
Di sebuah lahan kosong milik Asosiasi Penyihir Kerajaan Waren.
2 orang sedang berhadapan dengan serius, mereka adalah Zhel dan Heru yang sebentar lagi akan memulai duelnya.
“Kupikir kau menyerah dan takkan datang” ucap Heru mengejek.
“Jika aku tidak datang maka kau tidak akan dapat taruhanku... Apa kau mau itu?” ucap Zhel dengan senyum berani.
“Ah benar juga... Kalau begitu terimakasih sudah datang untuk kalah ya” ucap Heru.
“Maaf saja... Aku tidak berniat kalah saat ini” ucap Zhel.
“Saat ini? Berarti kau akan menyerah nanti gitu?” tanya Heru.
“Entah... Siapa yang tahu... Namun aku ragu kata menyerah bisa diterima di duel ini” ucap Zhel.
“Apa?”
Kemudian seorang pria maju mendekati mereka berdua, ia adalah wasit di pertandingan ini. Ia adalah pria paruh baya dengan luka cakar hewan buas di bagian kiri wajahnya hingga membuatnya sangat mengerikan. Rambutnya hitam bercampur putih menandakan umurnya yang sudah tua.
“Baiklah saya akan menjadi wasit di duel ini... Peraturan yang diajukan Zhel untuk duel ini sudah disetujui oleh ketua... Pertama, senjata tajam diperbolehkan... Kedua, tidak boleh ada yang menyerah dalam duel ini” ucap Wasit.
“Tunggu dulu!” sela Heru, kemudian melanjutkan “Apa maksudnya menyerah tidak diperbolehkan?”
“Dengar peraturannya sampai akhir... Ketiga, duel berakhir jika salah satu dari kalian mati” ucap Wasit dengan nada serius.
Bukan hanya Heru, namun semua yang menonton pertandingan terkejut dan menyerukan ketidak setujuan mereka. Akhirnya duel belum bisa dimulai.
“Apa kau berniat mati disini” tanya Heru pada Zhel.
“Kurasa begitu.. Lagipula aku disini sebagai penengah agar suesuatu muncul” ucap Zhel.
“Apa maksudmu” tanya Heru.
Namun belum selesai pembicaraan mereka, seseorang memasuki tempat diadakannya duel. Ia adalah pria berambut pirang dengan tubuh kekar. Ia memiliki banyak tittle di seragamnya, ia adalah ketua asosiasi penyihir.
“Diam!” ucap Ketua asosiasi “Aku Halder Stain... Sebagai ketua asosiasi memperbolehkan duel ini dengan peraturan seperti itu... Bagi yang merasa keberatan majulah dan bicara langsung padaku!”
Semua orang terdiam mendengar ucapan tersebut dari Ketua Helder, namun Heru dengan kesal berbicara dengan nada menantang keras.
“Ketua Helder! Apa maksudnya ini! Saya tidak mengerti apa maksud dan tujuan anda!” ucap heru.
“Diam...” ucap Ketua dengan nada dingin “Disini Zhel adalah penengah dari sesuatu yang ingin kulihat... Kau tidak pantas berbicara padaku... Wasit mulai duel ini” ucap Ketua Helder.
“Baiklah... Duel dimulai!” teriak Wasit dengan tegas.
Heru langsung memasang kuda-kuda dan siap menyerang.
“Peraturan yang bodoh” ucap Heru pada Zhel.
“Benarkah? Sepertinya kau belum paham untuk apa duel ini dilakukan” ucap Zhel.
“Tujuan duel ini? Katakan” ucap Heru.
__ADS_1
“Bagaimana kalau kau mencoba membuka mulutku” ucap Zhel dengan senyum berani.
“Begitu ya... Baiklah... Metal Crush!” ucap Heru.
Sebuah dinding besi muncul dari tanah tepat di samping Zhel, kemudian kedua dinding tersebut mengapit Zhel dengan cepat.
“Sudah selesai” ucap Heru dengan nada senang.
“Benarkah?” tanya seseorang.
Kemudian di atas dinding yang mengapit tersebut duduklah seseorang disana, ia dalah Zhel dengan senyum yang tak gentar.
“Kau?! Bagaimana bisa kau—“ ucap Heru terhenti karena dipotong oleh Zhel.
“Jangan banyak bicara karena kita sedang duel... Jika hanya segini kemampuanmu, maka tak mungkin kau bisa mengalahkanku” ucap Zhel.
“Fire Vortex” ucap Heru.
Kemudian sebuah api muncul dibawah Zhel dan membentuk sebuah tornado api yang Zhel tepat berada di tengahnya.
“Hahaha kena kau!” ucap Heru dengan senyum menjijikkan di wajahnya.
“Hee.. Disini terasa hangat... Namun sayangnya aku tak begitu suka hawa panas” ucap Zhel yang kemudian menghilang dari tengah tornado Api.
“Ap—?!”
“Dibelakangmu” ucap Zhel.
Zhel tiba-tiba muncul dibelakang Heru, Zhel memukul punggung Heru cukup keras sampai Heru terpental beberapa meter kedepan.
“Ayolah... Apa hanya segini kemampuanmu? Bukankah kau masih memiliki kemampuan tersembunyi lainnya” ucap Zhel tersenyum.
“Manusia rendahan yang tidak bisa menggunakan sihir sepertimu... Beraninya menghinaku dengan lantang... Matilah! Lightning Bolt” ucap Heru.
