
Saat ini Kon sedang berbicara dengan Kepala Desa Quet di ruang tamu, mereka sedang membicarakan tentang evakuasi warga ke tempat lain.
“Jadi anda ingin kami mengungsi ke suatu tempat?”
“Benar... Setelah warga sudah pergi, saya akan memeriksa laboratorium tempat Slime tersebut”
“Bukankah tuan petualang yang sebelumnya terluka parah karena pergi kesana?”
“Benar... Jika ia tidak pingsan, kita bisa mengetahui informasi yang ia dapat... Namun saat ini kondisinya begitu parah, teman saya juga sedang melakukan semua yang ia bisa untuk menyelamatkannya” ucap Kon.
“Baiklah saya akan mengumpulkan warga”
“Terima kasih”
Kepala Desa pergi meninggalkan ruangan tersebut, Kon hanya diam terduduk sembari berpikir tentang Slime yang dilawan Zhel.
-Slime apa yang bisa membuat Zhel terluka seperti itu?
~Di Ruangan tempat Zhel dirawat~
Helen mengarahkan kedua tangannya ke arah Zhel yang tidak sadar, ia sedang membuat Sihir untuk mengetahui kondisi tubuh Zhel.
-Kenapa ini? Aku sudah mengerti struktur bagian dalam tubuh manusia, tapi kenapa tidak menemukan Keanehan pada Zhel? Apa yang salah?
Helen telah berhasil membuat sihirnya, ia menamakannya dengan Body Trouble Seeker yang berfungsi melihat semua organ dalam manusia. Sihir itu membuatnya menggunakan hampir seluruh Mana miliknya, namun setelah beberapa saat ia menggunakan sihir barunya dengan tergesa-gesa Helen langsung terjatuh di sebelah Zhel.
“Manaku... Habis? Sial” ucap Helen dengan nada kesal.
Helen menjatuhkan wajahnya di pinggir kasur yang di tempati Zhel, ketika ia hendak terlelap karena kehabisan Mana Helen merasa tubuhnya menjadi lebih segar secara mendadak.
“Ini? Bagaiman bisa? Buknkah seharusnya...”
Helen akhirnya menyadari bahwa Mana miliknya perlahan kembali, sagu-satunya orang yang bisa melakukan hal itu adalah orang yang sedang terbaring di kasur itu. Namun Zhel tidak membuka mata dan masih terlelap seperti sebelumnya, kemudian sebagian bibirnya dan menciptakan sebuah senyum tipis.
“Zhel? Baiklah.... Body Trouble Seeker”
-Sebelumya aku hanya melihat sekilas karena kehabisan Mana, namun dengan Mana milik Zhel aku pasti bisa. Pikir Helen.
Namun ketika ia melihat kondisi Zhel, mata Helen terbuka lebar karena keanehan yang ia lihat.
“Racunnya... Menjalar dengan cepat?”
~Di Ruang Tamu Rumah Kepala Desa~
Kepala desa kembali dan berbicara dengan Kon yang sudah menunggu sedari tadi, ia melihat Kon dengan tatapan aneh tidak seperti sebelumnya.
“Tuan petualang... Saya ingin tahu kenapa anda ingin kami meninggalkan desa ini?” tanya Kepala Desa.
“Saya belum tahu monster apa yang akan kami lawan, namun jika Zhel sampai terluka separah itu...” ucap Kon yang kemudian mengepalkan kedua tangannya “Kami tidak yakin bisa menang”
__ADS_1
Kepala desa melipat kedua tangannya dan bersandar di sofa, ia mengangkat kepalanya dan menutup matanya sembari berfikir.
“Jika saya melihat dari kondisi saat ini, permintaan anda memanglah masuk akal... Namun lawan anda adalah Slime, bukankah itu adalah monster lemah untuk kalian?” tanya Kepala Desa.
Mendengar hal itu Kon sedikit termakan amarah, kalimat tersebut terdengar seperti meremehkan monster yang akan mereka lawan.
“Tidakkah anda mengerti maksud saya?!” ucap Kon yang kemudian memukul meja.
“Biar kupaatikan 1 hal tuan petualang” ucap Kepala Desa sembari mengangkat jari telunjuknya, kemudian ia melanjutkan “Bukan hanya saya, namun seluruh warga desa tidak bisa mempercayai anda yang membawa Ras Demonkin”
Mendengar hal itu Kon terdiam dan amarahnya tertahan, Kepala Desa menatap Kon dengan mata penuh curiga.
“Apa yang anda maksud adalah Zhel?” tanya Kon.
“Benar... Walau kami berterima kasih atas bantuan anda sekalian, namun kami tidak bisa membiarkan Ras Demonkin menginjakkan kaki di desa ini”
-Dia sudah tau? Tapi... Tapi Zhel itu...
“Dia itu manusia!” teriak Kon.
Namun Kepala Desa tidak bergeming dan tetap melihat Kon dengan mata yang penuh curiga.
“Manusia? Beritahu saya, apakah manusia itu bertanduk?”
