
Di salah satu dari 6 menara tertinggi Kota Benteng Adrazil.
Letak menara tersebut membentuk segilima jika di lihat dari langit dengan salah satu menara tepat di pusatnya, itu memungkinkan untuk melihat sekitar dengan sangat jelas. Di setiap menara diisi oleh beberapa penyihir guna menghindari serangan dari berbagai arah, dan menara pusat adalah titik utama kota yang berfungsi sebagai pemasang dinding sihir yang menutupi kota.
Siang itu semua terlihat damai seperti hari biasanya.
“Hmm norman lihat ini” ucap Seorang penyihir Republik Safanas menunjuk sebuah benda bundar di depannya.
Benda tersebut adalah alat sihir yang menunjukkan intensitas Mana yang berada di sekitar benda tersebut, jangakauannya cukup luas sampai gerbang besar pertama yaitu dinding besar paling luar.
“Ada apa?” tanya pria bernama Norman.
“Bukankah ini terlalu besar?” menunjukkan benda bundar tersebut.
Di alat sihir tersebut muncul sebuah titik berwarna biru menandakan bahwa ada seorang yang memiliki Mana datang dari luar kota, namun sinar biru tersebut bergerak sangat cepat dan begitu besar.
“Apa apaan Mana ini? Dan juga ia begitu cepat”
“Semuanya persiapkan sihir kalian!”
Semua penyihir bersiap secepat mungkin dan mengarahkan tongkat sihirnya ke arah asal Mana itu berasal, namun tak terlihat ada seseorang disana hanya ada kepulan asap yang terbang.
“Tidak akan sempat! Ia hampir memasuki kota!”
Semua yang ada di tempat itu panik, mereka berpikir kemungkinan itu adalah serangan. Namun anehnya hanya ada 1 orang saja dibelakangnya ada 2 titik biru yang berjalan perlahan.
“Gawat.. Jika ia berhasil masuk maka kita akan sulit mencarinya”
“Tidak sempat! Ia sudah masuk!”
“Beri kabar pada Nyonya Lein... Katakan padanya ada penyusup dengan kekuatan besar memasuki kota”
Beberapa orang bingung harus mengatakan apa, mereka tak bisa bergerak lebih cepat daripada situasi itu.
~Di Menara Pusat~
Seorang pembawa pesan mengetuk pintu, ia adalah prajurit yang diminta melaporkan pesan pada Wanita bernama Nyonya Lein.
“Permisi”
“Masuk” ucap Wanita di belakang pintu.
Utusan tersebut membuka pintu tersebut, dan dibaliknya ada seorang wanita sedang berdiri dan melihat keluar jendela. Ia memiliki rambut coklat bergelombang pendek sebahu, wajahnya cantik dengan tubuh tinggi seperti wanita berumur 25 tahunan. Walaupun begitu pakaian yang dikenakannya begitu tomboy dengan dada yang sedikit mengecewakan.
“Jika kau ingin melaporkan tentang penyusup barusan saja silahkan kembali ke pos mu” ucap Lein dengan angkuh.
Mendengar hal tersebut, si prajurit pembawa pesan terkejut dan gemetar.
“Ma-maaf mengganggu!” ucap prajurit yang kemudian keluar dari ruangan secepat mungkin.
Ruangan tersebut kembali hanya terisi Lein yang masih menatap arah aura besar itu berasal, ia memicingkan kedua matanya.
“Sebenarnya... Siapa itu?” ucap Lein.
~Di Dalam Goa Raksasa”
Seekor Ular Naga Hitam sedang tertidur pulas sampai suara langkah kaki datang.
“Apa kabar Ourobros” ucap pria berpakaian jas berekor.
Ia adalah Raja Iblis Shadow Monarch dengan topi pesulapnya yang menjadi ciri khas, mendengar suara itu Ular Naga yang disebut membuka kedua matanya.
