
Setelah selesai dengan urusannya bersama Cao Ya, Fu Kai kembali melesat kearah sebuah bukit, disekitar bukit itu ada sebuah kubah Tipis yang melindungi bukit itu, Fu Kai mencoba masuk namun tidak bisa.
Bahkan malah beberapa kali Fu Kai terlempar.
"Bagaimana cara menembus dinding perisai ini" ucap Pelan Fu Kai.
Fu Kai lalu duduk di bawah pohon persik didekat kupah pelindung untuk beristirahat.
"Siapa kau kenapa kau mencoba menerobos masuk kawasan ini" tanya Seorang pemuda dia membawa kipas ditangannya.
"Hanya ingin masuk" jawab Fu Kai sambil meneguk air yang ia bawa.
" tempat ini bukan tempat sembarangan yang bisa semua orang masuk" ucap Pemuda itu.
"Lalu apa syarat memasuki kubah pelindung itu" tanya fu kai sambil tersenyum.
Senyum fu kai membuat pemuda itu terkejut.
"kau harus memiliki ijin dari guru" ucap pemuda itu.
"Kalau begitu katakan pada gurumu bahwa pendekar tombak api datang berkunjung, dan katakan juga aku tidak punya banyak waktu" ucap Fu Kai.
"Pendekar tombak api sepertinya aku pernah mendengar" ucap pemuda itu.
fu kai tersenyum
" Katakan saja pada gurumu itu" ucap Fu kai.
Fu kai sebenrnya tau itu adalah Ji Huo namun dia juga ingin bertemu dengan huang tu.
Tak lama setelah Fu kai menunggu pemuda lain datang, dan mengatakan bahwa huang Tu meminta Fu kai untuk masuk.
pemuda itu adalah anak dari Huang Tu bernama huang tha
Fu kai memasuki kubah itu dan Aroma obat langsung tercium, fu kai terus berjalan hingga menuju gubuk dan sampai ditempat Huang Tu.
"Wah wah akhirnya kau mengunjungiku pendekar tombak langit kupikir kau sudah lupa denganku" ucap Huang Tu.
"Tentu saja Tidak , bagaimana bisa aku melupakan sang dewa obat" ucap Fu Kai dengan senyum dan lagi lagi senyum itu membuat Ji Huo terkejut.
"Guru sebenarnya siapa Pemuda ini" tanya Ji Huo.
"Bodoh kau tidak mengenalinya dia adalah kakakmu Fu Kai" Huang Tu berbicara dengan kesal.
Ji Huo tertegun sejenak dan Fu kai hanya tersenyum.
Jhi Huo lalu berlutut dan menangkupkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Kakak maafkan aku aku sungguh tidak tau bahwa itu kau" ucap Ji Huo.
Fu kai membantu Ji Huo berdiri dan memeluknya.
"Sekian tahun wajar jika kau tidak mengenalinya bahkan kakak sempat tidak mengenalimu tadinya" ucap Fu Kai
"Kakak Duduklah, bagaimana kakak bisa disini bukankah harusnya masih dua tahun lagi kita bertemu apa kakak ada masalah, aku pasti akan membantu kakak jika kakak dalam masalah" ucap Ji Huo.
Huang Tu dan Huang Tha begitu terkejut selama ini Ji Huo tidak banyak bicara bahakan jika tidak di tanya Ji Huo hanya akan diam dan melakukan aktifitas nya tanpa memperdulikan orang lain.
"Aku datang hanya untuk ini, gunakan seperlunya jangan terlalu boros" ucap Fu Kai sambil mengusap rambut Ji Huo.
"tapi uangku masih ada" ucap Ji Huo.
"Kakak tau, tapi ini kali terakhir kakak mengunjungimu jadi gunakan uang itu dengan bijak hingga waktu kita bertemu lagi" ucap Fu Kai.
"Kakak gunakan saja uangnya aku berada ditempat ini tidak memerlukan banyak uang" ucap Ji Huo.
"Aku sudah ada kau gunakan saja " ucap Fu Kai
"Huft kakak ini keras kepala sekali" ucap Ji Huo.
" emm benarkah hahaha" Fu kai habya tertawa lalu memandang Huang Tu.
