Veel World : The Miracle With Flaws

Veel World : The Miracle With Flaws
Chapter 1.2


__ADS_3

Zhel yang dibakar oleh Shasa memakan Mana Fruit yang dipegangnya. ia memakan buah tersebut karena tidak ada pilihan lain. ia berpikir jika ia memberikannya maka kemungkinan Mana Fruit tersebut akan disalah gunakan.


Zhel yang hampir mati karena dibakar hidup-hidup oleh Shasa memakan Mana Fruit.


-tidak ada pilihan lain! biarlah aku mati bersama Mana Fruit ini!


Zhel menelan buahnya tanpa menggigitnya terlebih dahulu, sensasinya sama seperti menelan sebuah kerikil. tekstur buah tersebut benar-benar keras seperti batu, dan kulitnya terasa manis sangat manis hingga membuat Zhel merasa ingin muntah.


-Inikah akhirku ? tidak buruk... setidaknya aku takkan mendengar cemoohan lagi.


rasa panas daelri api yang membakar Zhel perlahan menghilang, Zhel agak penasaran dan akhirnya membuka matanya. namun yang ia lihat bukanlah goa sebelumnya, tetapi sebuah dataran yang tak pernah ia lihat.


-I-ini ? Apakah aku sudah mati?


saat itu Zhel melayang di udara sembari melihat banyak manusia lalu lalang. ia melihat sebuh benda beroda empat bergerak tanpa kuda, lalu ia juga melihat banyak sekali bangunan tinggi yang belum pernah ia lihat.


semua bangunan terbuat dari benda yang tak pernah ia lihat, namun ia merasa janggal dengan kedamaian ini.


-apa itu?


ia melihat beberapa gadis muda menggunakan pakaian yang tak pernah ia lihat, zhel mendekat dan mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan di depan sebuah benda kotak tipis bersinar yang mereka genggam.


"Apakah kau menontonnya semalam?" ucap seorang gadis ke benda kotak tipis.


-ia berbicara pada benda tipis itu?!


Zhel bertanya-tanya apakah benda itu adalah makhluk hidup atau sejenisnya, namun ia lebih terkejut ketika sebuah jawaban dari benda tipis tersebut.


(Ya aku menontonnya... Maria imut sekali, dan John sangat tampan dengan pakaiannya di pesta semalam) suara dari benda tipis.


Zhel berhenti karena terkejut, kemudian ia melihat sekeliling dan ia mendapati bahwa hampir aemua orang memiliki benda yang sama seperti gadis di depannya.


ia melayang di udara lagi dan melihat sekitar lebih lama, namun penglihatannya berubah. sebelumnya disekitarnya banyak sekali bangunan berubah menjadi padang rumput luas, namun ada banyak orang berpakaian serba hijau sedang bertarung dengan tangan kosong.


semakin lama Zhel melihatnya, semakin ia sadar bahwa pertarungan itu tidak menggunakan sihir apapun. semuanya hanya bermodalkan tubuh saja.


-tak ada yang menggunakan sihir? apakah karena itu manusia di sini sangat damai?


Zhel mendekat ke pada 2 orang yang berlatih untuk melihat gerakannya lebih dekat.


"jangan asal menyerang! gunakan serangan lawan untuk menjatuhkan mereka!" ucap seseorang yang tidak bertarung.

__ADS_1


"Siap!" Ucap seluruh manusia berpakaian hijau.


-ini? apakah begini cara bertarung mereka yang tidak bisa menggunkan sihir?


waktu terus berlalu, dan berbagai tempat dikunjungi oleh Zhel. ia melibat berbagai senjata proyektil yang melemparkan sebuah besi tajam dan menembus tubuh manusia, ia melihat cara membangun sebuah bangunan dengan sesuatu yang disebut semen.


Zhel mempelajari semuanya tanpa terkecuali, rasa penasarannya terhadap dunia ini tak terbendung. hingga pada akhirnya ia melihat sebuah lubang bercahaya di udara.


-apakah itu jalan keluarnya? apakah aku bisa keluar dari tempat ini? tapi... aku masih ingin tahu lebih banyak... apa itu tenaga dalam? apa itu bubuk mesiu? apa itu elektronik? apa itu gelombang radio? bagaimana cara membuat itu semua? aku akan tetap tinggal disini.


Zhel melayang menjauh dari lubng bercahaya, namun tubuhnya tersedot kelubang perlahan.


-apa waktuku habis? apakah sudah saatnya aku kembali ke dunia ku? aku tidak ingin kembali kedunia yang selalu berperang itu... aku tak ingin... ah


Zhel menyadari bahwa tak semua di dunia asalnya buruk, Zhel memiliki beberapa teman yang mendukungnya. orang yang tidak membuangnya dengan kecatatan yang dimilikinya.


