Veel World : The Miracle With Flaws

Veel World : The Miracle With Flaws
Chapter 2.6


__ADS_3

Di Hutan Eliad.


Hutan Eliad adalah hutan besar yang dipenuhi banyak makhluk misterius, di dalamnya terdapat begitu banyak misteri karena setiap makhluk luar yang memasukinya tak pernah ada yang kembali hidup-hidup. Dikatakan hutan tersebut tempat tinggal dari Grim Reaper, makhluk yang dikutuk abadi oleh ketujuh pahlawan. Di dalam dongeng ia dikatakan adalah makhluk yang melakukan pembunuhan massal dimasa lampau, sayangnya hal itu tak pernah terbukti karena tak pernah ada yang bisa kembali.


Hutan Besar Eliad terletak cukup dekat dengan Ibukota kerajaan Waren, Raja terdahulu membangun Kerajaan disini karena lokasi yang strategis. Bagian selatan kota adalah tempat paling dekat dengan Hutan Besar Eliad, oleh karena itu tak mungkin ada musuh yang berani menyerang dari selatan karena tidak berani mendekati hutan terkutuk tersebut.


“Hmm disana cukup berisik yah” tanya sosok misterius di atas pohon cemara.


“Benar juga... Apa itu alasanmu datang ke sini?” tanya seorang gadis berpakaian Ghotic Ungu dibawah pohon.


“Begitulah... Scar membuat masalah lagi”


“Sepertinya menjadi Raja Iblis sangat merepotkan yah”


“Raja Iblis kah? Mereka seenaknya saja menyebut kami seperti itu... Padahal kamilah yang menyelamatkan leluhur mereka semua”


“Aku juga masih belum percaya akan ceritamu itu... Namun bukankah lebih mudah jika kau membunuh Anggota lainnya dan memberikannya pada orang yang tepat?”


“Sayangnya tak semudah itu... Kami tidak bisa saling membunuh karena terikat perjanjian... Jika kami sampai menyerang 1 sama lain maka perjanjian ini akan berpindah secara acak”


Sosok misterius tersebut turun dari atas pohon dan mendekati si gadis tersebut.


“Saat ini kami dianggap makhluk jahat... Ditambah beberapa Anggota menjadi buas karena mentalnya terlalu lemah... oleh sebab itu kami tak bisa melaksanakan Perjanjian Alter World”


“Perjanjian Alter World kah... Lalu apa kau punya rencana untuk menjatuhkan anggota yang bodoh tersebut?”


“Sayangnya belum... Tidak ada makhluk yang pantas menerima posisi tersebut”


Kemudian Sosok misterius tersebut merasakan beberapa kehadiran yang unik dari dalam ibukota.


“2..? tidak... 3”


“Kenapa?”


“Mungkin mereka bisa menduduki posisi tersebut” melihat ke arah ibukota yang berisik.


“Hmm apa mungkin itu aura dari manusia yang disebut Pahlawan itu?”


“Bukan... Mereka adalah makhluk dari dunia ini... Dan juga tolong jangan sebut makhluk menjiikkan seperti mereka itu pahlawan... Mereka tidak tahu ketika mereka dipanggil, maka yang akan terjadi pada dunia mereka adalah kehancuran total”


“Aku baru mendengarnya... Jadi manusia yang dipanggil itu hanya sekumpulan orang bodoh yang ditipu ?”


“Ya begitulah”


Sosok misterius tersebut berjalan meninggalkan si gadis berpakaian ghotic ungu, ia berjalan mengarah ke Ibukota Waren.


“Aku ingin memastikannya sebentar... Nanti aku akan kembali lagi”


“Baiklah... Aku akan menyiapkan teh untukmu juga”


Sosok misterius tersebut menghilang bagaikan angin, tak ada suara ataupun jejak yang tersisa.


“Kasihan sekali yah menjadi Raja Iblis” ucap si gadis dengan senyuman di wajahnya.


Di tempat penyerangan sekaligus titik terakhir dari sihir prisma teleportasi.


Sebagian besar rumah terbakar habis oleh api, dan juga banyak sekali pertarungan dimana-mana. Namun yang menjadi sorotan adalah sosok yang menggunakan jubah hitam.


