Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 23. Terkejut


__ADS_3

malam itu berlalu dengan Fu kai yang tidur lebih awal karena tiga gelas anggur yang dia minum sungguh membuatnya merasa dunianya berputar.


keesokan paginya seorang pelayan datang membangunkannya dan mengatakan bahwa Tuan besar memanggilnya, dan tanpa basa basi fu kai segwra bersiap dan pergi bertemu Chen Ga. meski kepalanya masih sangat pusing.


Tok tok tok....


" tuan besar apakah anda memanggil saya" tanya Fu kai dari luar


"Masuklah" suara yang terdengar marah meminta Fu Kai masuk.


Fu Kai masuk dengan perlahan melihat seorang pria paruh baya sedang menikmati secangkir Teh sambil memejamkan mata.


"Salam Tuan besar, ada apa memanggil hamba" tanya Fu Kai penuh hormat.


"Kau masih bertanya kenapa, kemana kau semalam hingga membirkan Cucuku melakukan semua hal sendirian" teriak Chen Ga.


"Hamba hanya..."


"Fu Kai memimun banyak anggur semalam demi melindungi kehormatan kami" ucap putri mia.


"apa maksudmu mia'er" tanya Chen Ga yang sudah melunak.


"Kakek sebenarnya semalam ..." Putri mia dan putri sia menceritakan semua kejadian semalam, dan Chen Ga akhirnya melunak dan meminta Fu Kai pergi dari sana.


"Kakek aku ingin meminta izinmu untuk masuk ke perpustakaan" ucap Putri Mia.


"Untuk apa kau pergi keperpustakaan" tanya Chen Ga.


"Oh Ayolah kakek aku ingin mempelajari ilmu pengobatan bukankah kakek selalu menginginkn itu" ucap Putri Mia dengan tingkah manjanya.


"Akhirnya cucuku mau melakukan itu untukku, baiklah kakek mengijinkanmu, pergilah" ucap Chen Ga.


"Terimakasih kakek aku mencintaimu" ucap Putri mia sambil memeluk dan mencium kakeknya.


"Anak itu pandai sekali membujuk" ucap Chen Ga lalu kembali menikmati teh nya.


putri Mia mencari Fu Kai dan dia menemukan Fu Kai yang berada didapur untuk membantu para juru masak dan pelayan lainnya.


"Fu Kai bisa ikut aku sekarang" ucap Putri Mia yang langsung menarik Fu Kai, Fu Kai yang baru saja ingin memotong sayur langsung meletakkan pisaunya dan mengikuti Putri Mia yang menariknya, bahkn semua orang di dapur merasa heran dengan tingah putri mia yang selalu nya dingin dan tak berprasaan, dan biasanya putri Mia tidak akan mau disentuh pria dan kali ini dia yang mengandengnya begitu erat.


"hei hei hei lepaskan aku, kau ini kenapa" tanya Fu kai sambil melepas tarikan tangan putri Mia.


"akau ini tidak tau cara berterimakasih kah, aku telah membantumu bebas dari kakek, dan sekarang aku akan memenuhi janjiku untuk membawamu keperpustakaan" ucap Putri Mia.


"Aku tidak memintamu untuk itu, dan tentang Perpustakaan aku senang jika kau ingat" ucap Fu Kai denagn tersenyum tipis

__ADS_1


"Ck Kau pikir aku ini pelupa, dann mulai saat ini kau juga harus menata riasan kami" ucap Putri Mia.


"Tidak tidak aku tidak mau, aku ini seorang pria yang seharusnya menjadi ksatria bukan menjadi perias wanita" ucap Fu Kai.


"Kau hahahha kesatria macam apa, bahkan kau hanya tau tentang memasak dan mendandani" ejek Putri Mia.


Fu Kai tau Putri mia sedang bercanda.


"Kau tau aku ingin seperti ayahku menjadi seorang kesatria, namun sayang ayahku terbuang dari klannya" ucap Fu kai yang membuat Putri Mia sedikit terkejut.


"Lalu dimana ayahmu sekarang" tanya putri Mia yang berhenti bercanda.


"Ayahku dan ibuku meninggal ditangan bandit, aku tidak bisa menyelamatkan mereka" fu Kai menceritakan itu sambil berjalan menuju perpustakaan.


Mereka sampai didepan pintu perpustakaan Putri Mia memberika sebuah plakat sebagai alat untuk memasuki perpustakaan.


