
Tak lama setelah itu Fu Kai pergi dengan Tangis Shi mei yang pecah, Fu kai tidak tega namun dia tidak punya pilihan lain setidaknya melihat adiknya tumbuh dan baik baik saja itu sudah cukup baginya.
Fu Kai Mulai melesat kembali ketempat We Fui sang pendekar mata angin, tapi sebelum itu Fu kai beristirahat Disebuah Hutan dia mengluarkan beberapa buah buahan, belum sempat satu gigitan Fu Kai melihat seorang pria tua duduk tak jauh darinya.
"Kurasa dia kelaparan, Sebaiknya aku berbagi makanan" ucap Pelan Fu kai.
Fu Kai lalu membawa buah buahan itu ketempat kakek itu.
" kakek apa kakek lapar" tanya Fu Kai dan kakek itu mengangguk perlahan .
"Aku punya beberapa makanan kakek bisa memakannya" ucap Fu kai.
"Jika aku memakan ini, lalu bagaimana denganmu" tanya kakek itu.
Fu Kai tersenyum
"Aku masih kenyang kakek makanlah" ucap Fu Kai yang sebenarnya dia lapar , meski maaih punya beberapa makanan lagi namun Fu Kai harus membaginya untuk hari hari kedepan sebelum ia sampai dikerajaan Chen.
" terimakasih kau anak yang baik" ucap kakek itu, Fu kai hanya tersenyum lalu memberikan juga air minum yang ia bawa.
" Jika begitu kakek aku akan melanjutkan perjalananku" ucap Fu Kai.
" kau mau kemana kenapa terlihat begitu tergesa gesa" tanya Kakek itu.
" aku ingin menemui adikku" ucap Fu kai menjawab dengan tenang dan ramah Fu Kai lalu berbalik dan akan pergi sebelum kakek itu mengatakan.
"Kau dan keenam saudaramu memiliki takdir yang begitu berat, tumpaslah kejahatan dan jangan mengikuti kejahatan, kalian Suci dan murni, jangan menodai kesucian kalian dengan hal buruk" ucap kakek itu.
Fu kai mengkerutkan alisnya, dia berfikir bagaimana kakek itu tau bahwa dia punya enam saudara.
Fu kai membalikkan badannya lagi dan seketika kakek itu menghilang.
"Siapa kakek itu sebenarnya" batin Fu Kai.
namun karena waktu yang semakin sedikit Fu Kai mengesampingkan masalah kakek itu tadi dan kembali melesat melanjutkan perjalanannya.
Fu Kai sampai disebuah desa dan Disana sedang ada seorang pemuda yang mengejar seorang pencuri, rambut Coklat tatapan mata yang tajam serta Gelang perak yang ia kenakan membuat Fu kai tersenyum.
"Pendekar mata angin" ucap Pelan Fu Kai.
Bisa di panggil sebagai pendekar mata angin karena setiap lesatan anak panahnya bisa berpencar kesegala arah dan itu adalah jurus yang digunakan pemuda itu, pemuda itu menarik busurnya dan sebuah anak panah muncul disana dan Dia mengarahkannya pada pencuri itu, dan seketika pencuri itu terkepung dengan anak panah dan Pemuda itu langsung melest dan mengarahkan pedang yang ia selipkan dipinggang pada leher pencuri itu.
__ADS_1
"Kau berurusan dengab orang yang salah" ucap Pemuda itu yang tak lain adalah we Fui.
Dengan senyuman we Fui mengembalikan kantung uang yang Diambil pencuri itu, dan pencuri itu di serahkan kepada kepala desa.
Saat selesai We Fui akan pergi
" tunggu" ucap Fu kai dari belakang We Fui.
Semua orang merasa aneh dengan Rambut Fu kai yang berbeda dari yang lain, .
"astaga aku lupa" ucap Fu Kai laku merubah warna rambutnya menjadi hitam.
melihat kejadian itu mata We Fui berkaca kaca dia menjatuhkan busur dan pedangnya lalu berlari kearah Fu Kai dan memeluknya.
"Kakak kau kah itu, bagaimana kakak bisa sampai disini" ucap We Fui dipelukan Fu Kai.
"hei apa kau tidak malu ini ditempat umum, ayo kita ketempat makan" ucap Fu kai dia juga perlu makan kan.
