Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 28. Hari yang ditunggu


__ADS_3

"Ada apa pangeran memanggil hamba" ucap Fu Kai setelah memberikan hormat.


"Akhirnya kau datang juga, aku sudah lama menunggumu teman" ucap Pangeran Sio.


"Bisakan anda terus terang, aku masih punya pekerjaan" ucap Fu kai.


"tenang aku sudah meminta beberapa orang untuk mengantikanmu, ku bisa lebih lama disini, aku ingin kau menemaniku bermain pedang" ucap Pangeran Sio


"Kenapa harus aku bukankah biasanya pangeran bermain bersama jendral Bai Long" ucap Fu Kai.


"ya tapi aku ingin berlatih denganmu, lagi pula adik perempuanku sudah mengatakan bahwa kau hebat dalam pedang" ucap Pangeran Sio.


"Putri sia..? huft aku sebenarnya adalah pengguna tombak namun jika anda ingin bermain pedang bersamaku baiklah aku tidak punya pilihan lain" ucap Fu Kai.


"Bagus ayo ikut aku" ucap Pangeran Sio.


fu kai dan pangeran Sio pergi kesebuah pintu dibelakang kediaman Pangeran Sio , pangeran Sio lalu membuka pintu itu dan terlihatlah sebuah taman yang cukup luas.


"Ini adalah Tempat aku berlatih, ambil pedangmu dan ayo kita bertarung" Ucap Pangeran Sio sambil mengangkat pedangnya.


"sesuai perintah anda" ucap Fu Kai pedangnya keluar dari ruang hampa yah itu menurut pandangan orang lain tapi bagi fu kai pedang itu hadir dari rung penyimpanannya.


"Pedang yang cukup bagus, jangan tahan dirimu" ucap Pangeran sio.


"Pasti " jawab Fu kai.


Fu kai dan pangeran Sio beradu pedang dengan sangat serius mereka kadang saling mengejek kemampuan, sedikit demi sedikit Fu kai mulai menganggap Pangeran Sio temannya, meski sebenarnya mereka bukna hanya sekedar teman namun juga saudara.


Permainan pedang itu akhir nya berakhir saat Fu kai berhasil memojokkan pangeran sio dengan nenempelkan ujung pedangnya dileher pangeran Sio.


"Hahaha aku akui kau memang hebat, rasanya pendidikanku bertahun tahun musnah dihadapanmu yang jauh lebih muda dariku" ucap pangeran sio.


" pangeran juga sangat hebat tadi aku juga sempat kewalahan" ucap Fu Kai sambil tersenyum, ini kali pertama Fu Kai tersenyum dihadapan pangeran Sio dan itu sungguh membuat pangeran Sio merasa sangat senang.


"Tetap saja aku yang kalah" ucap Pangeran sio dengn tertawa kecil.


"Baiklah kalau begitu ayo kita kembali dan aku akan memberikan obat padamu" ucap Fu kai dan diangguki oleh Pangeran sio.


mereka berdua kembali kekediaman pangeran sio, Fu kai menyiapkan bebrapa ramuan untuk dioleskan ke luka yang ada ditubuh pangeran Sio.


"Aku tidak tau kau juga bisa membuat ramuan obat" ucap pangeran sio.


"Ini diajarkan oleh adikku untuk berjaga jaga jika ada luka ringan" ucap Fu kai.


"Adik.. kau juga mempunyai adik, dimana mereka sekarang" tanya pangeran Sio.

__ADS_1


"mereka sedang berada ditempat yang jauh untuk belajar" ucap Fu Kai


"Jika ada kesempatan bawalah adikmu kemari" ucap pangeran sio dengan bersemangat.


"Kuharap aku bisa" ucap Pelan Fu kai.


"Hmm kenapa tidak bisa" tanya Pangeran Sio.


"Tidak pangeran , ini sudah selesai hamba mohon undur diri" ucap Fu Kai yang memberi hormat lalu pergi.


( maaf dipercepat alurnya)


Tiga tahun telah berlalu, Fu kai tumbuh menjadi pria yabg sangat tampan, kini dia bukan lagi seorang pelayan namun pengawal pribadi pangeran mahkota .


