
Keesokan harinya seperti biasa Fu Kai menyiapkan makanan namun kali ini dia menyiapkan di ruang makan kerajaan, lagi lagi semua orang memuji masakan Fu Kai, meski bukan semuanya dia yang memasak namun hari ini seluruh keluarga kerajaan merasakan makanan paling enak yang pernah mereka masak.
Bahkan koki istana pun meminta bantuan kepada Fu kai, tanpa basa basi pun Fu Kai mengajari mereka, meski seorang laki laki namun fu kai sudah banyak belajar memasak dari ibunya.
"Nak kau baru disini namun kau sudah berhasil membuat kami semua menyukiamu, siapa namamu" tanya Raja Chen Huo.
"Maaf Yang mulia mungkin ini hanya keberuntungan hamba, nama hamba Fu Kai" ucap Fu Kai dengan menunduk hormat.
"Hahaha namamu Fu kai, apa kau bisa bela diri" tanya Chen Huo.
"hamba lumayan bisa yang mulia" jawwb Fu kai masih dengan rasa hormatnya.
"Bagus jika begitu, aku akan mengirim kedua putriku ketempat ayah dan ibuku, aku ingin kau ikit bersama rombongan jendral Bai Long" ucap Raja Chen Huo.
"Tap.."
"Bagaiman apa kau mau" tanya Chen Huo dengan memotong perkataan Fu Kai.
"Baik yang mulia hamba akan melaksanakan tugas dengan sebaik mungkin" ucap Fu Kai dia sebenarnya agak ragu tapi Putri Sia mengangguk membuatnya yakin.
"Bagus kalian akan berangkat lusa jadi persiapkan diri " ucq Chen Huo pada anak anaknya.
"Maaf yang mulia, jika sudah tidak ada yang ingin anda sampaikan hamba mohon undur diri" ucap Fu Kai dan diangguki oleh Chen Huo.
Fu Kai bergegas keluar ruangan dan mencari Bai Long .
"Gur.. ehem jendral aku baru saja mendapat perintah untuk pergi bersama jendral menemani putri pergi kerumah kakek dan neneknya" ucap Fu Kai sambil melirik kanan kiri karena ada begitu banyak prajurit disekitarnya.
"Itu bagus kau bisa berlatih dalam perjalanan" ucap Bai Long.
"Baik" ucap Fu kai sambil membungkuk lalu dia berbalik untuk pergi dan mempersiapkan semuanya.
__ADS_1
Hari itu berjalan cukup lambat bagi Fu Kai karena lagi lagi dia mendapat hukuman dari Putri Mia, fu kai dipaksa berbaring dibawah teriknya matahari dengan batu besar diperutnya dan itu membuat dadanya terasa sesak.
Ini semua bermula karena Putri Mia meminta Fu Kai untuk meriasnya, bagaimanapun Fu Kai adalah lelaki yang tidak pernah menyentuh alat rias, dan karena gugup tanpa sengaja bedak milik putri mia terjatuh dan itu membuat putri mia murka.
Fu kai masih terus diam dibawah Sinarmatahari keringat mengucur deras, nafasnya tak beraturan karena tekanan dari atas lukanya kembali terbuka membuat tempatnya berbaring penuh dengan darah. dua jam telah berlalu akhirnya hukuman selesai, tanpa basa basi lagi putri sia langsung menghampiri Fu Kai dan membantunya berdiri air matanya jatuh melihat kondisinya.
"Putrihamba baik baik saja, sebaiknya putri kembali kekediaman putri, aku akan mengambil obat dan pulang" ucap Fu Kai dengan lemah.
"Biarkan aku membantumu kai, ini semua karena kakakku jadi aku yang akan bertanggung jawab" ucap Putri Sia
"Terimakasih putri tapi pakaian putri akan kotor terkena darah dan juga keringatku ini" ucap Fu Kai sambil tersenyum dia berjalan sempoyongan.
"Hanya sebuah gaun saja tidak masalah, biarkan aku membantumu" kekeh Putri Sia.
"Sia...!! Kembali kesini untuk apa kau dekat dengan pelayan itu" teriak Putri Mia yang masih berjalan dilorong istana fiikuti para dayangnya.
