Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 17 .Penyusup


__ADS_3

"Nak apa kau yakin kau adalah seorang pelayan" tanya Guru Itu.


"Tuan Nan Yang saya bersungguh sungguh, bahkan berada diistana pun baru kali ini" ucap Fu kai.


"Jujur saja kau memiliki tata krama yang baik dalam hal kerajaan" ucap Nan Yang.


"Orang Tua saya memang selalu mengajarkan tata krama yang baik kepada saya dan saudara saudara saya" jawab Fu Kai.


"Apakah kamu anak dari bangsawan" tanya Nan Yang Lagi.


"Tidak, orang tuaku hanyalah seorang petani biasa bahkan kami tinggal didesa terpencil" jelas Fu Kai.


"Guru apa kau akan terus mengobrol dengannya atau mengajari kita" bentak Putri mia.


"Tuan putri mia, salah satu hal yang harus seorang putri miliki adalah kesabaran, putri harus bisa mengontrol kesabaran putri" ucap Nan Yang.


" begini saja Tuan putri Cobalah untuk lebih tenang, dan pahami suasana jika ada yang berbicara biarkan mereka berbicara terlebih dahulu, tetaplah terlihat anggun meski kesal sekalipun, jika sudah tidak tahan cobalah untuk batuk kecil itu akan membuat orang lain mengalihkan perhatiannya pada anda dan anda bisa memulai pembicaraan dengan gaya yang elegan dan anggun" jelas Fu Kai panjang lebar


percaya tidak percaya Guru Nan Yang Mencatat apa yang dikatakan Fu Kai, dia sungguhmerasa gagal menjadi pengajar putri kerajaan.


"Begitu saja aku juga sudah tau" jawab Putri Mia.


"Kau tidak boleh mengatakan itu katakan kata kata yang lebih anggun seperti 'mohon maaf sebelumnya tapi hamba sudah mengerti tentang hal ini ' anda harus mengatakannya dengan lebut, kata kata ini akan membuat orang yang mencoba membanggakan dirinya menjadi terdiam dan malu namun anda terlihat sangat anggun dan tenang" ucap Fu Kai.


Pelajaran hari ini mungkin tidak bisa dikatakan Fu Kai hanya menemani melainkan dia mengajari para putri, putri Sia sangat berterimakasih pada Fu Kai karena berkat Fu Kai dia lebih mengerti akan tata krama kerajaan, sebenarnya putri mia juga begitu tapi dia tidak berani mengatakannya harga dirinya lebih tinggi dari pada kata terimakasih.


"Mohon maaf Tuan putri karena pekerjaan saya telah selesai hamba mohon undur diri untuk melakukan pekerjaan yang lain" ucap Fu Kai dengan membungkukkan badannya.


"Baiklah kai kau boleh pergi" ucap Putri sia sedangkan putri mia hanya membuang muka acuh.


"Fu Kai kudengar dari para pelayan kau mengajari para putri tata krama" tanya Li Hua.


"Emmm tidak kak aku hanya memberitau apa yang kutau tau sama sekali tidak mengajari, dibanding denganku Tuan Nan Yang tentu lebih hebatkan" ucap Fu Kai dengan senyum.


"Kuharap Putri Mia tidak mempermasalahkan ini lagi" ucap Li hua.


"Tidak akan, putri mia adalah orang yang baik" kata Fu kai meski sebenarnya dia juga kesal dengan sikap Putri Mia.

__ADS_1


"Kau ini sudah disiksa masih saja membela" ucap Li Hua dia sangat kasihan setiap melihat Fu Kai yang dihukum.


namun mendengar perkataan Li Hua , Fu kai justru hanya tersenyum.


Jujur saja dia sangat kesal dengan putri Mia namun saat ini kesabarannya masih cukup untuk menangani Putri Mia ini.


"Huft baiklah kau tetaplah berhati hati, kakak akan kembali melakukan pekerjaan hari ini Yang Mulia kedatangan tamu penting" ucap Li Hua.


"Tamu penting siapa dia" tanya Fu Kai.


"Aku tidak tau tapi aku tentu harus membuat jamuan yang sangat lezat kan, apa kau ingin membantuku" tanya Li Hua.


"Emm Baiklah... ehh" Fu Kai merasakan sesuatu Aura yang seketika membuatnya tidak nyaman.


"ada Apa ,apa ada masalah" tanya Li Hua.