Mendengar pertanyaan tersebut, Kon hanya diam seribu kata. Ia tak bisa membalas pertanyaan Kepala Desa karena yang dikatakannya adalah Fakta.
“Pihak berwajib?”
“Saya sudah meminta seorang warga pergi ke kota terdekat dan meminta bantuan dengan gulungan sihir Teleportation, jadi bisakah anda bekerja sama dan tidak melakukan hal aneh?”
“Kapan pihak berwajib akan datang ke desa ini?”
“Kemungkinan sebentar lagi"
Kon semakin kesal karena hal itu, ia merasa di jebak oleh Desa Quet.
“Bukan itu masalahnya seka—“
Kalimat Kon terhenti karena dipotong oleh amarah Kepala Desa.
“Diam kau! Jika kami pergi dari desa apa yang akan kalian lakukan?! Kalian pasti merencanakan hal ini kan?! Ketika kami pergi kalian akan menjarah desa ini!”
Kon menjadi sangat muak, ia merasa telah melakukan hal konyol dengan membantu desa ini.
“Cukup... Kami pergi” ucap Kon yang kemudian beranjak dari tempat duduknya.
Ia berjalan menuju pintu keluar namun sebelum ia membuka pintu tersebut, seseorang membukanya dari luar. Dan yang dilihat Kon adalah seorang pria berambut pirang pendek yang terlihat berantakan dengan armor lengkap yang memiliki simbol Republik Safanas di bahu kanannya, di belakang pria tersebut ada beberapa prajurit siap tempur.
“Apakah anda Kepala Desa Quet?” tanya Pria berarmor.
__ADS_1
Namun bukan Kon yang menjawab, melainkan Kepala Desa yang muncul dari dalam rumah.
“Saya Kepala Desa Quet, saya mohon tuan Prajurit... Tolong tangkap pria ini dan rekannya karena telah menipu kami” ucap Kepala Desa sembari menunjuk Kon.
-Menipu kalian?! Bukannya kalian yang menipu kami?! Pikir Kon.
“Kami berfikir bahwa ia dan rekannya adalah bandit karena membawa seorang Demonkin”
Prajurit tersebut memicingkan matanya dan melihat Kon dengan tatapan penuh kebencian.
“Itu tidak be—“
Kalimat Kon terhenti karena tiba-tiba pria tersebut menggenggam kepala Kon dan menjatuhkannya ke lantai, pria tersebut memasang wajah jijik ke arah Kon.
“Diam jika kau merasa tidak bersalah”
-Orang ini?!
“Shadow Speed” ucap Kon.
Kon menghilang dari tangan pria berarmor, sihir tersebut memberikan kecepatan lebih pada tubuh Kon mirip dengan sihir Multiple Agility milik Lein namun sihir ini adalah elemen kegelapan. Biasanya sihir kegelapan hanya untuk pemanggilan, sihir kegelapan juga tidak bisa dipakai oleh sembarang orang. Kon memiliki bakat khusus yang memungkinkan dirinya menggunakan sihir kegelapan, namun Kon sendiri tidak bisa menggunakan sihir elemen lain dan hanya bisa menggunakan sihir non elemen.
Faktanya sihir kegelapan memang beragam, namun tak ada yang bisa menggunakannya.
“Tangkap dia!” ucap Pria berarmor penuh amarah.
Efek sihir Kon menghilang setelah beberapa detik, kemudian sebuah anak panah yang ditembakkan salah satu prajurit datang dan mengarah pada Kon. Ketika panah tersebut datang, Kon menghindarinya, namun ia sempat tergores oleh panah tersebut.
“Jangan biarkan dia kabur, tangkap dia dan komplotannya” ucap Pria berarmor.
Banyak prajurit mengejar Kon, melihat itu Kon mencoba menjauh dan pergi ke tempat Zhel dirawat.
“Helen... Zhel... Semoga mereka baik saja”
Namun ketika Kon berlari, dari belakangnya terdengar sebuah ledakan besar yang menarik perhatian. Kon melihat ke arah asal ledakan dan yang ia temukan adalah sosok ungu transparan yang sangat besar sedang berjalan.
“Slime?!”
Kon terkejut melihat Slime beracun yang berukuran raksasa tersebut, dari kejauhan Slime tersebut seperti membentuk sebuah tentakel dari tubuhnya dan menghancurkan banyak rumah dengan sangat mudah.
“Jadi itu yang dimaksud Zhel”
Kon akhirnya mengerti kenapa Zhel sampai terluka begitu parah, Slime tersebut berukuran amat besar sampai bisa menutupi sebuah rumah berlantai 3. Apalagi tubuhnya beracun dan ia bisa membentuk tangan sebanyak yang ia mau karena tubuhnya elastis.
“Aku harus cepat...”
Gemuruh suara ledakan dan teriakan warga bercampur, namun Kon tetap pada tujuan utamanya yaitu lari bersama Helen dan Zhel dari desa quet.
Tidak ada yang menyangka bahwa Slime tersebut akan datang, itu adalah sebuah kejutan besar bagi semua yang ada di desa quet.
__ADS_1