
Sebuah pukulan keras menghantam wajah ular raksasa hingga membuatnya berteriak.
“Apa masih belum cukup?!”
Zhel mendarat di atas tanah jauh memandangi ular raksasa yang meregenerasi tubuhnya.
“Ia bisa beregenerasi dengan cepat... Aku harus cepat menutup mantra teleportasinya”
Zhel melompat ke arah ular dan turun ke bagian paling bawah ular raksasa, ia melihat sebuah lingkaran sihir yang retak.
Melihat sihir tersebut, Zhel langsung mengarahkan tangannya ke depan agar bisa menyentuh lingkaran sihir tersebut.
“Mana Drain!”
Seketika mantra tersebut menghilang dan lenyap dengan suara *Bakin seperti kaca yang pecah. Lingkaran yang hilang tersebut langsung memotong tubuh ular raksasa tersebut dengan bagian tubuhnya di sisi lain yaitu tubuh utama Raja Iblis Scar.
“Mengerikan” ucap Zhel yang hanya sebentar saja merasakan aura makhluk dari sisi lain sihir.
Ketika Zhel menyentuh mantra tersebut, ia merasakan sebuah aura yang sangat luar biasa. Ia melihat sosok hitam yang amat besar di sisi lain nya, melihat makhluk tersebut membuat Zhel berkeringat dingin.
-Jadi itu wujud aslinya? Raja Iblis Scar?
Ketika Zhel terdiam melihat Tubuh Asli Raja Iblis Scar, ternyata ular raksasa tersebut hampir selesai beregenerasi. Tubuhnya memanjng dengan sisik tebal yang amat keras, Zhel melihat Mana dari ular tersebut menghilang hampir separuhnya.
“Ia meregenerasi tubuhnya dengan Mana? Mirip sepertiku... Namun... Kalau sudah begini akulah yang unggul” ucap Zhel yang mengangkat sebagian bibirnya.
Ular tersebut mengeluarkan suara keras *Guar seperti sedang berteriak, melihat Zhel yang ada di dekatnya ular tersebut menyiapkan bola api biru lagi dan menembakkannya ke arah Zhel.
“Masih belum!”
Zhel tak menghindari bola api tersebut dan menerimanya secara langsung, ia menyerap semua Mana yng ada di bola api tersebut sehingga Mana miliknya bertambah dengan pesat.
“Ini?”
Zhel merasakan sediki Mana yang terkontaminasi dari bola api tersebut, itu terasa sedikit menyesakkan. Namun perasaan tersebut langsung hilang.
“Sepertinya aku juga bisa menyerap Mana Raja Iblis... Walau rasanya sedikit aneh namun bukan masalah... Focused Punch”
Zhel memukul angin di depannya dan memberikan sebuah tekanan angin, ular tersebut menerima sebuah luka yang cukup fatal. Tak menyia-nyiakan kesempatan, Zhel langsung melompat mendekatinya dan mencengkeram kepala si ular dengan ganasnya.
“Mana Drain!”
Banyak sekali Mana mengalir pada tubuh Zhel, dan semkin banyak mana yang diambilnya maka cengkeramannya juga semakin kuat. Ini sudah menjadi skakmat bagi si ular yang perlahan kehilangan Mana miliknya.
Namun si ular melihat ke suatu arah, ia melihat sesosok makhluk mirip manusia tersenyum dari atas sebuah bngunan yang tinggi. Sosok itu menunjukkan senyumnya ke arah si ular, setelah melihatnya ular tersebut menarik nafas panjang.
“Heh?!”
Zhel yang terkejut melihat ular tersebut, api biru muncul di mulut si ular. ketika Zhel melihat arah ular itu akan menembak, di sana tepat mengarah ke gedung Asosiasi Penyihir yang dijadikan sebagai tempat perawatan darurat.
“Tidak akan kubiarkan!”
