Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 13. Raja Chen Huo


__ADS_3

sementara itu ditempat Yan Sha Berada dia bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik dan anggun, dia memiliki sifat yang baik bahkan dia menerima Yan Sha dengan sangat baik dia disebut sebagai dewi air dan juga dewi angsa karena jurus terhebatnya adalah tarian angsa.


"Kau anak yang sangat cantik siapa orang tuamu" tanya wanita itu.


"nona Ling na ayahku bernama ceng Ho dan Ibuku adalah Sang Ruo" ucap Yan Sha dengan tersenyum dia merasa nyaman mendapat guru sebaik Ling Na.


"Ceng..? emm baiklah yan Sha maaf sebelumnya aku tidak menerima murid karena aku memang selalu tertutup dari dunia luar, dan ya katakan padaku bagaimana kakakmu bisa menemukan tempatku" tanya Ling Na dia sedikit kepikiran dengan marga ayahnya


"Maaf aku juga tidak tau, kami tujuh bersaudara kakak memberi kami sebuah peta, aku bahkan tidak melihat petaku tapi kakak Fu Kai bisa mengetahuinya" ucap Yan Sha Sambil membanggakan kakaknya.


"Sungguh, kau memang anak yang manis, apa kau bisa mengendalikan air" tanya Ling Na.


"Aku bisa, kakak pernah mengajari aku meski dia penguna elemen api tapi kakak bisa mengajariku elemen air bukankah kakakku luar biasa" ucap yan Sha.


"Anak laki laki itu sungguh melakukan segalanya" batin Ling Na.


"Baiklah sha'er kau bisa menunjukannya padaku kan" uca Ling Na.


"Emm tentu saja" jawab yan Sha sambil mengangguk yakin.


Yan Sha mendekati sebuah kolam didekat mereka Yan Sha mengayunkan tangannya dan air mulai terakat keatas kemudian yan Sha mengumpulkan semua airnya ditelapak tangannya hingga membuat sebuah bola Air.


"Anak sekecil ini bisa menguasai elemen air sesempurna ini, aku tidak akan menyia nyiakan jenius sepertinya aku pasti akan membuatnya menjadi anak yang luar biasa" batin Ling na dengan tersenyum


"Baiklah cukup Yan Sha, mulai hari ini jangan panggil aku nona tapi panggil aku guru, apa kau mengerti" ucap Ling Na.


"Emm baik Guru" ucap Yan Sha sambil membungkukkan badannya dan Tersenyum.


"Aku pasti bisa melindungi saudaraku suatu saat nanti" batin Yan Sha.


dan Yang Terakhir tentu saja Sao Feng dia bertemu dengan seorang lelaki paruh baya dia adalah satu satunya pengguna elemen Es bernama Dong Chan, meski umurnya sudah cukup Tua tapi wajah dan tubuhnya masih seperti umur 20 tahunan.


"Kenapa kau diantar kemari" tanya Dong Chan.


"kakak memintaku untuk berguru pada anda" ucap Sao Feng.


"Aku adalah penguna elemen Es dan aku hanya akan menerima murid dengan elemen Es saja, itu adalah Sumpahku" ucap Dong chan.

__ADS_1


"Tapi kakak bilang aku memiliki elemen Es" jawap Sao Feng.


"Kalau begitu buktikan padaku" ucap Dong Chan.


Sao Feng mencoba mengeluarkan energi spiritualnya tapi sekuat apapun dia mencoba energinya tidak keluar.


"Bocah sebaiknya kau kembali, aku tidak punya waktu untuk bermain main" ucap Dong chan namun dia juga merasakan hawa dingin merembes keluar dari tubuh Sao Feng namun dia masih tidak menghiraukannya.


"Tolong kumohon jadikan aku muridmu, jika tidak kakak, ayah dan ibu akan kecewa padaku" ucap Sao Feng dengan menahan air matanya.


"Kemarilah" ucap Dong Chan yang merasa ada hal aneh pada Sao feng


Sao feng mendekat kearah Dong Chan , kemuadian Dong Chan memegang pergelangan tangan Sao Feng dan menutup matanya. perlahan Dong Chan memasukkan energi dinginnya kedalam tubuh sao Feng.


Bukan kedinginan Sao Feng malah merasakan aliran energi yang membuatnya merasa nyaman.


