Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 26. Tidak pantas


__ADS_3

"Tidak, aku sudah tidak memperdulikan ramalan itu lagi, aku hanya ingin putaku kembali, aku bersalah memang aku sangat bersalah dan aku menyesal, aku sadar akan kesalahanku sebagai seorang ayah aku gagal" ucap Chen Ga dengan berurai air mata.


"menyesal untuk apa, kau adalah tuan besaf yang terhormat ayah dari Raja Chen pemilik kerajaan Terbesar dibenua ini namun karakter anda sebagai seorang ayah sudah ternodai, anda benar benar lebih rendah dari pada seorang penjahat" ucap Fu kai dengan kemarahannya.


"Kau Kau tau segalanya tentang putraku, tolong katakan padaku bahwa yang kau katakan tadi adalah salah" ucap Chen Ga dia masih tidak percaya atas kematian putra tertuanya.


"dia bukan lagi putramu, ayahku adalah orang yang penuh kasih sayang, tapi kau kau adalah orang yang keji" ucap Fu kai yang membuat Chen Ga terkejut bukan main.


"Kau tadi mengatakan ayah, jadi kau putra dari Chen Ho, kau cucu ku" ucap Chen Ga dia ingin memeluk Fu kai namun Fu kai mundur dia tidak ingin disentuh oleh Chen Ga dia sangat kecewa dengan kakeknya.


"Aku bukan putra dari Chen Ho tapi aku putra dari Ceng ho pria penuh kasih sayang, dan kau bukan kakekku, kakekku telah mati saat ayahku diusir dari rumahnya sendiri" ucap Fu Kai dia juga menangis membayangkan betapa hancurnya hati ayahnya dahulu saat diusir oleh ayah kandungnya sendiri.


Bagai tersambar petir Chen Ga jatuh terduduk dengan lemah air matanya mengalir tanpa henti dia mencoba meminta maaf pada Fu Kai.


Fu Kai menatap kakeknya itu


"Andai kau tidak mengusir ayahku waktu itu mungkin sekarang aku masih mempunyai ayah dan ibu, dan adik adikku tidak perlu menderita diluar sana" ucap Fu kai.


Fu Kai lalu pergi dari sana meninggalkan Chen Ga yang meratapi kesalahannya ,kata kata Fu Kai memang tidak salah, andai chen Ho disini dia akan dilindungi oleh kerajaan Chen, apalagi karena Perbuatan Chen Ga dahulu yang memaksa Chen Ho bersumpah untuk tidak menggunakan senjata lagi membuat Chen Ho Tiada tanpa perlawanan yang berarti.


"Apa aku seburuk itu, bahkan aku memperlakukan Cucuku dengan sangat buruk," ratap Chen Ga dia berjalan kembali ke kediamannya dengan lemah, dia memikirkan betapa buruknya perlakuannya pada Fu kai dan Chen Ho.


Sementara Fu kai dia berada di tepi danau dia bersandar disebuah pohon sambil memandang bulan purnama.


"Apa yang harus kulakukan sekarang, pergi dari sini pun hanya akan menambah bebanku dan berada disini hanya akan mengingatkanku tentang penderitaan ayahku" ucap Fu kai dia lalu melempar sebuah batu kedanau, tiba tiba air danau bergerak seperti ada sesuatu didalam yang akan keluar.


Cahaya Terang bersinar membuat Fu Kai harus menutup matanya, dan setelah membuka matanya seorang wanita cantik yang duduk diatas sebuah bunga teratai raksaksa muncul dihadapan Fu kai.


Fu Kai terkejut, dia bertanya tanya siapa wanita itu.


"Anak muda kenapa kau meluapkan kekesalanmu pada danau ini" ucap Suara yang lembut dan siapapun yang mendengarnya akan merasa damai.


"maafkan aku, aku tidak mengetahui jika anda berada didalam sana" ucap Fu Kai sambil menangkupkan tangannya tanda permohonan maaf.


"Aku selalu berada disini, aku juga bisa berada dimanapun, aku adalah que zi yang sering disebut sebagai dewi suci, karena selama hidupku aku belum pernah menyentuh lelaki dan karena aku selalu disucikan oleh air danau ini" ucap wanita itu.


"Dewi Suci, aku telah bersalah, mohon ampuni kesalahanku" ucap Fu kai dia semakin terkagum saat melihat seorang dewi.


Dewi Suci itu melihat tanda api di dahi Fu Kai.

__ADS_1


"Dari mana kau mendapat tanda itu" tanya Dewi Suci


"Tanda apa...?" Fu Kai dibuat binggung dengan pertanyaan Dewi Suci.


