Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 24. Aku Tidak Menyangka


__ADS_3

" kupikir ada sesuatu, baiklah apa kau hanya akan mengambil buku usang itu" tanya putri mia.


" iya ini sudah cukup, Terimakasih telah membantuku" ucap Fu kai.


"bukan masalah, baiklah ayo kita kembali ini akan memasuki makan siang kau bisa terkena marah kakek jika kau tidak berada disana" ucap Putri Mia.


"Yah aku mengerti" ucap Fu Kai.


Mereka akhirnya keluar dari perpustakaan, Fu kai menuju dapur dan Putri mia menemui kakeknya untuk mengembalikan token .


Fu kai Sampai didapur semua pelayan menanyakan apa yang di inginkan Putri Mia hingga menarik Fu Kai.


Fu kai hanya berkata bahwa putri meminta tolong untuk mengambilkan barangnya yang ada diatas Rak .


Hari Hari Fu kai berlalu begitu Cepat di kediaman Klan Chen, waktu enam bulan pun berlalu begitu cepat, Fu kai juga sudah menyelesaikan Seluruh jurus yang diberikan Bai Long, Namun sayang Chen Ga masih bersikap arogan seperti biasa.


dihari Itu Raja Chen Huo Datang berkunjung bersama istrinya untuk menjenguk Anak Dan ayahnya.


Penaklukan kerajaan Yang dilakukan Chen Huo telah berhasil, dia berfikir untuk membawa kembali putri putrinya, lagi pula sebentar lagi putra mahkota Chen Sio Akan segera kembali ke kerajaan Chen.


Fu Kai berbincang bersama Bai Long di taman belakang kediaman.


"Jendral, jika boleh aku bertanya apa anda tau siapa pria yang diusir dari klan dan dimana dia sekarang" tanya Fu Kai.


"Kenapa kau tiba tiba bertanya seperti itu" tanya Bai Long.


"Aku selalu berfikir bahwa orang itu adalah ayahku" ucap Fu Kai.


"Apa kau berkata yang sebenarnya, dia adalah tuan muda Chen Ho salah satu hal yang paling banyak beredar adalah Tuan besar Chen Ga tidak ingin dia menjadi raja, lalu melakukan banyak hal kotor dan memberikan tahta pada Chen Huo" ucap Bai Long.


"jendral tau ciri ciri orang itu" tanya Fu kai dengan serius.


"Dia berbadan tinggi dia juga tampan, dia sempat membawa tombak pusaka klan Chen, dia juga diusir karena ingin menikahi gadis desa yang kalau tidak salah dia bernama Sang Ruo" ucap Bai Long yang langsung membuat Fu Kai terkejut dan terdiam.


matanya penuh air mata yang siap jatuh kapan saja,


"Apakah tombak itu seperti ini" ucap Fu kai sambil memunculkan Tombak ditangannya.


"Ka kau bagaimana bisa kau mendapatkan tombak itu, cepat simpan kembali sebelum ada yang melihatnya" ucap Bai Long, Fu Kai juga langsung menyimpan kembali Tombaknya.


"Katakan padaku bahwa itu bukan Tombak yang dimaksud" ucap Fu Kai, tatapannya menjadi kosong.


"Itu memang Tombak yang kumaksud aku pernah melihatnya sekali" ucap Bai Long dengan ekspresi yang sulit diartikan.

__ADS_1


Air mata Fu kai lolos begitu saja, dia telah menyiapkan hari ini tapi tetap saja hatinya merasa sakit saat dia tau ternyata ayahnya dihianati oleh keluarganya sendiri.


"Fu Kai kenapa kau menangis, apa ada yang salah pada ucapanku" tanya Bai Long.


Fu kai menghapus air matanya tatapannya tetap kosong, dia lalu mengatakan pada Bai Long.


"Chen Ho adalah ayahku" Satu kalimat yang lolos dari Mulut chu tian membuat Bai Long terkejut.


"Kau putra dari..."


"Ya aku putra dari pangeran yang di usir dari rumahnya sendiri, aku tidak menyangka selama ini bekerja sebagai pembantu dirumahku sendiri" ucqp Fu Kai dengan tersenyum tak percaya.


