Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 45. Lagit dan bumi


__ADS_3

Skip


Tiga hari telah berlalu dan hari ini putri Li Xuan dari Kerajaan Li dibenua Utara datang bersama rombongannya, dan Tiga hari lagi acara pertunangan akan dilaksanakan.


"Aku tidak akan menyambutnya" Ucap Pangeran Sio.


"Ayolah, apa kau ingin membuat kaisar malu" ucap Fu kai.


"Tidak" jawab Cepat pangeran Sio.


"Baiklah kalau begitu ayo cepat aku akan membantumu bersiap" ucap Fu Kai.


"hah kau ini, ayolah kau tidak memahami aku ya" ucap Pangeran Sio.


"Tentu saja aku memahaminya karna kau kakakku, jadi cepatlah yang mulia sudah menunggu" ucap Fu kai.


"Iya iya aku akan bersiap dengan cepat" ucap Pangeran Sio dengan senyum tipis diwajahnya, dia baru pertama kali mendengar Fu kai memanggilnya kakak.


Digerbang Istana Rombongan putri Li xuan Bersama Raja Li Zuhan datang dengan kereta mewah.


Kaisar Chen sedari tadi terus menatap tempat yang seharusnya para pangeran Berada.


"Aish kemana mereka berdua ini" batin Kaisar chen dengan Khawatir.


Putri Xuan dan Raja Zuhan turun dari kereta nya,mereka dengan anggun memasuki gerbang istana.


Kaisar Chen langsung meju untuk menyambut Mereka.


"Salam Raja Zuhan, senang sekali rasanya dapat melihat anda" ucap Kaisar Chen sambil menangkupkan tangannya dan dengan senyum yang mengembang.


"Aku bahkan merasa terhormat bisa berjumpa orang sehebat anda Yang mulia kaisar, "ucap Raha Zuhan dengan senyum khasnya.


"Salam Yang mulia kaisar" ucap putri Li Xuan dengan senyum lembut dan Hormat dengan anggun.


"Wah putri Xuan anda terlihat sangat cantik" ucap KaisarChen.


"terimakasih Yang mulia" ucap Putri Li Xuan.


"Salam Putri Xuan" ucap Putri Sia dan putri Mia bersamaan.

__ADS_1


"Salam Tuan putri Mia dan tuan putri sia, bagaimana kabar kalian" tanya Putri Li Xuan dengan suara lembutnya.


"Kami sangat baik, Lalu dimana pageran Zuha dan pangeran Zin" tanya Putri Mia dengan anggun.


"Ah sayang sekali putri Mia, mereka tidak bisa datang hari ini karena ada pekerjaan, mungkin dihari pertunanganku mereka akan datang, lalu dimanakah pangeran Sio berada" ucap Putri Li Xuan sambil melirik kesana kemari mencari pangeran Sio.


"Wah wah putri Xuan apakah anda tidak sabar untuk bertemu kakak Sio" ucap Putri Sia sambil mengoda putri Xuan.


"Tidak bu bukan seperti itu.. " ucap Putri Xuan dengan wajah memerah menahan malu.


"Oh Ayolah putri Xuan kakakku akan segera datang, dia itu lebih rumit dibanding perempuan, kakakku yang satunya sedang membantunya bersiap" ucap Putri Sia.


"Emm benarkah seperti itu,.. tapi tunggu dulu kakak yang satunya..? bukankah kalian hanya punya satu kakak" tanya Putri Xuan.


"Ehh apa berita tentang Tujuh pangeran dan putri Kekaisaran Chen belum tersebar" tanya Putri Mia.


"Benarkah.. aku sepertinya yng kurang memperhatikan" ucap Putri Xuan dengan tertawa canggung.


"Dari pada memikirkan hal itu lebih baik kita temui Calon Tuananganmu dan akan kukenalkan pada kakak baru kami" ucap Putri Sia.


"Maaf kami terlambat" ucap Pangeran Sio dan Pangeran Kai secara bersamaan Sambil memberikan hormat.


"Akhirnya kalian datang Juga, Raja Zuhan perkenalkan Dia adalah Chen Sio putra mahkota kekaisaran Chen tentu anda sudah mengetahuinya " ucap kaisar chen dan diangguki dan dibalaa senyum oleh Raja Zuhan.


"salam yang mulia Raja Zuhan" ucap PangeranSio Dan Pangeran Kai bersamaan.


"Kalian adalah pangeran pangeran yang tangguh, senang dapat melihat kalian" ucap Raja Zuhan namun tatapannya agak aneh saat melihat Fu kai.


meski begitu Fu Kai tidak terlalu menghiraukannya, dia tidak perduli pandangan orang lain padanya.


