
hari berlalu cukup cepat Fu Kai memecahkan banyak masalah dalam satu waktu dan juga membuat seluruh istana tercengang dengan keputusannya.
Hari mulai beeganti dan hari ini adalah hari dimana perjalanan sang Putri dilakukan.
"Putriku berhati hatilah diperjalanan, dan bersenang senanglah dirumah kakek dan nenek kalian" ucap Raja Chen Huo Kepada kedua putrinya.
"Baik ayah" jawab Putri Sia dan Putri Mia bersamaan.
"Jendral aku mohon antarkan kedua putriku hingga sampai ketujuan dengan selamat" ucap raja Chen Huo pada Bai Long
"Baik Yang mulia hamba berjanji akan menjaga keselamatan tuan putri" ucap Bai Long dengan tegas.
"Dan Untuk kau fu Kai aku serahkan kedua putriku padamu saat dirumah ayah dan ibuku kau yang harus menjaga mereka, pastikan mereka dalam keadaan baik setiap harinya" ucap Raja Chen Huo pada Fu Kai
"Hamba akan melaksanakan perintah" ucap Fu Kai dengan membungkukkan badan dan menyilangkan satu tangan, meski itu adalah penghormatan bagi para pangeran namun Fu Kai sudah terbiasa dengan itu.
" disana nanti kalian jangan lupa untuk makan tepat waktu dan jaga kesehatan kalian" ucap wen Lai sang permaisuri raja.
"Ibunda Ratu tenang saja, aku pasti akan menjaga diriku dengan baik, ingat untuk menyusul kami nanti" ucap Chen Sia.
"Ibunda ratu dan Ibunda Selir akan menemui kalian nanti, selama kami belum datang kalian tetaplah disana dan tetaplah hidup dengan bahagia" ucap Wen Lai dan diangguki oleh Yan Mei yang berarti menyetujui apa yang Wen Lai.
"Selama ayahanda dan ibunda bahagia kami juga akan bahagia" ucap Chen Sia.
"Benar tenang saja, kami pasti bahagia" ucap Chen Mia.
mereka berdua kemudian memasuki kereta yang sudah disiapkan sementara Fu kai dan Bai Long menaiki kuda meski ada satu kereta yangmasih longgar namun Mereka memilih menaiki kuda sendiri saja agar bisa lebih berjaga jaga.
perjalanan berlangsung selama 2 hari di tengah perjalanan mereka juga mendapatkan banyak rintangan seperti adanya Bandit dan para perampok dan juga masalah lainnya. namun semua bisa diatasi dengan mudah oleh Fu Kai dan Bai Long.
Sampai di kediaman nenek dan kakek para putri atau mereka sering disebut sebagai Chen Tua.
Mereka disambut dengan meriah oleh seluruh keluarga ,tempat ini termasuk kedalam tempat klan dimana Klan Chen Tinggal didalam suatu lingkungan yang sama yaitu disebuah desa bernama desa heisang.
"Ah cucu cucu kesayanganku selamat datang" ucap Chen ga ayah dari raja Chen Huo
__ADS_1
"Kakekkk.." teriak dua orang putri itu lalu memeluk kakek mereka.
"Emm apa kalian hanya merindukan kakek saja" tanya seorang wanita tua dia adalah yun peng ibu dari Raja Chen Huo.
"Tentu saja kami juga merindukan nenek" ucap putri Sia sambil memeluk nenek mereka bersama Chen Mia.
"Jendral Bai Long Terimakasih telah mengantarkan cucu cucuku dengan selamat sampai disini" ucap Chen Ga.
"Ini sudah menjadi Tugas hamba Tuan besar" ucap Bai Long sambil membungkukkan badannya.
"Sekian tahun Tiadak bertemu kau sudah memiliki seorang putra ternyata" ucap Chen Ga yang melihT Fu Kai dibelakang Bai Long.
" mohon maaf sebelumnya tuan besar, nama hamba Fu Kai pelayan tuan putri" ucap Fu Kai dengan membungkukkan badannya.
pandangan Chen Ga berubah pada Fu Kai, dia seperti memandang rendah Fu Kai namun Fu kai masih dengan sikap santainya tidak ada ketakutan sedikitpun didalam matanya, dan itu membuat Chen Ga terheran heran karena kebanyakan seorang pelayan akan takut jika dihadapkan olehnya.
