
malam panjang telah berlalu, mentari kembali menyinari, pagi itu fu kai datang ketempat putri mia dan putri sia untuk membangunkan mereka serta memberikan sarapan, ditempat itu tidak ada pelayan yang membantu fu kai karena Chen Ga ingin semuaa keperluan kedua cucunya hanya dilakukan oleh Fu kai.
sangat melelahkan memang mengurus dua putri dengan dua karakter berbeda, fu kai tidak mengeluh sama sekali, padahal dia sudah cukup kelelahan dengan latihannya semalam.
pagi itu Seluruh sudut kediaman klan Chen sedang sangat riuh entah apa yang membuat mereka begitu sibuk, Fu Kai ingin bertanya tapi mereka terlalu sibuk jadi Fu Kai mengurungkan niatnya
"Ada apa dengan pagi ini, nanti aku akan tanyakan pada putri" ucap Fu Kai dia membawa nampan makanan yang akan dia berikan pada Putri Sia dia baru saja selesai dengan putri Mia.
Tok Tok Tok....
"Putri anda ada didalam" tanya Fu Kai.
"Masuklah kai" ucap Putri Sia
Fu Kai memasuki ruangan putri sia yang ternyata putri sia sedang berdandan.
"Putri Sia ini sarapannya mohon segera dimakan sebelum dingin" ucap Fu Kai dengan Hormat.
"Tunggu sebentar, aku akan memakai hiasan rambut ini dulu, bisa kau menolongku" tanya Putri Sia.
"Tapi Putri ini.."
"Tidak apa apa cepatlah, setelah makan aku juga harus membuat persiapan" ucap Putri Sia.
"Persiapan...? untuk apa" tanya Fu Kai sambil membantu memasang berbagai hiasan rambut Putri Sia.
"Kau belum mendengarnya..?" tanya putri Sia balik.
"Tidak ada yang memberitau aku apapun" ucap Fu Kai.
"Persiapan untuk ulang tahun kakek nanti malam" ucap Putri Sia.
"Jadi Tuan besar berulang tahun, pantas saja semua tampak begitu sibuk" ucap Fu Kai.
"Tentu saja kau juga tau kakek ku dia tidak akan terima satu kesalahan di hari besarnya" ucap putri Sia.
"Ya aku mengerti... apakah ini sudah" tanya Fu kai saat selesai memakaikn hiasan rambut.
"Wah ini, kau pintar juga memilih hiasan rambut" ucap Putri Sia.
"Tidak aku hanya menyesuaikan dengan pakaian yang anda pakai, dengan ini anda akan terlihat sederhana namun sangat elegan" ucap Fu Kai.
"Emm kau benar, aku benar benar berterimakasih padamu, aku tidak mengerti bagaimana kau bisa tau tentang semua ini" ucap Putri Sia dengan senang.
__ADS_1
"Aku belajar dari adik perempuanku" ucap Fu Kai
"Kau punya adik perempuan" tanya putri Sia.
"Emm ya,... sebaiknya putri segera makan, aku akan mempersiapkan hal lain" ucap Fu Kai, dia masih belum ingin menceritakan adiknya kepada putri Sia
"hah baiklah kalau begitu" Putri sia krmudian duduk dikursinya dan memakan makanan yang diberikan oleh Fu Kai.
Fu Kai kembali kedapur dia membantu para pelayan lain bahakan dia juga membantu persiapan dan memberikan resep resep baru pada para juru masak .
Banyak Orang yang menyukai Fu Kai, dia memang terlihat dingin tapi jika sudah akrab dia adalah orang yang sangat menyenangkan.
"Aku sungguh sangat berterimakasih karena kau sudah membantuku, jika tidak aku tidak tau makanan ini akan selesai atau tidak" ucap Seorang juru masak
" ini juga tugasku paman" jawab Chu Tian.
"Bagaimana pun kau dibawa tuan putri dari kerajaan" ucap Sang Juru masak.
"disini bukankah derajat kita sama paman, oh ya apakah raja akan datang" tanya Fu Kai.
"Sayang sekali tidak, perjalanannya cukup jauh dan raja sedang memiliki banyak pekerjaan itu yang dikatakan tuan besar" ucap Juru masak.
