Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 46. Merasa Aneh


__ADS_3

Setelah perjamuan berakhir Pangeran sio bergegas mencari Fu kai, karena terlihat raut wajah kesalnya saat berbicara dengan Raja Zuhan.


Pangeran Sio mencari Fu Kai di ruang kerjanya namun tidak ada.


"Ck kemana dia, tunggu satu tempat yang selalu dia datangi" Pangeran Sio Mengingat sesuatu dia lalu bergegas menuju tempat Yang biasa Fu Kai berada.


"Sudah kuduga kau ada disini" ucap Pangeran Sio.


"Ah pangeran apa yang anda lakukan disini, bukankah perjamuannya belum usai" ucap Fu kai sambil terus memandangi sang rembulan.


"Aku tau yang kau pikirkan, kau tidak perlu memikirkan perkataannya tadi" ucap Pangeran Sio lalu duduk disamping Fu kai.


"Hahaha tidak pangeran, aku tidak memikirkannya, dia tak lain hanya orang luar yang belum mengetahui apapun" ucap Fu kai dengan santai.


"Benarkah, huft aku lega jika kau berfikir begitu" ucap Pangeran Sio.


"Memang kau bergikir apa, kau pikir aku akan tersinggung dengan perkataan orang seperti mereka itu" ucap Fu kai dengan senyum.


"Hehe seperti biasa kau orang yang susah ditebak dan mudah menebak haha" ucap Pangeran Sio dengan tertawa.


"Ngomong ngomong tentang orang itu, apa kau tertarik pada putri Li Xuan itu" tanya Fu Kai.


"Entahlah dia cantik dan anggun tapi melihat sifat ayahnya yang suka merendahkan orang lain membuatku ragu" ucap pangeran Sio sambil memandang kearah sang rembulan.


"Aku akan bantu meyakinkan hatimu, akan kucari kebenarannya" ucap Fu kai.


"Aku tau kau akan melakukan itu, tapi..? kurasa Putri Xuan itu tertarik padamu" ucap Pangeran Sio.


"Ekh aku, yah memang sedari tadi dia terus menatapku, tapi sungguh aku tidak tertarik sedikitpun pada wanita itu" ucap Fu Kai sambil berfikir.


"Yah aku merasa sangat aneh padamu, kapan kau akan tertarik kepada wanita" ucap Pangeran Sio sambil memandang Fu Kai penuh tanya.


"Entahlah aku juga tidak mengerti" ucap Fu kai dengan senyum kearah sang rembulan.


"Hah kau ini, satu satunya orang paling rumit yang pernah kutemui" ucap Pangeran Sio.


"aku tidak serumit itu, aku bahkan hanya mengikuti kemana takdir membawaku mengalir" ucap Fu kai.


"Tapi bukankah tak selamanya takdir itu baik" tanya pangeran Sio.


"memang tapi setiap takdir pasti ada hikmah tersendiri pangeran, kau hanya perlu mensyukurinya dan sedikit memperjuangkan kebaikannya" ucap Fu Kai


"Hah.. dan seperti biasa maksud dari perkataanmu terlalu sulit kupahami" ucap Pangeran sio sementara Fu kai hanya tersenyum tipis.


malam itu Dua pangeran duduk ditepi danau sambil menceritakan keluh kesah masing masing.

__ADS_1


Pagi Harinya seperti biasa para pelayan Sibuk menyiapkan keperluan bagi para tuannya.


Fu Kai keluar kediamannya dan bergegas menuju Ruang makan bersama Pangeran Sio, karena memang kediaman pangeran Sio dan pangeran Kai berdekatan.


"Kau tau kemarin jendral Bai dan Di wang bertengkar" ucap pangeran sio.


"Sungguh, tak biasanya jendral bai mau berdebat dengan orang itu" ucap Fu kai.


" aku bahkan terkejut, dan seorang pelayan mengatakan bahwa mereka berdebat karena jendral bai tak sengaja mendorong Di Wang kekubangan lumpur" ucap Pangeran sio.


"Bisa kubayangkan wajah di wang saat itu" ucap Fu Kai sambil tertawa.


pangeran Sio dan pageran Kai terus bercanda dan tertawa disepanjang jalan.


Disisi lain juga ada putri Xuan yang melihat mereka dari sisi lain.


