
seorang pria berjalan menyusuri jalan ke atas gunung, ia membawa kayu bakar cukup banyak di punggungnya. setelah sekian lama ia berjalan, akhirnya ia sampai di tujuan. ia mencapai rumahnya yang ada di atas gunung.
ia menaruh semua kayu bakarnya dan duduk menatap langit biru.
"sudah berapa lama ya? 10 tahun? 11 tahun?" mencubit dagunya.
ia berpikir sudah berapa lama ia tinggal di gunung seorang diri seperti ini. ketika ia berpikir sebuah suara datang dari dalam rumah. ia terkejut dan langsung berdiri, yang tinggal di gunung ini hanya ia seorang. jadi sesuatu di dalam rumahnya pasti monster atau hewan.
"Hmm... kuharap bukan monster" mengambil kapak di pinggangnya.
ia melangkah perlahan menuju pintu dengan kapak yamg siap menyerang kapan saja. namun sebelum ia membuka pintu, sebuah suara terdengar.
"ah...! sudah kubilang agar melihat saja kan...?!" suara perempuan dari dalam rumahnya.
"yah maaf... aku hanya ingin membantu kok" suara laki laki dari dalam.
"semua jadi berantakan... harusnya aku membawanya saja dari rumah" ucap suara perempuan.
"yah mau bagaimana lagi... karena akhir akhir ini kita selalu sibuk jadi tidak sempat juga ya kan" suara pria.
pria si pemilik rumah langsung menurunkan kapaknya karena mengenal kedua suara ini.
"tapi hebat juga ya dia bisa memiliki bahan makanan banyak seperti ini" suara perempuan.
"yah dia kan orang yang hebat dalam bertahan hidup... apa kau lupa" suara pria.
"benar juga yah... kurasa aku terlalu khawatir" suara perempuan.
"kalau begitu mari kita ambil beberapa" suara pria.
namun si pemilik rumah langsung menendang pintu mendengar kalimat barusan. ia masuk dengan berteriak kencang.
"apa yang coba kau lalukan pada bahan makananku...!?" ucap pemilik rumah.
__ADS_1
"Hi...?!" 2x.
yang dilihat si pemilik rumah adalah seorang pria yang sedang membuka lemari berisi daging yang cukup banyak. di sisi lain ada seorang wanita yang sedang memotong sayuran di dapurnya.
"ah... mm-mmm se-selamat datang" ucap pria yang membuka lemari.
"Selamat datang Jidatmu...! apa yang sedang kau lakukan Kon?!" tanya si pemilik rumah.
"a-aku hanya melihat ada beberapa daging busuk disini hehe" ucap pria bernama Kon tersenyum pahit.
"aku baru menangkapnya tadi pagi!! kalau cari alasan cobalah lebih bagus lagi!!" ucap pemilik dengan kesal.
"Hmm ah kalau begitu... aku mencoba mengecek apakah bahan makananmu masih segar" ucap Kon dengan senyum.
"Brengsek" ucap pemilik dengan geram.
kamudian sebuah suara menghentikan pertikaian tersebut.
"sudahlah kalian berdua... ingatlah umur kalian, jadi jangan bertingkah seperti anak kecil" ucap wanita yang tadi memotong sayuran.
"huuh... kalian ini ya..." ucap wanita bernama Helen sambil menghela nafasnya.
Helen menaruh pisaunya dan melanjutkan menumis sayuran yang telah dipotongnya.
"oh iya Zhel apa belakangan ini ada hal aneh di hutan?" Tanya Helen.
"Tidak ada yang aneh... memangnya ada apa?" tanya Zhel.
"beberapa hari yang lalu kami mendeteksi ada sebuah ledakan sihir di hutan bagian selatan dekat Kota Walcruz" Jawab Helen.
"Ledakan sihir? berarti ada makhluk kuat disana ya?" tanya Zhel.
"ya begitulah kami pikir... besok pagi kami akan menyelidiki tempat tersebut... jadi sekalian kami mampir" Jawab Helen.
__ADS_1
"heeh... ternyata menjadi penyihir asosiasi cukup sibuk yah" ucap Zhel.
"ya begitulah" jawab Helen.
"aku ingin libur" Ucap Kon dengan malas di sofa.
akhirnya Zhel membantu helen di dapur menyiapkan makan malam. Kon dan Helen adalah teman masa kecil Zhel, mereka selalu melakukan banyak hal bersama sampai pada akhirnya Zhel di kucilkan dan hidup sendirian di atas gunung. namun Kon dan Helen tetap menyempatkan waktu bertemu dengan Zhel untuk menghiburnya.
Kon memiliki Wajah yang cukup tampan dengan rambut dan matanya berwarna coklat, rambutnya berantakan sama dengan sikapnya. sedangkan Helen ia Cantik dengan rambut merahnya, tubuhnya bisa dibilang proporsional jika dilihat.
mereka makan malam bersama, sambil berbincang tentang kemungkinan makhluk di hutan bagian selatan.
"kurasa kalian membutuhkan seorang pemandu iya kan?" tanya Zhel.
"begitulah... lagipula kami juga memiliki seseorang yang hebat dalam menjelajahi hutan... ya kan helen?" ucap Kon dengan senyum.
"ya setidaknya ia bisa kami percaya" ucap helen sembari meminum teh nya.
"kalian ini ya" ucap Zhel dengan wajah bermasalah "tidak bisakah kalian meminta bantuan dengan benar?"
"kenapa Zhel? kau mau membantu kami? ah terima kasih... jadi kami tidak perlu menyewa seseorang untuk membantu" ucap Kon.
"huuh... kalau begitu tidurlah... kalian membutuhkannya untuk besok... sudah tahu kan tempat tidurnya?" tanya Zhel.
"ya... aku di kamar sana kan dan kau di sofa" jawab Kon dengan senyum.
"Tidak Tidak kau di sini dan aku di kamar... begitulah peraturannya" ucap Zhel sembari menggoyangkan jari telunjuknya ke kiri dan kanan.
"masa iya? aku belum pernah mendengarnya tuh" ucap Kon.
"baiklah aku sudah selesai... aku mau tidur dulu yah" ucap Zhel.
"ya... selamat malam" jawab Helen.
__ADS_1
Zhel memasuki kamar dan langsung berbaring di tempat tidurnya. ia sedikit iri melihat kedekatan keduanya, karena selama ini Zhel hidup sendirian di atas gunung. seringkali ia turun untuk turun gunung karena bahan makanan yang menipis.