"Baiklah kalau begitu mari masuk,kami telah menyiapkan jamuan untuk menyambut kalian" ucap Kaisar Chen dengan Hormat.


"Maaf telah merepotkan yang mulia" ucap Raja Zuhan.


Mereka semua akhirnya masuk keruang perjamuan, kemudian mereka mulai duduk dan makan, ada hal janggal yang Dirasakan oleh Fu Kai, yaitu sedari tadi putri Xuan terus memandangnya.


"Ini Bukan hal baik" batin Fu Kai.


"Maaf yang mulia hamba telah selesai,masih ada bebrapa pekerjaan yang belum hamba selesaikan, hamba mohon undur diri" ucap Fu Kai sambil berdiri.

__ADS_1


"Baiklah anakku pergilah, setelah selesai pekerjaanmu kembalilah untuk berkumpul bersama kami" ucap kaisarChen.


"Baiklah, Terimakasih yang mulia, kalau begitu hamba mohon undur diri" ucap Fu Kai sambil memberikan hormat.


"Raja Zuhan dan putri Xuan mohon maaf tidak bisa menemani" ucap Fu Kai dengan hormat.


"Bukan masalah yang besar pangeran" jawab Raja Zuhan dan Putri Xuan hanya mengangguk dengan malu.


Fu Kai kemudian pergi dari ruang perjamuan bersama dua pengawal pribadinya.


"Kudengar Pangeran Kai dulunya adalah seorang pelayan" ucap Raja Zuhan.


"Jika anda melihatnya lebih teliti lagi, dia bahkan memiliki wajah secerah dewa dan jika anda melihatnya dari sudut pandang lain mungkin anda akan merasa bahwa Fu Kai itu lebih Cocok menjadi Seorang Raja dari pada seorang pelayan" ucap kaisar chen dengan senyum Diwajahnya.


"Akumasih sangat penasaran bagaimana Seorang pelayan bisa menduduki tahta setinggi pangeran, aku tidak dapat melihat apapun selain bahwa dia hanya seorang pelayan rendahan" ucap Raja Zuhan.


Raut Wajah Kaisar Chen dan Pangeran Sio berubah kurang enak.


"Apa maksud anda yang mulia" Tanya Kaisar Chen.


"Tidak Kaisar, aku hanya ingin mengetahui dari manakah anda Bisa membuat keputusan sebesar itu, apalagi mengangkat seorang pelayan menjadi pangeran itu sungguh hal yang besar " ucap Raja Zuhan dengan wajah bingung.


kaisar chen melirik pangeran Sio dan melihat pangeran Sio Yang memberikan kode kepada Kaisar Chen untuk tetap bersabar.


"Huft, aku sangat percaya padanya Raja Zuhan, bahkan jujur saja aku merasa adanya suatu ikatan diantara aku dan Pangeran kai, ditambah lagi ayahku yang sangat pemarah itu bisa sangat menyayangi Pangeran Kai yang membuat aku merasa Yakin bahwa anak itu sebenarnya memang mempunyai hubungan Denganku" ucap Kaisar Chen yang berusaha menahan senyumnya.


"Hanya karena alasan itu saja, dia hanya pelayan bukankah sangat aneh jika seorang pelayan memiliki gelar setinggi itu, mereka adalah para makhluk rendahan, bahkan aku merasa Anak terlantar lebih pantas menjadi Pangeran Daripada Fu Kai itu" ucap Raja Zuhan.


"Tapi yang mulia raj..."


"Aku pernah mendengar pepatah dari seseorang, bahkan dewa saja bisa menjadi sangat Hormat kepada Mereka yang rendah tapi tunduk dan bisa menjadi sangat murka pada mereka yang tinggi tapi tidak menghargai, Setiap Orang memiliki jalan hidup masing masing Yang mulia, tidak semua orang terlahir sama, dan Tidak semua hal didunia ini sesuai dengan kehendak anda, Satu hal yang perlu anda ingat yang mulia jika anda sudah merasa menjadi langit maka tetaplah ingat pada bumi yang menjadikan anda terlihat tinggi... Ahh maaf menyela pembicaraan anda yang mulia kaisar, hamba kembali karena suling hamba tertinggal" ucap Fu Kai yang baru saja maauk dan mebgambil Serulingnya.


Kata kata Fu Kai benar benar membuat Raja Zuhan terdia. seribu bahasa, Dia tidak tau apa yang harus ia katakan, kata kata Fu Kai memang tidak salah namun entah mengapa dia masih agak merasa jengkel dan satu hal yang pasti, saat ini Raja Zuhan sangat oenasaran dengan Fu Kai dia ingin tau siapa fu aki yang sebenarnya, karena kata katanya yang membuat dia terlihat seperti dewa pengetahuan.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2