"Tanda didahimu" ucap Dewi Suci .


Chu Tian melihat kedalam air dia hanya meihat wajahnya namun tidak ada tanda apapun didahinya.


"Apa anda salah lihat dewi, aku tidak melihat apapun didahiku" ucap Fu Kai.


" tapi aku.... Tunggu siapa namamu" tanya Dewi Que Zi


"Namaku Adalah Fu kai" ucap Fu Kai.


"Fu Kai nama yang menarik apa kau punya enam saudara lainnya" tanya Dewi Que Zi.


Fu Kai mengkerutkan keningnya.


"Bagaimana anda bisa tau" tanya Fu Kai.


"Takdirmu masih sangat panjang lakukanlah semuanya sesuai keinginan hatimu" ucap Dewi Que Zi.


"Apa maksud anda " tanya Fu Kai.


"Aku tau kau belum paham, tapi suatu saat kau pasti mengerti, ingatlh kata kataku Fu Kai tetaplah dijalan kebenaran jangan pernah menginjakkan kakimu dijalan yang buruk itu akan menodaimu, dan satuhal lagi tetap bangun hubunganmu dengan para saudaramu dengan Cinta dan kasih sayang, dengan itu kau pasti bisa mendapatkan apa yang kau inginkan" ucap Dewi Que Zi lalu menghilang kembali kedalam Danau.


Fu Kai masih memikirkan semua perkataan Dewi Que Zi sambil bersandar di batang pohon bahkan dia tidak sadar bahwa dia ketiduran disana hingga pagi datang.


"Fu Kai.. hei bangunlah" Bai Long datang dan membangunkan Fu Kai yang tertidur.


"jendral apa yang jendral lakukan disini" tanya Fu Kai.


"Seharusnya aku yang bertanya mengapa kau tidur disini, apakah Tuan besar mengusirmu" Tanya Bai Long.


Fu Kai menghela nafas lalu memandang danau.


"Tidak, dia tidak akan berani mengusirku, aku disini hanya untuk menenangkan dori tapi siapa sangka aku malah ketiduran" ucap Fu Kai.


"Yasudah ayo kembali lihat bajumu basah terkena embun," ucap Bai Long lalu membantu Fu Kai Berdiri.

__ADS_1


"paman terimakasih" ucap Fu Kai.


Fu Kai dan Bai Long menuju gudang tempat Fu Kai tinggal. saat sampai mereka melihat Chen Ga yang sudah berada didepan pintu.


"Apa yang Tuan besar lakukan pagi pagi begini ditempatmu" tanya Bai Long.


"jendral bertanya padaku, aku saja baru pulang" ucap Fu Kai


"Baiklah ayo kita lihat apa yang dia inginkan" ucap Bai Long


"Salam Tuan Besar" ucap Bai Long namun tidak dengan Fu Tian.


"Fu kai dari mana saja kau, aku mencarimu " ucap Chen Ga dengan kata kata yang lembut tidak seperti biasanya yang kasar.


Jendral Bai Long mengkerutkan keningnya, Dia binggung dengan perubahan sifat Chen Ga pada Fu Kai.


"Aku Tidak dari manapun" ucap Fu kai Yang langsung masuk untuk menganti pakaiannya.


"Tunggu pakaianmu basah cepat ganti pakaianmu, jika tidak kau akan sakit" ucap Chen Ga


"Aku memang akan melakukanya" ucap Fu Kai.


"Aku punya baju yang masih baru kau ambilah dan pakai pakaian ini" ucap Chen Ga.


" seorang pelayan sepertiku tidak pantas mengunakan pakaian bangsawan seperti itu" ucap Fu kai dia lalu masuk tanpa menengok lagi.


"Maaf tuan besar jika boleh tau kenapa sifat anda sangat ber beda hari ini pada Fu Kai." tanya Bai Long dia sudah sangat penasaran.


"Bai Long berikan ini padanya, aku akan memberikan apapun padamu asal kau berjanji agar membuatnya tidak kekurangan kasih sayang sedikitpun" ucap Chen Ga dengan sedih.


" kenapa tuan besar mengatakan itu, aku memang menyayanginya seperti putraku sendiri, aku hanya sangat penasaran dengan sikap anda, saat pertama dia kemari bahkan anda tidak menyambutnya dengan baik dan sekarang anda seperti ini" ucap Bai Long.


" kau benar bai long Dia adalah anak yang istimewa seperti yang kau katakan dahulu, aku menyesal telah memperlakukannya seperti pelayan padahal dia adalah bagian dari diriku" ucap Chen Ga lalu memberika pakaian yang ia bawa dan pergi tanpa memperdulikan kebingungan Bai long.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2