Veel World : The Miracle With Flaws

Veel World : The Miracle With Flaws
Chapter 1.4


__ADS_3

Di belakang rumah yang terbuat dari kayu.


Zhel sedang membuat sebuah alat, yaitu senjata yang bisa melontarkan anak panah dengan kecepatan tinggi.


"Kalau tidak salah Crossbow menggunakan kayu khusus... Namun kurasa tidak masalah karena kayu ini sangat kuat... Nah masalahnya adalah ini" ucap Zhel.


Ia melihat ke arah sebuah tali di bawah kakinya.


"Tali ini tidak sekuat tali di dunia itu... hmm mungkin aku harus membuat tali seperti di dunia itu" ucap Zhel.


Tali yang dibawah diambil dan digabungkan dengan beberapa tali lainnya hingga membuat sebuah tali yang lebih tebal dan kuat.


"Sedikit sulit namun cukup kurasa"


Zhel memasangkan tali yang digabungkan menjadi satu dengan Crossbow. Ia tersenyum dengan penuh kemenangan.


"Jika begini mungkin panah biasa akan kalah"


Zhel mencoba Crossbow pada sebuah pohon, ia menggunakan anak panah yang telah dibuat sebelumnya dan hasilnya panah itu menancap cukup dalam di pohon.


"Bagus... Hmm kurasa akan bagus jika aku membuatnya lebih kecil lagi... Setidaknya sampai bisa disembunyikan" ucap Zhel.


Akhirnya Zhel membuat Crossbow ukuran mini yang bisa disembunyikan dibawah tangannya. Tak sekuat Crossbow sebelumnya, Zhel merasa itu cukup untuk melukai lawan.


"Selanjutnya apa ya?" ucap Zhel.


"Sedang apa kau Zhel?" ucap seseorang di belakangnya.


di belakangnya ada Kon yang tiba-tiba muncul.


"Ah Kon kapan kau datang?" tanya Zhel.


"Dari tadi mungkin... Karena kau terlalu fokus jadi kurasa tak baik mengganggumu" ucap Kon tersenyum.


"Ah maaf soal itu... Sebenarnya aku sedang membuat senjata" ucap Zhel yang kemudian menunjukkan Crossbow besar yang telah diciptakannya.


Kon mendekat denan rasa penasaran.


"Ini... benda apa ini? Mirip dengan anak panah" ucap Kon.


"Aku menamainya Crossbow benda ini bisa melontarkan anak panah" ucap Zhel.


"Hee... Coba tunjukkan padaku"


Zhel mengambil sebuah apel dan menaruhnya di atas pohon yang telah ditebang, Zhel menarik pelatuknya dan sebuah anak panah terbang cepat dan menghancurkan apel tersebut.


"Kena... Tapi kurasa benda ini terlalu kencang atau mungkin ujung anak panahnya kurang seimbang?" ucql Zhel.


Zhel melihat Kon, namun mata Kon berbinar seperti anak kecil yang meligat mainan baru.


"Zhel buatkan aku 1!" ucap Kon.


"Heeh?!"


"Benda itu kuat sekali bahkan lebih kuat daripada panah biasa tolong buatkan aku 1...!" ucap Kon.


-Untuk apa ? Dia kan bisa menggunakan sihir yang menembakkan peluru juga... Ah!


Zhel mengingat sesuatu yang ingin dibuatnya, namun benda itu akan sulit dibuat sendirian.


"Baiklah tapi dengan 1 syarat" ucap Zhel.


"Katakan... Akan kulakukan!"


"Baiklah ikut aku"


Zhel mengajak Kon ke tempat ia membuat benda dari besi. Di dalamnya banyak sekali besi yang masih mentah dan belum berbentuk.


"Aku ingin kau membantuku membuat pedang dan perisai" ucap Zhel.


"Perisai?"


"Ya.. Perisai yang kuat namun bisa dibawa kemana saja... Untuk itu aku membutuhkan bantuanmu karena sulit untuk membuatnya sendirian" ucap Zhel.


"Baiklah... Tapi Crossbow nya ya"


"Iya... Membuat Crossbow hanya membutuhkan setengah hari.. Namun membuat pedang dan perisai mungkin akan memakan waktu lebih dari 3 hari karena aku akan menggunakan Adamantite dan Mythrill " ucap Zhel.

__ADS_1


Zhel berniat membuat senjata dari besi yang digabungkan, Adamantite adalah besi terkuat namun berat oleh karena itu Zhel ingin menggabungkan Adamantite dengan Mithrill agar lebih ringan.


Kon sedikit terkejut ketika mendengar Adamantite, Ore tersebut sangat mahal karena sangat langka. Namun Zhel menemukan banyak sekali Ore di suatu tempat, jadi bukan masalah.