"Tapi kakak lihatlah kondisinya" ucap Putri Sia.
"Aku tidak perduli, sekarang kembalilah..!" ucap Putri Mia dengan kesal.
"Putri sebaiknya kau kembali, aku tidak masalah" ucap Fu Kai hari itu kemarahan Fu Kai sudah sangat meluap luap andai bayangan adik adiknya tidak terrus berputar dikepalanya mungkin istana besar itu sudah hangus terbakar.
"Maafkan aku" ucap Putri sia sambil melepas tangannya yang memegang Fu Kai, dan Fu Kai hanya mengangguk pelan dan tersenyum.
Setelah Putri Mia dan Putri Sia pergi Fu Kai berjalan dengan bantuan bangunan disekitarnya dia berjalan perlahan rasa sakit didadanya sungguh menyesakkan .
"Haruskah aku meminum pil pemberian Ji Hul tapi akuhanya punya lima saja" ucap Fu Kai dengan bimbang.
Akhirnya Fu Kai memakai pil itu, luka ditubuhnya memang tidak sembuh total namun hanya tersisa sedikit, nyeri didadanya juga mulai membaik.
"Adikku memang yang terbaik" fu kai tersenyum sambil melihat sisa pilnya.
__ADS_1
"Sebaiknya aku ganti baju, orang akan takut jika melihat banyak darah ditubuhku" ucap Chu Tian dia lalu bergegas menganti bajunya.
"Hei bocah jangan kira kau sudah mendapat perhatian raja kau bisa berlaku seenaknya" ucap Di Wang dia adalah kepala pelayan.
"Memang apa yang aku lakukan" tanya Fu Kai karena sejak tadi dia hanya melakukan hal yang memang biasa dia lakukan.
"Kau pura pura bodoh atau memang bodoh, apa kau pikir aku tidak tau kau mengambil pekerjaanku menemani tuan putri , dan sekarang kau mengantikanku dengan mudahnya" ucap Di Wang.
Fu kai yang tadinya melihat di wang dengan penasaran kini memutar bola matanya malas.
"Kupikir aku melakukan kesalahan apa, jika kau ingin protes pergilah pada yang mulia, aku tidak meminta untuk ikut tapiyang mulia yang memintaku ikut" ucap Fu Kai dengan santai.
"Jangan Coba untuk membohongiku, aku tau kau mendekati putri Sia dan memintanya untuk membujuk Raja Agar Kau bisa ikut kan" ucap Di Wang.
Di wang adalah lelaki berumur sekitar 25 tahun dia termasuk pemuda yang pandai memasak namun sejak Fu Kai Masuk posisinya menjadi tergeser di hati para Penghuni istana.
"Coba pikirkan apa untungnya aku membohongimu, lagi pula akutidak sedekat itu dengan putri sia hingga aku bisa meminta hal seperti itu, kau bukankah tau aku baru disini" ucap Fu Kai lalu melangkah pergi.
"Tunggu, kau pergi bersama jendral Bai Long kan, berhati hatilah dia tidak sebaik yng kau fikirkan" ucap Di wang dengan tersenyum sinis.
"Aku lebih tau dia dari pada dirimu" ucqp CFu Kai tanpa menoleh dia juga langsung pergi dari sana.
"Apa maksudnya, hengh tidak mjngkin dia mengenal Jendral Bai Long, bagaimanapun jendral bai Long adalah orang yang sulit didekati, aku yang sudah bertahun tahun saja jarang berbicara dengannya, sekalinya bicara dia acuhkan" ucap Pelang Di Wang
Dia juga segera pergi meninggalkan tempat itu.
Fu Kai sore ini menemani Putri sia dan putri mia berlatih tata krama, mereka bahakan harus menyalin semua peraturan kerajaan, meski bukan angota kerajaan tapi entah mengapa Fu Kai sangat tau tentang kerajaan dan segala tata kramanya, bahkan sang guru hingga terperangah melihat metode pelatihan Fu Kai, namun tentu satu orang yang selalu berdecak kesal dan tak pernah puas dengan apa yang Fu kai lakukan yaitu Chen Mia.
.
.
__ADS_1
.
.