Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 47. Tertangkap


__ADS_3

Kaisar Chen masuk ruangannya terlihat Fu Kai sudah duduk santai dikursi yang ada disana.


"Bukankah kita kedatangan tamu tak diundang Yang Mulia" ucap Fu kai sambil memandang Kaisar Chen.


"Hahaha kau menyadarinya juga ternyata" ucap Kaisar Chen dan Fu Kai hanya mengangguk dengan tatapan serius.


"Biarkan saja, kau tidak perlu mengkhawatirkan orang itu" ucap Kaisar chen.


"Aku tidak pernah Khawatir tentang penganggu yang mulia" ucap fu kai dengan senyum tipis


"Begitu ya baiklah" ucap kaisar Chen yang ikut duduk bersama Fu kai.


"Jadi apa yang ingin anda bicarakan yang mulia" tanya Fu Kai.


"Huh pertama jangan panggil aku yang mulia,panggil aku ayah seperti yang lainnya" Ucap Kaisar Chen.


"Tapi kai..."


"Ayah..!" ucap Kaisar Chen denga sedikit penekanan.


"huh baik A ayah" ucap Fu kai agak gugup.


"Bagus.. aku senang mendengarnya, dan yang kedua yaitu, ada satu masalah diperbatasan timur, aku tidak bisa mengatakan ini pada banyak orang dan in.."


"Aku mengerti anda tidak perlu merincinya, sekarang bahkan tembok memiliki telinga, Aku akan atur semuanya" ucap Fu Kai dengan Senyum.


"Aku memang selalu bisa mengandalkanmu pangeran" ucap Kaisar Chen dan Dibalas anggukan dan senyum oleh Fu kai.


"Baiklah aku masih harus membantu pangeran Sio, kalau begitu hamb mohon undur diri.. Ayah" ucap Fu kai sambil membungkuk Hormat.


Fu Kai keluar Dan Berjalan menuju Ruangannya.


Brukkkk......


"Aduh..."


"Eh maafkan Hamba Yang Mulia Raja, hamba sedang terburu buru" ucap Fu kai sambil membantu Raja Zuhan berdiri.


"Akhh badanku terasa remuk, bagaimana bisa dia baik baik saja setelah menabrakku dengan tubuh kecilnya itu" batin Raja Zuhan.


"Ah tidak apa apa pangeran ini bukan masalah besar" ucap Raja Zuhan dengan memaksakan senyumnya.


"Oh Ya apa yang mulia Raja Lakukan ditempat seperti ini, ini bukan Tempat Seoarang raja" ucap Fu Kai karena tempat itu adalah halaman belakang ruang kerja Raja yang dekat dengan taman.

__ADS_1


"Benarkanh, eh maksudku, aku baru saja dari taman untuk Menikmati aroma bunga, aku sangat suka dengan aroma bunga disini " ucap Raja Zuhan mengelak.


Fu kai melihat Kearah Taman, tapi Yang mulia ditaman itu tidak ditanami bunga apapun, karena tempat itu biasa digunakan untuk Pangeran Sio berlatih" ucap Fu kai sambil menatap Serius Raja Zuhan..


"Eh itu aku anu.."


"Ah maaf Yang mulia hamba sedang terburu buru, nanti saja anda jelaskan" ucap fu kai yang langsung membungkuk hormat dan meninggalkan Raja Zuhan


Setelah cukup Jauh Fu kai melirik kebelakang dan tersenyum sinis.


"Tertangkap" ucap Fu kai dengan pelan


"Huft syukurlah, oh dewa aku berterimakasih karena dia tidak jadi mengintrogasiku, huft sebaiknya aku segera pergi dari tempat ini sebelum ada orang lain yang melihatnya" ucqp Raja Zuhan dan langsung Pergi dari sana, tanpa menyadari sepasang mata telah mengawasinya sedari tadi, bahkan Saat ia bersama Fu Kai tadi.


Ditempat fu kai berada dia berjalan melewati kediaman Putri Xuan.


"Cih apa apaan, ayah itu, aku kan ingin menikah dengan pangeran Fu Kai itu, dia sangat tampan, tapi ayah selalu saja menghalangiku, apa untungnya mendapatkan Pangeran Mahkota itu cih" putri xuan berguman sendiri dikamarnya dan itu didengar oleh Fu kai.