" paman Hang Cha boleh aku bertanya sesuatu" ucap Chu Tian dengan ragu ragu.
" silahkan Fu Kai " ucap Hang Cha
"Aku bekerja disini sudah sekitar empat puluh tahun" jawab Han Cha.
"Sudah begitu lama ternyata, emm paman apakah tau tentang seseorang yang bernama Chen Ho" tanya Fu Kai dengan pelan.
Han Cha terkejut mendengar nama yang disebutkan Fu Kai.
"Kau tau nama itu dari mana, jika tuan besar mendengarnya kau akan mendapat masalah besar" ucap Hang Cha
"Masalah besar, memang kenapa" tanya Fu Kai yang semakin penasaran.
"Maaf Fu Kai aku tidak bisa bercerita disini karena setiap dinding bahkan meja disini punya mata dan telinga kau mengerti kan" ucap Hang Cha.
"Emm aku mengerti terimakasih paman" ucap Fu kai.
"Tapi ada satu buku yang tersimpan di perpustakaan kau akan tau semua cerita dari buku itu" Bisik Hang Cha.
"sungguh" tanya Fu kai dengan bersemangat.
__ADS_1
"tentu saja, baiklah aku akan melanjutkan pekerjaanku" ucap Han Cha dan diangguki oleh Fu Kai.
"Bagaimana caranya aku masuk keperpustakaan, " batin Fu kai ia langsung berjalan menuju perpustakaan
Sebelum mencapai Perpustakaan dia bahkan sudah melihat banyak penjaga, Chu tian bahkan terngaga melihat perpustakaan yang dijaga begitu ketat
"Ini bisa dibilang ruangan raja dari pada perpustakaan" ucap Fu Kai.
"Fu Kai, apa yang kau lakukan disini" ucap Seseorang dari belakang.
Fu Kai terkejut dan langsung membalikkan badannya.
"Kau ingin mencuri ya" tanya Orang itu yang tak lain adalah putri Mia.
" tidak aku hanya..."
"Sudahlah kak, bukankah tadi kau ingin dia melakukan sesuatu" ucap Putri Sia.
"Apa yang putri ingin aku lakukan" tanya Fu Kai.
"Aku.. ee aku.."
"Ish kakak ingin kau memilihkan hiasan rambut yang sesuai dengannya" ucap Putri Sia.
Fu kai melirik kearah pintu perpustakaan dan dia mendapatkan sebuah ide.
"Tapi bisakah aku mendapat bayaran dengan karena ini" ucap Fu Kai.
"Kau kekurangan uang kah, tenang saja aku akan membayarmu" ucap Putri mia.
"Tidak, sama sekali tidak aku tidak menginginkan uangmu, aku hanya ingin memasuki perpustakaan itu" ucap Fu Kai.
"Perpustakaan, kenapa kau ingin memasukinya atau jangan jangan kau benar benar ingin mencuri" ucap Putri Mei.
"Ck diperpustakaan aku mau mencuri apa ... buku? haih ditempatku sudah terlalu banyak buku aku hanya ingin melihat perpustakaan yang dijaga oleh puluhan prajurit apakah ada yang istimewa didalamnya" ucap Fu Kai.
Putri Mia berfikir mengiyakan atau tidak permintaan Fu Kai.
" bagaimana kau setuju atau tidak, jika kau setuju nanti malam aku akan memilih gaun serta perhiasan terbaik untuk kalian, agar kalian terlihat paling cantik dan paling bersinar dipesta nanti" ucap Fu kai.
Putri Sia dan putri mia termakan rayuan Fu Kai.
"Baiklah tapi hanya Tiga puluh menit berada didalam perpustakaan, besok aku sendiri yang akan mengantarmu" ucap Putri Mia.
__ADS_1
"Sepakat" ucap Fu kai dengan tersenyum.
Fu Kai akhirnya mengikuti Putri Mia dan Putri Sia untuk memilih semua persiapan untuk para putri itu, mereka tentu ingin menjadi yang terbaik diacara yang terbaik pula bagi kakeknya.