"Jika dipikir pikir mereka memang seperti seorang saudara, dan ya Fu kai itu terlihat sangat menarik.. ahhh tidak tidak apa yang kupikirkan sebenarnya" ucap pelan Putri Xuan.


Jhin Tian juga telah melihat Putri Xuan sedari tadi dia berpura pura tidak melihatnya namun tetap mengawasi gerak geriknya.


Fu Kai dan Pangeran Sio masuk keruang makan.


"Salam Yang mulia kaisar, permaisuri dan Ibu selir" ucap Mereka berdua sambil membungkuk hormat.


"Salam Pangeran Sio dan pangeran Kai" ucap Putri Mia dan Putri Sia.


"kemarilah pangeran, kita akan menunggu Putri Xuan dan Raja zuhan" ucap Kaisar Chen.


pangeran Kai dan pangeran sio duduk dikursi mereka.


"Kakak bagaimana dengan calon tunanganmu itu" ucap putri Mia menggoda.


"Bagaimana apanya" ucap Pangeran Sio sambil meneguk minumannya.


"Ah ayolah katakan apakah dia cantik, apa kakak tertarik padanya" tanya putri Sia.


"Kalian ini, apa yang kalian tanyakan itu, dia wanita tentu saja cantik" ucap Pangeran Sio.


"Ah kakak kau ini tidak asik sekali... kakak Kai bagaimana menurutmu" tanya Putri Sia tiba tiba.


"egh Uhuk uhuk uhuk.." Fu Kai tersedak minuman yang baru saja ia teguk.


"Astaga Fu kai apa kau baik baik saja" tanya Permaisuri Sambil mengelus punghung Fu Kai, karena tempat duduk Fu kai dekat dengan permaisuri.


"Tidak hamba tidak apa apa," ucap Fu Kai sambil menutup mulutnya.

__ADS_1


"SIA.. MIA..!! lain kali jangan bertanya tiba tiba seperti itu" ucap Kaisar Chen.


"Emm maaf ayahanda" ucap Putri Mia dan Putri Sia bersamaan.


"Itu bukan maslaah besar yang mulia, anda tidak perlu memarahi putri sia dan putri Mia" ucap Fu Kai dengan Senyum.


"Maaf aku terlambat" ucap Raja Zuhan yang datang bersama Putri Xuan.


"Tidak masalah, silahkan Duduk Yang mulia" ucap Kaisar Chen dengan senyum.


Raja Zuhan duduk namun pandangannya terus tertuju kepada Fu Kai yang terlihat santai mengobrol dengan Pangeran Sio.


mereka semua kemudian mulai makan bersama, setelah selesai dengan sarapan itu mereka mulai bubar dan Mengerjakan pekerjaan mereka masing masing.


"Pangeran kai bisa keruanganku terlebih dahulu" ucap kaisar Chen.


"Baik yang mulia" ucap Fu kai dengan hormat.


"Apa yang ingin mereka bicarakan" batin Raja zuhan.


"Kau pergilah dahulu" ucap Kaisar Chen.


"Baik" jawab Fu kai yang langsung pergi dari sana.


"Ah maaf Raja Zuhan, aku tidak bisa menemani anda aku masih ada beberapa pekerjaan yang belum kuselesaikan" ucap Kaisar Chen.


"Bukan masalah besar bagiku yang mulia kaisar, aku akan membantumu mengatur acara pertunangan yang akan dilakukan dua hari lagi" ucap Raja Zuhan dengan Tersenyum lebar.


"Aku sangat beruntung jika anda sudi membantuku yang mulia" ucap Kaisar Chen.


"Ini juga merupakan pertunangan putriku, jadi aku akan memastikan semuanya sempurna" ucap Raja Zuhan.


"Hahaha aku akan mengatur segalanya agar tidaka ada kekurang sedikitpun " ucap kaisar Chen.


"Aku menantikan itu yang mulia" ucap Raja Zuhan.


"Tentu"Jawab Kaisar Chen.


"Kalau begitu hamba mohon undur diri" ucap Raja Zuhan sambil membungkuk hormat dan pergi.


Kaisar Chen Mengangguk dan ikut pergi, Kaisar berjalan menuju Ruangannya, dia tau ada seseorang yang mengikutinya tapi dia berpura pura tidak tau, dan terus berjalan penuh wibawa menuju Ruang kerjanya yang dimana Fu Kai telah menunggunya.


.


.

__ADS_1


...


__ADS_2