"Ohh jadi kau pelayan cucuku, baguslah kalau begitu cepat pergi dan bereskan barang barang cucuku" perintah Chen Ga dengan nada sedikit membentak
"Baik Tuan besar" jawab Fu Kai dengan nada santai dia lalu berjalan melewati Bai Long dan Juga chen Ga.
Fu kai membalikkan badannya.
"Apa jendral memerlukan sesuatu" tanya Fu Kai.
"Tidak, aku hanya ingin mengatakan padamu, aku akan segera kembali ke kerajaan Chen, Tolong jaga tuan putri baik baik dan juga jaga dirimu" ucap Bai Long samnil berjalan mendekati Fu Kai dan memegang Pundaknya.
"Baik jendral aku akan melaksanakan perintahmu" ucap Fu Kai dengan tersenyum karena bai Long Bukan hanya mengucapkan perpisahan namun juga memberikan beberapa jurus yang harus Fu Kai pelajari selama didesa Heisang, tentu itu membuat Fu kai semakin bersemangat karena dia bisa berlatih hingga dia tidak akan merasa bosan ditempat itu.
"jika tidak ada hal lain hamba mohon undur diri" ucap Fu Kai dan diangguki oleh Bai Long.
Fu Kai berjalan dibelakang putri sia dan putri mia serta nenek Yun Peng dengan membawa banyak barang meski begitu dia sedang dalam suasana hati yang bagus jadi dia tidak banyak mengeluh tentang banyaknya barang yang dia bawa.
Sementara di tempat Bai Long , Chen Ga memandangBai Long dengan tatapan penuh selidik.
"Aku tidak mengerti kenapa kau begitu dekat dengan pelayan itu" ucap Chen Ga.
__ADS_1
"Tuan besar dia sudah kuanggap seperti anakku sendiri, istriku sangat menyukainya dan karena itulah dia bisa dekat denganku" jelas Bai Long dengan sedikit berbohong.
"Huh kuharap kau tidak terlalu dekat dengannya jendral karena sekarang banyak pelayan yang tidak tau diri setelah diberi sedikit perhatian" ucap Chen Ga.
"Tuan Besar tidak perlu khawatir, fu kai memiliki kualitas yang luar biasa, anda akan kagum padanya suatu saat nanti" ucap Bai Long dengan tersenyum.
"Terserah kau saja jendral yang terpenting aku sudah memberitaumu" ucap Chen Ga.
"Baiklah terimakasih atas nasehat anda Tuan, kalau begit hamba mohon pamit, "Ucap Bai Long sambil menaiki kudanya.
"Berhati hatilah dalam perjalanan, kau seharusnya tinggal disini sebentar" ucap Chen Ga
" saat ini yang mulia sedang menungguku, mungkin lain waktu aku akan kembali kesini Tuan besar" jawab Bai Long.
Bagaimana pun bai Lomg adalah orang kepercayaan Raja Chen dan itu berpengaruh pada keluarga lainnya, itulah sebabnya Bai Lomg sangat dihormati banyak orang.
setelah berpamitan Bai Long pun pergi dengan diikuti empat orang pengawal, dia hanya dikawal oleh sedikit pengawal karena yang lainnya dia tugaskan untuk menjaga Tuan Putri.
Sementara ditempat Fu kai dia menata semua barang putri dengan Rapi, dua kamar dengan benda yang berbeda dan banyak tentu membuatnyamerasa lelah, apalagi ini tempat yang berbeda dengannya, dia baru saja beradaptasi dengan kerajaan Chen kini sudah harus dihadapkan dengan keluarga besarnya.
"Kuharap ditempat ini aku mendapatkan petunjuk" batin Fu Kai sambil melihat sekeliling tempat itu.
"Fu kai bisakah kau menemaniku , aku ingin pergi kepasar yang ada didekat sini" tanya Chen Sia.
"Memang Putri mia kemana" tanya Fu Kai.
"Dia bilang dia lelah, jadi aku mengajakmu" ucap putri Sia.
"Baiklah kalau begitu" ucap Fu Kai.
Putri Sia meminta ijin kepada kakeknya meski sempat menolak karena alasan dia baru saja sampai tapi akhirnya dia mengijinkan karena alasan yng diberikan oleh Chen Sia.
.
.
__ADS_1
.