
pada Akhirnya Fu Kai diobati Oleh Ruo Yi.
"Putri moa memang seperti itu, dulu dia juga anak yang baik seperti putri sia, namun rumor mengatakan dia seperti itu karena melihat seorang pelayan merendahkannya dan itu membuatnya marah, namun aku tidak tau apakah itu bwnar atau tidak" uca Ruo Yi sambil mwngolwskna salep ke luka fu Kai
"Hanya karena hal itu saja, kenapa sangat janggal" ucap Fu kai.
"Entahlah aku juga tidak tau, tapi sebaiknya kau berhati hati" ucap Ruo Yi.
"Baik bibi terimakasih" ucap Fu Kai.
"Ah ya kau bilang kau mempunyai enam adik, apakah itu benar" tanya Ruo Yi.
" Ya aku memang punya enam adik" jawab Fu Kai.
" bisakah kau menceritakan tentang adikmu, aku sangat menyukai anak anak tapi aku..."
" tidak apa apa bibi, aku akan menceritakannya dan yakinlah bibi juga akan segera mendapatkan anak,
Adik Pertamaku bernama Shi Mei, dia memiliki sifat yang keras bahkan dia selalu memarahi adiknya tapi dibalik itu semua dia sangat menyayangi adiknya bahkan diluar jika adiknya diganggu dia bahkan tidak segan segan untuk menghajarnya" ucap Fu Kai menceritakan tentang Shi Mei.
"Hihihi adikmu sangat unik" kata Ruo Yi dengan tertawa .
"Tentu saja adiku yang kedua bernama We Fui dia memiliki watak yang sedikit keras kepala dan kadang juga penakut namun dihadapan saudaranya dia selalu terlihat paling pemberani, dia sebenarnya juga sangat rapuh dia selalu menangis dimalam hari jika ada masalah tapi tertawa disiangnya dia tidak ingin saudaranya tau apa yang dia alami" jelas Fu Kai.
"Apa kau juga sering melihatnya menangis" tanya Ruo Yi.
"emm aku selalu melihatnya dan aku selalu menenangkannya dan dia selalu bilang, kakak jangan katakan pada siapapun aku mohon" ucap Fu kai dengan tersenyum dia teringat dengan adik adiknya.
"Lalu siapa adikmu yang ketiga" tanya Ruo Yi.
"Adiku yang ketiga bernama Cao Ya, dia wanita yang tangguh juga, dia bahkan yang selalu melawan saat orang orang menghina kami, dia berperilaku dingin dan acuh jika pada orang lain tapi sangat penyayang " jelas Fu kai.
"Emm kalau boleh tau kenapa kalian dihina bukankah kalian semua anak berbakat" tanya Ruo Yi dengan sedikit ragu.
"ituu..."
__ADS_1
" jika tidak ingin mengatakan tidak apa apa" potong Ruo Yi sambil tersenyum.
"Huft, aku dan saudaraku bukan anak kandung dari ayah dan ibu kami, kami ditemukan dibukit dekat ladang orang tua kami dan karena kulit serta rambut kami berbeda orang orang selalu mengatakan bahwa kami adalah anak kutukan yang dibuang oleh orang tua kami" ucap Fu Kai.
"Maafkan aku membuatmu sedih, bagaimana bisa orang berkata seperti itu kepada anak sekecil kalian" ucap Ruo Yi.
"Tidak apa apa, kami semua sudah sangat sering dihina hingga kami tau orang lain hanya melihat hasil tapi mereka tidak melihat apa yang kami lakukan" ucap Fu Kai.
"Sudahlah yang terpenting sekarang kau sudah lebih baik dan tidak mendapat hinaan lagi" ucap Ruo Yi sambil memeluk Fu Kai.
"Kuharap adik adikku juga mendapatkan perlakuan yang baik, aku sama sekali tidak ingin mereka mendapatkan hinaan lagi" ucap Pelan Chu tian.
"Sudah lah sekarang ceritakan lagi siapa adik ke empat adalah Ji Huo dia sangat berbakat dalam alkemis dia juga sangat pendiam jika diluar, dia selalu berusaha membuat kami selalu dalam keadaan sehat bahkan dia merelakan waktu tidurnya untuk membuat pil saat ada diantara kita sakit" jelas Fu kai.
