
pagi hari itu semua mulai sibuk, par tamu juga mulai berdatangan satu persatu sementara Fu Kai Sibuk membanru Para putri berdandan.
"Aku masih heran dari mana kau belajar riasan" tanya Putri Mia.
"Aku tidak belajar tapi aku tau" jawab Fu Kai sambil menata rambut putri mia.
"Kakak kau ini tidak akan tau apapun jika bertanya padany, dia itu memang tidak mau terus terang" ucap putri Sia dengan wajah kesal.
"Aku sungguh tidak belajar dari siapapun, bukankah aku sudah katakan itu dulu, nah kalian sudah selesai aku akan memeriksa kak Sio, kalian bersiaplah untuk terkejut" ucap Fu Kai lalu melangkah pergi.
" Apa dia akan membuat kejuran" tanya Putri mia.
"Dia itu, memang selalu membuat kita terkejut kan" ucap Putri Sia sambil memandang wajahnya sendiri dicermin.
"Kau benar, ahh cantiknya aku, aku harus belajar riasan darinya" ucap Putri Mia.
"Tentu, huh sebaiknya kita lihat putri xuan kita juga harus membantunya bersiap" ucap Putri sia.
"Aku sedikit malas tapi baiklah ayo" ucap putei mia , mereka berdua lalu bergegas kearah kediaman putri xuan.
ditrmpat Fu Kai berada.
"Tidak tidakk aku tidak mau baju itu, itu terlalu tebal aku akan merasa panas" ucap pangeran Sio yang masih sibuk dengan pakaiannya.
"Ayolah kau hanya memakainya sebentar" ucap Fu Kai yang ikut memilih baju.
"tidak tidak kau saja yang pakai" ucap Pangeran sio.
"Hah kau ini jadi kakak sulit sekali diberitau, baiklah pakai ini, lalu kenakan bajumu" ucap Fu Kai sambil mengeluarkan mangkuk kecil berisi sebuah ramuan beraroma wangi.
"Hei apa ini " tanya Pangeran Sio.
"Pakai saja, aku harus menemui yang mulia kaisar terlebih dahulu" Ucap Fu Kai lalu melangkah pergi
"Dan selalu saja kau itu " pangeran Sio hanya bisa tersenyum tak berdaya melihat tingkah Fu Kai.
kembali ketempat Fu kai dia kini sedang berada di teras kediaman kaisar chen.
"Baiklah ayah serahkan semuanya padamu, aku percaya sepenuhnya, dan aku berjanji tidak akan campur tangan drngan urusanmu nanti" ucap Kaisar Chen dengan tersenyum dan menepuk pelan pundak Fu Kai.
" terimakasih yang mulia hamba pastikan anda tidak akan mengalami kerugian, aku akan bertanggung jawab aras semuanya" ucap Fu Kai.
"Kai..? sudah kukatakan jangan panggil aku yang mulia, tapi panggil aku ayah" ucap Kaisar Chen.
"Baik ayah.. kalau begitu hamba mohon undur diri" ucap Fu Kai dan diangguki oleh kaisar chen.
__ADS_1
"Aku selalu kau buat penasaran dan terkejut, aku sungguh merasa beruntung memilikimu disisiku" ucap Kaisar chen saat Fu Kai mulai jauh dan kaisar chen kemudian bergegas mempersiapkan segala keperluannya dibantu oleh para pelayannya.
Fu Kai kembali menemui Pangeran Sio yang sudah siap.
Dua pangeran tampan kekaisaran Chen itu berjalan bersama menuju aula istana dengan empat pengawal dibelakang mereka yang menggunakan senjata lengkap .
seperti biasa para tamu undangan yang sudah disana begitu terpesona dengan ketampanan Fu Kai dan Pangeran Sio, Apalagi dengan pakaian mewah yang mereka pakai serta cara jalan yang anggun serta berwibawa membuat ketampanan mereka Bertambah berkali kali lipat.
Fu Kai duduk di kursi nya begitupun dengan Pangeran Sio , tempat mereka berada di sebelah kanan kursi Kaisar.
tak lama setelah itu putri Sia putri mia serta Putri Li Xuan juga mulai menampakkan diri, tiga wanita cantik itu berjalan dengan keanggunan mereka, beserta banyak pelayan dibelakang mereka, namun yang menarik kali ini putri Li Xuan berdandan dengan riasan tebal membuat Pangeran Sio dan Fu Kai ingin tertawa.
"Jujur saja itu berlebihan" ucap Pangeran Sio dengan menahan tawanya.
"Itulah mengapa terlalu berlebihan itu tidak baik" ucap Fu Kai yang juga ingin tertawa namun ia ganti dengn tersenyum membuat wajah putri Li Xuan memerah .
"Dia itu benar benar suka padamu ya" tanya pangeran Sio.
"Hemm.. aku memang terlalu tampan untuk tidak disukai banyak wanita" ucap fu kai dengan wajah bangganya.
"dari mana kau mendapat kata kata itu hah, rusak sudah citramu itu pangeran" ucap pangeran sio dengan bercanda.
"Hahaha aku hanya bercanda saja.. sebaiknya kau bersiap pangeran, sebentarlagi acara dimulai" ucap fu kai saat melihat kaisar chen berjalan memasuki aula diikuti raja Li Zuhan yang berjalan dengan wajah angkuhnya.
