
“Hoo... Jadi itu keinginannya, kurasa itu cukup menarik” ucap Monarch dari balik bayangan sebuah rumah.
Monarch mengintip ketika Zhel berlari meninggalkan Kon dan Helen, ia mendengar percakapan mereka bertiga.
“Sayang sekali bocah... Mimpi seperti itu sangat sulit diwujudkan” ucap Monarch yang kemudian berjalan menjauh.
Perlahan tubuh Monarch terhisap kedalam bayangan rumah.
“Yah untuk saat ini mungkin tidak, namun kita lihat apa jawabanmu setelah mengetahui kebenarannya bocah... Berikan aku pertunjukkan yang menarik ya”
Akhirnya Monarch benar-benar menghilang, tubuhnya sudah tidak ada lagi setelah sepenuhnya terhisap kedalam bayangan.
~Di Tempat Lain~
Seekor ular naga melihat sebuah proyeksi di udara dengan sihirnya, proyeksi tersebut memerlihatkan 2 orang manusia dan seorang yang mirip demonkin.
“Jadi dia ya orangnya” ucap Raja Iblis Ouroboros.
Raja Iblis Ouroboros adalah seekor ular naga dengan kemampuan yang bisa menggunakan banyak sihir tingkat tinggi, salah satunya yang sedang ia gunakan saat ini yaitu sihir yang bisa melihat jarak jauh Third Eyes.
“Benar ucapan Monarch, namun... Mimpi yang besar pasti membutuhkan pengorbanan yang besar, hal itu tidak bisa dihindarkan... Untuk mewujudkan mimpi itu apa yqng akan kau korbankan bocah” ucap Ouroboros.
Saat itu ia tersenyum, namun wajahnya tidak bisa menunjukkan ekspresi apapun karena tubuh naganya.
~Di Desa Quet~
Monster Slime raksasa mengamuk dan menghancurkan apapun yang menghalanginya, Slime tersebut menyerang dengan tentakelnya yang semakin banyak. Hanya dengan sekali sapuan sebuah rumah langsung hancur total, dan sekali manusia terkena serangannya maka kematian instan yang mereka dapatkarena racun mematikan, Slime itu seperti sebuah Neraka berjalan bagi siapapun yang melihatnya.
“Focused Punch!”
Sebuah meriam udara menghancurkan salah satu tentakel Slime tersebut, namun hanya dalam sekejap tentakel tersebut kembali tumbuh.
Dari udara muncul manusia dengan tanduk di kepalanya, rambutnya putih dan matanya merah seperti darah.
“Slime kurang ajar... Kubunuh kau!” ucap Zhel yang kemudian melompat untuk mendekati Slime.
Namun Slime tersebut menyerang Zhel yang berada di udara dengan tentakelnya, dengan kecepatan tinggi tentakel tersebut hampir mengenai Zhel.
“Kurang cepat!”
Zhel menghilang di udara, kemudian muncul tepat di atas Slime raksasa. Itu adalah salah satu teknik yang dikembangkan Zhel, caranya menendang angin di kakinya dengan kecepatan tinggi dan membuat sebuah meriam angin mirip Focused Punch. Dengan begitu ia bisa melompat di udara, namun Zhel masih belum terbiasa karena penggunaan Mana di kakinya menjadi jauh lebih banyak untuk meningkatkan kecepatan.
-Core... Dimana Core nya?!
__ADS_1
Zhel menyerang Slime tersebut dengan Focused Punch, namun Zhel masih belum menemukan apa yang dia cari.
Setelah itu sapuan tentakel datang, karena terkejut Zhel langsung menjauh dengan menendang angin. Namun kaki kirinya sempat terkena racun, setelah mendarat rasa sakit langsung menyerang Zhel tepat dimana ia terkena racun.
“Sial... Monster busuk, ia menjadi lebih pintar dari pada sebelumnya”
Kemudian suara detak jantung begitu keras terdengan dari Zhel, merasakan hal aneh itu Zhel langsung terjatuh di lututnya sembari memegang dadanya. Itu adalah bukti bahwa Zhel belum pulih benar, apalagi Zhel memaksakan diri untuk bertarung dan mengalirkan Mana ke seluruh tubuhnya. Hal itu membuat Racun Slime menyebar lebih cepat karena darah Zhel yang dipompa lebih cepat menggunakan Mana.
“Aku tidak akan kalah” ucap Zhel yang kemudian berdiri tegak.
Meriam udara di tembakkan oleh Zhel lagi dan lagi begitu terus sampai akhirnya menarik perhatian Slime raksasa tersebut. Ketika Slime tersebut terkena serangan, Zhel melihat sebuah benda bulat berwarna hitam di dalam tubuh Slime, benda itulah yang Zhel cari.
“Itu dia Core nya! Focused Punch”
Meriam angin Zhel meluncur tepat ke arah Core, namun Core tersebut bergerak di dalam tubuh Slime dan menghindarinya.
-Bagaimana mungkin?!
Zhel terkejut melihat Core yang bergerak, sebelummya Zhel bertarung melawan Slime raksasa ini namun Core itu tidak bergerak dan hanya diam di satu tempat.
“Sial”
Zhel kembali memberikan meriam angin namun core tersebut bergerak lagi, tentakel Slime tersebut mencoba menyerang Zhel namun terkena meriam angin dan hancur.