"Sebenarnya kenapa Raja Zuhan begitu berambisi menjodohkan pangeran Sio, Ada yang tidak beres aku akan mencari tau" batin Fu kai dan langsung melanjutkan langkahnya menuju ruang kerjanya, yang disana sudah ada Pamgeran Sio ya g menunggu dengan wajah marahnya.


"Pangeran Kai, dari mana saja kau" ucap Pangeran Sio.


"Huh pangeran Sioo aku baru saja dari ruang kerja Ayah" ucap Fu kai sambil meletakkan beberapa gulungan yang ia bawa.


"Ayah..? Aa yang kau maksud adalah.."


"Lalu apa yang harus kita lakukan" tanya Pangeran Sio.


"Hanya ada satu jalan, tapi berjanjilah untuk tidak memberitau siaapun tentang rencana kita" ucap Fu kai.


"Katakan dulu apa rencananya" tanya pangeran Sio.


"Tidakk...!! berjanjilah terlebih dahulu" ucap Fu kai.


"Hah baiklah, aku berjanji" ucap Pangeran Sio pasrah.


"Aku akan mendekati Putri Xuan dan mengorek semua rencana yang dia dan Ayahnya lakukan aku hanya punya satu hari saja" Ucap Fu Kai.


"Apaaaa...!!!! Kau gilaa ya, tidak aku tidak setuju itu sama saja kau mencoreng nama baikmu sendiri" ucap Pangerwn Sio Dengan marah.


"Aku hanya.."


"aku bilang tidak ya tidak,aku tidak akan pernah setuju dengan rencana bodohmu itu Pangeran kai" teriak marah Pangeran sio.

__ADS_1


"Dengarkan aku dulu, setidaknya ini satu satunya yang harus kita lakukan" ucap Fu kai.


" Tetap saja itu adalah hal bodoh kita bisa mengunakan cara lain" ucap Pangeran Sio.


"Cara kedua adalah memaksanya dan itu tidak akan mungkin karena dia adalah tamu kehormatan" ucap Fu kai.


"Cih apapun alasannya kau tidak.."


"Setidaknya tak akan kubiarkan kau menikahi orang yang salah kak" teriak Jhin Tian.


"Ehh... tentu tapi."


"Lagi pula ini adalah momen sekali seumur hidup, dan aku tidak akan membiarkan kau mendapat sesuatu yang buruk, dan yah jika ini bisa meninbulkan perang aku akan mengatasinya seoarang diri" ucap Fu kai.


"Kau ini selalu saja keras kepala, tapi biarkan aku membantumu" ucap Pangeran Sio.


" Tentu.... bantu aku merahasiakan semua ini" ucap Fu kai dan Langsung mengambil saru gulungan dan mulai membacanya dan mengerjakan tuga tugasnya.


"itu sama saja aku tidak membantu kan " ucap Pangeran Sio.


"Itu semua tergantung caramu berfikir pangeran, sekarang selesaikan tugasmu, besok kau tidak boleh pergi keruangan ini, kau akan berada didalam kamarmu seharian" ucap fu kai.


"Cih, pasti ini ulah ibu" ucap kesal Pangeran Sio sambil mengambil kasar beberapa gulungan.


"Tentu saja" ucap Fu kai sambil tersenyum saat melihat Fu Kai kesal.


Tentu dia sebenarnya iri karena Pangeran Sio masih bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga, meski begitu Fu Kai juga bisa merasakan kehangatan keluarga yabg diberikan oleh Bai Long dan istrinya, namun saat ini istri Bai Long sedang mengandung, Ji huo gelah memeriksa Istri Bai Long Waktu itu dan memberinyabeberapa obat, Fu kai tentu tidak ingin mengacaukan kebahagiaan gurunya itu, setelah sekian lama akhirnya mereka akanbenar benar menjadi orang tua seutuhnya.


"Kenaa kau ini" kesal Pangeran Sio saat memperhatikan Fu Kai.


"tidak, aku hanya bergikir kausangat beruntung memiliki keluarga yang masih utuh" ucap Fu Kai sambil menunduk memandang Kulit hewan yang saat ini dia gunakan untuk alas tulis.


"Bukan kah sekarang kau juga memilikinya, mereka semua adalah keluargamu kan, bahkan tanpa perang waktu itu kau tetaplah saudaraku kan" ucap Pangeran Sio Dengan senyumnya.


.


.


.


. maaf baru Up, autor baru pulang kerja T•T


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2