"Ah Maaf Kak aku lupa jika masih ada pekerjaan " ucap Fu Kai.


"Emm Begitu ya baiklah kalau begitu, kakak pergi dulu" ucap Li Hua dan pergi meninggalkan Fu Kai.


Fu Kai menatap kesatu arah dengan tatapan tajam.


"Anak itu melihat kearahku, tidak mungkin kan anak sekecil dia bisa merasakan kehadiranku" batin Orang Yang bersembunyi diatas pohon.


Fu Kai memalingkan pandangannya dia pergi dari sana meski begitu dia masih berwaspada.


Orang yang mengawasi itu juga malah penasaran dengan Fu Kai dan Akhirnya mengikuti Fu Kai yang ternyata berjalan kebelakang istana, orang itu semakin penasaran, sebelum Akhirnya Fu Kai menghilang dari pandangannya.


"Ck dimana anak itu tadi, eh tunggu kenapa aku malah mengikutinya aku harus segera menyelesaikan tugasku" ucap Orang Itu .


"Memang tugas apa" tanya Fu Kai Dari belakang.


"Tentu saja untuk mee..." orang Itu berbicara sambil berbalik dan melihat Fu Kai seketika dia menghentikan perkataannya.


Fu Kai menatap Orang itu dengan dingin .


"Katakann..!" ucap Fu Kai dengan nada dingin.

__ADS_1


"kau anak kecil Tau apa, hanya bisa merengek meminta permen awas minggir ada sesuatu yang harus kukerjakan" ucap Orang itu.


"benarkan" ucap Fu Kai dengan sedikit senyum sinis dan tak lama dia memberikan tinju kepada orang itu.


karena mereka berada diatas pohon orang itu langsung kehilangan keseimbangannya dan terjatuh, Fu Kai juga ikut turun dan menghampiri orang itu.


"Katakann..!" Fu Kaimengulangi perkataannya diawal.


"Hmp kau fikir dengan pukulan kecilmu bisa membuatku takut hah" ucap Orang Itu yang kini dusah kembali bangkit


Fu Kai masih dalam mode tenangnya seandainya dia sudah kesal mungkin orang itu sudah tanpa nama, Fu Kai Sudah pernah membunuh orang dan tentu kini dia tidak akan ragu lagi.


Orang itu menyerang Fu Kai dengan energi Spiritual dan dengan reflek Fu Kai juga mengunakan energi apinya untuk menangkis semua serangan.


"Anak ini memiliki elemen api, sebaiknya aku menjauh " batin Orang Itu.


Orang Itu mencoba melarikan Diri sebelum akhirnya Fu Kai menangkapnya dengan energi Spiritualnya yang dia bentuk menjadi tali yang mengikat orang itu.


"kau ingin Jendral Bai Long yang memaksamu bicara atau katakan padaku apa tujuanmu" ucap Fu Kai.


"Aku tidak akan mengatakan apapun , lepaskan aku ini panas" teriak orang Itu.


Tanpa menjawab Fu Kai segera membawa orang itu ketempat jendral Bai Long di perjalanan orang itu selalu saja berisik dan Karena kesal Fu Kai menyumbat mulut orang itu dengan apel yang baru saja dia ambil dari pohon yang mereka tempati tadi.


Ditempat Jendral Bai Long Fu Kai menyerahkan Orang itu, Fu Kai tidak ingin terlibat lebih jauh jika orang itu bersalah maka biarlah dihukum oleh raja dia hanya memberikan pukulan kecil untuk menangkapnya saja.


Bai Long menyerahkan orang itu kepada Raja dan Raja telah memaksa orang itu untuk berbicara dan ternyata orang itu adalah utusan dari raja Huang Ya dia ingin jamuan untuk tamu kehormatan raja gagal dan kerja sama yang akan dibuat raja Chen Huo jatuh ketangannya.


Tak lama setelah proses hukum untuk penyusup itu dilakukan Bai Long dengan segera menemui Fu kai.


"Fu Kai, sebenarnya apa yang terjadi dan bagaimana kau bisa menemukan penyusup itu" tanya Bai Long.


"Emm itu jendrall..." Fu Kai menceritakan semua kejadian yang membuat Bai Long Bangga karena mempunyai murid yang pemberani, jika orang lain mungkin sudah lari terlebih dahulu berbeda dengan Fu Kai yang begitu tenang melihat musuh didepan mata.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2