"Baiklah" ucap We Fui lalu mengajak kakak laki lakinya itu masuk kesebuah restoran yang cukup terkenal, tempat itu juga termasuk tempat kesukaan We Fui bahkan biasanya sang pemilik restoran sendiri yang melayani We Fui.
"Tumben sekali kau kemari membawa teman" ucap Pemilik restoran yang memang sudah akrab dengan We fui.
"paman Dia itu adalah kakakku" ucqp We Fui.
"jadi kau kakak dari Fui, wah Fui Sudah menceritakan banyak tentangmu, kau adalah orang yang tangguh" ucap Pemilik Restoran.
"tidak paman ku hanya orang biasa tapi lihat adikku sekarang sudah menjadi pendekar hebat" ucap Fu kai dengab tersenyum.
"Kau benar dia bahkan pernah beberapa kali menyelamatkanku, Ah ya kalian lanjutkan dahulu aku masih memiliki beberapa pekerjan" ucap pemilik restoran.
"Baik paman jangan lupakan makanan kesukaanku" ucap we Fui.
"Baiklah" ucap oemilik restoran samhil melambaikan tangannya.
"Kakak katakan padaku bagaimana kakak bisa disini, aku sungguh merindukan kakak dan semuanya" ucap We Fui.
"Aku hanya ingin mengantarkan ini" ucap Fu kai sambi memegang cincin we Fui dan mengisinya dengan uang.
"Kakak aku disini mendapatkan uang, beberapa orang meminta tolong padaku dan memberiku upah jadi aku masih punya simpanan" ucap We Fui.
"yang itu punyamu simpanlah dan yang ini kau biaa mengunakannya untuk kebutuhan sehari hari, dan ya jika bisa menolonglah tanpa menerima upah" ucap fu Kai.
__ADS_1
"Aku tidak meminta tapi mereka yang memaksaku menerimanya" ucap We Fui.
"Baiklah yang terpenting kau tidak meminta upah saat kau membantu orang" ucap fu Kai.
" tentu saja Tidak" ucap We Fui.
"We fui aku benar benar terkesan dengan aksimu tadi, pantas saja kau sering disebut sebagai pendekar mata Angin" ucap Fu Kai sambil menunjukkan wajah penuh kebanggan.
"emm lalu bagaimana aku mengatakan tentang pendekar Tombak api ini hmm" ucap We fui Sambil bercanda.
"Dasar kau ini," Fu Kai memukul pelan kepala We Fui.
kebahagiaan itu terus berlanjut hingga makan selesai, Semua orang yang ada disana merasa heran melihat We Fui yang begitu Riang dan benar benar terlihat bahagia, biasanya We fui Hanya akan tersenyum dan tidak pwrnah tertawa hingga selepas itu.
mereka mulai penasaran siapa pria yang bisa membuat pendekar mereka begitu bahagia.
"Sepertinya aku hanya bisa sampai disini saja" ucap Fu Kai.
"ini sudah hampir malam lebih baik kakak menginap ditempatku terlebih dahulu" tawar We Fui.
"Maafkan aku tapi tidak bisa, aku tidak puny banyak waktu aku harus pergi ketempat Cao Ya, Ji Huo, yan Sha dan Juga Sao Feng, setelah itu aku harus kembali kekerajaan Chen Untuk membantu pangeran Chen Suo berperang" ucap Fu kai.
"Perang, jika begitu biarkan aku menbantu" ucap We Fui.
"Kau sudah berjanji padaku untuk berlajar dan berlatih dengan baik, kau harus disini sampai waktu yang kita semua janjikan datang, lagi pula orang orang disini sudah menganggapmu sebagai keluarga mereka sendiri jika aku menbawamu sekarang buaknkah mereka akan kecewa dan gurumu mungkin dia tidak akan terima dengan ini" ucap Fu kai
"Tapi kak.."
"Kali ini saja dengarkan perkataanku, dan satu hal lagi sekuat apapun kau jangan pernah sombong pada siapapun" ucap Fu kai.
"Aku mengerti" ucap we Fui Dengan mengangguk pelan
Dia tidak biasa memaksa ataupun melawan Fu Kai karena ia sadar Fu kai adalah satu satunya orang yang tak memperdulikan dirinya hanya demi orang orang yang ia sayang, dan we Fui Selalu percaya bahwa setiap keputusan Fu kai adalah yang terbaik.
.
.
.
.
__ADS_1
We Fui