
sementara Shi Mei dia mendapat seorang guru yang sangat Cantik bernama Li yue dia adalah seorang ahli racun yang paling hebat seluruh tubuhnya mengandung racun bahkan tetesan darahnya dapat membunuh .
Untuk menjadi muridnya Shi Mei dituntut untuk melawannya, dan jika ia bisa membuat Li Yue terpojok maka dia akan menerimanya.
Selama Ini Li Yue mencari murid namun tidak ada yang sesuai dengan kriterianya.
Selain pandai dalam racun Li yue juga seorang yang sangat hebat dalam ilmu bela diri.
"Kau ingin menjadi muridku maka tunjukkan kemampuanmu, lawan aku sekuat tenagamu aku hanya akan menggunkan 20% kemampuanku, jika kau bisa memojokkanku maka kau akan kuangkat menjadi muridku" ucap Li Yue dengan tersenyum.
"Aku akan berusaha yang terbaik untuk menjadi muridmu" ucap Shi Mei sambil mempersiapkan senjatanya yaitu jarum beracun,
"Mulailah" ucap Li Yue
"Aku pasti akan mengalahkannya, aku tidak akan mengecewakan ayah ibu dan semua saudaraku" batin Shi Mei .
Shi Mei melawan Li yue dengan sekuat tenaga nya tak jarang dia terkena pedang milik Li Yue dan membuatnya terkena racun, untung saja dia adalah pengguna elemen racun dan dengan mudah dia menetralkan kandungan Racunnya.
pada Akhirnya Shi Mei dapat memojokkan Li Yue dengan melemparkan jarum jarumnya tanpa sepengetahuan Li Yue, bagaimana pun Shi Mei memiliki kemampuan seperti seorang asassin yang selalu menyerang secara diam diam.
pada Akhirnya Shi Mei berhasil menjadi murid dari Li Yue sang dewi racun dan itu tentu menjadi impian banyak orang. meski terluka sangat banyak tapi Shi Mei merasa lega karena bisa melewati ujian ini.
Disisi lain We Fui mendapatkan seorang guru yang sangat gagah dia bernama Sio wang seorang pendekar hebat yang menggunakan panah sebagai senjatanya, dia juga memiliki dua elemen yaitu elemen angin dan elemen petir.
untuk menunjukan kelayakannya We Fui harus bisa memanah semua target yang ada diatasnya, dan dia harus menutup matanya jika ada target yang meleset dia harus terima jika ada banyak pisau yang akan mengarah padanya dan dia harus menghindari semua pisau jika tidak ingin terluka.
Ujian ini mengharuskan konsentrasi yang besar,bahkan We Fui harus bisa harus bisa mengunakan elemen anginnya secara maksimal untuk merasakan pergerakan target dan juga menghindari pisau pisau.
Tak Jarang we Fui Terkena pisau bahkan tangan kirinya sudah ada dua pisau yang menancap, meski begitu dia masih pada tekadnya dia tidak berhenti meski darah melumuri tangannya.
hal yang dilakukan We Fui membuat Sio Wang tersentuh dengan tekad kuat yang dimilikinya sehingga pada Akhirnya sio Wang Mengijinkannya menjadi muridnya, sebenarnya Sio Wang tidak ingin memiliki murid karena dia tidak suka dengan kerepotan saat mengurus murid, tapi karena melihat tekad We Fui dia menjadi luluh.
sementara itu ditempat Cao Ya dia mendapat seorang guru bernama Xing yu, dia adalah ketua kelompok asassin terbaik belum pernah ada yang bisa mengalahkannya bahkan sekedar membuka penutup wajahnya pun tak seorang pun yang mampu.
meski seorang asassin dia bukanlah penguna pedang panjang seperti kebanyakan asassin dia adalah pengguna belati.
"Bukan kah namamu tadi Cao Ya" tanya Xing Yu.
__ADS_1
"Benar aku adalah Cao Ya.
"Hengh gadis yang berani, kau satu satunya gadis yang tidak takut dengan kami para asassin" ucap Xing yu karena dimanapun ia berada dengan pakaian serba hitamnya orang orang akan menjauhinya.
"Untuk apa aku takut, kalian juga tidak memakan orang" ucqp Cao Ya sambil menyenderkan badannya kesebuah pohon dan memainkan belatinya.
"Gadis yang arogan, tapi aku suka itu baiklah jika kau mampu membuatku membuka penutup wajahku maka aku akan menerimamu sebagai muridku, bagaimana bukankah itu mudah" ucap Xing yu.
"Emm tentu saja, tapi sebelum itu bolehkan aku meminta satu permintaan" tanya Cao ya.
