan" ucap Kaisar Chen sambil meletakkan Sumpitnya.


"Aku ingin bermain main diluar" ucap Fu Kai.


"Uhukk..uhukkk.." Pangeran sio tersedak makanannya saat mendengar jawaban Fu kai.


" Sio'er berhati hatilah jangan terlalu terburu buru" ucap Permaisuri sambil memberikan minum dan mengelus punggung pangeran Sio.


" Maaf ibunda" ucap Pangeran sio setelah selesai minum.


"Pangeran apa yang membuatmu ingin pergi keluar apakah istana ini tak cukup nyaman untukmu" tanya Kaisara chen


"Tidak bukan begitu...hanya saja aku ingin melihat kekaisaran ini lebih jauh lagi.. selama ini aku hidup dipingir desa yang membuatku tak tau dunia luar" ucap Fu kai.


"Baiklah tapi aku akan memberikan beberapa pengawal untukmu" ucap kaisar chen dengan memegang dagunya.


"Tidak ayah.. aku tidak ingin orang tau bahwa aku adalah pangeran kekaisaran Chen.


"kenapa begitu." tanya kaisar Chen sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Aku hanya tidak ingin menambah masalah untuk kekaisaran.. jadi ayah aku mohon" ucap Fu kai.


Kaisar Chen memijat pelipisnya dia benar benar bimbang.


"Baiklah tapi aku punya syarat" ucap Kaisar Chen.


"Ayah.."


"Putriku biarkan ayah menyelesaikan ini.. " ucap Kaisar Chen memotong perkataan putri Sia.


"Apa Syaratnya" tanya Fu kai dengan wajah serius sementara Kaisar chen Tersenyum.


.

__ADS_1


papay😁


__ADS_2