Fu kai dan Yang lainnya berdiri lalu memberikan hirmat pada kaisar sebelum kaisar naik kesinggasana.
pangeran Sio terus memandang kearah Fu kai berharap fu kai segera membantunya, namun fu kai hanya tersenyum tenang di kursinya.
Semdntara putri Xuan juga terus memandang Fu kai dengan wajah malu karena mengira Fu kai tersenyum padanya.
Saat ini proses tukar cincin, pangeran Sio dan Putri Xuan sama sama ragu, sebelum akhirnya putri Xuan membuang cincin ditangannya membuat raja Zuhan terkejut.
"putriku apa yang kau lakukan..!" teriak raja Zuhan terkejut.
"Ayah aku tidak ingin bertunangan dengan pangerah mahkota chen sio" ucap putri xuan dengan lantang dan itu berhasil membuat semua orang terkejut tapi tidak dengan fu kai yang tersenyum puas karena ini sesuai dengan dugaannya.
dibalik itu semua ada Pangeran Sio yang menghembuskan nafas lega , namun ada sesuatu yang membuatnya merasa khawatir.
"Apa maksudmu putri..?" tanya kaisar Chen dengan kesabarannya, namun terlihat wajah marah raja Zuhan .
"Maafkan hamba yang mulia, tapi hamba mencintai orang lain" ucap Putri Li Xuan.
"Xuann...!!" teriak Raja Zuhan yang ditahan oleh kaisar chen dengan meminta Raja Zuhan untuk tenang.
"Siapa orang itu putri" tanya Kaisar Chen.
__ADS_1
"Pangeran Kai" ucap Lirih putri Xuan yang membuat semuanya terkejut.
"Tapi kau sudah memiliki perjanjian untuk menikahi pangeran Sio putri..?" ucap Kaisar Chen.
"Xuann hentikan ini semua dan lanjutkan pertunangannya...!! semuanya maaf atas ketidak nyamanannya" ucap Raja Zuhan dengan sopan dikalimat terakhirnya.
"Tidakk ayahhh... aku mencintai pangeran kai, kami bahkan telah menghabiskan waktu seharian bersama" ucap Putri Xuan sambil menatap Fu Kai penuh harap.
"Apa itu benar pangeran kai" tanya Kaisar Chen dengan alis berkerut karena khawatir.
"Ya" jawaban singkat Fu Kai sungguh membuat putri Xuan lega dan yang lainnya merasa terkejut, tidak mengira bahwa pangeran kai akan bersama calon tunangan dari pangeran Sio.
"Kaii..!" pangeran Sio merasa marah bukan karena Fu Kai bersama dengan Putri Xuan tapi karena Fu kai mengakui hal yang tidak ia lakukan.
tapi bagaimanapun semua orang mengira bahwa pangeran Sio marah karena pangeran Kai bersama Putri Xuan.
"Aku tidak menyangka hal ini.. apakah mungkin kai melakukan itu" ucap Putri Mia.
"Apapun itu aku tidak akan percaya, tidak akan mungkin kai melakukan hal itu" ucap Putri Sia.
dan ada banyak hal lagi yang dibicarakan orang orang tentang pangeran Fu Kai, sebagian dari mereka percaya dan sebagian lagi tidak mereka tentu ragu.
"Pangerann kaiiii... beraninya kauu... apa kau tidak tau jika putriku adalah calon istri pangeran mahkota chen Sio" tanya Raja zuhan dengn wajah memerah karena marah.
"Aku tau" ucap Santai Fu Kai.
"cih memang kau ini siapa pangeran berani beraninya melakukan hal itu pada putriku, kau tidak lain hanya anak sampah yang diberikan kehormatan oleh kaisar Chen... jadi kau jangan bersikap semena mena ... sadar lah posisimu pangeran kau.."
"Rajaa Zuhaannnnn......!!!!" teriak marah Pangeran Sio yang memotong perkataan raja Zuhan.
"Pangeran Aku sedang membelamu, aku tau kau tidak ingin kehilangan putriku" jelas Raja Zuhan.
"Aku tidak butuh pembelaanmu jika sekali lagi aku mendengarmu menghina adikku aku tidak akan segan segan membunuhmu" teriak marah Pangeran Sio sementara Fu kai hanya tersenyum tipis.
Dari percakapan itu semua orang kembali dibuat binggung.
"Apa maksudmu pangeran, dia telah merebut putriku darimu" ucap Raja Zuhan.
"Asal kau tau saja yang mulia raja.. bukan Pangeran Kai ynag merebutnya dariku tapi dia yang melarikan diri dariku" ucap Pangeran Sio Sambil menunjuk putri Xuan.
"Kau bercanda pangeran... tidak mungkin putriku melakukan itu kecuali pangeran sampah ini yang mengodanya" ucap Raja zuhan dengan sinis.
Pangeran Sio kembali tersulut emosi dia melangkah dengan cepat kearah tempat duduk Raja Zuhan dengan wajah marah, sebelum akhirnya bola pemberian Fu Kai jatuh dan pecah yang membuat semua orang terkejut untuk kesekian kalinya..
.
__ADS_1
.
..