
*Di Aula.
"Saya sebagai raja dari kerajaan Chen sangat bahagia dengan kehadiran kalian, aya sangat bahagia karena kerajaan Chen yang sering dikatakan lemah kini berhasil menjadi kekaisaran" ucap bangga raja Chen huo.
"Hidup kaisar Chen Huo, hidup" teriakan teriakan itu terus terdengar hingga kepenjuru istana.
Seorang prajurit datang ketempat kaisar Chen dan Membisikkan sesuatu.
"Bawa mereka masuk" ucap Kaisar Chen Huo dengan tersenyum.
kaisar Chen huo mengangkat tangannya tanda ia memberhentiakn pujian untuknya.
"Aku akan menyampaikan kepada kalian siapa yang telah berjasa membawa kerajaan kecil kita menjadi kekaisaran yang agung" ucap Chen Huo dengan senyum
"Wah siapa ya, memang siapa yang membuat seperti ini, dia pasti seorang dewa" pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari para rakyat.
"Aku tidak akan menunda nunda lagi dia adalah ....pangeran fu kai dan Saudara saudaranya" teriak Raja Chen Huo.
Fu Kai dan keenam saudaranya memasuki aula, sekali lagi semua orang terpesona dengan pesona mereka bertujuh bah dewa dan dewi yang turun dari khayangan.
"Tunggu tapi dia bukan kah panglima bukan pangeran, kau benar dia bukan pangeran" mereka kembali bertanya tanya tentang asal usul Fu kai.
"Kalian pasti bertanya tanya kenapa aku memanggil Fu Kai sebagai pangeran, ini adalah hadiah dariku, selamanya Fu kai dan Para adik adiknya adalah pangeran dan putri dari kerajaan Chen, kalian akan menghormatinya seperti kalian menghormatiku" ucap Kaisar Chen dengan senyum merekah dibibirnya.
"Baik Yang mulia" ucap mereka semua serempak.
"Hidup pangeran Fu kai... hidup putri Shi mei... hidup pangwran We Fui... hidup putri Cao Ya.... hidup pangeran Ji Huo.... hidup putri Yan Sha.... hidup pangeran Sao Feng... hiduppppp" teriakan yang mengelegar itu membuat hati Chen Ga menjadi sangat bahagia.
"Akhirnya tanpa mengakui apapun pada putraku mereka telah mendapatkan hak nya" batin Chen Ga
"Selamat untuk pangeran dan putriku" ucap Chen Huo.
" terimaksih yang mulia" ucap Fu kai dan saudaranya sambil memberikan hormat ala pangeran dan putri kerajaan.
"Selamat saudaraku" ucap Pangeran Chen Sio sambil memeluk Fu Kai.
"Aku juga berterimakasih padamu pangeran" ucap Fu kai dengan tersenyum.
"Kau tidak perlu berterimakasih, sekarang kita adalah saudara" ucap Pangeran sio.
" baiklah Saudaraku" ucap fu kai.
"Selamat Saudaraku, atau aku harus memanggilmu Pangeran fu kai" ucap Putri Chen Sia.
"Tentu saja kita saudara putri" ucap Fu Kai sambil Memberikan hormat pangerannya.
"Tak kusangka kau telah menjadi saudaraku" ucap Putri Mia dengan tersenyum. dia tentu teringat akan perlakuannya pada Fu kai dahulu.
"Aku juga tidak menyangka itu" jawab Fu kai dengan senyum.
__ADS_1
"udah dari dulu kita itu saudara" batin Fu Kai masih dengan senyum lembutnya.
"Untuk menyambut kekaisaran baru kita dan sebagai penyambutan atas putra putriku aku kaisar chen akan memberikan beberapa hadiah kecil untuk kalian semua" ucap Chen Huo diiringi dengan tepuk tangan meriah dari para rakyat yang hadir.
Chen Huo memerintahkan Para prajuritnya untuk membagikan hadiah yang sudah ia siapkan.
Sebuah kotak kecil yang berisi 50koin emas beserta satu perhiasan sudah terbagi untuk para rakyat kekaisaran Chen.
"Bagaimana pangeran Kai apa kau merasa senang" tanya Chen Huo dengan senyumnya.
"kurasa ini sedikit berlebihan tapi terimakasih atas penyambutan yang luar biasa ini" ucap Fu kai dengan membungkuk hormat.