__ADS_1
Zhel menghisap Mana lebih banyak lagi, penyerapan Mananya menjadi lebih cepat. Karena kehilangan Mana yang sangat banyak, Si Ular hendak menembakkan Apinya namun ia tidak sempat karena Mananya semakin terkuras.
“HENTIKAN...!!!!” teriak Zhel yang mengambil lebih banyak Mana lagi dari si ular.
Hanya berselang beberapa detik, api yang ada di mulut si ular menghilang. Kemudian tubuhnya bergoyang seperti hampir kehilangan kesadarannya.
“HYAAAAAA...!!!!!”
Mana si ular sudah habis, namun Zhel yang tak melihatnya tetap menyerap Mana Si Ular sampai akhirnya tubuh si ular dan Zhel jatuh bersama ke tanah.
Sebuh guncangan besar terdengar, Mayat si ular terjatuh di tengah ibukota. Zhel berdiri di atas tubuh ular yang telah ia kalahkan, ia menyadari bahwa ia menyerap sesuatu yang aneh dari si ular. Namun Zhel tidakk begitu peduli, karena yang terpenting si ular tidak berhasil menembakkan apinya ke gedung Asosiasi Penyihir.
“Sudah selesai kah?”
Zhel bernafas tidak beraturan, hal itu disebabkan oleh sesuatu yang aneh yang barusan ia serap.
Kemudian, sebuah aura yang jauh lebih mengerikan dirasakan oleh Zhel. Sebuah ledakan Mana yang jauh lebih kuat dari si ular ini, ketika ia melihat asal aura tersebut ia mendapati seorang pria tinggi yang memakai jas hitam dan topi hitam yang sangat elegan.
“Selamat atas kemenanganmu tuan Zhel... Sungguh pertarungan yang luar biasa... Aku kagum melihatnya” ucap sosok misterius tersebut.
“Siapa kau?” ucap Zhel yang kemudian bersiap dengan kuda-kuda bertarungnya.
“Mohon maaf... Perkenalkan... Namaku Monarch... Para manusia menyebutku Raja Iblis Shadow Monarch” ucapnya yang menurunkan Topi pesulapnya.
Mendengar nama itu, Zhel semakin bersiaga. Ia merasa jika ia salah langkah maka kematian akan ia dapatkan, perasaan yang tidak mengenakkan memenuhi hatinya. Dan sebuah kematian terus terlintas di pikirannya, wajah Zhel memucat dengan keringat dingin yang mengucur deras di wajahnya.
“A-apa yang mau kau lakukan?!”
Monarch tidak menunjukkan gerakan aneh apapun, namun Zhel tetap waspada jika ada sebuah serangan mendadak. Lawannya sebelum ini adalah Ekor Raja Iblis Scar, itu hanya sebagian kecil dari kekuatannya. Lain hal nya dengan makhluk yang ada di depannya saat ini, hanya dengan keberadaannya saja sudah menunjukkan aura kematian.
“Penawaran? Penawaran apa?”
“Aku pikir bahwa kau adalah orang yang tepat untuk mengemban sebuah gelar... gelar itu bernama The Promiser”
“The Promiser? Apa itu? Aku tidak butuh”
“Itu adalah sebutan untuk kami ribuan tahun lalu... Namun generasi berubah dan anggota kami silih berganti... Tujuan utama kami juga terlupakan, oleh karena itu aku ingin kau mengemban gelar yang sama seperti kami The Promiser”
Zhel tidak tahu apa yang ia maksud, namun dari setiap kata yng diucapkan Monarch selalu membuat Zhel curiga.
“Siapa saja anggota The Promiser ini? Lalu apa tujuannya?”
“Aku tidak bisa membocorkan tujuan kami karena kau masih belum mempercayai kami... Namun anggota The Promiser adalah makhluk yang saat ini kalian sebut sebagai Raja Iblis”
Zhel terkejut mendengar kalimatnya, pikirannya kosong karena anggota trrsebut.