“Hmm ada yang aneh... Seharusnya ada banyak warga kota, namun disini yang ada hanya prajurit... Aa mereka sudah mengetahui rencana kami?” ucap orang berjubh hitam.


“Hey kau belakangmu tak terjaga tahu” ucap seorang pria berarmor hitam yang muncul dibalakang pria berjubah hitam.


Ia adalah Komandan Dale, salah satu petinggi kerajaan Waren.


Pedang milik Komandan Dale menusuk dada dari si pria berjubah hitam tersebut.

__ADS_1


“Kena kau” ucap Komandan Dale.


“Benarkah? Backtrack”


Pria berjubah tersebut menghilng dan muncul di belakang komandan Dale.


“Kaulah yang kena” mengayunkan sabuah kapak.


Kapak tersebut mengarah tepat ke leher komandan Dale, namun sebuah panah membuat kapak tersebut terlempar beberapa meter. Anah tersebut berasal dari Komandan Dreig yang berada cukup jauh dari mereka.


Melihat hal itu komandan Dale langsung mengarahkan pedangnya ke pria berjubah tersebut namun pria berjubah langsung mundur setelah kapaknya terpental.


“Curang sekali jika 2 lawan 1”


“siapa bilang kami hanya berdua?” ucap Komandan Dale dengan senyuman berani di wajahnya.


Sebuah panah petir menyerang tepat ke arah pria berjubah, namun panah tersebut hanya merobek jubahnya saja.


“Hampir saja... Sepertinya kalian petinggi negeri ini... Menarik sekali” ucap pria berjubah tersebut.


Jubah hitamnya rusak dan akhirnya sebuah wajah terlihat dibaliknya. Ia memiliki rambut hitam pendek dengan mata biru laut yang terang. Ia adalah pria tinggi dan bertubuh kekar, dari senyumnya ia terlihat sangat percaya diri.


“Siapa kau?” tanya komandan Dale.


“Aku? Seharusnya kalian tahu siapa aku kan?”


Komandan Dale tidak mengerti apa yang ia katakan, namun ia tahu bahwa pria di depannya ini memiliki kemampuan mengerikan.


“Kami tidak tahu... Katakan siapa kau?” ucap Komandan Dreig.


“Katanya kami sangat terkenal... Ternyata tidak juga yah... Kemarilah senjata pahlawan Inazuma” ucap pria tersebut.


Kapak yang terpental tadi melayang dan kembali ke pria tersebut.


“Senjata Pahlawan Inazuma katamu?!” ucap Komandan Dale.


“Sekarang kalian sudah mengenalku kan?”


“Mungkinkah kau itu... Pahlawan Jim Dazzel?”


“Nah kalian baru sadar yah... Hahaha aku tidak tahub bahwa manusia di dunia ini begitu bodoh” ucap pria bernama Jim Dazzel.


“Untuk apa pahlawan melakukan penyerangan seperti ini?!” tanya Komandan Dreig.


“Untuk apa? Tentu saja untuk mengambil alih kerajaan ini... Kerajaan Severth memberikanku sebuah tanah dan tanah tersebut disini... Namun aku melihat banyak sekali bangunan yang jelek jadi aku menghancurkannya untuk membangun ulang nanti” ucap Jim.


“Kerajaan severth katamu?” ucap Komandan Dale yang kemudian memicingkan matanya.


“Benar... Mereka berkata bahwa tanah ini sebenarnya milik mereka karena sejak dahulu merekalah yang selalu menyelamatkan tanah ini dari Raja Iblis”


“Persetan dengan kerajaan busuk itu! Instant Step!” ucap komandan Dale.


Komandan dale menghilang dan langsung muncul di depan Jim sembari mengayunkan pedangnya.


“Kau lamban sekali pak tua”


Jim menyerang Komandan Dale dengan kapaknya terlebih dahulu, namun Komandan Dale berhasil menangkisnya dengan pedang. Setelah terkena serangan Komandan Dale langsung terpental cukup jauh.


“Dale kau baik saja?!” tanya Ketua Helder.


“Ya aku baik saja” memegang tangannya yang gemetar.


-Orang ini! Kurang ajar! Karena hanya mereka saja yang bisa memanggil pahlawan, mereka seenaknya mengakui tanah ini adalah bagian dari kerajaan mereka.