__ADS_1
“Oh Monarch... Bukankah sudah kubilang jangan membangunkanku jika tak ada sesuatu yang menarik” ucap Ouroboros.
“Karena itulah aku membangunkanmu tukang tidur”
Mendemgar hal itu, Ouroboros mengankat kepalanya. Ia sedikit penasaran dengn kabar yang dimiliki oleh Monarch, sedari dulu Monarch selalu bisa membuat Ouroboros tertarik bahkan sampai tertawa.
“Jadi berita apa yang kau punya?”
“Sepertinya aku menemukan benih yang sangat bagus”
“Nenih ? Seperti apa dia? Dan kemampuannya?” tanya Ouroboros.
“Aku menemukan 3.. Namun aku baru bertemu 2 diantaranya saja... Salah satunya memiliki kekuatan mengendalikan Mana sepertimu”
“Hoo! Lalu lalu... Apakah menyamaiku?”
“Tidak... Sepertinya ia memiliki kapasitas tak terbatas sepertimu, namun Mana miliknya tak sebanyak milikmu”
“Hmm... Ia pasti memakan Mana Fruit yang berjenis Leci... Lalu dari ras apa dia?”
“Anehnya ia dari Ras Manusia” ucap Monarch yang ingin tertawa.
Mendengar hal itu Ouroboros membuka matanya lebar, karena seharusnya tak ada manusia manapun yang mampu menelan Mana Fruit.
“Bagaimana bisa ?!”
“Entahlah... Namun tubuh manusianya sepertinya akan berubah, karena ia menyerap Mana yang seharusnya ia tak ambil”
“Apa maksudmu?”
“Kemarin ia bertarung dengan Scar... Ia menghisap semua Mana di salah satu ekornya, dan aku melihat perubahan aneh di dalam tubuhnya... Hmm benar juga, aku juga tak mengerti tentang hal ini namun sepertinya ia menghisap sesuatu yang lain dari ekor Scar waktu itu”
“Sesuatu yang lain?” tanya Ouroboros memiringkan kepalanya.
Mendengar hal itu, Ouroboros kembali terkejut. Namun kali ini ia menjadi lebih bersemangat, ia melayamg di langit-langit goa seperti penuh kebahagiaan.
“Itu adalah benih sempurna! Siapa namanya?!”
“Zhel... Itulah yang kudengar”
“Zhel ya... Dengan kekuatan seperti itu, ada kemungkinan ia bisa mengendalikan kemampuan The Promiser juga”
Monarch tersenyum melihat Ouroboros yang terlihat begitu gembira, walau wajahnya tak berubah namun Monarch mengerti bahwa saat ini ia sangat senang akan berita tersebut.
“Benar sekali... Itulah yang kuingin katakan padanya, namun karena sejarah yang dibuat Anggota lain kita sulit mendapatkan kepercayaannya”
“Begitu ya... Berarti kita hanya bisa menunggu sampai ia menerimanya”
“Benar sekali”
Ouroboros kembali ke posisi yang siap tidur.
“Kalau begitu bangunkan aku ketika anak itu mulai mendengarkan”
“Oke... Ah dan juga sepertinya kau jangan terlalu sering bermalasan, tubuhmu jadi agak gemuk” ucap Monarch bercanda.
“Apa Katamu?!”
Ouroboros menembakkan Api berwarna Hitam bercampur ungu gelap ke arah Monarch, namun Monarch dengan cepat menghilang dari sana. Yang tertinggal hanya suara tawa gembira dari Monarch.
“Kurang ajar kau Monarch! Berani sekali kau berkomentar tentang tubuh seorang wanita!” teriak Ouroboros dengan suara kesal.
__ADS_1
Jarang ada yang tahu bahwa Ouroboros berjenis kelamin wanita, ia adalah seekor Ular Naga yang bisa menggunakan berbagai macam jenis sihir, namun di dunia ini Ular Naga hampir punah. Mereka biasa sering bertarung dengan para Dragon karena berbagai alasan, setelah pertempuran panjang akhirnya kedua Ras itu terancam punah.
