
Tepat di hadapan seluruh rakyat Oesteria, Allison, Melvin, Shanan dan Castillo menandatangani dokumen perceraian. Setelah pengantin pria bertanda tangan, kini giliran Faylan, Olivia, Daisy dan juga Alexa. Keempat gadis itu membubuhkan tanda tangan dengan mata berkaca-kaca.
Sementara Faylan benar-benar telah menitikkan air mata, ia melanjutkan tangisannya saat di kamar mandi. Semua rakyat Oesteria bertepuk tangan gembira karena keempat keturunan bangsawan akhirnya menjadi duda. Mereka senang karena akan terbebas dari kutukan.
Usai mendatangi dokumen, keempat Unlucky Bride memasuki sebuah mobil, mobil yang akan membawa mereka menuju desa terpencil di mana mereka akan dibuang. Seluruh rakyat Oesteria begitu gembira, mereka tak peduli pada Faylan yang perutnya semakin membesar.
Di dalam mobil, mereka berempat saling berpelukan guna menyalurkan kekuatan masing-masing. Mereka masih tak menyangka benar-benar akan bercerai dan sekarang mereka akan diasingkan.
Beberapa menit di perjalanan, mereka berempat kaget karena mobil tidak membawa mereka menuju hutan, melainkan ke bandara.
"Silahkan turun dari mobil nona-noma, jangan lupa kenakan jaket, kacamata, masker dan juga topi yang ada di belakang nona masing-masing," tutur sang supir membuat Faylan, Olivia, Daisy dan Alexa kebingungan. Meski bingung, tapi mereka tetap melakukan apa yang diperintahkan.
"Tunggu, Pak!" cegat Faylan.
"Iya, Nona."
"Bukankah kami berempat akan diasingkan ke desa terpencil? Ini kenapa malah dibawa ke bandara?" tanya Faylan mewakili ketiga adiknya.
"Nona akan tahu nanti, silahkan ikuti pengawal," balas sang supir pada pintu mobil yang telah dibuka oleh pengawal. Mau tak mau, mereka berempat keluar dari mobil. Mereka dibuat bingung karena diarahkan memasuki pesawat.
"Asisten Juan!" seru Faylan kaget melihat keberadaan asisten Juan di dalam pesawat.
"Silahkan duduk nona-noma," titah asisten Juan.
"Kami mau dibawa ke mana?" tanya Faylan.
__ADS_1
"Korea Selatan, nona."
"Kenapa?" sahut Faylan lagi.
"Nona akan tahu nanti, sekarang duduklah karena pesawat akan segera mengudara. Faylan dan ketiga adiknya duduk dengan ekspresi kebingungan.
Selama di pesawat, tentu saja Faylan terus muntah-muntah. Ia pun dibawa ke kamar khusus, dokter yang telah dipersiapkan memberikan penanganan terbaik.
Beberapa jam berlalu, pesawat telah mendarat di bandara Seoul. Faylan dan ketiga adiknya dibawa menuju mansion mewah nan luas yang telah dipersiapkan jauh hari.
"Asisten Juan, tolong jelaskan," pinta Faylan ketika disuruh istirahat di sofa.
"Baiklah," jawab asisten Juan mengeluarkan empat buah dokumen.
"Benar, nona. Silahkan dibuka dan dilihat," titah asisten Juan, Faylan dan ketiga adiknya membuka dokumen tersebut bersama-sama. Dan betapa kagetnya mereka saat melihat surat nikah mereka masih utuh.
"Apa maksudmu?"
"Surat perceraian yang nona dan tuan tandatangani adalah surat perceraian yang palsu. Buku nikah yang dibakar juga adalah buku nikah yang palsu. Nona dan tuan muda masih berstatus suami istri secara sah," terang asisten Juan tersenyum lebar.
"Benarkah?" tanya Daisy.
"Apa mungkin bisa begitu?" sambung Alexa.
"Lantas, kenapa kami dibawa ke negera ini?" lanjut Olivia yang penasaran.
__ADS_1
"Tentu bisa nona, apa yang tidak bisa dilakukan oleh tuan muda," ucap asisten Juan membanggakan tuan mudanya.
"Nona berempat dibawa ke negera ini untuk melakukan sedikit perubahan pada wajah. Intinya, saya bertugas mengubah penampilan juga identitas nona agar saat pulang ke Oesteria tidak akan ada yang mengenali. Ini adalah rencana yang disusun oleh tuan Allison, Melvin, Shanan, dan Castillo. Apa nona setuju? Atau keberatan?" jelas asisten Juan diakhiri dengan pertanyaan.
Faylan, Olivia, Daisy dan Alexa terlihat bingung, seakan masih tak percaya dengan apa yang asisten Juan sampaikan. Beragam pertanyaan muncul dalam benak masing-masing. Tak menyangka bahwa mereka sama sekali tak bercerai.
Jika memang benar itu adalah rencana suami mereka, maka Faylan dan ketiga adiknya akan melakukan apa pun itu. Apalagi hanya mengubah sedikit wajah serta identitas, tentu tidak masalah. Masalahnya adalah, "Apakah aman? Bagaimana kalau suatu saat terbongkar?" tanya Daisy ragu.
"Tuan tidak akan membiarkannya terbongkar, nona. Percayalah," balas asisten Juan meyakinkan.
"Baiklah, saya setuju. Tapi, saya sedang hamil, apa tidak akan membuat curiga nantinya?" lanjut Faylan.
"Itu bukan masalah besar. Tentu bisa diatur, nona," jawab asisten Juan berhasil membuat Faylan yakin.
"Bagaimana? Apa nona-noma sudah setuju?" lanjut asisten Juan bertanya. Faylan dan ketiga adiknya langsung mengangguk cepat.
"Bagus. Besok operasi akan dimulai. Sementara nona Faylan akan dioperasikan setelah melahirkan."
"Baiklah, kami mengerti!" seru mereka gembira karena tak jadi bercerai, tak juga jadi diasingkan ke desa terpencil.
.
.
.
__ADS_1