-bagaimana keadaan mereka? Helen.... Kon.... apakah mungkin mereka sudah... tidak... mereka tak akan mati semudah itu... aku... akan kugunakan semua yang kupelajari dari dunia ini untuk bertarung... tunggu aku Kon... Helen...


Zhel memasuki lubang cahaya.


~Di Dalam Goa~


Yang ada di hadapan Helen dan Kon adalah api besar yang membakar teman mereka. Api tersebut tak mengecil dan terus membakar sosok yang berdiri tegak di tengah api.


"Baik... Water Canon!" Ucap Helen.


tubuh Helen diselimuti Banyak Air yang datang entah darimana, kemudian Air tersebut menggumpal dan menjadi beberapa bola. dan dengan kecepatan tinggi bola tersebut memadamkan api yang membara tersebut.


"Zhel!" Ucap Kon sembari berlari menuju temannya yang dibakar hidup-hidup.


namun Kon mendapati bahwa tubuh temannya hangus terbakar sembari berdiri tegak.


"Zhel...? tidak... tidak mungkin kan?" Ucap Kon.


Helen menutup wajahnya melihat mayat dari temannya yang hangus dan berdiri tegak.


"Haha inilah yang terjadi jika kau melawan seorang penyihir tingkat tinggi sepertiku" Ucap Shasa.


Mendengar hal itu, Kon bangkit dengan penuh dendam.


"Kau... Beraninya Kau... Chronos" Ucap Kon.

__ADS_1


disekeliling Kon mendadak ada aura aneh, benda benda di sekitar Kon berhenti.


"hmm Chronos... Sihir waktu yang menghentikan berbagai benda di sekeliling si perapal... termasuk sihir tingkat tinggi karena disebut sebagai pertahanan tak tertembus... menarik Kon... akhirnya aku bisa melihat sesuatu yang menarik" ucap Shasa.


"Creat**ing Magical Item" Ucap Helen.


sebuah benda berbentuk trisula muncul di depan Helen, dari tiga ujung runcing ada tulisan berbeda yaitu Angin di kiri, Api di tengah, Petir di kanan.


"Bersiaplah untuk mati Shasa... Holy Contract" ucap helen yang kemudian melayang di udara.


Holy Contract adalah sebuah sihir original buatan Helen. Helen memiliki Bakat khusus yaitu Penciptaan, bukan hanya Penciptaan Benda biasa saja. ia bisa membuat benda sihir sekaligus sihir yang belum pernah ada sebelumnya, namun itu semua tergantung imajinasi dan kapasitas mana nya.


dan Kon ia adalah Seorang yang memiliki bakat hebat yaitu sihir Waktu, sihir ini tidak ada di dalam elemen standar sihir seperti air, tanah, api, angin, dll. Kon bisa menghentikan waktu di sekitarnya dan juga sebuah area yang di inginkannya, ia juga mengembalikan waktu sebuah benda. namun sihir ini menguras mana nya dengan cepat, oleh karena itu Kon belajar Sihir elemen standar untuk berjaga-jaga.


"Si Gadis Pencipta dan Pemuda Tak Tersentuh... Siapapun yang mendengar nama kalian pasti akan ketakutan dan kabur" ucap Shasa.


"Diam" Ucap Helen.


"kalian tidak pantas berteman dengan Si Keajaiban Cacat Zhel" Ucap Shasa.


"Kubilang Diam!" Ucap Helen.


dari Trisula yang dipegang Helen muncul petir yang kemudian menyambar Shasa, namun Shasa berhasil menghindar dan mengambil jarak.


"oi kau terlalu serius... bagaimana jika aku mati" Ucap Shasa dengan senyum berani.


"Memang begitu rencananya" Ucap Kon yang tiba-tiba berada tepat di belakang Shasa.


Kon memukul Shasa sampai membentur dinding goa dengan keras. asap beterbangan namun Helen dan Kon melihat sebuah sosok di balik asap tersebut.


"menarik sekali... kalau begitu akan kuhibur kalian sedikit" Ucap Shasa, dan melanjutkan "Anti-Magic Area"


Helen dan Kon terjatuh tanpa sebab, mereka berdua kelelahan dan sihir yang mereka gunakan menghilang.


"kalian pasti sudah tahu kan siapa aku? dan kalian masih berani menggunakan sihir melawanku? naif sekali" ucap Shasa yang berjalan mendekat ke arah Kon.


Shasa mengeluarkan sebuah pisau berukuran 20cm dari pinggangnya.


"kalau begitu akan kukirim kalian kepada sahabat kalian yang berdiri disana" ucap Shasa yang melihat ke arah mayat Zhel.


namun Mayat Zhel tidak ada, Mayat yang seharusnya berdiri tegak disana hilang bagai ditelan bumi.

__ADS_1


bukan hanya Shasa, namun Helen dan Kon juga tidak tahu kemana mayat tersebut menghilang.


__ADS_2