" paman Huang Tu ini ada surat dari kerajaan Chen untukmu dari jendral bai Long" ucap Fu Kai sambil memberikan sebuah gulungan.
Huang Tu menerima surat dari Fu kai dan membacanya.
"Ya memang tapi ini hanya upaya pangeran Sio agar kerajaan Chen bisa kembali menjadi kekaisaran" ucap fu kai.
"Jadi kakak juga akan ikut bertarung , kalau begitu biarkan aku ikut dan aku pasti akn mengobati pasukan dengan cepat" ucap Ji Huo.
"Tidak Ji Huo, kau tidak boleh ikut berperang, lagi pula selain menemuimu aku juga akan mengambil beberapa ramuan obat dari Paman Huang Tu" ucap Fu Kai.
"tapi aku tidak ingin kakak terluka, aku tau kakak akan melakukan apa saja dengan ceroboh" ucap Ji Huo.
"Kali ini aku pastikan aku tidak akan ceroboh" ucap Fu kai dengan tersenyum tipis
"ini barang yang diinginkan jendral Bai Long, kau bisa membawanya dan sampaikan salamku pada jendral bai long" ucap Huang Tu.
Fu Kai mengibaskan tangannya dan semuanya hilang masuk kecincin penyimpanan.
"Terimakasih banyak Paman aku pasti akan menyampaikan salammu itu" ucap Fu Kai.
"Aku berdoa semoga kau selalu berjaya" ucap Huang Tu.
" aku sungguh sangat berterimakasih, aku juga berterimakasih karena anda sudi mengajari adikku, dia memang memiliki watak yang sangat dingin kepada orang lain" ucap Fu Kai dengan senyum tak berdaya.
__ADS_1
"aku sangat memahami sifat Ji Huo namun meski begitu dia adalah anak yang sangat baik, dia juga sangat berbakat aku sungguh tidak kecewa karena telah menerimanya sebagai muridku satu satunya" ucap Huang Tu.
"Benar Ji Huo memang sangat dingin tapi beberapa kali dia juga menyelamatkanku, dia adalah teman terbaikku" ucap Huang tha
"Aku menyelamatkanmu juga bukan sengaja" ucap Ji Huo.
"tetap saja kau menyelamatkanku" ucap Huang Tha
"terserah kau saja" ucap Ji Huo.
"hahaha kalian itu sebenarnya memang cocok menjadi teman, " ucap Fu Kai.
"Yah meski mereka selalu begitu namun mereka akan selalu kompak jika dalam masalah" ucap Huang Tu.
"Huft andai aku bisa disini lebih lama" ucap Fu Kai.
"Apa kau akan segera kembali " tanya Huang Tu.
"Yah aku harus kembali bagaimanapun kerajan Chen juga sudah menjadi tanggung jawabku lagipula tersisa dua adikku lagi yang belum kukunjungi" ucap Fu Kai.
"Hah bagaimanapun aku hanya bisa mendoakan semoga perjalananmu lancar, sebenarnya aku merasa kau terlalu bekerja keras" ucap Huang Tu.
" tidak ini semua memang sebanding, lagi pula ini semua memang yang harus aku lakukan" ucap Fu Kai
mereka sedikit mengobrol sebelum akhirnya fu kai berpamitan, meski Ji Huo meminta Fu Kai untuk tinggal sedikit lebih lama namun Fu Kai tetap pergi karena adiknya dan kerajaan masih menunggunya, dia tidak punya pilihan lain selain secepatnya pergi.
"Berhati hatilah kak, jika kau butuh bantuan kau bisa memanggilku" ucap Ji Huo.
"Pasti aku akan melakukannya kau tenang saja" ucap Fu Kai.
kemudian Fu kai pergi dengan berjalan kaki menuju kubah pembatas dan setelah keluar dari kubah itu Fu Kai menengok kebelakang dan tersenyu. kemudian dia melesat pergi dari sana dengan kecepatan Tinggi.
.
.
.
Ji Huo.
.
.
.
__ADS_1
.
Sebagai anak dari dewa mereka bertujuh tumbuh lebih cepat dari anak lainnya*