
Setelh perbincangan itu Fu Kai kembali melesat melewati hutan sungai bukit semua di lewati tanpa mengenal lelah demi bertemu keenam adiknya.
"Aku hanya punya sisa waktu Empat hari aku harus bergegas ketempat Sao Feng" ucap Fu Kai sambil terus melompati pohon pohon dengan cepat.
Setelah lama melesat tanpa beristirahat Fu Kai sampai Di sebuah pulau dia harus menyebrangi lautan untuk menjangkau tempat itu, Fu kai menyebrangi lautan dan menuju pulau itu, seketika hawa dingin menusuk tubuh Fu Kai, Fu Kai adalah Pengguna elemen api, dalam dingin mungkin ia bisa bertahan namun mungkin ia tidak akan bertahan lama.
Dari Kejauahan Ada seorang pria paruh baya tapi tidak dia terlihat masih muda , Pria itu mendekati Fu kai.
"Siapa kau, kenapa kau bisa mudah melewati laut kesengsaraan dan ya bagaimana bisa kau kuat menahan hawa dingin ini" tanya PRia itu dengan binghung, tak sembarang orang bisa mendekati pulau itu.
"Aku adalah Fu kai aku datang ingin bertemu dengan adikku Sao Feng" ucap Fu Kai, kali ini fu kai tidak ingin banyak berbasa basi waktu yang mengejarnya semakin dekat.
"Kau kakak dari Sao Feng muridku, mari ikut aku anak itu sedang melakukan pelatihannya" ucap Pria itu yang tak lain adalah Dong Chen.
Mereka berdua berjalan menuju tempat latihan Sao Feng dimana ada begitu banyak bunga sakura yang bermekaran , tempat indah itu adalah tempat latihan Sao Feng.
Dibawah pohon sakura diatas batu itu ada seorang pria muda yang terlihat dangat tampan, dia sedang duduk bermeditasi.
Fu Kai tersenyum melihat adiknya itu.
Merasakan ada yang datang Sao Feng membuka matanya perlahan, melihat Dong Chen dan Seorang pria datang Sao Feng Langsung berdiri dan memberikan hormatnya.
"Salam guru" ucap sao feng dan diangguki oleh Dong Chen, sao feng lalu memandang pria yang terseyum memandangnya.
Sao Feng mengusap matanya beberapa kali berharap itu bukan mimpi, matanya berkaca kaca tanpa sepatah kata yang keluar dari mulut Sao Feng, Sao Feng langsung memeluk Fu Kai dengan erat Fu Kai menyambutnya dengan hangat, sementara Dong chen ikut merasakan kebahagian dari murid yang sudah ia anggap sebagai putranya itu.
" Feng'er kau tumbuh besar dengan cepat" ucap Fu Kai sambil melepas pelukan adiknya itu.
"Kakak.." ucap Sao Feng sambil mengusap air matanya.
"kau bilang kau tidak akan menangis lagi," ucap Fu kai dengan senyumnya.
"Aku tidak menangis ada debu yang masuk kemataku" ucap Sao Feng.
"Dimana kau belajar membuat alasan itu hmm" ucap Fu Kai.
"Ee..tidak ada aku sungguh tidak menangis, bicara soal itu bagaimana kakak bisa melewati lautan itu dan..." Sao Feng terdiam dikalimat terakhirnya dia teringat sesuatu.
"Tunggu kakak, jika kakak terlalu lama ditempat ini maka..."
__ADS_1
"Feng'er kakak tau kau tenang saja, jujur kakak juga tidak bisa berlama lama disini masih ada tugas yang harus kukerjakan" ucap Fu kai.
"Aku mengerti, meski sebentar aku sangat senang bisa bertemu dengan kakak" ucap Sao Feng.
"Kakak juga merasa senangbisa bertemu denganmu, kulihat kau tumbuh semakin kuat, apa kau sudah menemukan kekuatanmu" tanya Fu kai.
"Ya aku sudah menemukannya kakak benar kekuatanku ada dielemen es, dan Guru Dong chen mengajariku dengan baik, oh ya kakak tunggu disini sebentar" ucap Sao Feng lalu berlari kearah Rumahnya dan gurunya.
"Tuang dong chen aku sangat berterimakasih karena anda sudi menerima adikku yang sebelumnya belum memiliki kemampuan apapun" ucap Fu Kai pada Dong chen.
