Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 44. Rencana


__ADS_3

malam hari setelah Fu kai berbicara kepada kedua putri dia berada diruang kerjanya bersama Pangeran Sio.


"APAAAA.... bagaimana bisa ayah melakukan hal itu, aku saja belum menikah" ucap Lesu Pangeran Sio.


"Ehh apa kau belum tau juga tentang perjodohanmu dengan Putri Li Xuan" tanya Fu Kai.


"Hah APAAAAAA..... Kau benar benar jahat ayah" ucap Pangeran Sio.


"Diamlah kau berteriak terus membuat telingaku skait" kesal Fu kai.


"Ahh maaf maaf, Tapi bagaimana kau tau itu semua" tanya Pangeran Sio.


"Aih seluruh istana sudah membicarakannya bagaimana bisa aku tidak tau" ucap Fu Kai sambil meminum tehnya.


"Berapa lama aku terkurung diruangan ini hingga tidak tau apapun bahkan itu tentang diriku" ucap Pangeran Sio.


"Sudahlah jangan terlalu difikirkan, sekarang apa kau menerima Perjodohan itu" tanya Pangeran Sio.


"Aku belum pernah melihat Putri Li Xuan dan juga aku tidak tau tentang sifatnya" ucap Pangeran Sio.


"Aku akan membantumu menyelidikinya, dia akan berada di kekaisaran Chen Dalam waktu tiga hari sebelum perjodohan, waktu yang singkat tapi mungkin kita bisa menyelidikinya" ucap Fu Kai.


"Pangeran Kai kau memang yang terbaik, aku heran padamu" ucap Pangeran Sio membuat kening Fu Kai berkerut.


"Heran karena apa" tanya Fu kai.


"Kau sudah diperlakukan seenaknya oleh kakek dan ayahku tapi kenapa kau mau m3mbantuku dan adik adikku" tanya Pangeran sio.


"Hmm.? bukankah sudah jelas kita ini adalah saudara, dan memanng benar benar saudarakan" ucap Fu kai.


"Kau benar kita adalah saudara, tidak ada yang salah dalam hal itu, aku ingin belajar kesabaranmu itu" ucap Pangeran sio.


"Sabar bukan untuk dipelajari namun langsung diresapkan dalam hati, hal pertama yang kau lakukan adalah jangan pernah bersikap arogan" ucap Fu Kai.


"Aku pasti akan melakukannya, kelak aku akan menjadi kaisar paling dermawan dan paling dicintai rakyat" tekad Pangerqn Sio Sudah bulat.


Fu Kai tersenyum Tipis.


"Aku percaya tentang hal itu" ucap Fu kai sambil kembali menyesap tehnya.


"Jadi pangeran Kai, kapan kau akan menikah..."

__ADS_1


"Pfttttt uhuk uhuk uhuk"


"kau dan aku juga tidak jauh berbeda dalam hal umur, tak mungkin kau akan melajang selamanya kan" ucap Pangeran Sio.


"Aku belum tertarik pada wanita manapun, aku hanya menyayangi adik adikku saja" ucap Fu Kai.


"Firasatku mengatakan kau akan mendapatkan jodohmu sebentar lagi" ucap Fu Kai.


"Ah sudahlah aku ingin kembali dan tidur" ucap Fu aki sambil melangkah pergi.


"Hei pangeran Kai, biasanya firasat dari seorang Chen Sio selalu benar loh" Pangeran Sio sedikit berteriak sambil menahan tawa melihat tingkah Fu kai yang seperti malu.


Keesokan Harinya, Fu Kai dan Pangeran sio menghadap kaisar.


"Salam Yang Mulia" ucap mereka berdua serempak sambil memberikan hormat.


"Duduklah putra putraku" ucap Kaisar Chen.


Setelah Fu kai dan Pangeran sio duduk dikursi kebesaran mereka masing masing.


"Ada apa hinga pangeran datang kehadapanku, apakah ada masalah


"Ya yang mulia, hamba ingin menyampaikan sesuatu tentang sayembara yang akan di laksanakan untuk kedua putri Kaisar" ucap Fu Kai.


"Tentu saja Tidak yang mulia, hamba tidak mungkin berani menolaknya, namun hamba mempunyai satu permintaan" ucap Fu Kai.


"Katakanlah pangeran " Ucap kaisar Chen.


"Biarakan aku dan pangeran Sio ikut berpartisipasi dalam Sayembara ini" ucap Fu kai.