Komandan dale kembali berdiri dengan tegak sembari menyiapkan kuda-kuda bertarung. lalu sebuah senyuman muncul diwajahnya

__ADS_1


“Hahaha... Mau apa kalian ? Apa kalian hendak membunuh orang yang akan menyelamatkan kalian dari Raja Iblis?” ucap Jim.


“Kau bukanlah Pahlawan... Biar kutunjukkan sedikit kemampuan Manusia di dunia ini... Thousand Art” ucap Komandan Dale.


Kemudian komandan Dale maju dengan cepat, ia langsung memusatkan pedangnya dan hendak menusuk Jim.


“Bodoh sekali yah”


Jim mencoba menyerang balik dengan kapaknya yang sudah dialiri petir, namun sebelum senjata mereka bertemu Komandan Dale berpindah posisi seperti teleportasi, serangan Komandan Dale yang seharusnya dari depan menghilang dan tiba-tiba muncul dari sisi kiri Jim.


“Kau yang bodoh bocah”


Pedang Komandan Dale meleset dan hanya menggoras pundak Jim. tergores oleh serangan Komandan Dale, Jim naik pitam karena merasa diremehkan.


“Pak Tua Kurang ajar!”


Jim mengayunkan Kapaknya dengan Liar, namun tak ada satupun serangan yang mengenai Komandan Dale. Setiap Ayunan Jim sangat mematikan karena kapaknya mengeluarkan Petir yang cukup besar.


Komandan Dale bergerak layaknya sedang menari, ia menghindari setiap serangan dengan Halus dan Mudah.


“Ayolah Pahlawan... Apa hanya itu kemampuanmu?”


“Rasakan Ini Lightning Hammer!”


Ucap Jim yang kemudian mengayunkan kapaknya ke tanah, setelah itu sebuah petir besar menghantam tanah dan membuat sebuah gelombang kejut besar yang menghempaskan semuanya.


“Bagaimana Pak tua?!” ucap Jim dengan senyum kemenangan diwajahnya.


“hanya segitu?”


Komandan Dale berada di belakang Jim dan siap menebas kepalanya, namun jim melompat dan menjauhi serangan tersebut.


“Sudah kubilang kau bukanlah pahlawan... Kau hanya sedang bermain pahlawan-pahlawanan seperti anak kecil”


“Kau—“


Ucapan Jim terhenti karena sebuah gelombang kejut lainnya yang lebih besar, itu berasal di dekat mereka. Ketua Helder pikir ini adalah tanda bahwa sihir Prisma Teleportasi sudah aktif.


“Helder?! Mungkinkah ini?!”


“Ya tidak salah lagi... Raja Iblis Scar sudah datang”


Mendengar nama itu Jim terdiam.


“Ada apa bocah? Kau bilang kau akan membunuh Raja Iblis bukan? Dia ada disana jika kau memang seorang pahlawan maka kalahkan dia”


“Ti-tidak mungkin... A-aura mengerikan ini”


“Hah? Aku tidak pernah mendengar ada pahlawan yang takut dengan Raja iblis? Ternyata memang benar kau itu bukan pahlawan”


“Tutup mulutmu tua bangka! Aku akan membunuhmu setelah itu aku akan menunjukkan pada mayatmu bahwa aku bisa mengalahkan Raja Iblis!”


Jim berlari dan hendak menyerang Komandan Dale dari depan.


“Helder, Dreig... bisa kalian urus yang disana? Aku akan menyusul setelah bermain paghlawan-pahlawanan dengan anak ini” ucap Komandan Dale.


“Baiklah kami akan menahannya semampu kami”


“Jangan bermain-main... Tangkap dia secepatnya ya” ucap Komandan Dreig.


“Kalian meremehkan Aku Sang pahlawan hah?!” teriak Jim.


Kemudian sebuah sapuan Kaki menghentikan gerakan Jim hingga ia terjatuh.


“Harus kubilang berapa kali? Kau itu bukan pahlawan”

__ADS_1


Pertarungan berat sebelah dimulai, Pertarungan itu tak terlihat seperti pertarungan hebat. Namun terlihat seperti orang tua yang menemani anaknya bermain.


__ADS_2