
brakkkk.....
"Aku benar benar tidak menyangka, kupikir anda itu.... arrrkkhh" Ji Huo sang pendiam kini marah besar dia mengacak acak rambutnya sendiri, bahkan kini dia terduduk lemas dilantai.
"Ayah ibu" ucapnya lirih.
Fu Kai langsung mengahampiri adiknya dan menenagkannya dia tau ji Huo adalah satu satunya saudaranya yang sangat sulit marah namun sekalinya marah dia sangat susah dikendalikan.
"Aku juga merasa kecewa padamu" ucap Shi mei sambil memalingkan wajahnya terlihat dia sedang menahan tangisnya.
"Aku sudah siap menerima kebencian kalian, asalkan kalian tau yang sebenarnya, kakek harap kalian bisa memaafkan kakek." ucap Chen ga terlihat raut penyesalah pada wajahnya.
Shi Mei menatap tajam.
"Aku akan memaafkanmu asal...!" dia mengantung ucapannya.
"Asal apa..?" tanya Chen Ga.
"Shi Mei jangan lakukan itu" ucap Fu kai sambil mendongak karena dia sedang berjongkok dibawah dan Shi Mei berdiri.
"Tidak kakak kali ini jangan halangi aku" ucap Shi Mei.
"Katakan pada kakek apa yang kau inginkan" tanya Chen Ga dengan lembut dan hati hati.
"Aku ingin kakakku mendapatkan haknya, dia adalah putra tertua dari Chen Ho, itu artinya dia adalah tahta dari kerajaan ini, lagi pun kakak sudah banyak membantu kerajaan ini hingga hampir menjadi sebuah kekaisaran" ucap Shi mei.
"Shi mei sudah cukuppp....!!" teriak Fu Kai dia langsung berdiri dan berada dihadapan Shi mei dengan wajah marahny.
"Aku tidak ingin menjadi raja" ucap Fu Kai dengan dingin dia lalu keluar dari kediaman Chen Ga begitu saja.
"Kakak.." ucap lirih shi mei dan Ji huo.
Dikediaman itu ternyata ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka tanpa disadari oleh mereka semua.
Sementara itu Fu kai kini berada di hutan kecil dekat istana dia meninju sebuah pohon tanpa mengunakan energi spiritualnya dan benar benar hanya mengandalkan Fisiknya.
Dia berbuat seperti itu untuk meredakan emosinya, dia sunghuh tak menyangka adiknya sungguh haus akan tahta.
"Kakak.." panggil Shi mei dari belakang namun Fu kai tidak menoleh sedikitpun dia hanya terus memukuli pohon itu tanpa henti.
"Kakak tolong hentikan, maafkan aku..." Shi mei langsung memeluk Fu kai dari belakang. fu kai menghentikan kegiatannya.
Dia masih tak bicara dan diam untuk beberapa saat.
"apa yang membuatmu bisa berfikir seperti itu" tanya Fu kai
"Aku hanya ingin kakak mendapatkan haknya, kakak layak mendapat kan nya, aku sungguh sangat sedih melihat kakak selalu berjuang ini saatnya kakak menjadi seorang raja yang berkuasa" ucap Shi Mei dengan mata berkaca kaca.
"Shi Mei dengar kakak tidak membutuhkan itu semua, kakak hanya ingin kalian semua hidup bahagia" ucap Fu Kai sedikit berteriak dan memelankan suaranya dikalimat terakhirnya.
__ADS_1
"Kau terlalu naif kak, aku aku aku sungguh tidak mengerti dengan apa yang kau perjuangkan saat ini" ucap Shi Mei.
"Tidak Shi Mei, aku hanya melakukan apa yang menurutku benar, apa kau tidak mengerti jika keluarga Chen tau bahwa Ayah masih memiliki keturunan maka keluarga itu akan hancur, aku tidak akan membuat seseorang menderita diatas kebahagiaanku, mereka telah menganggap ku sebagai keluarga itu sudah lebih dari cukup, apa kau mengerti semua bukan tentang harta dan tahta tapi juga tentang bagaimana kau menyikapi semua hal, " ucap Fu Kai.
"Tapi aku hanya ingin kakak mendapatkan hal yang selayaknya kakak dapat, kakak sudah memperjuangkan semuanya tapi kenapa kakak tidak menikmatinya" ucap Shi Mei dengan menundukkan kepalanya.