Zhel memberikan ribuan meriam angin, namun Core tersebut terus menghindar dengan bergerak lebih cepat, di saat bersamaan makin banyak tentakel yang mencoba menyerang Zhel namun hancur terkena meriam angin Zhel. Walau begitu Slime raksasa tersebut semakin dekat dengan Zhel, Zhel terus memberikan serangannya agar Slime tersebut tetap jauh namun yang Zhel lakukan sia-sia.
-Bahkan walau sudah seperti ini... Aku masih bisa di kalahkan.
Di kepala Zhel tak ada lagi rencana, yang terpikirkan olehnya hanya kematian yang semakin dekat namun ia tetap melawan Slime itu sekuat tenaga.
“Aku tidak akan kalah!!!!” teriak Zhel penuh keberanian.
Zhel mempercepat pukulannya dan membuat ribuan meriam angin, namun Slime raksasa tersebut juga menumbuhkan lebih banyak tentakel dan mencambuk Zhel dengan kecepatan tinggi. Setiap benturan dari serangan kedua makhluk itu menciptakan gelombang kejut, debu berhamburan ke berbagai arah dan angin berhembus begitu kencang sampai menghempaskan sekitarnya.
“Haaa!!!!!” teriak Zhel yang semakin kuat.
Zhel mempercepat lagi pukulannya, namun tentakel yang hancur menjatuhi Zhel bagai hujan. Sedikit demi sedikit Zhel merasakan sakit ditubuhnya, rasa perih setiap kali bergerak dan rasa sakit yang terasa di sekujur tubuhnya.
Mata merah Zhel semakin membara, mata itu menunjukkan tekad yang tidak tergoyahkan. Dengan keadaan terpojok Zhel tetap bertarung tanpa takut, ia sudah mengerti bahwa kematiannya sudah dipastikan.
Tiba-tiba Slime raksasa membuat sedikit jeda, setelah itu Slime raksasa langsung menyerang Zhel dengan semua tentakelnya bersamaan.
Zhel tak sempat bergerak karena tubuhnya sudah sampai batasnya, seluruh tubuh Zhel gemetar hebat melihat makhluk di hadapannya. Zhel sudah yakin bahwa serangan tersebut pasti akan membunuhnya, Zhel tidak bisa mengelak lagi.
__ADS_1
-Hanya sampai sini ya... Kon... Helen... Maafkan aku yang besar kepala ini.
namun seseorang melesat sangat cepat menuju Zhel yang sudah putus asa.
“Cocoon Of Darkness”
~Di Sebuah Rumah~
Gerald bangkit setelah seorang prajurit meminumkan Mana Potion padanya, Gerald bangkit perlahan sembari memegang kepalanya yang terasa sangat pusing.
“Apa yang terjadi?” tanya Gerald pada prajurit yang meminumkan Potion padanya.
“Demonkin itu berhasil melarikan diri tuan”
“Begitu ya... Apa kau punya Mana Potion lagi?”
“Ya”
Gerald meminum Mana Potion lagi karena ia masih kekurangan Mana untuk menggunakan sebuah sihir, setelah meminumnya Gerald merasakan Mana miliknya kembali pulih sedikit demi sedikit. Gerald berdiri dan melihat sekitar, dan ketika melihat ke jendela Gerald menemukan banyak prajurit terkapar di depan rumah.
“Kita kalah ya..." ucap Gerald sembari manjatuhkan pundaknya, kemudian ia mengingat sesuatu "Tidak, kita belum kalah” ucap Gerald yang kemudian memicingkan matanya.
Gerald berjalan ke luar rumah, ia memerintahkan prajurit yang masih sadar membangunkan para prajurit yang terkapar. Dari kejauhan ia melihat Slime raksasa yang masih mengamuk, namun anehnya Slime raksasa tersebut tidak berpindah tempat dan hanya mengamuk disana.
“Slime itu...”
Sekilas Gerald melihat Zhel yang bertarung melawan Slime tersebut.
“Hmm... Point Finder”
Gerald menggunakan sihir pencarian, sihir itu adalah sihir yang bisa menemukan lawan yang telah ditandai dengan sihir Point. Setelah itu Gerald merasakan Keberadaan Zhel, saat itu Zhel sedang bertarung melawan Slime.
“Jadi benar dia bertarung melawan Slime itu... Mungkin kita bisa mencari kesempatan untuk mengalahkannya... Semua prajurit hancurkan Demonkin dan Slime itu”
“Ho...!” ucap seluruh prajurit yang ada.
Setelah semua prajurit yang masih bisa bertarung bangkit, Gerald dan para prajurit bergegas mendatangi posisi Zhel dan Slime raksasa tersebut, ketika mereka mulai dekat, Gerald merasakan seseorang yang bergerak sangat cepat mendatangi lokasi Zhel dan Slime.
-Apa yang barusan itu? Tidak salah lagi... Di tempat ini akan menjadi pertarungan para monster. Pikir Gerald.
Gerald semakin menganggap serius masalah ini, ia melihat banyak sekali makhluk yang tak pernah ia lihat. Apalagi semua makhluk tersebut memiliki kemampuan luar biasa, merasakan ketakutan yang mulai menggerogoti hatinya Gerald melihat pedang yang ada di sarungnya.
-Aku tidak akan kalah...
__ADS_1