Zhel menunjukkan rancangannya pada Kon yang terdiam sedari tadi karena melihat rencana Zhel yang tak pernah terpikirkan oleh pembuat senjata manapun.


"Zhel... Apa kau yakin akan berhasil?" tanya Kon dengan ragu.


"Aku juga kurang yakin... Namun jika belum dicoba siapa yang tahu iya kan..." ucap Zhel.


"Ya... Tapi apakah kita harus melakukan hal itu?" ucap Kon.


"Ya... Itulah inti dari senjata yang akan kita buat" ucap Zhel dengan senyuman.


Kon sedikit ragu namun ia percaya dengan apa yang diucapkan oleh Zhel.


Lalu sebuah suara memanggil mereka dari dalam rumah.


"Zhel... Kon... Makan malamnya sudah siap" ucap Helen dari dalam rumah.


"Iya kami kesana" jawab Kon.


"Helen juga datang ya... Aku tak sadar" ucap Kon.


"Ya kami sedang libur jadi kami ke rumahmu dan meminta jawaban waktu itu"


"Hmm soal itu ya... Kurasa aku akan bergabung... Namun setelah semua senjataku selesai" jawab Zhel.


"Itu bagus... Baiklah kita makan dulu"


Zhel dan Kon memasuki rumah, di dalamnya ada Helen yang sudah memasak banyak makanan.


"Kalian lama sekali... Dari mana saja?" tanya helen.


"Si Zhel... Ia ingin membuat senjata aneh"


"Itu bukan senjata aneh"


"Yah berjuanglah dengan itu... Jadi bagaimana jawabanmu Zhel? Apa kau akan bergabung?" tanya helen.


"Ya... Setelah senjataku selesai aku akan bergabung" ucap Zhel.


"Terima kasih"


Mereka makan malam bersama, setelah itu Zhel menceritakan tentang senjata yang akan dibuatnya.


"Heeh... Senjata yang menarik... Namun darimana kau mendapat ide seperti ini?" tanya Helen.


"Yah... ketika aku memakan Mana Fruit... Aku melihat sebuah dunia dan mempelajari banyak hal dari dunia tersebut" ucap Zhel.


"Dunia?!" tanya Kon yang terkejut.


"Ya... Sebuah dunia yang berisi banyak sekali manusia... Disana tak ada peperangan seperti disini" ucap Zhel.


Di dalam hati Zhel ia merasa iri dengan dunia seperti itu.


"Tunggu dulu.. Jadi kau melihat sebuah dunia lain setelah memakan Mana Fruit?" Tanya Helen.


"Ya begitulah"


"Jadi kekuatanmu sebelumnya adalah pengetahuanmu dari dunia lain itu?" tanya Helen.


"Ya... Di dunia itu ada sebuah kekuatan yang disebut Tenaga Dalam namun tak banyak yang bisa menggunakannya... Karena aku tidak mengerti jadi aku mengganti Tenaga Dalam itu dengan Mana... Intinya kekuatan itu mengeluarkan tenaga aneh dari tubuh manusia dan mengalirkannya" ucap Zhel.


"Jadi kekuatan yang kemarin kau gunakan itu adalah mengalirkan Mana ke bagian tubuh dan membuatnya lebih kuat begitu?" tanya Helen.


"Tepat... Ketika aku mengalirkan Mana ke bagian tubuh, maka kinerja bagian tubuh tersebut menjadi berkali lipat tanpa ada efek samping... Contohnya seperti ini"


Zhel mengalirkan Mana ke tangan kanannya, kemudian ia memegang pisau dan melemparkan sebuah daging ke udara. Zhel mencabik-cabik daging tersebut sebelum jatuh dan menjadikannya potongan kecil hampir sebesar nasi.


"aku juga bisa melakukan ini"


Zhel mengambil Garpu dan menusuk tangan kirinya yang telah dialiri mana. Garpu tersebut tertusuk cukup dalam namun tak ada darah yang keluar bahkan Zhel memutar mutar garpu tersebut tidak ada darah yang keluar.


"Zhel apa yang kau?!" ucap Helen, melanjutkan "Kita harus menutup lukanya... Eh?!" terkejut.


Setelah garpu di angkat tidak ada luka apapun di tangan kiri Zhel, Helen tak mengerti apa yang terjadi.

__ADS_1


"Hehe ini adalah salah satu kemampuanku... Aku mengganti tubuh yang terluka dengan mana, jadi bukan luka yang kudapat namun Manaku yang berkurang" ucap Zhel dengan senyum.


"Apa hal itu bisa dilakukan?" tanya Helen.


"Untukku bisa... Namun kalau untuk penyihir lainnya kurasa tidak" ucap Zhel.


"Heh kenapa?" ucap helen.


"Aku tidak tahu... Aku melihat dengan mataku yang telah di aliri Mana namun aku tidak melihat kalian sama sepertiku" ucap Zhel.