"Permintaan apa itu" tanya Xing Yu
"Ini tidak sulit tapi kau harus memenuhinya jika tidak maka kau harus menyatakan aku adalah muridmu" ucap Cao Ya.
"Jangan coba coba untuk menipuku" ucap Xing yu.
"katakan saja kau tidak bisa memenuhi permintaan kecilku" ucap Cao ya sambil memasang wajah sedih.
"Ahhh baiklah kalau begitu apa yang kau inginkan, makan tidur uang atau apa" tanya Xing Yu dengan agak kesal.
"ba bagaimana kau bisa tau julukan itu, bahkan ribuan anak buahku tidak ada satupun yang mengetahuinya" ucap Xing Yu.
"Kau ingin bertanya terus atau mau memenuhi keinginanku, atau aku katakan pada semua orang bahwa pendekar yang mereka banggakan juga seoarang asassin" ucap Cao Ya sambil tersenyum dia hanya berniat mempermainkan Xing Yu.
"Baiklah apa yang kau inginkan" ucap Xing Yu dengan kesal.
"Buka penutup wajahmu" ucap Cao Ya dengan wajah serius
"Kau ke.." Xing yu baru sadar bahwa dia benar benar dipermainkan oleh Cao Ya menuruti ataupun tidak dia sama sama harus membuka penutup wajahnya.
Xing yu kemudian membuka Penutup wajahnya dan itu membuat Cao Ya Melongo bahkan ia sampai lupa berkedip.
"Kau orang pertama yang tau wajahku jadi rahasiakan ini dari orang lain" ucap Xing yu sambil mengenakan kembali penutup wajahnya dan Cao Ya hanya mengangguk tanpa melepas ekspresinya.
"Ah ya kau akan menjadi muridku sekaligus orang kepercayaanku, meski kau wanita tapi aku tau kau memiliki potensi yang besar" ucap Xing Yu.
"Benarkah, ah tidak masudku sungguh " ucap Cao Ya dengan gugup.
__ADS_1
"Astaga dibalik cadar itu ketamapanan yang luar biasa, kurasa dia lebih tampan dari kakak Fu Kai" batin Cao Ya .
"Gadis yang sangat pandai aku melihat ada tekad dimatanya, taakan kulepas gadis sejenius dia" batin Xing Yu.
ujian Cao Ya bisa dikatakan yang paling mudah dari yang lain karena dia tidak perlu terluka untuk membuat Xing yu menjadi gurunya.
Ditempat lain Dimana ji Huo berada dia menemukan gurunya yang bernama huang tu seorang alkhemis hebat , tidak hanya hebat dalam bidang Alkhemis huang Tu juga seorang seniman bela diri yang sangat hebat.
Huang Tu juga merupakan Kakak dari Li Yue guru dari Shi mei karena suatu alasan mereka harus hidup berpisah selama bertahun tahun.
Ujian Yang diberikan Huang Tu kepada Ji Huo adalah penetral racun, Ji Hio dituntut agar dia bisa menetralkan segala jenis racun. Ji Huo tentu bisa mengatasinya denga tongkat batu hijau miliknya, Ji Huo juga merupakan satu satunya dari mereka yang sudah bisa mengendalikan apa yang mereka bawa saat bayi.
"Ji Huo aku tau kau memiliki potensi yang luar biasa, tapi jangan kau bergantung pada harta sucimu itu akan menghambat prosesmu" ucap Huang Tu.
"Harta suci" ucap Ji Huo pelan.
"Emm Baiklah aku akan melakukannya lagi" ucap Ji Huo kemudain merubah Tongkatnya menjadi kecil kembali.
Ji Huo mencoba menetralkan kembali racunya, tak jarang racun itu masuk ketubuhnya saat ia melakukannya pada racun ganas dan Huang Tu selalu sedia untuk membantunya menetralkan racun dalam tubuhnya.
Butuh waktu yang cukup lama untuk menetralkan 50 jenis racun dengan tingkatan yang berbeda beda, ji Huo sudah sangat kelelahan keringat membasahi Tubuhnya dan seluruh tubuhnya terasa lemah karena kehabisan energi.
"Tadi Itu sudah luar biasa, kau hanya perlu belajar lagi, aku akan mengajarimu" ucap Huang Tu dengan tersenyum.
"Apa itu artinya aku bisa menjadi muridmu" tanya Ji Huo dengan gembira dan diangguki oleh Huang Tu.
"Ayah Ibu, aku pasti bisa menjadi seorang penyelamat hal yang terjadi pada kalian tidak akan terjadi pada orang lain, aku tidak akan terlambat lagi" batin ji Huo dimatanya ada tekad yang membara membuat Huang Tu semakin yakin dengan keputusannya.
.
.
.
.
Terimakasih sudah mendukungku 🤗
__ADS_1