"Apakah kau mencintai salah satu putriku pangeran..?" tanya Kaisar chen dengan senyumnya.


"Ah bukan begitu yang mulia, hamba ingin berpartisipasi dalam menentukan Calon suami yang tepat untuk para putri" ucap Fu kai.


"Jadi seperti itu, aku akan mengijinkannya setelah kalian membuat laporan tentang bagaimana rencana kalian" ucap kaisar Chen.


"Tentu Yang mulia, hamba dan pangeran Kai sudah membuat laporan ini semalam, karena ini menyangkut adik adik kesayangan kami tentu kami tidak akan menganggap remeh" ucap Pangeran sio Sambil mengeluarkan sebuah gulungan.


"Aku senang mendengarnya, jadi kemarilah dan perlihatkanlah padaku" ucap kaisar Chen.


pangeran sio Dengan berwibawa naik Ketempat Kaisar berada dan menyerahkan Gulungan, kemudian kembali dengan wajah yang masih begitu berwibawa, dengan satu tangan dilipat kebelakang.

__ADS_1


"Mohon ampun menyela yang mulia, tapi hamba kurang setuju dengan hal ini" ucap Sang mentri, yang menganggu Kaisar yang sedang membaca laporan dari kedua pangeran.


Fu kai dan Pangeran Sio saling bertatapan dalam Diam.


"Katakanlah mentri, apa yang membuatmu keberatan dengan rencana ini" ucap Kaisar Chen.


"Begini yang mulia, Mungkin bila pangeran Sio ikut berpartisipasi aku tidak masalah, tapi untuk Pangeran Fu akai bukankah dia hanya orang luar" uvap Sang mentri.


"Jaga bicaramu Mentri...!!!" Pangeran sio langsung berdiri dan berteriak.


"Aku mengatakan yang sebenarnya pangeran, jika bukan karena yang mulia kaisar maka tidak mungkin orang rendahan seperti dia bisa menduduki kursi pangeran kekaisaran Chen." ucap Samg Mentri dengan Sinis.


"Jaga ucapanmu itu mentri, dia adalah pangeran yang oantas dan layak karena dia adalah an..." Fu Kai langsung menarik tangan Pangeran Sio dan mengeleng.


"Tidak Fu kai kali ini biarkan aku bicara, aku sudah lelah mendengar ocehan mereka semua, setiap kalia aku keluar kediaman pasti yang kudengar adalah kata kata sampah untuk menghinamu, sekarang biarkan aku mengatakan yang sejujurnya" ucap Pangeran Sio.


"Aku menghargai kebaikanmu pangeran tapi, kita tidak perlu menjelaskan apapun pada orang tuli karena meski dijelaskan ribuan kalia mereka tetap tidak akan mendengar, kita hanya menunghu keputusan Yang Mulia kaisar" ucap Fu kai.


"Silahkan yang mulia lanjutkan, hamba siap mendengar keputusan anda" ucap Fu Kai Sambil kembali duduk dan menenangkan Pangeran Sio.


pangeran sio menatap sang mentri dengan dada naik turun menahan amarahnya.


"Sebenarnya apa yang mereka berdua rahasiakan dariku" batin Kaisar Chen.


"Baiklah, ini adalah keputusanku, pangeran Kai dan Pangeran Sio merupakan pangeran Resmi kerkaisaran Chen, jika yang diposisi ini adalh putri Mei atau pangeran Fui mungkin aku mengakuinya, karena mereka belum mendapat stample resmi kekaisaran Chen, Jadi sudah kuputuskah, mereka boleh berpartisipasi, dan kukihat dalam laporan rencana kalian cukup menarik" ucap Kaisar chen.


"Terimakasih Yang mulia" ucap Fu Kai dan Pangeran Sio sambil membungkuk hormat.


"Cih" sang mentri berdecih kesal dan Fu kai mengamati setiap gerak gerik dari mentri itu.


"Aku merasa curiga dengannya, aura hitam yang cukup kental berapa banyak kejahatan yang ia perbuat" batin Fu kai sambil melirik Mentri Itu.


"Baiklah putra putraku kalian boleh kembali beristirahat, aku akan mengadakan rapat bersama beberapa tetua" ucap Kaisar Chen.


"Baik Yang mulia, kami mohon undur diri" ucap Fu aki dan Pangeran sio serempak sambil memberi hormat sebelum akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan aula istana .


.


.


.upnya bentar nunghu kuota:v

__ADS_1


.


__ADS_2