"Apa maksudmu?"


"Mana ditubuhku terus mengalir ke seluruh bagian tubuh... Namun Mana di tubuh kalian hanya terpusat di 1 titik dan tidak mengalir" ucap Zhel.


"Mengalir? Mana? Apa maksudnya?"


"Mungkin karena aku yang tidak bisa menggunakan sihir"


"Apa hubungannya dengan sihir?"


"Aku tidak tahu... Tapi aku memiliki teori"


"Teori? Tentang kekuatanmu?"


"Ya... Ini ada hubungannya dengan Magical Tree... Kalian tahu aku tak bisa menggunakan sihir kan walau aku memiliki kapasitas mana sangat besar" ucap Zhel.


"Ya... Lalu?" tanya Kon.


"Magical Tree menghasilkan buah Mana Fruit yang bisa menambahkan kapasitas Mana seseorang... Namun sebenarnya Mana Fruit memaksa Mana Masuk ke dalam tubuh, karena manusia memiliki batasan maka tidak akan mampu bertahan dan menjadi gila seperti ceritamu... Disini kasusku berbeda" ucap Zhel.


"maksudmu?"


"seperti ini... Regenerasi Mana kalian pasti berhenti ketika penuh kan?"


"iya... setelah kami menggunakan sihir secara otomatis tubuh kami Meregenerasi Mana" ucap Kon.


"Nah... Untukku tidak... Mana Regenerasi milikku tidak cepat namun tak berhenti walau sudah maksimal" ucap Zhel.


"Eh tunggu dulu?! Jadi maksudmu?!" ucap Helen.


"Ya... Ketika kecil aku diperiksa oleh dokter dan divonis bahwa Mana miliku tak berhenti walau sudah penuh yang artinya aku akan mati lebih cepat dari manusia biasa" ucap Zhel dengan sedih.


Kon dan Helen terkejut dengan ucapan Zhel, sebenarnya kasus Zhel bukanlah penyakit karena penyihir pasti menggunakan 1 sihir dalam sehari walau ia memiliki Mana Regenerasi yang tak terhenti. Namun Zhel berbeda, sejak lahir ia tak bisa menggunakan sihir yang artinya ia tak bisa membuang sedikitpun Mana miliknya.


"tidak mungkin" Ucap Helen menutup mulutnya


"Begitulah seharusnya... Namun setelah memakan Mana Fruit kapasitas Mana milikku bertambah dan aku selamat dari penyakit tersebut... Tidak sampai disitu... Aku juga menyadari bahwa aku juga bisa mengalirkan Mana ke sebuah benda dan membuatnya menjadi lebih keras tanpa menambah beratnya"


"Hal itu bisa dilakukan?"


"Ya sebelumnya aku sudah melakukan banyak percobaan pada kemampuanku... Akhirnya aku mengerti kekuatanku seperti pengendalian Mana"


Kon dan Helen sangat terkejut mendengar asumsiku, mungkin karena Zhel sudah seperti musuh alami para penyihir.


"Pengendalian Mana? Kekuatan seperti itu... mungkinkah benar-benar ada?"


"Ya contohnya ada di depan kalian... Aku juga bisa menghisap Mana yang ada di sekitarku... aku mencoba melakukan hal yang mirip dengan sihir Shasa waktu itu"


"Maksudmu menyegel sihir?"


"Tidak menyegel sihir juga sih... Lebih tepatnya aku mengambil Mana kalian... Contohnya coba klian gunakan sihir"


"Sihir... Ermm Light" ucap Kon yang kemudian sebuah bola cahaya muncul di ujung jari Kon.


namun lama kelamaan cahaya tersebut redup, dan hanya dalam beberapa detik cahaya tersebut hilang.


"Eh kenapa?" tanya Kon kebingungan.


"Aku mengambil Mana dari bola tersebut dan merubahnya menjadi milikku... Ini tidak menyegel sihir namun mengambil Mana yang ada di dalam sihir tersebut"


Helen dan Kon terkejut dengan teori kekuatan Zhel. mereka berpikir bahwa Zhel adalah musuh alami penyihir.


"Dan begitulah... Jadi selama musuh ada di jangkauan maka aku takkan kehabisan Mana" ucap Zhel.


"Ini pertanyaan terakhir... Seberapa besar kapasitas mana yang kau miliki?"


"Aku sendiri tidak tahu... Setelah memakan Mana Fruit kemarin sampai hari ini mana milikku tidak pernah penuh..."

__ADS_1


Kon dan Helen kembali terkejut dan tak bisa mengatakan apapun karena kalimat Zhel. dipikiran mereka adalah kemungkinan bahwa Zhel memiliki kapasitas Mana tanpa batas, dan makhluk seperti itu hanya ada 1 di dunia ini yaitu Raja Iblis Ouroboros.


__ADS_2