~Di Kota Benteng Adrazil~
Kon dan Helen sedang diperiksa karena dicurigai ada sangkut pautnya dengan penyusup sebelumnya, namun mereka memberikan berbagai alasan yng masuk akal. Walau begitu mereka masih tetap diintrogasi, dan saat ini mereka sedang menunggu seseorang untuk mereka temui.
“Hey Helen... Bukankah ini agak berlebihan?”
“Memang benar...Sepertinya kita sangat dicurigai, namun sepertinya mereka belum menemukan bukti”
“Itu tinggal menunggu waktu”
Kemudian seorang prajurit datang dan meminta mereka ikut, Helen dan Kon dibawa ke sebuah ruangan yang disana hanya ada 3 kursi dan 1 meja. Ruangan tersebut sangat kecil sekitar 3x2 meter, di salah satu kursi ada seorang wanita yang duduk disana. Wanita tersebut tak memunjukkan wajahnya dan hanya memberikan punggungnya pada mereka.
“Selamat datang di ruang introgasi... Namaku Lein Carnel, penanggung jawab Kota Benteng Adrazil” sembari berbalik dan menunjukkan wajahnya.
Namun Kon dan Helen tak menunjukkan ekspresi apapun dan hanya terdim melihat wanita tersebut, alasannya karena wanita tersebut adalah kenalan mereka.
“Kak Lei?” 2x
“Kalian?”
Akhirnya Lein menyadari bahwa mereka berdua adalah temannya ketika ia bertualang di hutan dekat kerajaan Waren.
“Kon?! Helen?! Kenapa kalian disini?!” ucap Lein yang kemudian memeluk kedua orang tersebut dengan swnyum di wajahnya.
“Kak Lei sendiri sedang apa diaini?” tanya Helen yang tersenyum.
“Aku sekarang adalah penanggung jawab di Kota Benteng ini” ucap Lein sembari membusungkan dadanya yang mengecewakan.
“Kak Lei Hebat! Bagaimana bisa?! Bukankah Kak Lei sebulumnya Adventurer?!”
“Yah banyak hal terjadi, namun Republik Safanas kekurangan orang... Aku dipilih karena memiliki kemampuan tinggi dan orang tuaku dulunya adalah Penyihir Republik”
Setelah itu introgasi berhenti dan mereka bertiga malah asik mengobrol, kemudian mereka bertiga minum di Bar setelah Lein mengajak mereka.
“Tolong 3 Bir ukuran besarnya” ucap Lein.
“Baik!!!” jawab Pelayan.
Setelah memesan, Lein melihat mereka berdua.
“Jadi dimana teman kalian itu?”
“Teman?”
“Ya... Kalian itu tidak pandai berbohong lho di depanku” ucap Kak Ana dengan senyum di wajahnya.
“Kak Lei memang hebat”
“Pasti ada alasannya kalian menyembunyikannya... Setidaknya beritahu aku sedikit”
“Benar sih... Namun ini adalah tugas rahasia Kerajaan Waren, jadi kami tidak bisa membocorkannya”
“Hmm begitu ya”
Lein berdiri dari kursinya, ia berjalan menuju sebuah meja yang hanya diisi 1 orang saja. Ia memakai tudung kepala dan penutup wajah, siapapun pasti akan mengira bahwa orang tersebut sangat mencurigakan. namun tak ada seorang pun yang menyadari keberadaannya.
“Apa kau bisa menjelaskannya padaku?” ucap Kak Lein dengan senyum berani.
“Jadi aku ketahuan ya”
__ADS_1
Orang tersebut membuka penutup wajahnya, dan dibaliknya adalah sosok yang dikenal baik oleh Kon dan Helen.
"Zhel?!" 2x