"Apa yang paman berikan padaku, tubuhku terasa sangat nyaman" ucap Sao Feng dan itu membuat Dong Chan terkejut.


"Tadi apa yang kau rasakan, apa kau tidak kedinginan" tanya Dong chan.


"Aku mengerti sekarang, apa kakakmu pernah melihatmu menggunakan elemen Es." tanya Dong Chan.


"Aku tidak tau, kakak hanya mengatakan jika aku penguna elemen es " ucap Sao feng.


"Anak ini mempunyai hawa dingin yang sangat murni bahkan lebih murni dari milikku, hanya saja dia belum bisa mengendalikan kekuatannya yang luar biasa besar, aku akan mengajarinya dia masih kecil lebih mudah untukku mengajarinya" batin Dong Chan sambil memandang Sao Feng.


"namamu tadi sao feng kan" tanya Dong Chan


"Iya paman" jawab Sao Feng.


"mulai hari ini aku akan mengajarimu bagaimana mengendalikan kekuatanmu" ucap Dong Chan yang seketika membuat Sao feng tersenyum.


"Sungguh, apa aku boleh memanggilmu guru" tanya Sao feng dengan gembira.


"Emmm tentu saja kenapa tidak, aku akan membuatmu menjadi pendekar terhebat sepanjang sejarah" ucap Dong Chan.


Sao feng sangat bahagia karena dia bisa di terima sebagai murid dari Dong Chan.

__ADS_1


"Kakak aku berhasil, ayah dan ibu pasti senang" batin Sao feng.


kembali kekehidupan Fu Kai yang harus bekerja sambil belajar, dia bekerja sebagai pelayan putri raja ,kerajaan Chen dipimpin oleh raja yang bernama Chen Huo dan memiliki satu orang putra dan dua orang putri, putranya bernama Chen Sio dan putri peetamanya bernama Chen Mia dan yang kedua adalah Chen Sia. Chen


Chen Sio dan Chen Sia adalah anak dari permaisuri wen lai sedangkan Chen Mia merupakan anak dari seorang selir bernama yan Mei.


Saat Ini Chen Sio sedang menjalani pendidikannya di akademi kerajaan dan kali ini Fu Kai ditugaskan untuk menjaga kedua putri . putri Sia memiliki watak yang sangat lembut dan angun dia juga sangat baik kepada siapapun namun berbeda dengan adiknya Putri Mia memiliki watak yang keras kepala dan juga sangat sombong dia tidak segan segan menghukum para pelayannya meski hanya melakukan kesalahan kecil.


Hari ini adalah hari pertama Fu Kai berada diistana dia menyelesaikan tugasnya dengan baik.


"Permisi Tuan Putri Chen Sia, yang mulia memanggil anda dan putri Chen Mia keruangannya" ucap Fu Kai pada Dua Orang Gadis cantik itu.


"Baiklah terimakasih" jawab Chen Sia Dengan lembut.


"Kau pelayan baru ya," tanya Chen Mia dengan ketus.


"Benar Tuan Putri" jawab Fu Kai dengan Hormat.


"Kalau dilihat dari tubuhmu mungkin kau seumuran dengan kami, kamu pasti dari keluarga miskin ya, hahaha" Putri Chen Mia tertawa Sambil menutup mulutnya.


Fu Kai hanya diam , ini adalah hari pertamanyadia tidak ingin membuat semuanya kacau.


"Kakak Kau tidak boleh berkata seperti itu, maafkan kakakku, emm siapa namamu" tanya Chen Sia.


"Tidak masalah Tuan putri, namaku adalah Fu Kai" ucap Fu Kai dengan tersenyum.


"Cih dasar pelayan rendahan, adik ayo segera temui ayahanda" ucap Chen Mia sambil menarik Chen Sia.


Fu Kai menahan amarahnya, dia mengepalkan tangannya dengan erat, dia mengingat adik adiknya dia begini karena ingin adik adiknya hidup layak.


Sementara saat siang menjadi pelayan lain halnya saat Malam Tiba ,Fu Kai akan berlatih bersama Gurunya, meski lelah seharian bekerja tapi tak menyurutkan semangatnya untuk berlatih, Fu Kai juga selalu memperlajari Buku jurus yang diberikan Oleh Bai Long , dia selalu membacanya saat ada waktu luang saat bekerja.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2