Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 48. tunggu esok hari


__ADS_3

Fu Kai terkejut dengan ucapan Pangeran Sio sebelum akhirnya dia tersenyum.


"Dan sebab itulah aku melakukan ini untukmu" ucap Fu Kai.


"Hahhhh kau ini keras kepala sekaliii" ucap Pangeran Sio Frustasi.


"Satu satunya cara kak" ucap Fu kai.


"hah terserah kau saja" entah mengapa Saat Fu kai memanggilnya kak serasa luruh semua keras kepalanya.


"Akan kulakukan nanti, biar kuselesaikan ini dulu" ucap Jhin Tian dan langsung bekerja cepat.


"Apaaaaa... kau ini gila yaa" teriak Pangeran Sio.


"Bisakah kau tidak berteriak dan kerjakan itu, Kaisar memintanya hari ini" ucap Fu Kai lalu beranjak dan membawa beberapa gulungan.


"Kita tak punya banyak waktu, kuhafap kau mempersiapkan dirimu" ucap Fu kai saat diambang pintu.


"Yaya aku tau pergilah, aku pasti akan membantumu disaat kau membutuhkan nanti" ucap Pangeran Sio.


"Tentu saja" ucap Fu kai.


Fu Kai berjalan menuju aula, tapi saat diperjalanan dia melihat Putri Xuan duduk dikursi taman dengan dua pelayan dibelakangnya.


"Ini kesempatan tapi.. ah aku tidak akan melewatkan kesempatan bagus" Fu kai dengan ragu melangkahkan kakinya kearah Putri xuan.


"Salam Putri, apa yang anda lakukan diaini sendirian" ucap Fu kai.


Fu Kai melihat sebuah kertas disana terlukis wajahnya.


Putri Xuan langsung menyembunyikannya dengan wajah memerah malu.


"Ah itu aku aku sedang menikmati pemandangan" ycap Putri Xuan.


"Benarkah, wah pasti putri akan melukis pemandangan" ucap Fu Kai dengan senyumnya.


"Hah melukis" tanya Putri Xuan.


"Oh apakah semua alat lukis ini bukan milik anda Tuan putri" tanya Fu Kai dengan berpura pura binggung.


"Ah ini ya tentu saja milikku hahaha iya ini milikku dan aku memang akan melukis" ucap Putri Xuan.


"Emm aku tau tempat yang indah, mungkin bisa memberikan anda sebuah ide" ucap Fu Kai.

__ADS_1


"eh benarkah, dimana tempat itu" tanya putri Xuan.


"Yah tempat ini adalah tempat Favorit ku hanya pangeran Sio dan adik adikku yang mengetahuiny, dan kau adalah orang berikutnya setelah mereka" ucap Fu kai.


Wajah Putri Xuan semakin memerah.


"A apa tidak apa apa aku kesana" tanya Putri Xuan Gugup.


"Tentu, ayolah" ucap Jhin Tian sambil menarik Tangan Putri Xuan, Jhin Tian tentu sudah meminta para pelayan itu pergi.


Disepanjang jalan wajah Putri Xuan terus menunduk dan memerah.


"Kita sampai" ucap Fu Kai.


putri Xuan memandangi tempT itu dengan wajah Bahagia.


"Woahh tempat yang sangat indah, disini senja terasa lebih hangat dan indah" ucap Putri xuan.


"Tentu saja, kau boleh melukis disini, aku akan menunggumu dipohon itu" ucap fu kai sambil mengeluarkan serulingnya.


"Emm baiklah" ucap Putri Xuan sebelum Kahirnya dia melihat seruling yang dipegang Fu Kai.


"wah seruling yang indah" ucap Putri Xuan.


Wajah Putri Xuan kembali memerah karena malu.


Fu kai duduk dibawah pohon sambil memainkan serulingnya sementara Putri Xuan sibuk melukis pemandangan sambil menyembunyikan wajah merahnya, padahal saat itu Fu kai bermain seruling sambil memejamkan matanya.


"Apakah dia juga menyukaiku hingga melakukan ini semua" batin Putri Xuan dengan hati berbunga bunga.


"Cih ayolah Fu Kai kau harus bertahan, tapi sungguh aku tidak nyaman dengan posisi ini, jika bukan untuk pangeran Sio aku lebih baik bersama buku buku ku daripada dengan wanita itu" ucap Fu kai dalam hatinya, dia benar benar merasa tidak nyaman berbanding terbalik dengan Putri Xuan yang begitu bahagia.


putri Xuan melukis Cukup lama bahkan Fu Kai sampai tertidur dibawah pohon itu.


