Unlucky Bride (Pengantin Yang Malang)

Unlucky Bride (Pengantin Yang Malang)
Bab 39 ~ Dijadikan Pembantu


__ADS_3

Keesokan harinya.


Seperti biasa Faylan bangun pagi-pagi sekali. Mandi kemudian siap dengan seragam sekolahnya.


"Nona Faylan mau sarapan pakai apa?" tanya Tina yang selalu siap melayani Faylan.


"Omelette saja, tapi saya bisa ambil sendiri, Tina," Faylan menolak kerena tidak ingin merepotkan.


"Baiklah, nona. Silahkan dinikmati."


"Terima kasih, Tina. Oh iya, Nyonya Diona di mana? Kenapa tidak sarapan?" tanya Faylan sambil melahap sarapannya.


"Pagi-pagi sekali nyonya besar sudah berangkat, nona. Sepertinya ada urusan di luar, mungkin siang nanti akan kembali," balas Tina dengan ramah.


"Kalau Tuan Son bagaimana? Apa semalam dia pulang?" lanjut Faylan kembali bertanya.


"Kalau tuan muda tidak pulang nona. Apa ada sesuatu yang nona perlukan?"


"Tidak ada, saya hanya ingin tahu saja," jawab Faylan.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi." Faylan menganggukkan kepala, Tina kembali ke dapur dan melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


Usai menghabiskan sarapan, Tina berbaik hati mengantarnya hingga sampai ke pintu utama. Tiga orang boddyguard telah siap menantinya. Satu dengan mobil, dua lagi menggunakan motor. Sampai di sekolah, Faylan dikawal hingga ke dalam kelas.


Hari itu Faylan pulang lebih awal dari biasanya. Ia tiba di istana utama tepat saat pukul dua belas siang. Karena sudah lapar sedari tadi, Faylan pun bergegas menuju kamar untuk mengganti seragam sekolah dengan pakaian biasa.


Tanpa berlama-lama, ia melesat menuju ruang makan untuk melegakan rasa lapar yang membuatnya pusing sedari tadi. Sayangnya, belum sempat Faylan duduk di meja makan, nyonya Diona meminta untuk dibuatkan teh terlebih dahulu.


"Baik, nyonya," Faylan pun melakukannya, ia pergi ke dapur dan kebingungan karena tidak tahu teh seperti apa yang biasanya diminum nyonya Diona. Apalagi ada banyak sekali jenis teh di lemari.


Kali ini Faylan masih selamat karena ada Tina yang membantu, hingga ia tak akan salah menyuguhkan teh.


Setelah tehnya siap, Faylan membawanya menuju ruang keluarga di mana nyonya Diona tengah bersantai sambil membaca buku.


"Silahkan tehnya, nyonya," ucap Faylan ramah, ia meletakkan gelas berisi teh tawar ke atas meja.


Kali ini, Faylan membantu Tina membereskan dapur. Meski Tina terus memaksanya untuk kembali ke kamar, tapi Faylan tak peduli. Ia sanggup melakukan apa pun asalkan tidak dimarahi.


Setelah membereskan dapur, Faylan berniat kembali ke kamar untuk segera beristirahat karena tubuhnya terasa tidak baik dan membuatnya gelisah. Namun, angan-angannya untuk beristirahat tak dapat terlaksana kala nyonya Diona menghentikan langkah Faylan ,Faylan pun mundur beberapa langkah dan mendekat.


"Iya, nyonya. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Faylan ramah sambil membungkukkan badannya.


"Tini!" panggil nyonya Diona dengan lantang hingga Tina pun datang dengan berlalu kecil. .

__ADS_1


"Iya, nyonya. Ada apa?" tanya balik Tini.


"Berikan pekerjaanmu padanya, biar dia tidak tidur terus," titah Diona, Tini pun tersenyum licik menatap Faylan di hadapannya.


"Baik, Nyonya. Mari nona Faylan," ajaknya, Faylan menelan saliva yang tercekat.


"Habislah aku," batin Faylan frustasi.


Faylan di bawa ke sebuah ruangan yang didalamnya terdapat begitu banyak pakaian.


"Setrika semua pakaian ini, jangan sampai ada yang rusak!" terang Tini memaksa Faylan masuk ke dalam ruangan tersebut.


Mau tidak mau Faylan pun melakukannya. Ia masuk ke dalam ruangan, kemudian mulai menyetrika dengan sangat hati-hati. Faylan takut pakaian berjaga pilihan juta itu rusak di tangannya. Entah dengan apa lagi harus ia ganti.


Tini pergi meninggalkan Faylan seorang diri. Saat kembali, gadis licik itu membawa beberapa keranjang pakaian yang harus Faylan setrika hari itu juga. Faylan pasrah, ia berusaha menahan ngantuk dan juga lelah. Pakaian yang ada saja belum selesai-selesai, tapi Tini terus menambahnya hingga menumpuk bak gunung.


"Semangat! Aku dan ibu sudah pernah melewatinya, bahkan lebih dari ini, aku pasti bisa!"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2