
"Apa nona melihat sesuatu?"
"Ti-tidak, bukan apa-apa. Saya hanya ingin menikmati pemandangan pohon-pohon di sini. Kalau meminta izin, kalian pasti tidak akan membolehkan, itulah sebabnya saya berlari, hehe...." terang Faylan membuat alasan.
"Mari kita kembali, nona. Kalau tuan muda sampai tahu, kamilah yang akan dihukum," ajak sang pengawal.
"Baiklah," balas Faylan dikawal hingga kembali masuk ke dalam spring mansion. Faylan langsung kembali ke kamarnya, tak lupa mengunci semua jendela dengan aman.
"Kaca jendela ini sangat tebal, sepertinya anti peluru. Semoga saja begitu," Faylan segera menjauh dari jendela. Ia bahkan tak bisa tidur siang karena terus memikirkan sosok misterius yang ia lihat tadi.
"Apa hanya halusinasiku saja. Lagian spring mansion ini dijaga sangat ketat, mana mungkin ada yang bisa memasuki," pikir Faylan hingga tanpa sadar terlelap dengan sendirinya.
***
Matahari telah terbenam, Allison pulang lebih awal. Tidak larut malam seperti rencananya, jamuan makan malam dengan investor besar pun ia batalkan begitu saja.
"Di mana Faylan, Bik?" tanya Allison ketika menginjakkan kakinya di rumah.
"Sepertinya masih istirahat, tuan. Saya tidak berani bangunkan," balas Bibik Fani dengan ramah.
"Dari siang sampai malam?" Allison menghentikan langkahnya.
"Iya, tuan. Akhir-akhir ini memang nona banyak tidur," lanjut Bibi Fani menjelaskan.
Mendengar itu, Allison pun melangkah cepat menuju kamar Faylan.
Tok, tok, tok!
Di dalam kamar, Faylan kaget setengah mati usai melihat jam di dinding kamarnya. Ia langsung bangkit dan terburu-buru membukakan pintu.
"Maaf, tuan. Saya baru bangun tidur," ucap Faylan sembari merapikan rambutnya yang berantakan.
__ADS_1
"Kau sakit?" Allison mengintrogasi dengan tatapan tajam, Faylan langsung menggelengkan kepala.
"Mandilah," titah Allison melangkah pergi menuju kamarnya sendiri untuk mandi dan bersiap.
Faylan juga melakukan hal yang sama. Faylan mandi hanya sebentar karena takut Allison menunggu lama. Meski sebentar, ia tetap menghabiskan waktu setengah jam lamanya.
Tanpa mengeringkan rambutnya yang setengah basah, Faylan segera menuju ruang makan. Persis seperti dugaannya, Allison telah menunggu di sana.
"Maaf membuat tuan menunggu," ucao Faylan lembut.
"Duduk," titah Allison tanpa menoleh. Ia mulai mengambil makanan dan langsung melahapnya.
"Apa lagi yang kamu tunggu?" tanya Allison dengan tatapan tajamnya, Faylan segera bangkit dan mengambil makanan sendiri.
"Kenapa dengan wajahmu?"
"Wajah saya?" sahut Faylan tak mengerti.
"Oh, sepertinya karena kebanyakan tidur, tuan."
"Kau jarang bergerak sekarang. Malam ini datanglah ke kamarku. Kamu perlu olahraga," pinta Allison seraya melahap makan malamnya dengan santai.
"Baiklah, tuan," jawab Faylan tanpa curiga sedikit pun.
Usai makan malam bersama, Faylan akan membawakan piring kotornya ke dapur.
"Mau ke mana?" tanya Allison.
"Cuci piring. Tuan bilang saya harus banyak bergerak," tutur Faylan. Allison pun tak lagi mempermasalahkan, ia bangkit dan langsung pergi ke kamarnya. Faylan membantu bibi Fani mencuci piring.
"Nona tidak seharusnya begini, kan ada saya dan pelayan lainnya," protes bibi Fani.
__ADS_1
"Tuan Son sendiri yang meminta saya untuk banyak bergerak, Bik." Bibi Fani menggelengkan kepalanya.
Usai mencuci piring, Faylan kembali kamarnya. Dengan sejuta kepolosannya, Faylan mengganti piyama dengan pakaian olahraga yang kebetulan ada di dalam lemari. Tak lupa ia juga mengikat rambutnya yang masih setengah basah.
Faylan masuk ke dalam lift dan naik ke lantai tiga menuju kamar Allison.
Tok, tok, tok!
"Masuk!" sahut Allison di dalam sana. Pintu kamar Allison dapat dibuka dan dikunci hanya dengan sebuah remot.
Ceklek!
Pintu Faylan buka penuh semangat. Faylan menelan saliva kala melihat Allison yang berbaring di atas ranjang, dengan pakaian yang terbuka, memperlihatkan otot serta urat tubuhnya yang kekar.
Faylan mendekat, kemudian berkata, "Kenapa baju tuan robek?"
"Kau suka?" tanya Allison dengan suara bass sedalam lautan.
Faylan mengerutkan alisnya heran, "Bukankah kita mau olahraga?" tanya Faylan polos.
"Iya, ini pakaian olahragaku. Kemarilah, kita mulai olahraganya."
Yang mau olahraga malam, malah tebar pesona🙄
.
.
__ADS_1
.