Hari ini Fu kai keluar kediamannya dengab wajah yabg terlihat berseri seri karena hari ini dia akan pergi keenam tempat yaitu tempat adiknya belajar.


Mereka ada disatu benua yang sama namun ditempat yang berbeda, Kerajaan Chen Sebenarnya adalah sebuah kekaisaran namun karena banyaknya peperangan membuat kerajaan Chen kehilangan banyak negara dan kini menjadi kerajaan besar saja dan bukan lagi kekaisaran.


Fu kai pergi keruangan temannya yang tak lain adalah Pangeran Sio.


"Pangeran aku ada satu permintaan" ucap Fu kai setelah sampai di depan Pangeran Sio.


"Katakan temanku apa yang bisa kuberikan padamu" ucap Pangeran Sio.


"Bisakah aku berlibur selama Satu bulan saja" ucap Fu Kai.


"Bukankah perang masih satu bulan lagi, aku berjanji saat perang dimulai aku akan langsung datang kemedan perang dan membantumu" ucap Fu Kai.


"Mau pergi kemana kau hingga satu bulan lamanya" tanya Pangeran sio


"Aku akan menemui adikku ini sudah tahun ketiga kami semua berpisah" ucap Fu Kai.


"Huft baiklah tapi aku mohon kau datang tepat waktu, kami tidak akan menang tanpa Pendekar tombak api kami" ucap Pangeran Sio dengan tersenyum.


"terimakasih, aku berjanji padamu akan kembali tepat waktu" ucap Fu kai


"baiklah nanti sebelum pergi temui aku, ada yang ingin kuberikan padamu" ucap Pangeran Sio.


"Ya baiklah, aku akan menemui Tuan putri untuk berpamitan, dan jika tuan Besar Datang lagi tolong beritau dia jangan mengirim apapun lagi padaku" ucap Fu Kai.


"Baiklah, kakek memang seperti itu, bahkan sepertinya kau yang jadi cucunya sekarang" ucap Pangeran sio dengan bercanda.


"pangeran ada ada saja, kalau begitu hamba mohon undur diri" ucap Fu kai dan diangguki oleh Pangeran Sio.


Fu kai bergegas menemui dua orang putri cantik dari kerajaan Chen itu, mereka semua telah menganggap Fu kai seperti saudaranya sendiri itupun sebagian atas perintah Chen ga dan sebagian lagi hati mereka yang menginginkan itu.

__ADS_1


"Salam Putri Mia dan Putri Sia" ucap Fu kai dan seketika dia orang putri Cantik berbalik dan memandang Fu kai sambil tersenyum.


"Wah wah ada apa ini hingga fu kai yang biasanya sangat dingin menjadi sangat berseri seri" ucap Putri Mia.


"Kau benar kakak bahkan terlihat Fu kai begitu antusias apakah dia menginginkan sesuatu" ucap Putri sia dengan tersenyum


mereka memang selalu bercanda saat sedang bersama.


"emm benarkan aku tidak jadi berbicara kalau seperti itu" ucap Fu kai sambil tersenyum.


"Astaga dia merajuk" ucap Putri Mia dan tawa mereka pecah disana.


"putri aku ingin mengatakan hal yang serius, aku akan pergi selama satu bulan" ucap Fu kai.


"Satu bulan, kemana kau akan pergi" tanya putri sia yang mulai serius.


"Aku akan menemui adik adikku, aku sudah meminta izin pada pangeran dan aku juga akan meminta izin pada yang mulia" ucap Fu kai.


"Jadi kau akan bertemu adikmu, wahh kalau begitu selamat dan sampaikan salam kami pada merekA" ucap putri Mia.


"tentu saja tuan putri" ucap Fu kai dengan tersenyum.


"Emm kalau begitu berhati hatilah saat pergi nanti" ucap Putri Sia.


"Baiklah kalau begitu aku mohon undur diri" ucap Fu kai sambil memberikan hormat dan pergi dari sana.



Fu Kai



Chen Sia



Chen Mia



Pangeran mahkota Chen Sio


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2