Putri Xuan menghampiri Fu Kai .


"dia terlihat lebih tampan saat tertidur, andai saja ayah Tidak memaksaku menikahi Pangeran mahkota, akj pasti lebih memilih menikah denganmu pangeran Kai, meski asal usulmu tidak begitu jelas, namun karena ayah seorang raja dia juga harus mendapatkan kerjasama dengan kekaisaran, jujur saja aku kesal dengan ayah, dia menjadikanku alat untuk agar bisa mendapatkan kekaisaran besar Chen, dia berkata untuk menyerang kekaisaran adalah hal mustahil namun dengan menyerang pertahanan dari dalam itu lebih Mudah, hiks ayah begitu egois hinga tak memikirkan perasaanku. " keluh putri Xuan pada Fu Kai yang tertidur.


"Apapun caranya aku harus mendapatkanmu meski aku harus kehilangan kesucianku" ucap Putri Xuan yang hampir mencim bibir Fu Kai dan Seketika itu Fu kai terbangun.


"Putri apa yang kau lakukan" ucap Fu Kai


"Jadilah milikku pangeran, menikahlah denganku aku tidak ingin menikah dengan pangeran Sio" ucap Putri Xuan dengan wajah sendu.

__ADS_1


"Apa kau gila tidak akan ... cih" Fu kai langsung melesat pergi dari sana dan meningalkan putri Xuan yang terkejut dengan penolakan Fu Kai.


"Lalu tadi itu mengapa kau melakukan hal itu padaku, mengapa kau mengukir kenangan yang begitu indah dihatiku jika itu hanya untuk melukaiku, kenapaaaaa... hiks hiks..... lihat lah aku tidak akan melepasmu" ucap Putri Xuan dengan senyum semirik, dia lau kembali keistana.


Diistana Fu Kai berjalan tergesa gesa kekediaman Fu Kai.


"Pangeran buka ini aku kai" teriak Fu Kai.


"Ya tunggu sebentar" ucap pangeran Sio.


"itu terlalu lamm... kenapa tidak bilang kau sedang ganti baju" ucap Fu Kai dengan wajah datarnya.


"Kau sendiri yang tidak sabaran" ucap kesal Pangeran Sio.


"iya maafkan aku, tapi ada sesuatu yang harus kukatakan tentang wanita itu" ucap Fu Kai.


"Diaa gilaa, tidak aku tidak akan melakukan apapun untukmu tentang wanita itu, kau tau dia hampir menciumku saat aku tertidur tadi, ahh itu sungguh membuatku kesal" teriak Kesal Fu kai.


"Sudah kukatakan jangan melakukannya, tapi kau begitu keras kepala" ucap Pangeran Sio.


"Ayolah jangan tambah menyalahkanku seperti itu, tapi perasaannku mengatakan akan ada argumen besar diistana ini" ucap Fu kai dengan senyum sinisnya.


"Apa maksudmu" tanya pangeran Sio.


"Kau akan segera tau kak, Terserah kau saja mau percaya atau tidak, tapi aku minta kau berikan ini pada Kaisar api menyala dengan kobaran yang besar dan panas" ucap Fu Kai sambil memberikan sebuah bola kecil seukuran bola kasti.


"pesan dari siapa ini" tanya Pangeran Sio.


"Ayolah kau bisa melihatnya besok, kau tidak ingin merusak kejutan yang kubuat dihari pertunanganmu kan" ucap Fu kai dengan Senyum.


"Cih rasanya tak sudi aku menjadi tunangan wanita itu" ucap Pangeran Sio.


"hahaha sudahlah sebaiknya kau beristirahat dan aku akan berikan kejutan luar biasa besok" ucap Fu Kai sambil melangkah pergi meninggalkan kediaman pangeran Sio.


"bagaimana pun aku tidak pernah bisa paham dengan rencana mu itu adik" ucap pelan pangeran Sio dengan senyum tipis setelah Fu Kai pergi dari kediamannya.


Dia lalu m3ngamati bola itu, namun dia tentu teta mematuhi permintaan Fu kai untuk menunggu esok hari.


.


.....


.....

__ADS_1


..


__ADS_2