Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH. 25. Kebenaran


__ADS_3

Fu kai dan putri Sia berada ditepi sungai mereka berlatih berpedang, gerakan Putri sia memang masih agak kaku nammun itu sudah suatu pencapaian yang hebat.


"Putri Sia kau hanya perlu sedikit usaha dan kau akan menjadi pemain pedang terbaik" ucap Fu Kai dia mengawasi Putri sia dari atas pohon.


"Ck bisakah kau turun dan membetulkan gerakanku yang salah" ucap Putri Sia.


" jika aku terus membenarkan lalu kapan kau akan bisa memperbaiki kesalahanmu sendiri" ucap Fu Kai.


" iya baiklah tapi setelah ini berikan aku satu jurus lagi" ucap Putri Sia.


" tidak, setelah ini kau akan melawanku" ucap Fu Kai.


"Kau gila ya, aku sudah pasti kalah" ucap Putei Sia.


"Aku hanya akan menangkis dan tidak akan menyerangmu, jika kau bisa melukaiku, maka aku akan memberikan sebuah jurus lagi" ucap Fu Kai dan kata kata Fu Kai sungguh membuat Semangat putri Sia smkn bersemangat.


Putri Sia bermimpi mendapat jurus Pedang lotus dari Fu Kai namun fu kai tidak pernah mau memberikannya.


Putri sia berusaha keras menyelesaikan jurus terakhirnya.


" huft Bagaimana" tanya putri sia dengan nafas terengah engah namun dia tetap tersenyum.


"cukup bagus, beristirahatlah sebentar dan setelah itu aku bisa melawanku" ucap Fu kai.


"Aku masih sanggup jika hanya menyerangmu" ucap Putri Sia.


"Sungguh, jika kau kalah maka aku tidaka akn memberikan jurus yang kau inginkan itu" ucap Fu kai.


"kau ini selalu saja mengancam" ucap Putri sia dia lalu duduk dibawah pohon yang mana Fu Kai duduk diatasnya.


Fu Kai melompat turun dari pohon lalu duduk disamping Putri Sia.


"Kau seorang tuan putri mengapa ingin belajar pedang" tanya Fu kai.


"kau sudah bertanya ribuan kali Fu kai" ucap Putri Sia.


"Aku hanya belum yakin dengan jawabanmu, seorang putri biasanya hanya akan berdiam diri dibelakang pangerannya" ucap Fu kai


"Aku tidak ingin menjadi putri yang bergantung pada orang lain, aku ingin mencapai semuanya dengan kerja kerasku sendiri, aku tidak ingin berdiri di belakang pangeranku tapi aku ingin berada disampingnya dan berjuang bersama" ucap Putri Sia.


"Aku tidak pernah tau kau berfikiran seperti itu, tapi itu adalah pemikiran yang hebat" ucap Fu kai.


" aku hanya mengatakan apa yang aku rasakan dan inginkan saja" ucap putri Sia sambil tersenyum


"Sudahlah ayo kita lanjut latihannya sebelum tuan besar datang" ucap Fu kai.

__ADS_1


Mereka bangkit lalu berlatih bersama, Putri Sia menyerang Fu kai dengan bertubi tubi namun tidak ada satupun serangan putri Sia yang mengenai Fu Kai, dan pada akhirnya Putri Sia menyerah karena sudah lelah.


"Sudah cukup aku menyerah, aku sudah sangat lelah" ucap Putri sia sambil mengusap keringatnya dan dengan nafas yang terengah engah.


"Ku akui kemampuanmu sudah sangat hebat tapi belum mampu melukaiku, jadi sebagai gantinya aku tidak akan mengajarimu jurus itu" ucap Fu kai yang membuat wajah Putri Sia lesu.


"Hei jangan menunjukkan wajah itu padaku, aku belum selesai berbicara, aku memang tidak akan mengajarimu tapi aku akan memberikan bukunya dan kau berlatih sendiri" ucap Fu kai dengan tersenyum, bahkan senyum Putri sia langsung mengembang.


putri sia menerima buku itu dan langsung memeluk Fu kai dengan erat.


"Terimakasih banyak Fu kai" ucap Putri Sia.


"eee putri tolong jangan seperti ini" ucap Fu kai.


" oh iya maaf" ucap Putri sia dengan malu.


mereka kemudian kembali ke kediaman klan Chen, disana ada Raja Chen Huo yang menghampiri Putri Sia dan Fu Kai yang baru saja datang


"Putriku darimana saja kau, kenapa ku sangat berkeringat" tanya Raja Chen pada putri kesayangannya itu.


"Fu kai apa yang kau lakukan pada Cucuku, apa kau habis menyiksanya hingga dia sangat berantakan" teriak marah Chen Ga.