"Jadi dia seorang Alkhemis, wah sangat hebat anak seusia kalian mungkin tidak ingin merasakan rumitnya meracik pil" kata Ruo Yi.
"Dia sudah bisa alkhemis sedari kecil dia bisa mengetahui tanaman itu beracun atau tidak dan dia juga bisa membedakan khasiat pil dengan sanhat tepat" ucap Fu kai.
"Apakah pernah mengobati orang lain selain keluarga kalian" tanya Ruo Yi.
"Emm bisakah aku bertemu adikmu itu" tanya Ruo Yi.
Fu Kai memgingat sesuatu tentang Ruo Yi.
"Aku Pasti akan membawanya kesini setelah dia menyelesaikan semua urusannya" ucap Fu Kai dengan tersenyum.
"Kuharap dia bisa.."
"Bisa apa..?" tanya Bai Long yang baru saja datang dia sedang manfi tadi jadi tidak mengobrol bersama.
"Ah Tidak Suamiku duduklah aku akan menyiapkan makanan untuk kalian, dan Fu Kai biarkan lukamu mengering dulu jangan gunakan baju itu" ucap Ruo Yi dan Diangguki oleh Fu Kai.
"Apa yang kalian bicarakan" tanya Bai Long.
" kami hanya membahas adikku saja" ucap Fu Kai.
__ADS_1
" emm benarkah kalau begitu ceritakan padaku" ucap Bai Long dengan tersenyum.
Fu Kai akhirnya bercerita tentang adiknya.
"Adikku yang kelima adalah Yan Sha dia anak yang manis pemalu dan juga penakut tapi jika ada yang menganggu adik satu satunya dia akan menjadi paling berani" jelas Fu Kai.
"Kurasa adikmu itu bukan penakut dia hanya tidak ingin saudara saudaranya melihat potensinya dan menjadi menjauhinya karena sudah tau kalau dia itu kuat, " ucap Bai Long.
"Sebenarnya itu memang benar aku melihat potensi hebat juga darinya, dia penguasa elemen paling baik yang pernah kutemui dia masih sangat kecil tapi sudah bisa mengendalikan kekuatannya dengan baik" ucap Fu Kai.
"Lalu bagaimana dengan adikmu yang terakhir" tanya Bai Long.
"Dia sedikit istimewa dengan rambut putihnya dia menjadi sering memakai jubah bertudung, dia belum menguasai teknik penyamaran seperti saudaranya yang lain, kami bisa mengubah warna rambut seperti orang biasa, adikku itu paling ceroboh dan dia selalu menutupi sesuatu yang membuat kami khawatir, meski paling kecil dia bersikap dewasa, namun sayang dia belum bisa menguasai elemen dalam tubuhnya, energi spiritualnya tidak muncul padahalaku sedah melakukan banyak cara tapi tidak muncul juga" ucap Fu Kai.
"Adikmu berambut putih apa dia pemilik elemen es, karena hanya ada satu orang yang juga berambut putih dan dia memiliki elemen Es" ucap Bai Long sambil memegang dagunya.
Fu kai tersenyum.
"Aku memang mengirimnya kesana, aku pernah sekali melihatnya mengeluarkan sebuah perisai dengan hawa dingin, kurasa dia tidak sengaja melakukannya karena ingin melindungi ayah dan ibu kami yang telah tiada" ucap Fu kai dengan memaksakan senyum.
"Jadi ayah dan ibumu telah tiada..?" tanya Bai Long dan Fu Kai hanya mengangguk.
"Makanan sudah siap ayo makan" ucap Ruo Yi yang baru saja datang.
Akhirnya mereka makan bersama, dan setelah makan Fu Kai bersikeras untuk berlatih lagi, meski Bai Long dan Ruo Yi sudah melarangnya karena luka nya masih belum kering.
Karena Fu Kai bersikeras akhirnya bai long mengizinkannya namun hanya satu jurus saja yang boleh dia pelajari dan itu jurus tingkat rendah.
.
.
.
.
__ADS_1