Veel World : The Miracle With Flaws

Veel World : The Miracle With Flaws
Chapter 6.1


__ADS_3

~Di Sebuah Ruang Tahanan~


Kon sedang diam dengan tangan dan kaki yang di gantung menggunakan rantai khusus, rantai tersebut terlihat seperti rantai biasa namun sebenarnya itu adalah alat sihir yang berisikan mantra yang membuat siapapun yang menyentuhnya menggunakan sihir.


Kemudian seseorang berdiri di depan sel tempat Kon ditahan, ia adalah seorang pria paruh baya dengan janggut hitam panjang sampai ke dada. Tubuhnya kekar dan wajahnya begitu menyeramkan karena bekas luka cakar mengerikan yang ada di pipi kanannya, ia memiliki rambut hitam lurus yang panjang sampai ke punggung. Namanya adalah Georg Defle, orang yang menjadi penanggung jawab Kota Dilem.


“Jadi kau bandit yang berada di desa Quet?” tanya Pria yang berdiri di depan Sel.


Kon mengintip pria tersebut dengan wajah yang penuh luka, itu adalah luka yang diterimanya ketika diintrogasi. Namun Kon tidak menjawabnya dan hanya diam, kemudian ia membuka mulutnya dan menunjukkannya pada Georg. Melihat hal itu Georg terkejut ketika melihat lidah Kon yang sudah terpotong, lidahnya terlihat seperti dipotong dengan cara digigit karena potongannya tidak rata. Setelah menutup mulutnya, Kon memberikan senyum pada Georg karena tidak bisa memberikan informasi apapun.


“Hmm... Menggigit lidah sendiri agar tidak ada informasi yang bocor ya, ku akui bahwa kau memang seorang prajurit yang hebat... Namun sayangnya kau akan mati besok” ucap Georg yang kemudian pergi meninggalkan sel.


Georg memang berkata demikian, namun di dalam hatinya ia merasa jengkel karena tidak mendapatkan informasi apapun.


Setelah berjalan beberapa menit, Georg sampai di pintu masuk penjara. Disana ada 2 prajurit yang sedang menjaga di sebelah pintu masuk, georg berhenti di depan pintu masuk.


“Awasi terus tempat ini karena kemungkinan anggota dari kelompok tawanan itu akan datang kemari” ucap Georg pada kedua penjaga.


“Siap!” 2x.


Georg sangat waspada karena laporan dari dari wakilnya yang datang untuk membantu desa quet sebelummya, ia mendengar bahwa desa tersebut hancur berantakan dan semua warganya lehilangan nyawanya.


Georg berjalan meninggalkan penjara, namun tak lama ia berjalan seorang prajurit menghampirinya.


“Tuan Georg... Utusan dari Ibukota telah datang”


“Dimana dia?”


“Kini ia sedang menunggu anda di kantor anda”


Georg langsung mempercepat jalannya menuju kantornya, ia sedikit merasa ada yang aneh kaarena utusan ini datang terlambat.


-Seharusnya jarak dari ibukota dan kota dilem hanya 4 hari menggunakan kuda, tapi mengapa harus sampai 6 hari?


~Di Sel tempat Kon Dikurung~


Kon hanya diam memikirkan hari terakhirnya besok, namun tak ada sedikitpun air mata yang keluar darinya.


-Helen... Maaf


~Di Hutan~


Zhel dan Helen di berikan pilihan sulit oleh Monarch, memilih menerima bantuan Monarch atau melakukannya sendiri dengan tangan mereka. Namun untuk menyelamatkan Kon sudah dipastikan sulit karena harus menghadapi ratusan prajurit dengan kondisi buruk saat ini.

__ADS_1


Saat itu Zhel sudah terbebas dari racun karena sihir Manipulation Helen, namun Zhel masih belum bisa bergerak bebas karena belum pulih benar.


“Jadi apa keputusanmu?” tanya Monarch.


“Apa yang kau minta sebagai imbalannya?”


Monarch tersenyum karena ia berhasil membujuk Zhel untuk berbicara, disamping itu Zhel sudah tidak bisa membatahnya karena Monarch memiliki banyak informasi tentang misi Zhel dan lainnya.


“Kalau begitu... Aku ingin mengajak salah satu dari kalian untuk minum teh di Hutan Eliad”


“Hah?” 2x


Zhel dan Helen terkejut mendengar permintaan Monarch yang tidak terpikirkan sebelumnya, mereka beranggapan bahwa Monarch akan meminta mereka memberikan nyawa mereka atau mematuhi setiap perkataannya.