-Raja Iblis adalah anggota yang disebut The Promiser? Apa maksudnya? Apakah ia bermaksud menjadikan aku Raja Iblis? Bagaiman caranya?!
“Omong kosong! Jadi kau berniat menjadikanku Raja Iblis?!”
“Tidak... Itu salah... Bukan aku yang akan menjadikanmu, namun dirimu yang akan merebutnya”
__ADS_1
Mendengar hal tersebut Zhel kembali berpikir, Monarch mengatakan bahwa Zhel yang akan merebutnya.
“Kurasa cukup sampai disini perjumpaan kita... Kau tahu aku ini orang yang sibuk, jadi aku akan pergi dari sini”
“Tunggu apa maksudmu merebutnya? Apakah merebut gelar raja iblis ?!”
“Jika kau ingin tahu kau bisa ke Hutan Eliad... disana ada kenalanku, jika kau beruntung aku bisa datang sebelum kepalamu terpenggal olehnya” ucap Monarch dengan senyum di wajahnya.
“Jangan bercanda! Apa maumu sebenarnya?!”
“Aku sudah mengatakan semua yang kuingin katakan... Jika kau penasaran, silahkan pergi ke Hutan Eliad... Aku akan bertemu denganmu disana... Dan juga...”
Raja Iblis Monarch melihat ke arah Zhel dengan sedikit heran.
“Sepertinya tubuhmu itu takkan bertahan lama”
Setelah itu Raja Iblis Monarch tenggelam ke dalam bayangannya, namun senyumnya masih terlihat jelas mengarah pada Zhel. Setelah beberapa detik tubuhnya menghilang bersama dengan bayangannya, aura besar milik Raja Iblis Monarch juga menghilang begitu saja.
~Di Hutan Eliad~
Sosok misterius muncul dari balik bayangan, ia berjalan menuju seorang gadis yang menggunakan pakaian ghotic ungu yang sedang menikmati teh nya dengan elegan.
“Terima kasih atas kerja kerasnya” ucap Si Gadis berpakaian Ghotic.
“Yah aku juga butuh sedikit istirahat kurasa” ucap Raja Iblis Monarch yang kemudian duduk di kursi yang tersedia.
“Jadi.. Bagaimana?”
“2 diantaranya sungguh menarik.. Sayangnya aku tidak bisa melihat yang satunya lagi karena sedang tak sadarkan diri”
“Hmm... Lalu? Apakah kekuatannya seunik itu sampai kau sendiri tertarik?”
“Begitulah... Salah satunya memiliki kemampuan mirip denganku, namun sayangnya ia tak memiliki kapasitas Mana besar... Dan yang satunya lagi aku tidak bisa melihat batas Mana miliknya”
“Apa mungkin ada manusia seperti itu?”
“Ada... Aku baru saja melihatnya... Sepertinya ia memakan Mana Fruit, namun manusia takkan mampu bertahan setelah memakannya... Itulah yang membuatku tertarik” ucap Raja Iblis Monarch yang kemudian meminum tehnya.
“Hee... Mana Fruit kah? Mendengarnya saja membuatku penasaran... Jadi apa kau akan merekrutnya menjadi anggota The Promiser?”
“Keputusan itu ada ditangannya... Jika ia ingin tahu lebih lanjut ia bisa datang kesini dan menungguku datang”
“Sayangnya ketika kau datang ia pasti sudah terpenggal”
“Aku tidak yakin itu”
Mereka berbicara panjang lebar hingga larut, dan setelah itu Raja Iblis Shadow Monarch pergi dari hutan tersebut.
“Apakah ia akan datang kesini yah... jika aku memenggalnya sebelum Monarch datang apa yang akan terjadi?” ucap si gadis dengan senyum di wajahnya.
Malam itu hutan Eliad terdengar suara tawa mengerikan yang bergema, namun tak ada yang memperhatikannya karena kekacauan di Ibukota kerajaan Waren.
__ADS_1