"Jika aku menyiksanya aku tidak mungkin berani kembali kemari, jika tidak kematian akan menjemputku" ucap Fu kai dia yang biasanya selalu diam kini dia berani membantah amarahnya sudah cukup terbendung ditambah Kebenaran yang terungkap.


"Fu kai tenangkan Dirimu" ucap bai Long.


"Bagaimana Tidak, kau tega membuang anakmu sendiri lalu bagaimana dengan aku yang orang luar kau pasti membunuhnya kan" ucap Fu kai dan Dia langsung pergi dari sana.


Chen Ga tertegun mendengar penyataan Fu kai.


" bagaimana anak itu bisa tau, betahun tahun aku menyembunyikan kejadian masalaluku untuk menutupi rasa bersalahku, kenapa dia bisa tau" ucap Chen Ga seolah tak percaya.


" buku itu apa ayah maaih menyimpannya" tanya Chen Huo


"Aku menyimpannya diruanganku, aku tidak lagi menyimpannya di perpustakaan karena aku takut orang luar mengetahuinya." jelaa Chen Ga.


Sementara Jendral Bai Long merasa bersalah karena telah memberitau kebenaran kepada Fu Kai.


"Ayah bisakah kita berada disini untuk sehari lagi, " tanya Putri Sia.


" kenapa putriku bukankah kau sudah tinggal cukup lama disini" ucap chen huo.


"Aku inhin membeli beberapa barang di pasar dan jika kuneli hari ini waktunya tidak akan sempat, ayah aku mohonn" ucap Putri Sia.


"Huft baiklah kita akan kembali besok siang" ucap Chen Huo.

__ADS_1


"Siang.. ah ya baiklah" ucap Putri sia dia agak ragu dengan ini namun dia berharap Fu kai sudah menyelesaikan urusannya.


Chen Ga merasa tidak tenang setelah Fu kai mengatakan tentang masalalunya, dia berencana ingin bertanya pada Fu kai namun harga dirinya terasa sangat tinggi setelah apa yang ia lakukan pada Fu kai.


malam itu Chen Ga tidak bisa tidur nyenyak, bahkan Chen Huo sudah menanyakan kenapa namun Chen ga Selalu mengatakan bahwa tidak ada apa apa, Chen ga Sudah membulatkan tekadnya ditengah malam ia mendatangi gudang tempat Fu kai tinggal.


Dengan ragu ragu Chen Ga mengetuk pintu Fu kai, tidak ada jawaban dari dalam, Chen Ga memutuskan untuk pergi, baru saja Chen Ga berbalik, Fu kai keluar.


"Ada angin apa hinga tuan besar mendatangi kediaman kumuh ini" ucap Fu kai.


" ada yang ingin aku tanyakan padamu" ucap Chen ga dengan wajah yang sulit diartikan.


"Oh kalau begitu silahkan masuk" ucap Fu kai dengan santainya tidak ada ketakutan tidaka da kegugupan namun jika diperhatikan lagi ada kemarahan dimatanya.


"Apa yang ingin Tuan besar tanyakan padaku ditengah malam seperti ini" tanya Fu kai.


"Aku telah mencoba tertidur sejak tadi, ada hal yang menganggu pikiranku tentangmu, ada sesuatu yang terbayang bayang diingatanku" ucap Chen Ga.


"Jangan berbelit belit Tuan Besar, katakan terus terang" ucap Fu kai.


"huftt, dari mana kau tau bahwa aku mengusir anakku" ucap Chen Ga dia menghela nafas berat sambil menutup matanya.


" hegh hanya itu yang anda tanyakan, kupikir anda akan bertanya bagaimana keadaan anakmu itu" ucap Fu kai yang membuat Chen Ga semakin terkejut.


"Apakah apakah kamu tau dimana putraku berada, jika kau tau antarkan aku pada nya aku ingin meminta maaf padanya" ucap Chen Ga.


Fu kai mengeluarkan Tombaknya,


"Anda ingin aku menunjukkan diamana dia berada.... dia berada ditempat yang hanya kematian saja yang bisa menemuinya" ucap Fu kai.


"ti tidak... kau jangan bercanda putraku tidak mungkin sudah tiada" ucap Chen Ga dengan marah.


"Aku tidak akan bercanda jika tentang hal seperti ini, " ucap Fu kai


Chen Ga menangia sejadi jadinya, dia telah menyesal membuang anaknya yang berharga, satu hal yang paling membuatnya tertekan adalah saat ada seorang peramal yang mengatakan bahwa Chen Ho akan mendapatkan keberkahan Dari Langit dan akan mendapat sesuatu yang tidak disangka.


"Aku tau anda tidak benar benar menyesal, kau hanya menginginkan segala yang telah dicapai ayahku" marah Fu kai dia meletakkan ujung tombaknya tepat di leher Chen Ga.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2