
Penampilan Fu kai saat ini benar benar seperti dewa perang , Zirah Emas dengan Corak merah melekat ditubuhnya membuatnya terlihat gagah dan berwibawa, tatapannya yang penuh kebencian membuatnya terlihat semakin menakutkan dan juga aura nya yang besar benar benar membuatnya sangat agung.
"Si siapa dia sebenarnya" ucap Gu Wang Dengan ketakutan .
"Tidak akan kuampuni kalian yang telah menyakiti adikku" ucqp Fu Kai dengan nada dingin, dia mulai melangkahkan kakinya kearah Sao Feng.
Setiap melewati orang orang disana Fu Kai selalu membuat mereka terpental hingga tiba Fu kai didepan orang yang dipanggil boss.
Fu Kai menatap orang itu dengan tatapan dingin
Kreeppp....
Fu Kai mencekik leher orang yang di panggil boss itu.
"Beraninya kau menyakiti adikku dan berniat menjualnya...!" teriak marah Fu Kai.
"Ti Tidak maafkan aku, aku tidak akan melakukannya lagi kumohon lepaskan akuu" ucap Orang itu dengan ketakutan dia juga mencoba mengambil udara sebanyak banyaknya.
"Kau fikir aku akan memaafkanmu begitu saja" ucap Fu Kai.
"Aaaa kakak tolong..." teriak Sao Feng yang ternyata salah satu anak buah dari orang itu berusaha membuat sao Feng Sebagai sandra dengan menodongkan pedang dileher Sao Feng.
Fu Kai melihat kearah Sao Feng dengan tatapan marah dia langsung melempar Orang yang dipanggil boss dengan keras.
Blaarrrrr.....
"Jangan berani berani kau menyentuh adikku dengan tangan kotormu itu ..." ucap Fu Kai marah sambil melangkah kearah Sao feng dan orang yang menodongkan senjatanya bergetar ketakutan keringat dingin mengucur diseluruh tubuhnya.
Anak buah yang lainya juga mulai bangkit dan menyerang Fu Kai dari belakang.
trang... trangg.. trangg..
Fu Kai menangkis semua senjata musuh dengan tombaknya.
Fu Kai memukul mereka hingga kembali terlempar bahkan kali ini mereka sampai tak sanggup berdiri lagi, tubuh mereka penuh dengan luka dan juga darah.
"Kau masih berani .."ucap Fu Kai pada orang yang menjadikan Sao Feng Sandra.
"Ke kenapa tidak ka kau memangnya siapa" ucap Orang itu sok berani.
"Hmm tak sadar diri, aku sudah berbicara baik baik padamu..." ucap Fu Kai dengan tatapan sinis.
Fu Kai lalu membuat tombak dari energi apinya lalu melempar kearah orang yang menyandra sao feng
__ADS_1
Tombak itu melesat melewati Sao Feng dan mengenai perut orang itu namun sayang pedang orang itu juga sempat melukai leher Sao Feng.
Clebbb...
Darah terciprat kemana mana bahkan sekarang tubuh Sao feng sudah penuh dengan noda darah.
Fu Kai lalu pergi kearah Sao feng dan me lepaskan ikatan yang mengikat tubuh dan tangan Sao Feng.
Setelah ikatan terlepas Fu kai langsung memeluk adiknya.
"Maafkan kakak tidak menjagamu dengan baik" ucap Fu Kai yang masih terus memeluk Sao Feng.
"Sao Feng yang salah , telah pergi sendirian tanpa memberitau kakak" ucap Sao Feng.
"Sudah tidak apa apa yang terpenting kau selamat, lehermu terluka apa ini sangat sakit..?" ucap Fu Kai dia lalu menyobek pakaiannya dan membungkus luka Dileher Sao Feng.
"Aku tidak apa apa " ucap Sao Feng sambil tersenyum
Fu Kai merasa lega mendengar perkataan Sao Feng.
"Emm baiklah kita pergi sekarang" ucap Fu Kai lalu mengendong Sao feng Keluar dan saat diluar Fu Kai membakar Rumah besar itu.
Fu Kai langsung pergi tanpa menunggu rumah itu terbakar habis.
