Unlucky Bride (Pengantin Yang Malang)

Unlucky Bride (Pengantin Yang Malang)
Bab 43 ~ Kamar Faylan


__ADS_3

Karena sudah sebulan berlalu, keempat keturunan bangsawan sudah seharusnya bercerai dan menjadi duda. Tapi, pasangan Shanan Olivia dan Castillo Alexa tampaknya melarikan diri. Jejak mereka tak berhasil ditemukan oleh orang tua masing-masing.


Tak hanya kedua pasangan itu, tetapi Allison juga tak kunjung pulang dari luar negeri. Rumornya, mereka sengaja pergi untuk menghindari perceraian. Seluruh rakyat Oesteria dibuat ketakutan. Mereka mengira Allison juga pergi membawa Faylan, tak satu pun yang tahu bahwa Faylan, sengaja Allison tinggalkan di istana utama.


Pasangan yang tersisa hanyalah Melvin dan Daisy. Mereka tidak bisa diceraikan karena untuk bercerai semua pasangan yang menikah di hari yang sama, harus bercerai secara bersama-sama pula.


Sebenarnya Melvin sudah diajak oleh kedua sahabatnya untuk melarikan diri ke laur negeri dan hidup dengan tenang di sana untuk sementara. Namun, Melvin menolak mentah-mentah karena masih mencari keberadaan adiknya yaitu Faylan.


Melvin terus menghubungi Allison tapi tak aktif. Melvin juga mengira Allison pergi membawa serta Faylan, karena ia tak berhasil menemukan sang adik dimana pun. Ponsel Faylan juga tak terdeteksi. Melvin bingung harus melakukan apa? Ia sangat mengkhawatirkan adiknya yang malang.


Di tengah kepanikan seluruh rakyat Oesteria karena perceraian terus diundur, Diona justru dibuat murka oleh kelakuan menantunya alias Unlucky Bride, siapa lagi kalau bukan Faylan.


Bagaimana tidak? Tini kehilangan sebelah wajahnya. Faylan sangat mengerikan, ia sampai bergidik ngeri. Meski begitu Diona berjanji akan membiaya pengobatan serta operasi plastik agar wajah Tini kembali seperti semula. Ia kehilangan banyak uang untuk menutup mulut siapa pun yang mengetahui tentang hal itu, Diona tak ingin tragedi mengerikan itu tersebar luas.


"Informasi apa yang kalian dapat?" tanya Diona pada pengawal yang ia utus untuk mencari keberadaan putranya dan juga suaminya yang hilang kontak selama di luar negeri.


"Tidak ada, nyonya. Apa perlu minta bantuan tuan Castin?"

__ADS_1


"Jangan! Menantuku Cleona sedang hamil tua, jangan libatkan mereka!" tegasnya.


Usia memberi perintah kepada pengawalnya, entah kenapa Diona penasaran dengan kamar Faylan yang pintunya sedikit terbuka. Perasaan penasaran itulah yang membuatnya melangkah dan masuk ke dalam kamar Faylan.


Ketika masuk, entah kenapa tubuhnya merinding. "Ini foto siapa?" tanya Diona seraya memungut sebuah foto berukuran besar yang tergeletak di atas ranjang tidur Faylan.


"Tunggu ... Apa ini foto ibu nya Faylan? Dia bilang Tini mencuri foto ibunya, lalu ini apa? Apa sebenarnya yang terjadi?" Diona menghempaskan foto tersebut dengan kasar.


Diona melangkah akan pergi. Namun, langkahnya terhenti kala kedua matanya tak sengaja melihat sesuatu yang terselip di balik bingkai foto tersebut.


Ia kembali meraih foto ibunya Faylan, kemudian mengambil sebuah gambar berukuran 5r yang terselip di sana.


Kedua manik mata Diona seakan keluar saat melihat gambar sang suami yang terlihat duduk terikat di sebuah kursi dengan luka lebam di sekujur wajah dan juga tubuhnya. Saking kagetnya, tangan Diona bergetar memegang foto tersebut.


Ceklek!


Diona meneguk saliva yang tercekat kala mendengar suara pintu yang dibuka tepat di belakangnya. Posisinya saat ini memang tengah membelakangi kamar mandi.

__ADS_1


Tubuh Diona bergetar ketakutan, detak jantung dan helaan napasnya semakin cepat, keringat dingin membanjiri wajah ketika derap langkah seseorang di belakangnya semakin mendekat.


Diona meremas foto suaminya, kemudian melangkah cepat akan melarikan diri. Namun, pergelangan tangannya berhasil dicegat oleh sosok di belakangnya.


"Mau ke mana?" suara berat seorang pria. Diona membulatkan mata sempurna.


"Lu ... Lu—"


Blam!


Satu pukulan tepat di pundak, Diona pun jatuh pingsan sebelum sempat menyebut nama sosok misterius yang menyerangnya.


Pria dengan pakaian serba hitam, bertubuh kekar dengan kumis tebal itu tampak tersenyum miring melihat mangsanya yang sudah tak berdaya. Dengan santainya sosok itu memikul dan membawa pergi nyonya Diona.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2