"Aku harus mengatakan ini pada tuan besar, dia telah menyesal membuang anaknya" ucap Bai Long.


"Tidak jendral, Kulihat Tuan Besar sama sekali tidak perduli pada ayahku, bahkan sepertinya dia tidak peduli apakah putranya masih hidup atau Sudah mati" ucap Fu kai sambil menahan tangan Bai Long.


"Tapi kau berhak mendapat keadilan disini" ucap Bai Long.


"Biarkan aku menyelesaikan ini semua sendiri, aku mohon padamu sebagai pamanku kumohon jangan katakan ini pada siapapun" ucap Fu kai sambil menangkupkan tangannya tanda permohonan.


"Aku tidak tau benar atau tidak aku menyembunyikan ini semua, tapi aku sudah menganggapmu sebagai putraku maka aku akan mendukung segala keputusanmu" ucap Bai Long.


"Aku sangat berterimakasih padamu paman, aku akan membuat pria itu sadar atas kesalahannya" ucap Fu kai.


"Aku pasti akan sangat berterimakasih, dan aku juga akan mengatakan siapa aku didepan Tuan Besar Suatu Hari nanti" ucap Fu Kai.


"Aku mendukungmu" ucap Bai Long


"Fu kai, Jendral" ucap Seseoarang dari belakang.


"Salam Putri Sia" ucap Fu kai dan Bai Long sambil memberikan hormat.


"Apa yang kalian lakukan disini" tanya Putri Sia.


"Aku hanya sedikut bercerita tentang pengalaman perang pada Fu Kai, bagaimanapun dia sudah kua anggap seperti putraku sendiri" ucap Bai Long.


"Emm seperti itu, oh Ya jendral ayah tadi memanggilmu" ucap Putri Sia.


"Kalau begitu hamba mohon undur diri" ucap Bai Long sambil memberi hormat dan pergi kearah Ruang pertemuan.


" kalian sungguh hanya membicarakan perang" tanya Putri Sia.


"Apa kau meragukanku" tanya Fu Kai.

__ADS_1


" tidak " ucap Putri Sia


"lalu apakah kau hanya datang untuk menyampaikan pesan Raja pada jendral" tanya Fu Kai.


" tidak, aku sengaja menemui kau juga" ucap Putri Sia.


" menemuiku untuk apa, tidak biasanya kau menemuiku biasanya aku yang harus datang padamu" ucap Fu Kai


" ish kau ini, yaya baiklah aku mengaku, ajari aku berpedang lagi" ucap Putri Sia.


"Kau sudah sangat mahir berpedang, Lagi Pula jika kak emm tuan besar tau Dia akan memarahiku lagi" ucap Fu kai


"Ayolah kali ini kita berlatih didekat sungai biasa, hari ini kakek bersama ayah jadi dia tidak akan tau, lagi pula besok kita akan kembali ke istana disana aku tidak boleh memegang senjata atau ibunda akan marah" ucap Putri Sia.


"Ini Yang terakhir kali nya kan" ucap Fu kai.


"Ya bisa dibilang begitu, jadia yolah aku mohon" ucap Putri sia sambil bergelayut di tangan Fu Kai.


"Ya baiklah kalau begitu, tapi bisakah kita berada disini sedikit lebih lama" ucap Fu Kai.


"Kita disini sudah Enam bulan lebih , kau tidak rindu istana" tanya Putri Sia.


"Aku hanya ingin mengungkap sesuatu" ucap Fu Kai.


" mengungkap apa, apakah kau akan...."


"Jangan berfikir yang tidak tidak beri aku waktu dua hari, yakinkah pada yang mulia untuk itu, setelah itu kau bisa meminta apapun padaku selama aku mampu aku akan memberikannya padamu" ucap Fu Kai.


"Sebenarnya apa yang ingin kau lakukan Fu kai" ucap Putri Sia


"Kau akan tau nanti, kuharap Kau tidak akan kecewa nantinya" ucap Fu kai.


"Memang kenapa aku harus kecewa" tanya Putri Sia.


"Sudahlah ayo kita berlatih sebelum pertemuannya usai" ucap Fu kai lalu berjalan pergi, Putri Sia berlari menyusul Fu Kai dan berjalan dengan Mengandeng tangan Fu Kai.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2