"Tidak kakak baik baik saja, sebentar lagi kita akan sampai kerumah" ucap Fu Kai dengan tersenyum sejujurnya badannya sudah sangat lemas dia kehilangan banyak energi karena menggunakan cincin itu, bagaimana pun itu kali pertama dia mengunakannya dan tanpa ada latihan apapun.
Setelah beberapa saat mereka berdua akhirnya sampai, Fu Kai sudah mengerahkan seluruh tenaganya untuk kembali pulang, kali ini dia benar benar sudah kehabisan tenaga.
"Kakak, sao Feng akhirnya kalian kembali kami sungguh khawatir" ucap We Fui.
"Sao Feng kenapa kau berlumuran darah" tanya Shi mei dengan panik dia lalu mengambil Sao Feng dari gendongan Fu Kai.
"Kakak Shi Mei aku tidak apa apa tapi kakak Fu Kai dia.."
Bruukkk...
Belum sempat Sao feng menyelesaikan kata katanya Fu kai sudah terjatuh terlebih dahulu.
"Kakak..." Teriak mereka serempak.
"Kakak apa yang terjadi padamu, sao Feng kenapa dengan kakak" tanya Yan Sha .
"Kakak mengunakan cincin itu dia melakukannya terlalu lama, maafkan aku ini semua adalah salahku" ucap Sao Feng dengan mata berkaca kaca.
__ADS_1
"Sudah , sebaiknya kita bawa kakak kedalam biar ji Huo memeriksa keadaannya" ucap Shi Mei dan diangguki oleh Ji Huo.
We Fui dibantu Ji Huo membawa Fu Kai kedalam.
Didalam Ji Huo segera memeriksa keadaan Fu Kai yan sha dan Cao Ya kemudian mencari beberapa tanaman herbal.
disisi lain Shi mei mengurus Sao Feng dia membantu membersihkan semua luka ditubuh Sao feng dan semua noda darah .
"Sao feng sebenarnya apa yang terjadi pada kakak.." tanya Shi Mei.
Kemudian Sao feng menceritakan semua kejadian disana , Sao Feng juga menceritakan tentang perubahan yang terjadi Saat Fu Kai memakai cincin batu merah.
"Jadi seperti itu, kakak mungkin memang hanya kehabisan energi" ucap Shi mei .
"Kakak Shi mei maafkan aku, karena aku kakak Fu Kai jadi seperti ini, aku berjanji tidak akan pergi tanpa memberi tau kalian" ucap Sao feng.
"Sao feng tidak apa apa, kakak pasti baik baik saja dan yah kau memang harus bilang jika kau ingin pergi kau tau betapa khawatirnya kami saat kau tidak ada," ucap Shi Mei dan Sao Feng hanya menundukkan kepalanya.
"maaf" ucap Sao Feng Pelan.
"Iya yang terpenting kau baik baik saja, baiklah apa lehermu masih sakit" tanya Shi mei.
"Sedikit, tapi aku tidak apa apa aku tidak akan menangis" ucap Sao Feng.
"Kau anak yang kuat jadi memang tidak boleh menangis, ayo kita temui kakak mungkin sekarang kakak sudah sadar" ucap Shi mei dan diangguki oleh Sao feng.
"Eh kalian sudah keluar, aku baru saja mau memanggil kalian" ucap We Fui yang baru saja datang.
"Kenapa kakak memanggil kami" tanya Shi Mei.
"Emm aku tidak tau dia bilang ada yang harus dibicarakan " ucqp We Fui.
"Baiklah Ayo" Ucap Shi mei.
mereka akhirnya pergi ketempat Fu kai berada memang tidak jauh dan sebenarnya We Fui Mau meneriaki Mereka saja tapi dilarang oleh Fu Kai.
"Kakak ada apa, emm apa kakak sudah baik baik saja" tanya Shi mei
"kakak sudah tidak apa apa, oh ya kakak mau bilang sama kalian, sebenarnya kakak masih ragu soal ini tapi ini adalah jalan satu satunya" ucqp Fu Kai dia menghela nafas panjang berusaha menenangkan dirinya terlebih dahulu sebelum mengatakan sesuatu .
.
.
__ADS_1
.