“Tunggu dulu... Bisa kau ulang? Mungkin aku salah dengar” ucap Zhel sembari memegang kepalanya yang tidak mengerti.


“Aku ingin mengajak salah satu dari kalian minum teh di hutan Eliad”


“Tunggu dulu...”


“Aku ingin mengajak sa—“ ucap Monarch yang hendak mengulang ucapannya, namun dipotong oleh Zhel.


“Tidak perlu diulang!”


“Baguslah... Kalau begitu artinya telinga kalian tidak bermasalah” ucap Monarch dengan senyum di wajahnya.


“Helen... Bagaimana?” ucap Zhel.


“Jangan tanya padaku, aku sendiri tidak mengerti apa yang ia inginkan... Mungkin ia ingin melakukan sesuatu pada kita di hutan Eliad” ucap Helen.


“Ya itu benar... Baiklah kita tanya sedikit lagi”


Zhel dan Helen berbalik dan melihat Monarch kembali, mereka menunjukkan wajah tidak mengerti namun Zhel maju dan bertanya.


“Kenapa harus di hutan Eliad? Jika ingin mengajak kami minum teh bisa si restoran saja kan?” ucap Zhel.


“Di sana ada temanku yang bisa membuat teh yang sangat enak, dan juga ada sesuatu yang ingin kubicarakan secara rahasia” ucap Monarch.


-Teman? Mungkinkah ia memang berniat membunuh kami. Pikir Zhel.


“Rahasia tentang apa?”


“Sudah kubilang ini rahasia bukan?”

__ADS_1


“Setidaknya kami ingin tahu rahasia tentang apa itu... Setelah itu kami akan menjawab undanganmu” ucap Helen.


“Baiklah kurasa tidak masalah mengatakan sedikit... ini tentang The Promiser”


“The Promiser?” ucap Helen tidak tahu.


Zhel memicingkan matanya curiga pada ucapan Monarch, sebelumnya Monarch mengatakan tentang anggota The Promiser yang kini disebut sebagai Raja Iblis.


“Baiklah aku akan menerima undanganmu” ucap Zhel.


Helen terkejut mendengar jawaban cepat Zhel, Helen tidak mengetahui apa yang dimaksud Monarch sebelumnya. Namun Helen melihat sepertinya Zhel tahu tentang The Promiser yang dikatakan oleh Monarch.


“Zhel kenapa?” tanya Helen.


“The Promiser adalah sebutan lain dari Raja Iblis”


Mendengar hal itu Helen terkejut karena Zhel tahu apa yang Monarch bicarakan.


“Benar sekali, aku hanya ingin menceritakan sebuah kisah tentang kami... Tidak masalah bukan?” tanya Monarch.


Helen masih agak ragu dengan ucapan Monarch, Zhel memegang pundak Helen dan menunjukkan wajah serius. Melihat Zhel yang begitu serius, Helen hanya mengangguk setuju dan kemudian Zhel menatap Monarch.


“Kalau begitu bantu kami mendapatkan kembali Kon” ucap Zhel.


Monarch mengangkat sebagian bibirnya hingga menjadi sebuah senyum kemenangan.


“Jawaban bagus, kalau begitu kalian bisa beristirahag... Besok aku akan membawakan teman kalian kembali” ucap Monarch dengan penuh percaya diri.


“Kau akan menepati janjimu kan?”


“Walau negini aku tetaplah seorang pria, dan seorang pria tidak akan mengingkari janjinya... Dan untuk kalian, apa kalian akan menepati janji kalian?” tanya Monarch.


“Ya kami akan menepati janji, salah satu dari kami bertiga akan datang ke hutan Eliad setelah misi kami selesai” jawab Zhel.


“Baiklah... Kalau begitu sampai jumpa” ucap Monarch yang kemudian perlahan terhisap ke bayangan Zhel.


Zhel akhirnya menyadari kenapa Monarch bisa mendapatkan banyak informasi, Zhel merasa benar-benar dibodohi seperti anak kecil.


“Pantas saja ia bisa mendapatkan banyak Informasi” ucap Zhel sembari memegang kepalanya.


“Zhel apa kau yakin?” tanya Helen agak cemas.


“Mau bagaiman lagi, ia memiliki banyak informasi tentang kita... Dan juga kondisiku saat ini sangat buruk sampai sangat sulit untuk menggerakkan tubuhku”

__ADS_1


“Kalau begitu bagaiman jika kita berkemah disini? Sepertinya tempat ini cukup jauh dari pemukiman”


Helen mengeluarkan berbagai benda dari sihir Storage, benda-benda tersebut adalah tenda dan beberapa alat masak.


__ADS_2