"Maaf kau dilarang masuk" ucap penjaga pada Fu Kai.


"Memang kenapa sia tidak boleh masuk" tanya Putri Mia dengan tatapan kejamnya.


"Maaf Putri tapi hamba hanya menjalankan tugas" ucap Penjaga itu.


"Kalau begitu turuti perintahku dan biarkan dia masuk bersamaku" ucap Putri Mia.


"Maafkan hamba putri hamba tidak bisa" ucap pengawal itu.


" mohon maaf Tuan putri jangan lakukan itu" ucap Pengawal itu dengan ketakutan.


" Jadi biarkan dia ikut bersamaku" ucap Putri Mia.


" ba baik putri" prajurit itu akhirnya menyerah dan membiarkan Fu kai masuk.


mereka berdua masuk kedalam perpustakaan dan saat mereka masuk, pintu kembali ditutup, Fu Kai dan Putri mia melihat ribuan Buku tersusun rapi dalam rak besar yang juga tersusun rapi


"Aku sudah menepati janjiku, lalu apa yang akan kau lakukan" Tanya Putri Mia.


"Aku hanya ingin melihat lihat saja" ucap Fu Kai.


"Baiklah ambil buku yang kau inginkan aku akan menunggu disini" ucap Putri Mia sambil mengambil sebuah buku dan membacanya.


Fu Kai mulai berkeliling diperpustakaan yang luas itu, dia mencari buku yang dibicarakan oleh Juru masak Hang Cha.


Fu Kai memutari ruangan itu dan tidak menemukan apapaun dia sudah merasa putus asa hingga ia bersender kesebuah rak dan sebuah buku jatuh dikepalanya.


"Awww" spontan Fu Kai mengatakan itu.

__ADS_1


"Fu kai kau baik baik saja" tanya Putri Mia yang mendengar Fu Kai seperti kesakitan


" ya tuan putri, aku akan kesana" ucap Fu kai sambil mengambil buku yang terlihat tua dan usang, dan saat dia buka ternyata buku itu yang ia cari.


"Kenapa kau mengambil buku usang seperti itu" tanya Putri Mia.


Fu Kai duduk didepan Putri Mia .


"Entahlah aku hanya tertarik dengan buku ini" ucap Fu kai sambil membuka buku itu .


Putri Mia memperhatikan Fu Kai yang sedang membaca, disana terlihat Fu kai yang terlihat sangat tampan dan berwibawa.


"kenapa anda melihatku seperti itu, tanya Fu Kai yang masih menatap Buku yang ia bawa


"Ck kau ini aku hanya melihat bukumu" ucap Putri Mia dengan mengalihkan pandangannya.


"Putri boleh aku bertanya sesuatu" ucap Fu kai sambil menutup buku itu dan menaruhnya dimeja


"Tanyakanlah" ucap Putri Mia


"Apakah ada seorang pria yang dikeluarkan dari keluarga chen ini" tanya Fu kai dengab hati hati.


"Huft, ini hanya antara kau dan aku saja, pamanku memang dibuang dari keluarga chen, dia diusir oleh kakek karena menikahi wanita biasa, kakek ingin pamanku menjadi raja namun dengan menikahi wanita desa membuat kakek merasa marah dan malu.


Ditambah pamanku tidak ingin menjadi raja menambah kemurkaan kakek, tidak hanya sampai disitu entah apa yang terjadi hingga paman berada dihutan bersama musuh kakekku hingga paman dianggap menjadi penghianat, aku hanya tau sebatas itu, itupun ibuku yang menceritakannya" ucap Putri mia.


"Siapa nama pamanmu itu" tanya Fu kai yang semakin penasaran


"Dia bernama Chen Ho" kata kata Putri Mia semakin membuat Fu kai yakin bahwa ayahnya adalah Chen Ho Itu.


"Apa kau pernah melihat pamanmu" tanya Fu Kai.


"Sayang sekali tidak, dia diusir sebelum aku lahir, tapi mungkin kakak Chen Sio Tau tentang ini kau bisa menanyakannya" ucap Putri Mia.


Pernyataan Putri Sia membuat Fu kai ragu karena pangeran mahkota Sio sedang berada sangat jauh.


"Tunggu dulu kenapa tiba tiba kau menanyakan hal itu" tanya Putri Mia.


"Aku hanya penasaran saja tentang latar belakang kerajaan Chen yang luar biasa ini" ucap fu Kai sambil tersenyum


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2