Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 38. Bersikaplah Sopan


__ADS_3

Setelah penyambutan itu Fu Kai dan Semua adiknya diberikan sebuah kediaman kecuali Fu Kai yang memang sudah memilikinya.


malam itu pesta pwrayaan Digelar dengan meriah, dan malam itu Chen Ga juga datang, dia melihat Fu kai memakai pakaian yang ia berikan membuatnya merasa lega.


Namun disamping Itu dia melihat Cucu Cucunya berkumpul dengan enam orang Anak yang dia belum pernah lihat sebelumnya.


"Siapa Mereka semua, aura yabg terpancar dari tubuh mereka sangat menenangkan dan hampir sama dengan Fu Kai." ucap Chen Ga sambil terus memandang Fu Kai dan Yang Lainnya.


Sao Feng tanpa sengaja melihat kearah Chen Ga yang sedang menatap kearah mereka. Sao Feng Lalu mendekat pada kakaknya dan mengatakan bahwa Tuan besar terus melihat pada mereka.


Fu Kai menatap Chen Ga, Chen Ga yang melihat itupun tersenyum.


"Biarkan saja kau tidak perlu khawatir, aku akan berbicara padanya" ucap Fu kai pada Sao Feng.


"Semuanya aku permisi sebentar" ucap Fu Kai.


"Jangan lama lama Fu Kai" ucap Chen Sio dan Diangguki oleh Fu Kai.


Fu Kai berjalan menuju Chen Ga dan Duduk disampingnya.


"Apa yang ingin anda tanyakan" ucap Fu Kai.


"Aku aku hanya merasa sangat senang melihatmu memakai baju pemberianku, setidaknya itu mengurangi sedikit bebanku" ucap Chen Ga dengan senyum diwajah Tuanya.


"Aku memakainya karena ini adalah permintaan Yang Mulia, dan aku tau anda bukan ingin menanyakan tentang itu tapi tentabg enam orang itu bukan" ucap Fu Kai.


"Aku memang ingin mengetahuinya namun jika kau tidak.."


"Mereka adalah saudaraku" ucap Fu Kai memotong Perkataan Chen Ga.


Chen Ga yang mendengar itu merasa terkejut.


"ja jadi mereka semua adalah saudaramu" ucap Gugup Chen Ga dia tidak bisa menutupi raut bahagianya.


"Tentu saja" ucap Fu kai.


"Bo Bolehkan aku bertemu dengan mereka" ucap Chen Ga binar bahagia terus tersirat diwajah tuanya.


" tentu saja tapi tidak sekarang, Pangeran Sio , putri Sia dan Putri Mia juga ada disana, aku tidak ingin mereka tau yang sebenarnya" ucap Fu kai.


"Kakek janaji kakek tidak akan membocorkan apapun, kakek hanya ingin menyapa mereka semua" ucap Chen Ga.


"Terserah Tuan Besar saja" ucap Fu Kai sambil menghela nafas.


Dengan semangat Chen Ga menghampiri meja para anak muda itu.

__ADS_1


"Bisa aku bergabung" ucap Chen Ga yang baru saja datang bersama Fu Kai dibelakangnya.


"Tuan Besar, ah silahkan, Mari duduk disini" ucap Yan Sha Sambil Memberikan Tempat Duduknya.


"Tidak papa aku masih sangat kuat untuk berdiri" ucap Ch3n Ga dengan senyum.


"Ayolah duduk disini aku akan mengambilkan secankir teh untuk anda" ucap Yan Sha dan meminta Seorang pelayan memberikan teh yang ia bawa.


"benar sebaiknya kake Duduk sebelum punggung kakek sakit lagi" ucap Pangeran Sio Dengan tersenyum.


"Apakah Tuan Besar punya penyakit Punggung, Aku mempunyai beberapa obat untuk itu, aku akan memberikannya nanti" ucap Ji Huo.


"Hahaha Baiklah Terimakasih, tai bisakah kalian semua jangan memanggilku Tuan Besar panggil saja Kakek Ku sudah menganggap kalian sebagai cucuku, Kau juga boleh Memanggilku kakek Fu Kai, aku akan sangat senang mendengarnya" ucap Chen Ga sambil tersenyum.


"Terimaksih atas kehormatannya kakek" ucap.Fu Kai sambil membungkuk Hormat.


mendengar Fu Kai memanggilnya kakek Wajah Chen Ga semakin berbinar.


"Wah Kakek kau terlihat bahagia hari ini apakah ada Sesuatu Yang Luar Biasa" tanya Putri sia.