Tiga hari setelah acara Itu.
we Fui dan kelima adiknya akan kembali ke tempat mereka belajar, tugas mereka disana sudah usai.. adik adik Fu Kai yang lain sudah tau tentang kebenaran dari identitas mereka.
mereka bahkan sempat membenci Chen Ga hingga akhirnya Fu Kai yang bisa menenangkannya dan itu membuat Chen Ga lega.
Bagi tujuh bersaudara itu, kata kata Fu kai adalah perintah dan orang yang paling mereka percayai adalah Fu kai. jadi disaat Fu kai mengungkapkan suatu kebenaran mereka semua akan langsung percaya tanpa berfikir dia kali.
"Kakak berjanjilah akan mengunjungi kami lagi" ucap Yan sha.
"Yan Sha suatu saat kakak pasti akan menemuimu" Fu kai tersenyum lembut sambil mengelus surai panjang Yan Sha.
"Aku iri dengan mu kak" ucap Sao Feng dengan memasang wajah cemberut.
hahahhahahaha.. mereka semua tertawa melihat tingkah Sao feng.
"Kau tau... dia itu imuttt" teriak Putri Mia dengan mata berbinar.
"Astaga menyesal aku mengunakan jurus andalanku" batin Sao Feng.
kreppp...
Fu Kai memeluk Sao feng.
"Jadi apa kau akan iri lagi" ucap Fu kai.
"Tidak.. aku tidak iri" ucap Sao feng sambil membuang muka.
"Kamii..."
" kemarilah" Fu Kai merentangkan tangannya dan semua adik adiknya mulai mememluknya.
Chen Sia, Chen Sio dan Chen mia menatap mereka dengan bahagia, entah mengapa kebahagiaan itu menular begitu saja.
"Kalian tidak ingin ikut" tanya Fu kai dengan senyum khasnya.
mereka bertiga saling berpandangan lalu tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
mereka semua berpelukan dan itu membuat Kaisar Chen beserta kedua istrinya hampir menangis hari.
"Ka kak tolong aku tidak bisa bernapas" ucap Sao Feng yang terjepit ditengah.
mereka semua akhirnya mengakhiri pelukan itu.
"Hahaha maafkan Aku sao Feng, kalian semua berhati hatilah" ucap Fu kai.
"Pangeran Fui, putri mei, pangeran Ji, putri Cao, putri Sha dan pangeran Feng. kembalilah jika kalian ada waktu, gerbang istana Kekaisaran Chen akan selalu terbuka lebar untuk kalian" ucap Kaisar Huo..
"Terimakasih Yang mulia" ucap mereka serempak.
"Tak perlu begitu sungkan kalian sudah kuanggap seperti putra putriku sendiri sekarang kemarilah.
kaisar chen akan memberikan pelukannya.
"Tunggu dulu" ucap sao Feng.
"Ada apa Pangeran Feng apa kau tidak ingin dipeluk yang mulia" tanya Sang permaisuri.
"Tidak bukan begitu yang mulia hanya saja aku tidak ingin terhimpit lagi" ucap Sao Feng.
"hmm...? hahahhahaha, kau ini ada ada saja" ucap Pangeran Sio.
"jika begitu masalahnya maka kemarilah sao Feng" ucqp Chen Huo.
Dia memeluk satu persatu pangeran dan putri itu, dan para pangeran dan putri itu merasa senang karena dapat merasakan kaaih sayang orang tua lagi.
setelah perpisahan yang mengharukan itu, mereka kemudian mulai pergi.
Sao Feng juga akanpergi tapi sebelum kembali melangkahkan kakinya dia berbalik.
" kakak kami berjanji dua tahun yang akan datang kami akan melampaui kakak dan kami bisa membantu kakak dalam segala hal" ucap Sao feng dengan senyumnya.
" kakak tunggu janji itu... adikku" ucap Fu Kai dengan senyum bangga pada Sao Feng dan yang lainnya.
Setelah itu mereka mulai pergi meninggalkan keluarga kerajaan dan Fu Kai.
" setelah ini istana pasti akan terasa sepi" ucap Chen Sia.
"Adik kecil ku yang mengemaskan itu juga pergi" ucap Chen Mia dengan wajah sedih.
Disamping itu ada Fu kai yang terus menatap tempat terakhir dia melihat adik adiknya.
"Kakak yakin kalian pasti bisa, takdir ini tidak akan mampu memisahkan kita lagi" batin Fu Kai.
.
.
__ADS_1
.
.