Unlucky Bride (Pengantin Yang Malang)

Unlucky Bride (Pengantin Yang Malang)
Bab 28 ~ Diculik


__ADS_3

"Putar balik, Juan!" tegas Allison.


"Baik, tuan," sahut Asisten Juan langsung putar balik kemudian melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


Faylan menghilang dan tentu Allison tahu siapa yang telah menculik sang istri. Allison tak langsung pergi untuk menyelamatkan Faylan. Akan tetapi, ia justru pergi ke kediaman Melvin.


Sampai di rumah Melvin, kedatangan Allison disambut oleh Daisy yang kondisinya telah membaik. "Di mana, Melvin?" tanya Allison.


"Di ruang kerjanya, tuan," jawab Daisy gugup.


Beruntung Melvin ada di rumah, Allison pun melangkah cepat menuju ruang kerja Melvin.


Tok, tok, tok!


Allison mengetuk pintu sebanyak tiga kali hingga akhirnya pintu terbuka dan memperlihatkan sosok Melvin yang tampak sibuk dengan pekerjaan yang terpaksa ia kerjakan di rumah selama merawat sang istri.


"Allison, tumben kemari. Masuk dan duduklah,' sambut Melvin memberi jalan, Allison masuk dan duduk di sofa.


"Ada apa?" Melvin duduk di hadapan Allison sahabatnya.


"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan," ujar Allison.

__ADS_1


"Tentang apa?" tanya Melvin menatap Allison serius.


"Tentang ayahmu."


"Ayahku? Ada apa dengan ayahku?" tanya Melvin dibuat penasaran oleh sang sahabat.


"Ayahmu telah menculik Faylan!" tegas Allison menahan amarah yang sudah di ubun-ubun.


"Lelucon apa ini, Allison? Apa yang kau katakan padaku? Ayahku menculik istrimu Faylan? Untuk apa? Apa hubungannya?" tanya Melvin tak percaya.


Tentu ia tak akan percaya begitu saja. Mengingat sang ayah adalah lelaki sempurna di dunia ini. Lelaki yang sangat menyayangi ibu dan juga dirinya. Apa yang barusan Allison katakan adalah lelucon paling lucu baginya.


"Dia menculik Faylan untuk dibunuh!" tegas Allison dengan geram.


***


Di kamar sebuah bar pribadi mewah yang letaknya jauh dari kota. Tampak seorang gadis dengan lekuk tubuh seksi tengah terbaring tak berdaya di atas ranjang berukuran king size. Kedua tangan dan kakinya diikat dengan rantai baja.


Bulu mata lentik itu bergerak perlahan hingga akhirnya terbuka dan menampakkan manik indah di dalamnya. Gadis itu mengerjabkan mata dikala pandangannya masih buram.


"Akhirnya kamu bangun juga Faylan sayang," sambut pria paruh baya yang duduk di sofa dengan beberapa wanita bayaran mengelilinginya.

__ADS_1


Ya, gadis yang terbaring di atas ranjang dengan kaki dan tangan terikat tak lain adalah Faylan Laurentika Plavius. Faylan ingat terakhir kali ia berada di dalam kamar mandi. Begitu keluar, ia dikejutkan dengan sosok asing yang membekap mulutnya.


"Tuan Torres," panggil Faylan meledek, ia sama sekali tidak takut.


Senyuman miring Faylan berhasil membuat murka pria paruh baya yang tak lain adalah Torres. Ayah kandung Melvin, sahabat Allison.


Torres mendekat, kemudian menyentuh dan mengelus pipi mulus Faylan, "Tak hanya wajah yang diturunkan Maria kepadamu, tapi juga sikap dan perilakunya," senyum miring di bibir Faylan seketika sirna ketika Torres menyebut nama ibunya.


"Coba tebak siapa aku?" Torres bertanya sembari mengeluarkan senjata berupa pisau, ia memainkan pisau tersebut di pipi mulus Faylan.


"Bajingan!" tekan Faylan sebagai jawaban.


"Ya, kau benar, Sayang. Aku bajingan. Tapi, kalau tidak ada bajingan ini, maka kamu tidak akan ada di dunia ini!" tegasnya dengan santai menggores pipi Faylan hingga mengeluarkan darah segar. Faylan memejamkan mata menikmati rasa perih yang sudah biasa baginya.


"Siapa kau? Apa hubunganmu dengan ibuku!?" tanya Faylan dengan suara bergetar hebat.


"Aku adalah....


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2