" tentu saja Hari Ini Aku bisa berte...."


"Ehemm" Fu Kai berdehem untuk mengingatkan Chen Ga tentang rahasianya.


"Ah karena aku Bisa berkumpul dengan keluarga kakek, bukankah kita sangat jarang bertemu, dan Kakek sangat senang atas kemenanganmu" ucap Chen Ga.


"Aku sangat bersyukur kalian bisa datang dan membantu cucuku, aku tidak tau jika kalian tidak datang apa yang akan terjadi pada Cucuku" ucap Chen Ga dia tentu sangat tau tentang kekejaman Sai Yung dan Dia tentu tau sai Yung memiliki anugrah serta kutukan ,anugrah bahwa dia tidak bisa mati namun juga kutukan bahwa kematiannya berada ditangan Tujuh Keturunan dewa.


"Sebenarnya kami datang bukan untuk membantu Kerajaan Chen tapi kami datang Untuk kakak Kami" ucap Cao Ya dengan agak dingin.


"Cao Ya kau tidak boleh berkata seperti itu" ucap We Fui.


"Tapi Kak aku mengatakan yang sebenarnya" ucap Cao Ya dengan kesal.


"Cao Ya kau tidak boleh seperti itu, kau harus hormat Pada kakakmu" ucap Shi Mei.


"Ck memang apa salahku" ucap Cao Ya lalu berdiri dan pergi meninggalkan tempat itu dengan kesal


"Cao Ya..." Teriak Shi Mei dia ingin mengejar Cao Ya.


"Shi mei biarkan saja dia nanti aku yang akan membujuknya, dia masih dalam keadaan yang tidak baik" ucap Fu kai.


"Ah maafkan Kakek, ini Semua salah Kakek" ucap Chen Ga.


"Tidak kek Cao Ya memang seperti itu dia akan bersikap dingin pada siapapun aku agak khawatir dengan Itu" jawab We Fui.

__ADS_1


"Fu Kai aku..."


"Aku akan menemui Cao Ya, kalian teruskan pestanya" ucap Fu kai lalu pwrgi tanpa mendengarkan apa yang ingin Dikatakan Chen Ga.


"Ada apa dengan kakak" Tanya Ji Huo.


"Mungkin dia sedang menghawatirkan kak Cao Ya sebaiknya aku menyusulnya" ucap Sao feng dia bergegas mengikuti kakaknya.


"Kalian ini malah pergi sendiri sendiri, yasudah kita lanjutkan lagi, " ucap Pangeran Sio.


"Kakek akan kembali kekediaman ini sudah larut sebaiknya kalian juga segera beristirahatlah" ucap Chen Ga.


"Baiklah kakek," ucap Putri Sia.


"Aku akan mengantar kakek sekaligus aku akan memberikan obat" ucap Ji Huo.


"Jika itu tidak merepotkan Saudara Huo Boleh saja" jawab Pangeran Sio.


"Tentu saja Tidak" ucap Ji Huo dia lalu membawa Chen Ga kekedimannnya, Chen Ga merasa senang karena cucu cucunya sangat baik, hanya saja Chen Ga belum bisa meluluhkan hati Fu Kai padahal tiga tahun telah berlalu.


Sementara Itu Ditempat Cao Ya berada dia duduk sambil memandang Danau kecil dengan pantulan sinar Rembulan.


"Cao Ya Apa yang kau lakukan ditempat seperti ini" tanya Fu Kai yang baru saja datang.


"Kakak, aku tidak melakukan apapun" ucap Cao Ya matanya terlihat sembab.


"Cao Ya dengarkan kakak, kau tidak bisa berbohong padaku, apa kau menangis, katakan padaku apa yang membuatmu menangis apa karena perkataan kakak kakakmu tadi" ucap Fu Kai sambil berjongkok didepan Cao Ya.


" mengapa mereka begitu padaku, padahal aku mengatakan yang sebenarnya" ucap Cao Ya.


" hanya karena itu kau menangis, dasar cengeng sudah mereka juga tidak salah kau harus bisa menjaga sikapmu dia itu kakekmu, sudah sekarang tenanglah" ucap Fu kai sambil memeluk adiknya itu.


"Kakek...? siapa uang kakak maksud" tanya Sao feng yang mendengar perkataan Fu Kai.


Seketika Fu Kai dan Cao Ya Terkejut.


"Sao Feng apa yang kau lakukan disini" tanya Fu Kai.


" Kakak Jawab Dulu peetanyaanku" ucap Sao Feng.


"Sebenarnya....."


.


.....

__ADS_1


.


.


__ADS_2