Fu Kai memeluknya, dan Shi Mei membalasnya dengan erat.
"Aku pasti akan memperjuangkan apa yang menjadi milikki tapi mungkin tidak sekarang, " Ucap Fu Kai
"Kakak akan memperjuangkan kerajaan ini" tanya Shi Mei memastikan.
Fu Kai tersenyum dan menggeleng.
" aku tidak akan memperjuangkan sebuah kerajaan, kecuali jika diperlukan" ucap Fu Kai dengan tersenyum.
Shi Mei masih tidak mengerti dengan kata kata kakaknya itu.
"Kakak tanganmu.."
" tidak apa apa ini hanya luka kecil" ucap Fu Kai.
Mereka berdua berjalan menuju istana.
"Kakak biarkan aku mengobati lukamu" ucap Shi Mei.
"Tidak.."
"Astaga bagaimana adikku bisa berubah menjadi singa" batin Fu Kai sambil menelan ludah.
" kakak aku inhin bertanya sesuatu padamu" ucap Shi Mei.
" hmm tanyakanlah" jawab Fu Kai.
"Apa kakak... emm sudah mempunyai wanita yang kakak cintai..?" tanya Shi Mei.
"Uhuk uhuk uhukk.." Fu Kai tersedak minuman yang baru saja ia minum.
"Ehh kakak apa kakak baik baik saja, lain kali pelan pelanlah sedikit" ucap Shi Mei.
"Kau kakaknya atau aku kakakny, aku bukan anak kecill.." batin Fu Kai.
"Ehem kenapa kau bertanya Seperti itu" tanya Fu Kai.
"Tidak aku hanya bertanya saja, jadi apa kakak sudah mempunyai seseorang" tanya Shi Mei mengulangi pertanyaannya.
"Huh saat ini kakak tidak memikirkannya sampai disana tapi sepertinya memang tidak ada" ucap Fu Kai sambil tersenyumm.
"Bagaimana kakak bisa sesantai itu, padahal di usianya itu seharusnya dia setidaknya sudah harus mencintai seseorang" batin Shi Mei sambil memandang aneh kakaknya.
__ADS_1
"Kenapa kau melihat kakak seperti itu" tanya Fu Kai sambil kembali meminum Tehnya.
"Kakak tidak akan sendiri selamanya kan" tanya Shi Mei sambil menyipitkan matanya.
"Pffffftttt, uhuk uhuk... apa yang kau tanyakan itu Shi Mei" ucap Fu Kai dia menyemburkan kembali air yang belum sampai kerongkongannya dan itu juga membuatnya tersedak.
" tidak aku hanya bertanya saja karena kakak belum mendapatkan pasangan" ucap Shi Mei.
" ya tapi tidak berarti kakak akan terus sendiriankan" ucap Fu Kai.
" yah bagaimana ya kakak itu sangat dingin dengan para wanita yang menyukai kakak" ucap Shi Mei.
"Setidaknya aku tidak sedingin adikmu itu" ucap Fu Kai.
"Siapa" tanya Shi Mei.
"Hai hai kakak kakakku" ucap seseorang dari belakang.
" panjang umur" ucap Fu Kai.
"Ehh..? apa kakak baru saja membicarakanku" tanya Sao Feng.
" tidak, belum sempat, baru memikirkannya saja" ucap Fu Kai.
"Kurasa kakak benar" ucap Shi mei tiba tiba.
"Apanya" tanya Fu Kai drngan wajah polos.
" aku ingin menghajarmu sekarang kak" ucap Shi Mei kesal.
" hahhaha iya iya kakak tau, aku kan hanya bercanda" ucap Fu Kai.
"Sebenarnya apa yang kalian bicarakan" tanya Sao Feng.
"Kau itu lohh yang sangat dingin dengan semua wanita yang didekatmu" ucap shi mei.
"Tidakk... lihat aku sekarang didekat kakak dengan ceria bukan kan kakak juga perempuan" ucap Sao Feng dengan menggoda kakaknya.
"Ish kalian berdua sama sama menyebalkan" ucap Shi mei lalu pergi dari sana.
Fu kai dan Sao feng saling tatap dan sebelum akhirnya mereka tertawa bersama melihat tingkah Shi Mei.
.
.
.
.
__ADS_1
.