
hari itu mereka semua akhirnya memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama, meski mereka tidak mengadakan pesta mewah namuj mereka cukup bahagia dengan apa yang mereka punya saat ini yaitu ikan yang didapat oleh Ji Huo dan Sao Feng, mereka membakarnya dan memakannya bersama.
"Aku pasti akan merindukan hal seperti ini" Ucap We Fui.
"kita semua pasti merindukannya lima tahun pasti terasa sangat lama" ucap Cao Ya.
"Kalian tau ini adalah keinginan terakhir ayah dan ibu jadi berusahalah sebaik mungkin" ucap Fu Kai.
"Sungguh bagaimana kakak bisa tau" tanya Shi Mei.
"ya lihat saja mana mungkin aku tau nama nama guru hebat beserta lokasinya jika bukan karena ayah" ucap Fu Kai.
" jadi ayah dan ibu sebenarnya memang mau mengirim kita pergi" tanya Cao Ya.
"Emm kau benar, kakak hanya menyampaikan saja, dan setelahnya sesuai dengan tekad kalian masing masing." ucap Fu Kai.
"Tekad itu apa" tanya Sao feng dengan polosnya dan itu membuat kakak kakaknya tertawa geli.
"Ehem Sao Feng , Tekad adalah saat dirimu memiliki keinginan untuk sesuatu dan kau berusaha untuk mengapainya tanpa mengenal kata menyerah, apa kau mengerti" ucap Fu Kai.
"Emm aku mengerti aku akan menjadi pendekar paling hebat dimasa depan" ucap Sao Feng.
"Ya sao feng kau pasti menjadi pendekar hebat" ucap We Fui.
"Benar sao Feng kami adalah yng terbaik" ucap Shi Mei sambil tersenyum manis.
"Hahaha ini sudah malam apakah sao Feng tidak ingin beristirahat" tanya Fu Kai.
"Tidak, aku ingin bersama kakak lagi pun ini kan hari terakhir kita berkumpul" ucap Sao Feng dengan agak sedih.
"Sao feng percayalah kita akan kembali seperti ini lagi setelah lima tahun" ucap Fu kai sambil mengelus rambut Sao Feng.
"Aku mengerti" ucap Sao feng dengan tersenyum.
Mereka semua akhirnya mengobrol dan bercanda bersama dimalam itu sementara Sao feng dan Yan Sha sudah terlelap di tempat mereka duduk.
"Siapa yang berkata tidak akan tidur tadi" ucap We Fui sambil memandang Sao feng dan Yan Sha yang tidur dengan nyenyak.
"Sudahlah ayo kita pindahkan mereka masuk" ucap Fu Kai sambil mengangkat Yan Sha dan We Fui mengangkat Sao feng.
mereka meneruskan pembicaraan Fu kai juga memberikan beberapa nasihat untuk mereka.
Hingga alkhirnya mereka semua ketiduran di depan rumah hingga menjelang menjelang pagi.
__ADS_1
"Emm sudah pagi apa aku ketiduran" tanya Fu kai pada dirinya sendiri,adik adiknya sudah tidak ada disana mereka sedang menyiapkan sarapan dan ada juga yang menyelesaikan membuat pil karena waktu mereka sudah sangat sedikit.
"Kakak kau sudah bangun, kak Shi Mei sudah memasak makanan yang lezat ayo kita kesana" ucap Yan Sha.
"Sungguh baiklah, setelah sarapan kita akan pergi" ucap Fu Kai.
"Kuharap bisa bersama kalian lebih lama lagi" ucap Yan Sha bahkan sekarang air matanya mulai menetes membasahi pipinya..
"emm apa putri kecil kita menangis, bukankah kita berpisah untuk belajar" ucap Fu Kai sambilmemghapis air mata Yan Sha.
"Aku tau tapi, apa jadinya aku tanpa kakak" ucap Yan Sha.
"Emm bukankah yan Sha adalah anak yang pintar, suatu saat yan Sha lah yang akan melindungi kakak bukan kakak yangmelindungi yan sha" ucap Fu Kai.
"benarkah aku bisa melakukan nya" tanya Yan Sha.
"Tentu saja semua bisa kau lakukan selagi kau ingin, baiklah sekarang ayo kita ketempat kakak Shi mei" ucap Fu Kai dan Diangguki oleh Yan Sha.
mereka sarapan bersama untuk terakhir kalinya.