"Apa kau tau lebih mudah mengajari anak saat dia belum belajar apapun, jika ia sudah belajar maka kita harus mengolahnya dari awal, aku bersyukur memiliki murid sehebat Sao Feng meski awalnya dia memang tidak memiliki kemampuan yang besar namun diumurnya yang sekarang dia bahkan sudah menguasai ilmu tingkat tinggi" jelas Dong Chen.
"Aku lega mendengarnya, aku sempat khawatir dengan perkembangannya yang jauh lebih lama dari saudaraku yang lain, tapi setelah mendengar nya dari anda aku sangat senang" ucap Fu Kai.
"Kau beruntung menjadi kakaknya, kelak aku yakin dia akan dikenal sebagai pendekar terhebat sepanjang sejarah, dan asal kau tau Fu kai memiliki Dua elemen sekaligus" ucap Dong chen .
"Bagaimana bisa dia memiliki dua elemen, setauku dia hanya memiliki satu meridian"ucap Fu kai.
"Tidak dia memiliki meridian bercabang yang membuatnya dapat menguasai dua elemen, tapi untuk elemen kedua aku tidak tau karena jika kekuatannya tidak terpancing maka meridiannya juga tidak terbuka" ucap Dong Chen.
"Aku tidak tau adikku seistimewa itu, pantas lah jika ia akna disebut sebagai pendekar terhebat, memiliki elemen Es itu saja sudah menjadi anugrah yang luar biasa dan sekarang ia memiliki satu elemen lagi, Tuan Dong Chen aku mohon padamu bimbinglah adikku, aku tidka bisa selalu disampingnya aku hanya bisa memasrahkannya kepadamu" ucap Fu kai sambil menangkupkan tangannya.
"apa yang kau bicarakan, aku sudah mengangap Sao Feng seperti putraku sendiri, kau tidak perlu khawatir tentangnya" ucap Dong Chen.
Mereka berdua mengobrol hingga Sao feng datang.
"Kakak ambil ini, aku telah lama menyiapkan ini untukmu setidaknya kau akan mengingat adikmu yang manis ini" ucap Sao Feng sambil bercanda.
"Seruling..? emm bukankah aku selalu mengingatmu" ucap Fu kai dengan senyumnya.
"Tunggu dulu akkak juga punya sesuatu untukmu" ucap Fu Kai.
Fu Kai menyentuh Cincin Sao Feng dan memberikannya sejumplah uang.
"Kakak aku..."
"Tidak tidak, aku tidak menerima penolakan lagi, dan Ya ini Untukmu" ucap Fu kai sambil memberikan Sebuah gulungan yang tak lain adalah Gambar Yang dibuat Sao Feng sewaktu kecil.
"Kakak kau masih menyimpannya, kufikir itu sudah hilang sejak lama" ucap Sao Feng sambil memandang gambar itu dengan tersenyum ia sungguh merindukan ayah dan ibunya.
__ADS_1
"Tentu saja kakak akan menyimpannya, ini milik Sao Feng kecil kami " ucap Fu Kai sambil mengusap rambut sao Feng.
Sao Feng mengangguk dan tersenyum lembut.
"Baiklah Kurasa aku akan pergi sekarang, aku tidak yakin tubuhku akan kuat jika berada disini lebih lama, Feng'er jaga dirimu baik baik, patuhi gurumu dan ingat untuk selalu dijalan kebenaran" ucap Fu Kai.
"Aku mengerti kak" jawab Sao Feng.
"Tuan Dong Chen Hamba mohon undur diri" ucap Fu kai.
"Doaku ahar kau selamat sampai tujuan" ucap Dong Chen.
Fu Kai mengangguk, dia memandang Fu Kai sebentar lalu berbalik untuk pergi.
"Kakak tunggu" teriak Sao Feng saat Fu Kai hampir melangkagkan kakinya. Fu Kai kembali berbalik
"Kakak saja yang menyimpan ini,aku memang membuatnya untuk kakak waktu itu" ucap Sao Feng dengan tersenyum.
"Aku tidak bisa menolak pemberiamu Feng'er , baiklah kakak akna bawa, kalau begitu kakak pergi dulu" ucap Fu Kai dan Diangguki oleh Sao Feng.
.
.
.
.
Sao Feng Mode Rambut Putih
Sao Feng Mode Rambut hitam
Disini Sao feng telah menguasai ilmu penyamaran seperti yang Lainnya, jadi mereka bisa merubah penampilan dan warna Rambut sesuai keinginann mereka.
.
__ADS_1
.
.