Sambaran petir muncul di ujung jari telunjuk Heru dan mengarah langsung ke Zhel.
“Huh... Baiklah akan kutunjukkan perbedaan kekuatan kita” ucap Zhel tersenyum.
Petir yang keluar dari jari Heru mengenai Zhel tepat di dadanya, Zhel tidak menghindari petir tersebut dan hanya diam.
Semua orang yang melihat hal itu terkejut karena mereka pikir Zhel sudah dipastikan mati oleh sihir tersebut.
“Hmm... Lumayan” ucap Zhel.
“Apa?!” ucap Heru terkejut.
“Biar kuberitahu kemampuanku” ucap Zhel sambil berjalan ke depan.
Petir tersebut tidak mengecil namun lebih besar karena Heru menambahkan banyak mana di dalamnya. Semua orang juga tidak percaya Zhel masih bisa tenang dan tetap berjalan ke arah Heru yang terdiam.
“Kekuatanku adalah menetralisir Mana di sekitarku kemudian menjadikannya milikku... Kau tahu artinya?” ucap Zhel yang tiba di depan Heru.
“Ti-tidak mungkin” ucap Heru terkejut.
__ADS_1
“Artinya... Aku adalah musuh alami semua makhluk yang memiliki Mana... Focused Punch” ucap Zhel.
Zhel mengalirkan Mana ke tangan Kanannya dan memukulnya terfokus pada 1 titik, dan dengan keseriusan Zhel akhirnya tubuh heru terpental dan menabrak dinding penghalang.
Zhel mendekati Heru yang hampir kehilangan kesadaran.
“Kupikir kau lebih kuat lagi... Bukankah kau meminjam kekuatan darinya” ucap Zhel mengejek Heru.
“Darinya?” tanya Heru.
“Raja Iblis... Aku tahu kau meminjamnya, kau tidak bisa menyembunyikan Mana menjijikkan itu dari Mata ini” ucap Zhel.
Kemudian Ketua Helder datang dan mendekati Zhel.
“Alasanku menyetujui peraturan ini karena Zhel mengetahui bahwa kau adalah anak buah Raja Iblis... karena itu untuk mempercayainya aku menyetujui peraturan dan Zhel sendiri yang akan melakukan eksekusi di depan umum” ucap Ketua Helder.
“Jadi aku sudah ketahuan ya... Mau bagaimana lagi... Nanti malam tuanku akan berkunjung ke ibukota... Karena aku tidak ada maka kematian kalianlah yang akan menjadi penggantinya! Hahaha... Hidup Raja Iblis Scar!” teriak Heru.
Kemudian aura gelap menyelimuti Heru yang telah mati, mengetahui hal ini Ketua Helder dan Zhel menjauh dengan cepat.
Lalu sebuah sosok hitam besar muncul dari tubuh Heru.
“Matilah manusia... Matilah karena kebodohan kalian yang menentang Raja Iblis Scar” ucap Monster tersebut dengan suara Heru.
Namun Ketua Helder dan Zhel malah berbincang santai melihat perubahan Heru yang mengerikan.
“Ternyata benar” ucap Ketua Helder.
“Jadi aku bukan tersangkanya kan?” tanya Zhel.
“Ya.. Namun aku sedikit tidak percaya bahwa kau bisa melihat Aliran Mana dari Raja Iblis” ucap Ketua Helder tidak percaya.
“Yah begitulah... Aku menyadarinya karena ada kesamaan antara aliran Mana Shasa dan dia... Aliran Mana itu mengerikan dan Gelap” ucap Zhel.
“Kalau begitu kau langsung kuterima sebagai penyihir Kerajaan... Lalu tugas pertamamu adalah tunjukkan siapa saja di asosiasi penyihir ini yang termasuk pemuja Raja Iblis” ucap Ketua Helder.
“Tidak sulit...” ucap Zhel yang kemudian mengalirkan Mana ke kedua matanya.
Zhel melihat Aliran Mana semua orang yang datang di sini, Zhel terkejut karena hampir 30% dari mereka adalah anak buah Raja Iblis.
“Ketua... Apa kau akan terkejut jika aku mengatakan 30% orang disini adalah pemuja Raja Iblis?” tanya Zhel.
“Sudah pasti... Namun ini bukan saatnya terlejut... Bisa kau mengurusnya?” tanya ketua.
“Tentu bisa... Aku bisa menyelesaikannya salam 5 menit jika tidak diganggu” jawab Zhel.
“Bagus... Aku akan memberi perintah sedikit” ucap Ketua Helder.
Semua orang masih bingung dengan kondisi saat ini, tentang makhluk apa yang keluar dari tubuh Heru dan kenapa Ketua sampai repot turun tangan ke lapangan.
“Semuanya dengarkan! Zhel memiliki kemampuan melihat aliran Mana Raja Iblis... Ia melihat ada diantara kita adalah pemuja Raja Iblis... Jika kalian mengganggunya maka hukuman akan diberikan... Zhel kuperintahkan kau menghabisi semua pengkhianat disini!” perintah ketua helder.
“Siap!” ucap Zhel.
__ADS_1
Kemudian Zhel melompat ke arah penonton dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa. Zhel mengeluarkan Crossbow dan sebuah Katana dari Storage Ring, ia langsung menyerang semua orang yang memiliki Mana Raja Iblis di tubuhnya. Lalu kepanikkan terjadi di tempat tersebut.