"Ambil cincin ini satu persatu, kakak sudah memasukan uang bekal dan segala keperluan kalian termasuk pil buatan Ji Huo dan peta tempat yang akan kalian tuju" ucap Fu kai.
mereka semua mengambil cincin mereka lalu melihat isi didalamnya.
"Kau benar aku tidak tau kalau kakak punya begitu banyak uang" ucap Ji Huo.
"Ini adalah uang ayah dan ibu mereka menyiapkannya untuk keperluan kalian, dan ya kalian harus mengunakan uang itu dengan bijak, dan uang itu untuk tiga tahun sebelum tiga tahun berlalu kakak tidak akan memberikan kalian uang lagi, jadi kalian harus berhemat" ucap Fu Kai.
"tiga tahun" ucap Shi Mei.
"emm apa uangnya kurang " Tanya Fu Kai.
"Eh tidak kak maksudku uang ini terlalu banyak untuk tiga tahun mungkin kita bisa mengunakannya selama lima tahun" ucap Shi Mei.
"Kalian bisa mengunakan sisa uangnya untuk membeli senjata dan baju, kakak lihat senjata kalian tidak sebaik dulu" ucap Fu Kai.
"Dengan uang ini kakak tidak perlu mencari uang lagi kami akan menghematnya hingga lima tahun" ucap Ji Huo.
"Itu benar,"ucap Cao Ya.
"Tidak apa apa, sudahlahayo kita segera berangkat , karena lokasi yang berbeda kita harus berpencar." ucap Fu kai.
"Aku akan bersama Adik Ji Huo karena kami ada diarah yang sama" ucap Shi Mei.
__ADS_1
"Aku akan bersama Yan Sha dan Cao Ya kalau begitu kita akan ke arah timur" ucap We Fui
"Biarkan aku yang mengantar Yan sha" ucap Fu Kai.
"Bukankah itu akan memakan banyak waktu" tanya We fui.
"Tidak masalah kau berasama Cao Ya saja" ucap Fu Kai.
"Baiklah jika itu keputusan kakak aku tidak akan memaksa" ucap We Fui.
"Berjanjilah padaku kalian akan saling menjaga" ucap Fu Kai.
"Baik" ucap Mereka serempak.
sebelum pergi mereka berpelukan untuk melepas kepergian
"Sebisa mungkin hindari masalah apa kalian mengerti" ucap Fu Kai dan diangguki mereka semua.
"Semoga kalian semua berhasil" ucap Fu Kai
"Pasti, kami tidak akan gagal dalam hal ini" ucap Cao Ya.
"Aku percaya pada kalian, baiklah ayo pergi dan berjuanglah" ucap Fu kai.
"Kakak juga semoga berhasil kak" Ucap we Fui.
mereka semua akhirnya pergi meninggalkan gubuk kecil diperbukitan itu, dalam perjalanan panjang itu mereka semua sering kali bertemu dengan banyak perampok, mereka berusaha untuk terus menghindar agar tidak menimbulkan banyak masalah.
perjalanan mereka cukup lama hampir satu bulan mereka semua baru sampai ditempat guru mereka dan kini mereka harus menjalani ujian agar mereka dapat diterima.
Fu Kai memiliki guru bernama Bai Long dia adalah salah satu jendral terkuat di kerajaan Chen, Fu Kai juga bekerja sebagai pelayan di kerajaan Chen, Bai Long memberikan ujian yang cukup berat untuk Fu Kai.
Fu kai dituntut untuk bisa melatih keseimbangan, kekuatan Fisik dan Yang terakhir adalah ketepatan, Fu Kai harus melewati balok kayu kecil dengan membawa batu yang lumayan besar dan semakin lama Balok yang dilewati semakin kecil dan itu semua adalah ujian pertama Bagi Fu Kai
Ujian yang kedua adalah Fu Kai harus bisa mempelajari jurus tombak dengan cepat dan itu membutuhkan konsentrasi besar dan ujian terakhir adalah mengabungkan jurus tombak dengan energi spiritual dan itu sungguh menguras banyak energi.
Beruntungnya Fu kai bisa melewati semua ujian itu dan bisa menjadi murid pertama jendral Bai Long yang terkenal kehebatannya.
.
.
.
__ADS_1